Peri Racun Kesayangan Pangeran

Peri Racun Kesayangan Pangeran
Buka Bajumu, Lalu Berbaringlah!


__ADS_3

Pada akhirnya, Pangeran Li Xian pasrah menghabiskan semangkuk sup di bawah pengawasan Xue Shan Shan.


Setelah melihat sup habis, Xue Shan Shan berkata sambil tersenyum santai. "Kalau dipikir-pikir, sepertinya aku harus berterima kasih pada Tuan Putri Amber karena telah memberikan ular karena empedunya sangat membantu proses pengobatan."


Saat melihat senyum di wajah Xue Shan Shan, Pangeran Li Xian menyadari gadis itu akhir-akhir ini semakin manis.


Pangeran Li Xian juga merasa Xue Shan Shan tidak begitu menyebalkan lagi.


"Ayo, pergi ke kamarmu." Xue Shan Shan kembali berbicara sambil menatap Pangeran Li Xian yang langsung beranjak menuju kamarnya.


Begitu tiba di kamar, Xue Shan Shan langsung memberi perintah pada Pangeran Li Xian tanpa sungkan. "Lepaskan bajumu, lalu berbaringlah!"


Di luar pintu, wajah pelayan yang beberapa saat lalu membantu menutupkan pintu kamar pangeran sudah memerah.


'Perkembangan Yang Mulia dan Putri Changning sungguh cepat! Kaisar baru saja menganugerahkan pernikahan, tapi mereka di siang bolong begini begini sudah ... aduh, jadi malu.'


Setelah malam tiba, barulah Xue Shan Shan keluar dari kamar Pangeran Li Xian sambil meregangkan otot-otot pinggangnya dan memijit lehernya. Dia juga mengeluh, "Sepanjang sore ini, dia benar-benar telah menguras tenaga aku. Pinggangku juga hampir patah dibuatnya."


Ketika pelayan di samping mendengar kata-kata Xue Shan Shan, wajahnya kembali memerah.


"No—nona, Anda mau makan malam?" Pelayan itu bertanya sambil berjalan mendekati Xue Shan Shan, tetapi dia terlihat malu-malu.


Xue Shan Shan melirik pelayan itu dengan seksama dan bertanya dengan penuh perhatian. "Wajahmu sangat merah, kamu demam?"


"Tidak, tidak." Pelayan itu menjawab dengan tergesa-gesa sambil melambaikan tangannya.


"Benarkah?" Xue Shan Shan tidak yakin dengan jawaban sang pelayan. "Kalau kamu sakit, kamu harus diobati. Jika tidak, penyakitmu akan semakin parah."


Detik berikutnya, Pangeran Li Xian juga keluar dari kamar.


Sebelum masuk ke kamar pada siang hari, pelayan itu ingat bahwa Pangeran Li Xian masih mengenakan mahkota giok di kepalanya.


Namun, benda itu sudah tidak ada lagi di kepala Pangeran Li Xian saat dia keluar.


Selain itu, Pangeran Li Xian juga sudah mengganti pakaiannya.


Ketika memikirkan apa yang dilakukan oleh Pangeran Li Xian dan Xue Shan Shan sepanjang sore, pelayan itu bergumam di dalam hatinya. 'Pangeran benar-benar berani dan sangat bertenaga!'


Setelah melakukan akupuntur detoksifikasi sepanjang sore, Pangeran Li Xian merasa tubuhnya semakin nyaman dan terasa jauh lebih segar.


Terlebih, Pangeran Li Xian juga sudah mandi. Jadi, wajar saja jika dia mengganti pakaiannya.


Tanpa mengetahui isi pikiran sang pelayan, Xue Shan Shan dan Pangeran Li Xian tetap berdiri di depan pintu dan tidak mengatakan apa pun lagi.


Sejenak, Xue Shan Shan menatap langit gelap, lalu menatap pelayan itu dan Pangeran Li Xian. "Hari sudah larut, aku akan pulang sekarang."


Pangeran Li Xian juga tidak berniat menyuruhnya tinggal, dia pun hanya mengangguk.


Setelah mengucapkan sampai jumpa pada Pangeran Li Xian, Xue Shan Shan pun berjalan keluar.


Saat dirinya baru saja hendak keluar dari gerbang Istana Wanshou, Wei Shu menghentikannya.


"Putri Changning, tunggu sebentar."


Xue Shan Shan berhenti dan berbalik, dia mendapati Wei Shu sedang memegang sebuah kotak besar.


Melihat kotak itu, Xue Shan Shan tanpa sadar bertanya, "Apa ini? Isinya ular, ya?"

__ADS_1


Seketika, Xue Shan Shan juga bergumam dengan suara pelan. "Pangeran sungguh aneh. Apa dia merasa empedu ular sangat bermanfaat sehingga menangkap sekotak ular untuk dibunuh?"


Xue Shan Shan percaya Pangeran Li Xian memiliki pemikiran seperti itu.


Begitu mendengar kata-kata Xue Shan Shan, sudut bibir Wei Shu berkedut kaku.


Kemudian, dia langsung memberikan kotak itu pada Xue Shan Shan sambil berkata, "Putri Changning, ini adalah hadiah dari Yang Mulia. Anda bisa membuka dan melihat sisi di dalamnya."


Xue Shan Shan melirik Wei Shu dengan curiga, lalu membuka kotak itu dengan perlahan.


Di bawah sinar rembulan, Xue Shan Shan melihat kotak di tangannya dipenuhi dengan manik-manik batu koral yang sebening kristal.


Xue Shan Shan mengulurkan tangannya untuk mengambil seuntai kalung batu koral.


Kemudian, Xue Shan Shan tidak hanya melihat kalung batu koral, tetapi juga ada anting, tusuk konde, perhiasan dahi, gelang kaki, gelang tangan dan semuanya terbuat dari batu koral.


"Kamu bilang ini hadiah dari Yang Mulia?" Xue Shan Shan menatap Wei Shu dengan tatapan tak percaya.


Apa mungkin semua perhiasan itu dibeli dari pusat perbelanjaan aksesoris?


Wei Shu mengangguk.


Xue Shan Shan diam dengan pikirannya sendiri. 'Pangeran sudah berubah atau memang memiliki hati nurani?'


"Tolong sampaikan ucapan terima kasihku kepada Yang Mulia, aku sangat menyukainya." Setelah melihat isi kotak dipenuhi harta benda, mana mungkin Xue Shan Shan menolaknya.


Justru, dia memeluk kotak itu dengan erat dan melambaikan tangan pada Wei Shu, sebelum akhirnya pergi secepat kilat seolah-olah khawatir Pangeran Li Xian berubah pikiran dengan mengambil kembali pemberiannya.


Setelah Xue Shan Shan pergi, Wei Shu pun kembali ke Paviliun Huayi dan melihat Pangeran Li Xian berwajah masam sedang berdiri dalam diam dengan sorot mata yang memancarkan aura dingin.


"Karena Li Xuanji sudah memberikan hadiah yang sangat luar biasa, aku juga harus membalas kebaikannya dengan memberikan hadiah yang tak kalah luar biasanya."


Setibanya Xue Shan Shan di Kediaman Perdana Menteri, dia sudah disambut oleh ibunya beserta seluruh penghuni kediaman dengan raut khawatir.


Begitu melihat Xue Shan Shan kembali, Nyonya Diana bergegas mendekat dan memeriksa tubuh sang putri. "Shan Shan, apa kamu baik-baik saja?"


"Hah? Aku baik-baik saja, ada apa, Ibu?" Xue Shan Shan yang tidak sadar dari mana asal kekhawatiran ibu dan keluarganya, tentu saja merasa heran.


"Shan Shan, semua orang membicarakan dirimu yang menangkap ular besar di Kediaman Tuan Putri Amber. Setelah itu, kamu pergi ke mana?"


Xue Shan Shan lupa, dia seharusnya kembali ke rumah sebelum mendatangi Pangeran Li Xian, atau setidaknya, mengutus salah satu pelayannya untuk memberikan kabar ke Kediaman Perdana Menteri.


Dengan begitu, mereka khawatir seperti sekarang ini karena bagaimanapun, berita dirinya menangkap ular pasti cepat atau lambat akan sampai ke telinga keluarganya.


"Aku pergi ke Istana Wanshou," sahut Xue Shan Shan dengan polos.


"Sembrono!" Lee Wushang langsung buka suara dan menggeleng tanpa daya. "Kamu benar-benar semberono."


Menurutnya, kali ini Xue Shan Shan benar-benar sangat sembrono. Jika ular itu sampai melukai Pangeran Li Xian, maka Xue Shan Shan beserta seluruh penghuni Kediaman Perdana Menteri akan menanggung akibatnya.


Memikirkan hal itu, Lee Wushang ingin marah. Akan tetapi, mana sanggup dirinya memarahi sang cucu kesayangan.


Nyonya Besar Lee yang memahami kegundahan sang suami, segera menimpali dengan lembut. "Kenapa kamu membawa ular besar ke Kediaman Pangeran Li Xian? Bagaimana jika ular itu menggigitmu dan Yang Mulia? Tahukah kamu, kami semua sangat mengkhawatirkanmu?"


"Meskipun Pangeran Li Xian meminta izin Kaisar untuk menikahimu, kamu juga tidak bisa bertindak sembarangan." Lee Zhejiang juga sangat menyayangi Xue Shan Shan, tetapi dia tidak bisa hanya diam ketika sang keponakan berbuat salah. "Apa kamu tidak tahu bahwa tindakanmu ini cukup untuk membuatmu dituduh melakukan pembunuhan pada Pangeran Li Xian? Kalau kamu dijatuhi hukuman berat, seluruh keluarga kita akan dihukum mati dan kerabat kita yang lainnya akan dijadikan budak."


Di Kediaman Xue, Xue Yuwen yang sudah kembali sebelum matahari terbenam, menceritakan segalanya pada Xue Jingguo, Nyonya Tua Xue dan ibunya.

__ADS_1


Xue Jingguo sangat marah, dia pun mengutuk tindakan sang putri. "Apa gadis sialan itu tidak punya otak? Bagaimana dia bisa menangkap ular dan membawanya ke Kediaman Pangeran?"


Meskipun Xue Shan Shan saat ini tidak ada dihadapan mereka, Selir Faye dan Xue Yuwen senang mendengar kata-kata kasar Xue Jingguo.


"Sudahlah kalau dia ingin menangkap ular hingga mencelakai dirinya sendiri, kenapa harus melibatkan orang lain juga?" Selir Faye tentu saja tidak tinggal diam, dia pun langsung mengeluarkan kemampuannya dalam menjadi batu api. "Apa dia ingin Keluarga Xue mati bersamanya?"


"Benar, kakak sepertinya ingin mencelakai kita semua." Xue Yuwen yang tidak dianggap ada selama di perjamuan Putri Amber, juga tidak ingin ketinggalan.


Bahkan, dia sangat senang saat melihat Xue Shan Shan mengangkat ular dan berharap kakaknya mati saat itu juga.


Karena itu, Xue Yuwen langsung melaporkan segalanya pada ayah dan neneknya tentang tindakan Xue Shan Shan. Dia berharap mereka akan memarahi Xue Shan Shan yang sudah dalam perjalanan menghadap Dewa Kematian.


Namun, tidak disangka Xue Shan Shan masih hidup, bahkan mendapatkan hadiah besar dari Pangeran Li Xian.


Tentu saja, Selir Faye dan Xue Yuwen belum tahu keberuntungan yang diperoleh Xue Shan Shan. Jika tidak, mereka bisa saja mati karena iri hati.


Xue Shan Shan yang tidak tahu bahwa saat ini dirinya sedang dimaki-maki oleh Xue Jingguo, Selir Faye dan Xue Yuwen, menatap ibunya dengan rasa bersalah. "Ibu, maafkan Shan Shan."


Dia juga menatap kakek, nenek, kedua paman dan kedua bibinya dengan rasa bersalah, lalu berkata dengan suara pelan dan kepala menunduk. "Maaf."


"Kalian tenang saja, tidak terjadi apa pun padaku maupun Pangeran Li Xian." Xue Shan Shan berusaha menenangkan semua orang. "Aku membawa ular itu ke Istana Wanshou untuk mengambil empedunya agar bisa menutrisi Pangeran Li Xian."


"Lihatlah." Detik berikutnya, Xue Shan Shan sudah membuka kotak di tangannya. "Pangeran Li Xian sangat berterimakasih padaku dan memberikan aku semua perhiasan ini sebagai hadiah."


Begitu kotak terbuka, semua orang tercengang.


Jika saja saat ini orang-orang yang memaki dirinya ada di hadapannya, Xue Shan Shan pasti sudah memamerkan apa yang dia dapatkan dengan bangga pada mereka semua.


Setelah memahami situasi yang terjadi, Lee Wushang dan yang lainnya menarik nafas lega. "Pokoknya, kelak kamu jangan melakukan hal-hal yang beresiko lagi."


"Benar, jangan membahayakan dirimu sendiri!" Nyonya Diana segera menimpali dengan tegas.


"Sudahlah, yang penting semuanya baik-baik saja." Nyonya Besar Lee menatap Xue Shan Shan dengan penuh kasih sayang. "Shan Shan, ingatkah untuk tidak melakukan kesalahan yang sama. Sekarang, kamu kembalilah ke kamar untuk makan dan beristirahat."


Begitu saja, pengadilan untuk Xue Shan Shan berakhir di bawah perintah Nyonya Besar Lee yang meminta sang cucu untuk beristirahat.


Dia yakin, Xue Shan Shan pasti sangat lelah setelah menjalani hari yang melelahkan.


Benar saja, Xue Shan Shan bahkan langsung tidur setelah menghabiskan tiga piring makan malam.


Di saat Xue Shan Shan sedang mengarungi mimpi indah dengan damai, Kediaman Putri Amber justru berada dalam kekacauan.


Tidak lama setelah Li Xuanji dan suaminya berbaring di kamar, mereka merasakan ada sesuatu yang dingin di bawah kaki.


Seketika, sepasang suami-istri itu langsung bangun.


Li Xuanji pun langsung menyibak selimut, dia sangat ketakutan saat mendapati seekor ular merayap mendekatinya.


Yang lebih menakutkan lagi, lantai kamarnya juga sudah dipenuhi oleh berbagai jenis ular.


"Tuan Putri, ular, ular!" Suami Li Xuanji juga sangat ketakutan hingga dia langsung menarik tangan sang istri untuk melarikan diri.


Pada saat itu, di luar Kediaman Putri Amber juga sudah kacau balau.


Semua orang mulai berteriak ada ular.


Setelah berjuang cukup keras, akhirnya Li Xuanji berhasil melarikan diri bersama suaminya, dia memiliki ekspresi dingin di wajahnya.

__ADS_1


Melihat ular hampir memenuhi kediamannya, bagaimana mungkin Li Xuanji tidak tahu siapa pelakunya?


__ADS_2