
Wajah Qin Lang tiba-tiba menjadi muram, emosi pun semakin membara di dalam hatinya.
Sejauh ini, dia belum memiliki istri ataupun dan selir. Jadi, tentu saja dia juga belum memiliki keturunan.
Karena racun yang masuk ke dalam tubuhnya berdampak pada memiliki keturunan, apakah berarti harus keturunanku akan terputus?
"Ini ... aku sudah melakukan yang terbaik." Xue Shan Shan berbicara sambil merentangkan tangannya dan melirik Qin Lang.
Tatapan Xue Shan Shan disiratkan oleh Qin Lang bahwa siapa yang harus disalahkan atas kejadian ini?
"Setelah setengah jam, minum obat ini untuk menghentikan pendarahan dan membuang racun." Setelah berbicara, Xue Shan Shan menoleh ke arah Kepala Tabib. "Tabib Yang, bisakah kamu menggantikan aku untuk memberikan sisa sembilan cairan obat pada Pangeran Qin setiap tiga jam sekali?"
"Baik, saya akan melakukannya, Tuan Putri."
Setelah memberikan sedikit penjelasan pada Tabib Yang mengenai apa yang harus dilakukan selanjutnya pada Qin Lang, Xue Shan Shan tidak tinggal lebih lama lagi.
Dengan uang hampir sepuluh juta teal perak di sakunya, Xue Shan Shan berjalan keluar dari penginapan danmerasa gaya berjalannya sedikit berbeda.
Dia menyenandungkan lagu sampai ke Kediaman Putri Changning.
Ketika tiba di Kediaman Putri Changning, Xue Shan Shan merasa suasananya agak aneh.
Orang-orang yang memotong kayu, termasuk Lei Zhen yang telah bergabung dengan tim, tampak sangat kelelahan dan hampir kehabisan nafas.
Bahkan, Xiangxiang dan Mu Ruhua yang selama ini bermusuhan tampak duduk berdekatan dengan tubuh tegak dan tidak bergerak.
Apa yang terjadi di sini?
"Hai, aku kembali." Xue Shan Shan melambaikan tangan pada semua orang.
Mu Ruhua melirik Xue Shan Shan tanpa tersenyum, hanya berkata dengan suara perut. "Dasar, akhirnya kamu kembali."
"Untuk apa ini?" Xue Shan Shan memandang mereka yang seolah-olah telah melihat hantu di siang hari.
"Bagaimana menurutmu?" Mu Ruhua melirik ke belakang Xue Shan Shan.
Mengikuti tatapan Mu Ruhua, Xue Shan Shan sekilas melihat sosok hitam yang arogan tengah berdiri di paviliun Kediaman Pangeran Li Xian.
Setelah bertemu dengan tatapan Xue Shan Shan, sosok hitam itu sedikit memiringkan kepalanya seolah-olah ingin menyapa.
Xue Shan Shan menutupi wajahnya.
Sayangku, ternyata begini cara kamu mengawasi orang-orang bekerja. Tidak heran kamu membuat semua orang takut.
"Eekkk ...." Mu Ruhua tiba-tiba cegukan.
"Kamu sudah makan?" Xue Shan Shan bertanya lagi.
__ADS_1
Berbicara tentang ini, Mu Ruhua rasanya ingin menangis. "Sudah, Yang Mulia Pangeran Li Xian sangat antusias. Dia menyiapkan dua mangkuk besar nasi untuk setiap orang dan dia secara pribadi mengawasi kami makan."
"Kamu tidak tahu, mangkuk nasi itu bahkan lebih lebar dari wajahku ...."
Alis Xue Shan Shan berkedut kencang, dia tidak tahu harus tertawa atau menangis atas nasib yang diterima oleh orang-orang dari pasar budak itu.
Pangeran Li Xian benar-benar sudah menyiksa orang-orang ini, sepertinya memang lebih baik bersikap dingin.
Sikap yang terlalu antusias ini, hanya akan membuat kebanyakan orang tidak tahan.
Xue Shan Shan merasa kasihan pada para pekerjanya.
Bagaimanapun, mereka semua adalah orang-orang bergengsi, tapi malah hampir mati kekenyangan di kediaman putri ini.
Untung, mereka baik-baik saja.
Sementara itu, Pangeran Li Xian sangat bersemangat dan antusias sehingga secara pribadi mengawasi mereka karena itu merupakan tugas yang diberikan oleh Xue Shan Shan.
"Baiklah, pekerjaan sudah selesai untuk hari ini. Kalian pulangkan dulu."
Begitu kata-kata Xue Shan Shan diucapkan, orang-orang itu bagaikan telah menerima perintah amnesti.
"Bos Besar, ini bahkan belum senja, apa kami benar-benar sudah boleh pergi?" Lei Zhen Yanga ekakh perkasa dan mendominasi pun bertanya dengan hati-hati.
Xue Shan Shan mengangkat alisnya. "Kamu tidak mau pergi?"
Sudah lama dia tidak melakukan pekerjaan kasar ini, setelah satu jam lebih, lengannya begitu ngilu dan sakit.
Dia merasa memotong sepuluh orang menjadi daging cincang, juga tidak begitu lelah.
"Ya, jam kerja besok seperti biasa."
Lei Zhen hampir menangis seperti Mu Ruhua.
"Besok setelah menebang kayu bakar, bantulah aku menyekop kebun di depan dan menanam beberapa tanaman buah-buahan seperti pir, anggur, persik dan sejenisnya. Kemudian, garap juga kadang itu untuk menanam tomat, kentang dan sayur lainnya. Ke Depan, tidak hanya akan ada buah-buahan dan sayuran segar untuk dimakan, bahkan kalau kebanyakan juga bis menjualnya untuk menghasilkan uang."
Uang dan selalu saja uang yang ada di pikiran Xue Shan Shan.
Semakin banyak berbicara, Xue Shan Shan bahkan merasa ide-idenya sangat bagus.
Menanam begitu banyak bunga mahal tidak da gunanya, kecuali untuk dilihat saja.
"Selain itu, aku tidak akan membiarkannya kalian bekerja sia-sia. Gaji dua puluh teal perak akan dibayarkan sekaligus setelah satu bulan."
Lei Zhen benar-benar sudah dilatih hingga tidak memiliki emosi, dia hanya terus mengangguk.
Apa yang Bos Besar katakan akan aku turuti.
__ADS_1
"Sudah, kalian pulanglah istirahat dulu." Xue Shan Shan menyuruh mereka pulang lebih awal.
Lei Zhen dan Mu Ruhua hendak pergi,tetapi mereka makan terlalu banyak.
Setelah mengambil dua langkah, mereka merasa perut masing-masing sudah bergetar.
Hanya Xiangxiang yang terlihat baik-baik saja, padahal porsi makan mereka sama.
"Qin Xiang, tidak kusangka kamu memiliki nafsu makan yang begitu baik." Mu Ruhua menatap Xiangxiang yang bertubuh kurus, tidak menyangka akan makan begitu banyak.
Xiangxiang menyunggingkan senyuman di bibir tipisnya, lalu berkata, "Aku memiliki pil pencernaan."
Lei Zhen dan Mu Ruhua merasakan frustasi, kenapa Xiangxiang tidak memberikan mereka barang bagus itu?
Saat tiba di gerbang, Lei Zhen tiba-tiba menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Xue Shan Shan seolah-olah dia baru teringat sesuatu.
Namun, sebelum mengatakan apa yang ada di pikirannya, Lei Zhen terlebih dahulu melirik ke arah Pangeran Li Xian yang sepertinya tidak memperhatikannya mereka.
Kemudian, Lei Zhen berbicara dengan suara lirih. "Bos, katamu mau menjual orang, di mana mereka?"
Lei Zhen berpikir, mendapatkan orang dari ibukota lumayan juga untuk dipertaruhkan di arena dan dijual lagi kepada orang lain.
Xue Shan Shan terdiam sejenak, dia juga baru teringat niat yang pernah diutarakannya pada Lei Zhen.
Setelah berpikir sebentar, Xue Shan Shan langsung menanggapi, "Tidak perlu dijual, mereka sudah tidak ada gunanya!"
Saat ini, Xue Shan Shan jelas tengah meremehkan Qin Lang dan Putri Amber yang benar-benar sudah tidak berguna lagi.
"Aku berikan saja untukmu, untung-untung bisa kamu jadikan makanan singa," tambah Xue Shan Shan tanpa beban dosa.
Detik berikutnya, dia menambahkan. "Tapi yang laki-laki kamu buang saja untuk dimakan gagak penunggu hutan gelap. Awalnya, dia memiliki banyak racun di tubuhnya. Hari ini, aku sudah mendetoksifikasi racun tersebut. Namun, aku diam-diam memberikan racun lain untuknya. Jadi, dia benar-benar tidak akan berguna untukmu."
"Aku hanya takut singamu akan keracunan jika memakan tubuhnya."
Kali ini, Lei Zhen yang terdiam.
Dia tidak menyangka Xue Shan Shan akan memberikan orang-orang yang tidak berguna untuknya.
Namun, begitu mendengar saran dari Xue Shan Shan untuk memberikan mereka kepada singa dan gagak, Lei Zhen berpikir bahwa ide itu masih bisa diterima.
Setidaknya, dia tidak perlu bersusah payah mempersembahkan daging manusia kepada gagak penunggu hutan gelap, juga singa putihnya.
"Kapan aku bisa membawa mereka?" Lei Zhen bertanya lagi setelah berpikir sebentar.
"Yang pasti bukan hari ini, tunggu beberapa hari lagi," kata Xue Shan Shan dengan tenang. "Aku harus mengatur beberapa hal untuk mereka."
Xue Shan Shan tersenyum miring, dia sudah memikirkan skenario apa yang harus dibuat untuk Qin Lang dan Putri Amber agar ketiadaaan mereka tidak membuat gempar seisi ibukota.
__ADS_1
Yang paling penting, Pil Kehamilan Palsu yang begitu berharga dari Xiangxiang tidak boleh disia-siakan!