
Seperti yang sudah direncanakan, Xue Shan Shan melompat keluar dari jendela hanya untuk menyelimuti pergi ke Istana Wanshou.
Namun, dia cukup terkejut begitu melihat Minglang berdiri tegak di depan jendela kamarnya hingga membuatnya kehabisan kata-kata.
"Astaga, untuk apa kamu berdiri di sini?"
"Tentu saja melindungi keselamatanmu, Nona." Minglang juga pasrah.
Dia mengawal Xue Shan Shan ke mana pun gadis itu pergi, tetapi tidak menyangka dia akan melompat keluar dari jendela.
Melihat keterampilan Xue Shan Shan melompat, Minglang merasa gadis itu sudah sering melakukannya.
"Jangan mengikutiku, kamu pergilah beristirahat." Xue Shan Shan melambai-lambai tangannya, lalu berjalan keluar.
"Nona, kamu mau ke mana? Keluar di malam hari sangat berbahaya, jadi biarkan aku menemanimu." Minglang dengan cepat menyusul Xue Shan Shan.
"Aku akan pergi ke rumah tuanmu, pergi saja jika kamu mau ikut."
Saat dalam perjalanan, Minglang juga menyadari bahwa Xue Shan Shan sangat familier dengan jalan menuju Istana Wanshou sama seperti dirinya.
"Nona, bagaimana kamu tahu di sini ada pengawal?"
"Aku beberapa kali datang ke sini, jadi aku sudah tahu rute patroli mereka," sahut Xue Shan Shan setengah berbisik. "Ayo, jalan ke arah sini."
"Nona, apa jangan-jangan Anda juga tahu bahwa di sini ada pengawal rahasia?"
"Benar sekali, sebelumnya kau juga salah satu dari mereka, kan?"
Pertanyaan Xue Shan Shan berhasil membuat Minglang terkejut hingga dia sempat menghentikan langkah untuk sesaat.
Minglang memang sempat mengira bahwa Xue Shan Shan tahu identitasnya sebagai pengawal Pangeran Li Xian, tetapi tidak menduga gadis itu bahkan tahu kalau dirinya adalah pangeran rahasia.
Bagaimanapun, pengawal rahasia keberadaannya sangat dirahasiakan. Bahkan, orang luar tidak akan ada yang tahu wujud mereka.
Namun, bagaimana Xue Shan Shan bisa tahu?
"Karena sekarang kau sudah ditugaskan untuk melindungiku, aku tidak tahu siapa yang menggantikanmu."
"Sebenarnya, kamu tidak perlu berkecil hati. Lagipula, aku adalah satu-satunya orang di dunia ini yang mengetahui tentang ini." Xue Shan Shan berujar dengan senyum, jelas sekali bahwa suasana hatinya saat ini sangat baik.
"Tidak hanya Nona, Tuan juga tahu hal ini dengan mudah." Minglang merenung sejenak dan melanjutkan, "Kami masih dapat memahami jika tuan menyadari akan hal ini, tetapi Nona juga berhasil mendeteksinya. Itu berarti, formasi pengawal kami masih bermasalah."
"Kalau begitu, kalian harus meningkatkan pengawal kalian lagi." Xue Shan Shan berbelok dan memasuki sebuah kamar dengan lampu minyak yang masih menyala.
"Wei Shu!"
Suara teriakan Xue Shan Shan yang mendadak membuat Minglang tercengang, dia langsung menghampiri gadis itu. "Nona, apa kamu tidak takut ketahuan?"
"Aku memang ingin orang-orang mengetahui kedatanganku agar seseorang menyiapkan makanan untukku." Setelah bicara, Xue Shan Shan tergelak.
Ekspresi kebingungan terlukis di wajah Minglang. "Karena kamu tidak takut ketahuan, jadi kenapa kita harus mengendap-endap ketika masuk tadi?"
"Aku hanya ingin melihat Apakah pengawal dan pengawal rahasia di Istana Wanshou memiliki kemajuan setelah aku datang berkali-kali, dan jelas sekali bahwa mereka masih sama seperti dulu."
"Putri Changning." Wei Shu berjalan keluar dengan ekspresi bahagia di wajahnya. "Apa putri datang untuk melihat Pangeran?"
__ADS_1
Sikap Wei Shu terhadap Xue Shan Shan jadi semakin baik, sejak gadis itu menyelamatkan Pangeran Li Xian terakhir kali hingga racun di tubuh sang pangeran bisa dikendalikan, bahkan selera makannya pun membaik.
Melihat senyuman di wajah Wei Shu yang hampir tidak pernah tersenyum, Minglang sampai bergidik ngeri dan bergegas pergi dari sana.
"Emmm, siapkan makanan untukku." Mata besar Xue Shan Shan sedikit melengkung, dan sedikit cahaya berbinar di dalam matanya.
Wei Shu menanggapinya dengan cepat, sedangkan Xue Shan Shan sudah masuk ke dalam kamar Pangeran Li Xian.
Pangeran Li Xian tentu saja mendengar suara Xue Shan Shan, dia lalu meletakkan buku di tangannya dan memandang ke arah gadis itu.
"Eh?" Mata Xue Shan Shan berbinar dan berjalan menghampiri Pangeran Li Xian. "Pangeran, sepertinya berat badanmu bertambah."
Pangeran Li Xian melirik sekilas, tetapi tidak menjawab kata-kata Xue Shan Shan.
"Hari ini aku akan melakukan detoks pertama padamu. Ayo, kita mulai sekarang. Sebelum itu, aku akan memberikan sesuatu yang enak padamu agar kamu jauh lebih tenang."
Pangeran Li Xian mengangguk dan mengulurkan tangan, membiarkan Xue Shan Shan melakukan apa yang seharusnya dilakukan.
"Baik, tunggu sebentar." Xue Shan Shan berbicara sambil menjulurkan tangannya ke lengan baju untuk mengambil sebutir Pil Kehidupan dan memberikannya kepada Pangeran Li Xian.
Saat memulai pekerjaannya, Xue Shan Shan memandang wajah Pangeran Li Xian dan tidak berhenti bicara, "Emmm, penampilanmu menjadi lebih enak dipandang karena gemuk. Lihatlah aku, semua orang terus memujiku imut."
"Kamu harus lebih gemuk lagi, perbanyaklah makan dan tidur. Oh ya, apa kamu beristirahat sampai larut malam setiap hari? Apa rambutmu baik-baik saja?" Xue Shan Shan berbicara sambil menatap kepala Pangeran Li Xian dengan aneh.
"Rambut?" Pangeran Li Xian mengangkat sebelah alisnya, jelas dia kebingungan.
"Banyak orang mengatakan bahwa terlalu sering bergadang akan membuat rambut rontok, tapi kenapa aku merasa rambutmu masih lumayan banyak?"
Setelah mengatakan itu, Xue Shan Shan pun tertawa terbahak-bahak. "Sebaiknya, kamu tidur lebih awal."
Mata Xue Shan Shan bercahaya. "Apa kamu menungguku setiap hari hingga tidur larut malam?"
Kemudian, Xue Shan Shan menelungkupkan kepalanya di atas meja, lalu menyodorkan kepalanya dan mencoba mendekati Pangeran Li Xian. "Apa kamu sudah membaca surat yang aku tulis dan kirim untukmu? Apa kamu juga merasakan yang aku rasakan? Sehari tidak bertemu dengan, seperti seabad sudah berlalu "
"Pffft."
Pertanyaan Xue Shan Shan itu membuat Wei Shu dan Kepala Pelayan yang baru saja masuk dengan membawa makanan, mencoba menahan tawa mereka.
"Nona Xue sudah terlalu banyak membaca buku cerita."
"Benar, butuh waktu lama bagiku untuk menyiapkan surat itu." Xue Shan Shan yang berpuas diri tidak sengaja membocorkan rahasianya.
Kemudian, dia berlari tergesa-gesa dan duduk di bangku sambil memakan makan yang disiapkan oleh Kepala Pelayan Chen. Dia juga berusaha menyembunyikan kepanikan di matanya. "Itu ... kalian anggap saja tidak mendengar apa pun tadi hahaha"
Xue Shan Shan merasa bahwa dia pasti kurang tidur, jadi kecerdasan intelektualnya pun menurun.
Setelah beberapa saat, Xue Shan Shan seperti teringat sesuatu. "Pangeran, bisakah kamu membantuku?"
"Apa?" Pangeran Li Xian mengangkat sebelah alisnya.
Xue Shan Shan bicara sambil tersenyum. "Carikan beberapa orang untuk melindungi ibu mertuamu."
"Ibu mertua?" Ekspresi Pangeran Li Xian tampak membeku, tetapi segera normal kembali.
"Ibuku." Xue Shan Shan memeluk kue yang ada di atas meja ke dalam dekapannya, lalu dia segera menyelinap dan duduk di samping Pangeran Li Xian.
__ADS_1
Melihat Xue Shan Shan makan dengan lahap, Pangeran Li mengangkat alisnya lagi. "Enak?"
"Hmmmm." Xue Shan Shan mengangguk, dia merasa sangat bahagia. Enak sekali.
Apa dia datang hanya untuk semua makanan itu?
Ada sesuatu yang aneh di hati Pangeran Li Xian, tetapi itu muncul dan hilang dengan cepat sehingga dia tidak bisa menangkapnya.
"Putri, silahkan lanjutkan makanmu dan temani Pangeran makan juga. Aku akan ke dapur dan meminta orang dapur untuk menyiapkan makanan lagi."
Begitu selesai berbicara, Wei Shu langsung pergi dengan cepat.
Tanpa memperdulikan Wei Shu, Xue Shan Shan sudah menghabiskan enam kue tar telur yang semula ada sepuluh.
Ketika melihat Pangeran Li Xian mengambil potongan kue terakhir, Xue Shan Shan memperlihatkan ekspresi sedih.
Xue Shan Shan menjilat bibirnya, dia sangat ingin memakan kue itu.
Sudut mata Pangeran Li Xian menyapu ke ujung lidah berwarna merah muda yang dijulurkan oleh Xue Shan Shan, dia tiba-tiba merasakan perasaan aneh di hatinya. "Makanlah."
Seketika, mata Xue Shan Shan langsung bercahaya. "Kamu benar-benar baik."
Setelah mengatakan itu, Xue Shan Shan merebut kue dari tangan Pangeran Li Xian tanpa rasa ragu dan langsungnya menggerogotinya.
Begitu kuenya telah habis semua, Xue Shan Shan menatap Pangeran Li Xian. "Karena sudah semakin larut, aku pergi dulu."
Pangeran Li Xian menatap Xue Shan Shan dengan ekspresi bingung. "Apa detoksifikasinya sudah selesai?"
Sejak tadi, dia tidak melihat Xue Shan Shan melakukan apa pun pada tubuhnya selain memeriksa nadinya.
Namun, gadis itu mengatakan bahwa malam ini adalah detoksifikasi yang pertama.
Jadi, kapan dia melakukannya?
Xue Shan Shan mengangguk pasti. "Sudah."
"Kapan kau melakukannya?"
"Tadi, ketika kamu meminum Pil Kehidupan yang aku berikan, saat itulah proses detoksifikasinya dimulai." Xue Shan Shan menjelaskan, lalu melanjutkan dengan tergesa-gesa. "Kita akan melanjutkan detoks yang kedua minggu depan, sekarang aku pergi dulu."
Begitu saja, Xue Shan Shan langsung pergi dari Istana Wanshou bersama Minglang.
Namun, tiba-tiba mereka dicegat oleh beberapa pria.
Melihat dari cara para pria itu berpakaian, Xue Shan Shan yakin bahwa mereka adalah para pengawal.
Benar saja, dugaan Xue Shan Shan disahkan ketika Minglang berbisik lirih padanya. "Nona, mereka adalah orang-orang Selir Agung Mei."
Xue Shan Shan mengerutkan keningnya, untuk apa orang-orang Selir Agung Mei menghentikannya?
Dia tidak berniat menyuruh mereka menyingkirkannya karena dekret Kaisar, kan?
"Putri Changning, Selir Agung Mei memanggilmu untuk memasuki Istana Bunga Persik. Jadi, mohon ikuti kami."
Xue Shan Shan tentu aja terkejut, dia juga seperti tidak mempercayai para pria di hadapannya. "Malam-malam begini?"
__ADS_1