Peri Racun Kesayangan Pangeran

Peri Racun Kesayangan Pangeran
Aku Sangat Menyebalkan?


__ADS_3

Di sampingnya, Pangeran Li Xian yang baru saja meminum seteguk teh, tiba-tiba menghentikan gerakan tangannya dan melirik ke arah Xue Shan Shan.


Saat melihat Xue Shan Shan masih tertidur, Pangeran Li Xian mengerutkan alisnya.


"Aku sangat menyebalkan?"


"Dasar makhluk kecil tidak berperasaan!"


Aku sudah memberikan banyak barang berharga dan mengajarimu kungfu, tapi kamu malah menyebutku menyebalkan?


Sepertinya, kamu memang sudah sangat berani!


Pangeran Li Xian mengira Xue Shan Shan hanya tidur sebentar, tapi tidak disangka gadis itu bahkan masih belum bangun ketika langit sudah menggelap.


Sementara itu, Wei Shu juga melihat Xue Shan Shan dan merasa gadis itu benar-benar aneh.


Padahal, sekarang sudah jam tujuh, tapi Xue Shan Shan masih belum bangun juga.


Masalah terbesarnya saat ini adalah Pangeran Li Xian tidak berniat membangunkan Xue Shan Shan.


Biasanya, jam segitu sudah waktunya untuk Pangeran Li Xian makan malam dan beristirahat.


"Yang Mulia, ...."


Pada akhirnya, Wei Shu mengeluarkan suara.


Namun, Pangeran Li Xian malah menatapnya sambil meletakkan jari ke bibir, memberi isyarat agar dia tetap diam.


Wei Shu tidak bisa berbuat apa-apa lagi.


"Suruh orang bersihkan kamar di sebelah!" Pangeran Li Xian memberi perintah dengan suara pelan, hampir seperti sedang berbisik.


Wei Shu tertegun, dia ingin bertanya kamar di sebelah mana.


Namun, dia merasa dirinya terlalu banyak berpikir.


Seharusnya, tidak perlu dipertanyakan lagi.


Memangnya, kamar sebelah mana lagi yang harus dibersihkan jika bukan kamar di sebelah paviliun?


Saat ini, Wei Shu pun merasa dirinya sudah tidak begitu memahami Pangeran Li Xian seperti sebelum ada Xue Shan Shan di dalam kehidupan sang pangeran.


Dia benar-benar tidak menduga Pangeran Li Xian akan membiarkan Xue Shan Shan tidur di Istana Wanshou.


Tidak lama kemudian, kamar di sebelah Pangeran Li Xian sudah selesai dibersihkan.


Pangeran Li Xian menatap Xue Shan Shan dan tidak bisa menahan dirinya untuk mengulurkan tangan dan memriksa hembusan nafas gadis itu pada hidungnya yang kecil.

__ADS_1


Setelah memastikan dia masih bernafas, Pangeran Li Xian mengerucutkan bibir tipisnya. "Sepertinya, makhluk kecil ini kuat makan dan tidur."


Pada akhirnya, Pangeran Li Xian menggendong Xue Shan Shan dan meletakkannya di atas ranjang.


Meski Pangeran Li Xian banyak gerak, Xue Shan Shan tetap tidak bangun.


Sementara itu, Xue Shan Shan justru bermimpi dirinya sudah hampir mati


Awalnya, mimpinya dipenuhi oleh Pangeran Li Xian.


Terakhir, dia malah bermimpi dirinya berada di lokasi pembangunan dan dipekerjakan tanpa dibayar gaji dan dikasi makan.


Entah sudah berapa lama dan berapa banyak, Xue Shan Shan mulai kelelahan karena memindahkan batu.


Pada tengah malam, Xue Shan Shan akhirnya bangun sebentar, tetapi hanya untuk membalikkan badan, lalu tidur lagi.


Dia sama sekali tidak menyadari tengah tidur di tempat si Raja Neraka.


Ketika subuh, barulah Xue Shan Shan terjaga sepenuhnya.


Saat membuka mata, Xue Shan Shan melihat pemandangan asing yang membuatnya sangat terkejut.


Dalam sekejap, Xue Shan Shan sudah duduk dan melihat ke sekeliling.


Setelah melihat tidak ada siapa pun di sana, dia pelan-pelan turun dari ranjang, lalu berjalan dan membuka pintu untuk melihat keluar.


Tidak disangka, dia menginap di Istana Wanshou!


Xue Shan Shan mengingat kejadian kemarin sebelum tertidur, lalu memukul kepalanya sambil memarahi dirinya yang begitu tidak hati-hati.


Jadi, dia membuka pintu semakin lebar, lalu mengaktifkan energi di Gelang Giok Hijau untuk meringankan tubuhnya agar bisa pergi dari Istana Wanshou tanpa meninggalkan jejak.


Hanya saja, Xue Shan Shan tidak menduga dan tidak menyadari bahwa Wei Shu melihat segalanya dari kegelapan.


Wei Shu hanya bisa menghela nafas tanpa daya dengan cemberut dan memberi kode kepada pengawal bayangan untuk tidak menghalangi Xue Shan Shan agar Pangeran Li Xian tidak terjaga.


Setelah melompati dinding Istana Wanshou, Xue Shan Shan baru bisa menghela nafas lega, lalu berlari ke arah Paviliun Yongle.


Beruntung, tidak ada yang melihatnya sehingga dia bisa beralasan pada keluarganya bahwa dirinya menginap di Paviliun Yongle setelah sibuk belajar sepanjang hari.


Xue Shan Shan kembali saat matahari sudah duduk di singgasana, dia pun langsung memberikan alasan palsu kenapa dirinya tidak pulang kemarin malam.


Karena sangat mengenali Liu Jili, semua anggota keluarga Perdana Menteri berhenti menginterogasi Xue Shan Shan.


Begitu selesai mandi dan sarapan, Xue Shan Shan duduk di ayunan dengan pikiran yang tidak bisa lepas dari Pangeran Li Xian.


Mengingat kejadian siang kemarin, Xue Shan Shan benar-benar merasa itu sangat memalukan.

__ADS_1


Saat sedang sibuk dengan pikirannya sendiri hingga hampir tengah hari, tiba-tiba saja Kepala Pelayan Chen yang sebelumnya bekerja di Kediaman Xue, berlari menghampirinya dengan nafas terengah-engah. "Nona, Yang Mulia Pangeran Li Xian datang. Anda garus menyambutnya."


Pangeran datang ke Kediaman Perdana Menteri?


Dalam rangka apa?


Mungkinkah matahari sudah terbit dari barat?


Ketika Xue Shan Shan sudah tiba di aula utama Kediaman Perdana Menteri, semua orang sudah ada di sana.


Pangeran Li Xian duduk di kursi utama, sementara yang lainnya duduk di kursi samping sambil menatapnya dengan heran.


Tentu saja, mereka semua juga memiliki pemikiran yang sama dengan Xue Shan Shan.


Apa tujuan kedatangannya?


Setelah Xue Shan Shan memasuki pintu, dia melihat Pangeran Li Xian yang duduk di kursi utama tengah memandanginya.


Hari ini, Pangeran Li Xian mengenakan jubah kerajaan berwarna hitam dengan bordiran naga emas, terlihat dingin dan tidak tersentuh seperti biasa.


Saat ini, Pangeran Li Xian menatap Xue Shan Shan dengan tatapan yang sangat dalam hingga membuat gadis itu gugup dan takut.


"Shan Shan, kenapa masih diam di situ?" Lee Wushang bertanya dengan lembut pada Xue Shan Shan yang tampak kebingungan seperti dirinya dan yang lain.


Xue Shan Shan tersadar dan segera memberi hormat. "Saya memberi salam kepada Yang Mulia Pangeran Li Xian."


Pangeran Li Xian menatap Xue Shan Shan yang kepalanya terkulai dan mata menyipit.


Ternyata, makhluk kecil ini benar-benar tidak punya hati nurani. Aku sudah cukup baik untuk menerimanya satu malam, tapi dia malah melarikan diri diam-diam!


Setelah memikirkannya, Pangeran Li Xian berdiri dan berjalan menghampiri Xue Shan Shan.


Seketika, Xue Shan Shan khawatir kebohongannya terhadap seluruh keluarganya akan segera terbingkai karena kedatangan Pangeran Li Xian yang tanpa tiba-tiba.


Sementara itu, Aira dingin dan mengintimidasi membuat orang lain yang ada di sana merasa khawatir.


Bagaimanapun, Keluarga Perdana Menteri juga sebelumnya sempat berpikir seperti orang-orang untuk tidak pernah memiliki hubungan apa pun dengan Pangeran Li Xian yang sangat mengerikan.


Namun, apalah daya takdir mengikat gadis kesayangan mereka bersama sang dewa perang berhati kejam.


Lagipula, sejak dekret Kaisar turun, mereka tidak mendapati tindakan kejam Pangeran Li Xian terhadap Xue Shan Shan sehingga mereka tidak perlu merasa khawatir.


Namun, saat melihat ekspresi Pangeran Li Xian saat ini, semua orang berpikir sang pangeran sedang marah.


Ketika mereka semua sedang sibuk dengan pikiran masing-masing, Pangeran Li Xian mengeluarkan sesuatu dari lengan baju dan menyerahkannya kepada Xue Shan Shan.


"Tali ikat pinggangmu tertinggal di tempatku."

__ADS_1


__ADS_2