Peri Racun Kesayangan Pangeran

Peri Racun Kesayangan Pangeran
Xue Shan Shan, Kamu Benar-benar Berani!


__ADS_3

Xue Shan Shan menyebut nama Xue Jingguo dengan santai, tanpa embel-embel hingga membuat Wei Shu sedikit kebingungan.


Awalnya, dia mengira bahwa Pangeran Li Xian sudah bertemu dengan gadis yang tepat dan benar-benar polos.


Namun, siapa yang menduga di balik tampang polosnya, Xue Shan Shan sedang menyusun rencana untuk melawan Pangeran Mahkota dan membalaskan dendam pada Xue Jingguo.


Padahal, usia Xue Shan Shan masih begitu muda, tetapi dia sangat hebat menyusun strategi. Bahkan, dia tidak kalah hebat dari para pejabat veteran yang ada di pemerintahan.


Setelah dipikir-pikir, selama ini Xue Shan Shan memang mengalami kesulitan. Dia tinggal di Kediaman Xue tanpa perlindungan dan kasih sayang ayahnya, bahkan sering kali dikirim ke pedesaan hanya karena melakukan kesalahan kecil.


Jadi, bagaimana mungkin gadis yang tinggal di lingkungan seperti itu bisa memiliki hati yang polos?


Namun, masalahnya ....


Wei Shu tidak bisa mempercayai bahwa Xue Shan Shan adalah orang yang penuh dengan tipu muslihat saat melihat wajah polosnya.


Dia yakin, pasti ada alasan yang kuat hingga membuat gadis ceria seperti Xue Shan Shan berubah sedemikian rupa.


Benar, pasti Xue Jingguo yang tidak tahu malu itu yang sudah membuat kesalahan sehingga Xue Shan Shan menjadi begini.


Dia bahkan memanggil ayahnya sendiri dengan sebutan nama!


Sementara itu, Xue Shan Shan tidak tahu sama sekali kalau Wei Shu sedang memikirkannya karena dia terlalu fokus mengamati Pangeran Li Xian yang tidak menanggapi permintaannya.


"Pertama, kamu ingin menggunakan aku untuk melawan Pangeran Mahkota. Kemudian, kamu menginginkan Istana Wanshou dan sekarang, kamu malah memintaku untuk membantumu membalas dendam pada Xue Jingguo. Kamu ini ...."


Tiba-tiba, Pangeran Li Xian mencondongkan tubuhnya sehingga wajahnya menjadi sangat dekat dengan. Xue Shan Shan.


Karena itu, bibirnya yang merah pun bersentuhan dengan bulu-bulu halus di wajah Xue Shan Shan.


Kemudian, Pangeran Li Xian berbicara dengan licik. "Benar-benar tidak tahu diri!"


Hati Xue Shan Shan bergetar saat merasakan panas dari hembusan nafas Pangeran Li Xian, dia yang terkejut pun segera mundur.


Melihat Xue Shan Shan terkejut seperti seekor kelinci yang ketakutan, Pangeran Li Xian merasa hatinya sangat senang.


Bibir di wajah Pangeran Li Xian yang pucat perlahan-lahan membentuk senyuman licik dan kejam.


"Kamu ingin memperalatku, ya?"


Detik berikutnya, jari tangan Pangeran Li Xian yang panjang memegang leher Xue Shan Shan Shan dengan lembut.

__ADS_1


Saat tulang lehernya digenggam oleh Pangeran Li Xian, Xue Shan Shan merasa seolah-olah ada seekor ular yang melingkar di atas kulitnya hingga membuat tubuhnya bergetar, bahkan buku kuduknya langsung berdiri.


Meskipun jantungnya berdegup kencang, Xue Shan Shan berusaha bersikap tenang. "Ma—mana mungkin aku memperalatmu."


"Hahaha ...." Pangeran Li Xian menarik Xue Shan Shan ke hadapannya dan memiringkan kepalanya untuk mengamati gadis kecil itu dari ujung matanya.


Suaranya terdengar sangat mengerikan saat dia berkata, "Xue Shan Shan, berani sekali kamu!"


Apakah Xue Shan Shan tidak pernah mencari tahu seperti apa reputasi Pangeran Li Xian si ibukota?


Setiap orang yang melihatnya pasti meras muak, benci dan takut.


Semua orang ingin membunuhnya karena kekejamannya!


Jadi, bagaimana mungkin dia membiarkan orang lain memperalatnya?


Orang itu hanya bisa menerima takdir kematiannya!


Meski tidak pernah bertemu dengan Pangeran Li Xian di kehidupan sebelumnya, Xue Shan Shan jelas tahu orang seperti apa Pangeran Li Xian karena ke mana pun dia pergi, pasti ada saja orang yang menceritakannya.


Namun, Xue Shan Shan sekarang merasa sedikit bingung.


Orang yang dipelototinya saat ini adalah pria tampan berbaju putih yang sakit-sakitan.


Wajahnya yang tampan dengan senyuman licik, sindirannya tajam, dan kelakuan yang abnormal ....


Bukankah ini namanya psikopat terselubung di balik wajah malaikat?


Ketika Kepala Pelayan Chen masuk dengan membawa nampan, dia melihat tubuh Xue Shan Shan dan Pangeran Li Xian hampir tidak berjarak. Bahkan, wajah mereka hanya dipisahkan oleh selembar tisu dibagi dua.


Astaga! Perkembangan hubungan mereka terlalu cepat!


Kepala Pelayan Chen merasa dia hanya pergi sebentar untuk menyiapkan kue, tetapi kenapa Pangeran dan Putri sudah melakukan hal yang berkobar-kobar?


Saat berpaling, Kepala Pelayan Chen menemukan Wei Shu berdiri dengan membelakangi Pangeran Li Xian dan Xue Shan Shan.


Benar, jangan melihat yang tidak senonoh!


Kepala Pelayan Chen pun tidak berani mengganggu, dia hanya dengan patuh berdiri di sebelah Wei Shu.


Di dalam benaknya, Kepala Pelayan Chen sudah berpikir bahwa pernikahan antara Pangeran Li Xian dan Xue Shan Shan tidak akan menunggu musim semi.

__ADS_1


Bagaimanapun, pangeran kecil mungkin sebentar lagi dalam perjalanan datang ke dunia ini.


Oh, senangnya!


Seketika, Kepala Pelayan Chen teringat akan Selir Agung Mei yang sejak lama mendambakan seorang menantu dan beberapa cucu.


Jika Selir Agung Mei melihat hal ini, Kepala Pelayan Chen yakin dia akan jauh lebih senang dari siapa pun juga!


Menyadari keberadaan Kepala Pelayan Chen, Pangeran Li Xian langsung melepaskan tangannya dari Xue Shan Shan, bahkan membangun sedikit jarak di antara mereka.


Xue Shan Shan juga segera tersadar, dia melirik pria tampan berpakaian putih itu. Saat menyadari tidak ada riak kemarahan lagi terlihat di wajah pucatnya, Xue Shan Shan memberanikan diri membuka mulutnya.


"Pangeran, aku benar-benar tidak berniat memperalatmu. Kamu adalah Yang Mulia Pangeran Li Xian, putra naga sejati dan pangeran kesayangan Kaisar. Diberi sepuluh nyali pun, aku tidak akan berani memperalatmu."


Kemudian, Xue Shan Shan terang-terangan mengakui kesalahannya. "Ya, aku memang membenci Pangeran Li Chenyu dan Xue Jingguo, tapi aku tidak pernah berniat memanfaatkanmu. Aku hanya ingin meminta bantuan darimu untuk menjadi penyokongmu. Namun, kamu tenang saja."


Xue Shan Shan berhenti sejenak, sebelum akhirnya menambahkan dengan cepat. "Kamu tidak perlu turun tangan sendiri untuk menyingkirkan tikus-tikus kotor itu, kamu hanya perlu berdiri di samping dan menonton saja."


Xue Shan Shan bersikap begitu patuh dengan kepala menunduk dan tangan menelungkup, bahkan lehernya yang ramping pun terungkap sedikit hingga menampakkan jejak merah yang ditinggalkan oleh jemari Pangeran Li Xian.


Melihat itu, Pangeran Li Xian berdecak dalam hati. "Lembut sekali!"


Padahal, dia merasa tidak mengerahkan tenaganya untuk mencekik Xue Shan Shan.


Setelah berbicara panjang lebar, Xue Shan Shan menyadari Pangeran Li Xian tetap saja diam hingga membuatnya tidak bisa menahan diri untuk mengangkat kepalanya dengan penasaran.


Dia melihat Pangeran Li Xian sedang memandang ....


Xue Shan Shan menunduk dan bergumam. "Lehernya?"


Tiba-tiba, Xue Shan Shan merasakan perasaan yang aneh.


Xue Shan Shan memiringkan sedikit tubuhnya untuk menghalangi pandangan pria itu, lalu memanggilnya. "Pangeran?"


Mata Pangeran Li Xian mengerjap.


Dia ingat sekawanan anak burung yang baru masuk ke Istana Wanshou mengikuti aroma bunga aprikot dan terbang keluar karena kaget.


Sama seperti gadis di depannya ini, dia telah memberikan kesempatan berkali-kali untuk melarikan diri.


Namun, Xue Shan Shan masih saja menerobos masuk dan berkeliaran di depannya tanpa kenal rasa takut.

__ADS_1


Bibirnya yang tipis tiba-tiba menyeringai licik. "Aku juga bukan pria yang asal menonton saja."


Xue Shan Shan tertegun sejenak, lalu berkata dengan gembira. "Pangeran, mohon bimbingannya."


__ADS_2