
"Aku akan melihat keadaannya."
Begitu masuk ke dalam kamar, Xue Shan Shan melihat Nyonya Diana terbaring dengan wajah pucat di atas tempat tidur sambil terus merintih.
"Shan Shan, Ibu kenapa?" Nyonya Diana merasa rasa sakit yang luar biasa menghantam perutnya.
Xue Shan Shan memeriksa luka Nyonya Diana, wajah'berubah serius saat melihat sang ibu berguling kesakitan. "Xiao Xing menusuk perut Ibu, lukanya cukup parah dan hampir mengenai bagian vital. Aku sudah menjahitnya, jadi Ibu harus menahan rasa sakit ini dan jangan sampai lukanya terbuka. Kalau tidak, tidak akan ada yang bisa menjamin keselamatan Ibu."
Nyonya Diana menatap Xue Shan Shan dengan alis berkerut. "Siapa itu Xiao Xing? Kenapa dia melukai Ibu?"
Sebelumnya, Nyonya Diana bahkan hampir tidak pernah bertemu dengan Putri Amber, jadi wajar saja jika dia tidak mengenali Xiao Xing yang selalu mengikuti sang putri seperti bayangan.
"Dia adalah pelayan Putri Amber, dia melukai Ibu karena tidak bisa melukai aku." Xue Shan Shan menjelaskan hanya secara singkat, tetapi dia rasa penjelasannya itu cukup lengkap.
Melihat ekspresi Xue Shan Shan yang menunjukkan ekspresi enggan bicara, Nyonya Diana juga tidak berniat bertanya lebih banyak lagi.
"Malam ini, aku yang akan menjaga Ibu di sini. Sebelum Ibu buang angin, Ibu tidak boleh makan apa pun. Apa Ibu mengerti?" Xue Shan Shan mengingatkan Nyonya Diana masih dengan ekspresi serius.
Saat Nyonya Diana mendengar perkataan Xue Shan Shan, wajahnya langsung memerah, tetapi dia tetap mengangguk.
'Apa ini hanya perasaanku saja? Entah kenapa aku merasa Shan Shan sikapnya jauh lebih dingin dari biasanya.' Nyonya Diana membatin di dalam hati, lalu mengheka nafas dan melanjutkan. 'Mungkin, masalah ini membuatnya cemas.'
Karena melihat Xue Shan Shan akan berjaga di sisi Nyonya Diana, Tabib Zhang yang merupakan seorang pria pun segera berpamitan dan tidak berlama-lama di Paviliun Nyonya Diana lagi.
Hanya saja, di perjalanan pulang, Tabib Zhang bertemu dengan seseorang yang dia kenal dan langsung menceritakan tentang betapa hebatnya Xue Shan Shan hari ini saat mengoperasikan Nyonya Diana.
Dengan cepat, cerita itu menyebar dari mulut ke mulut hingga akhirnya menyebar ke seluruh penjuru ibukota.
Xue Shan Shan berjaga sampai lewat tengah malam, sementara Nyonya tertidur saat merasa perutnya tidak begitu sakit lagi.
Setelah ibunya tidur, Xue Shan Shan pun berbaring di atas sebuah bangku, lalu memejamkan matanya dan mulai beristirahat.
Begitu memejamkan matanya, Xue Shan Shan kepalanya terasa sangat berat dan pusing.
Saat fajar menyingsing, Xue Shan Shan baru terbangun ketika mendengar suara langkah kaki seorang memasuki kamar.
Xue Shan Shan membuka matanya dengan perlahan.
Di samping, Nyonya Diana sudah bangun dan sedang meminta Bibi Su membantunya untuk pergi ke kamar mandi.
Sebelumnya, Nyonya Diana sudah mengingatkan Bibi Su untuk bergerak lebih lembut agar tidak membangunkan Xue Shan Shan.
Namun, tidak disangka gadis itu tetap terbangun, padahal Bibi Su hampir tidak mengeluarkan suara.
__ADS_1
Selama beberapa hari, Bibi Su merasa agak takut saat melihat Xue Shan Shan yang memiliki suasana hati buruk. Terutama, setelah melihat gadis itu membunuh Xiao Xing dengan mata kepalanya sendiri.
Tadi malam, dia bahkan sampai mimpi buruk.
"Nona ... Nona Besar, maafkan hamba karena telah membangunkan Anda." Bibi Su segera meminta maaf.
Xue Shan Shan bangun, lalu melihat sekeliling sembari pelipisnya yang sedikit sakit.
Ketika melihat Nyonya Diana berada di rangkulan Bibi Su, Xue Shan Shan terlihat sangat cemas dan segera menghampiri sang ibu.
"Ibu, kamu mau ke mana? Tolong, jangan banyak bergerak dulu." Xue Shan Shan segera membantu Bibi Su merangkul Nyonya Diana, sebelum akhirnya membawa sang ibu kembali ke tempat tidur.
"Shan Shan, Ibu mau mandi ...."
"Ibu, lukamu belum boleh terkena air. Kamu cukup bersih-bersih seadanya saja dan lakukan apa pun itu di sini, jangan ke mana-mana dulu." Xue Shan Shan dengan serius memperingati ibunya lagi, tetapi kali ini penuh kelembutan. "Minta Bibi Su membantumu."
Nyonya Diana dan Bibi Su yang melihat perubahan Xue Shan Shan cukup terkejut, tetapi juga sangat senang.
"Untung saja, sepertinya suasana hati Nona Besar sudah membaik hari ini." Bibi Su membatin di dalam hatinya sambil menghela nafas lega.
Di samping itu, Nyonya Diana yang ingin membantah kata-kata Xue Shan Shan, akhirnya memilih diam saja dan mengikuti segala arahan gadis itu.
Setelah membenahi perban di luka Nyonya Diana, Xue Shan Shan mulai menyadari ada yang aneh pada dirinya sendiri.
Xue Shan Shan mendengus kesal. "Sejak kapan seleraku menjadi begitu buruk?"
Mendengar gumaman Xue Shan Shan, Bibi Su sedikit tersenyum.
Kemudian, Bibi Su melihat bagian bawah mata Xue Shan Shan yang terlihat hitam dan berkata dengan tidak tega. "Nona Besar, Anda sudah menjaga nyonya semalaman. Bagaimana kalau Anda mandi dulu, baru sarapan? Biarkan hamba yang berjaga di sini."
Xue Shan Shan mengangguk setuju. "Boleh juga, nanti aku akan datang lagi."
Setelah selesai bicara, Xue Shan Shan pun berlaku pergi dari Paviliun Nyonya Diana.
Di sepanjang jalan, Xue Shan Shan melihat beberapa pelayan yang terlihat familier tengah berlutut untuk menyapanya.
Jadi, dia pun mengangguk untuk membalas sapaan mereka sambil berkata dengan ramah. "Berdirilah. Jika kalian ingin menyapaku, sapa saja ... tidak perlu sampai berlutut."
Sontak saja, para pelayan itu terkejut dan agak aneh dengan perubahan sikap Xue Shan Shan.
Mereka pun mulai berpikir dan bergumam di dalam hati masing-masing.
Kemarin Nona Besar tidak berkata seperti ini.
__ADS_1
Ketika tiba di Paviliun Bintang, Xue Shan Shan melihat Qing Ke berdiri dengan tubuh gemetar.
"Nona sudah kembali."
"Iya, cepat siapkan air panas untukku, aku mau mandi. Oh, iya, kenapa gaun yang kupakai ini jelek sekali?" Xue Shan Shan berbicara sambil memasuki kamar, dia pun langsung membuka lemari tanpa memperhatikan seseorang yang masih duduk di kamarnya.
Saat melihat seisi lemarinya dipenuhi dengan pakaian berwarna hitam, Xue Shan Shan hampir pingsan.
"Di mana semua pakaianku? Kenapa hanya ada pakaian-pakaian hitam ini?" Xue Shan Shan menatap Qing Ke.
Gadis pelayan itu menatap Xue Shan Shan dengan bingung, lalu bertanya dengan hati-hati. "Bukankah kemarin lusa Nona mengatakan pakaian-pakaian itu tidak bagus, jadi memintaku menyumbangkannya ke keluarga miskin yang membutuhkan?"
"Apa? Sudah disumbangkan? Sialan, pakaian-pakaian itu sangat mahal! Aku menyumbangkannya begitu saja? Apakah benar-benar aku yang menyumbangkan semua pakaian itu?"
Xue Shan Shan tidak percaya dia semurah hati itu, dia mencoba mengingat-ingat kembali.
Sepertinya, memang aku yang menyumbangkannya ....
"Namun, kenapa? Bukankah itu artinya aku menyia-nyiakan uangku sendiri?" Xue Shan Shan bergumam dengan penuh sesal dan merasa hatinya sangat sakit.
Melihat berbagai macam ekspresi di wajah Xue Shan Shan, Qing ke tidak hanya terkejut dan bingung, tetapi juga agak ketakutan.
Lebih dari itu, dia cukup senang karena Xue Shan Shan tidak terlihat menakutkan seperti beberapa hari terakhir.
"Huhu ... apa kamu bisa memintanya kembali dari mereka?" Xue Shan Shan menatap Qing Ke dengan penuh harap, bahkan matanya tampak berair seperti ingin menangis.
"Hahaha ...."
Pada saat itu, tiba-tiba terdengar suara tawa seorang pria di dalam kamar ....
***
Halo, guys ... untuk malam ini, cukup sampai di sini dulu ya. Maaf, belum bisa crazy up lagi karena saya harus mengimbangi tugas menulis dengan tugas dunia nyata. InshaAllah, nanti akan ada crazy up lagi.
Btw, saya juga ingin berbagi kabar gembira dengan kalian semua. Hari ini, saya dapat notifikasi bahwa saya telah menerima hadiah karena memenangkan hadiah lomba menulis juara harapan baru.
Ya ampun, gak nyangka dan senang banget rasanya sampai mau nangis ... huhuhu.
Saya sangat sadar, ini tentunya berkat kalian semua yang sudah membaca dan memberikan berbagai macam dukungan untukku.
Tanpa kalian, 'Peri Racun Kesayangan Pangeran' tidak akan bisa mencapai tahap ini.
Terima kasih, terima kasih banyak untuk kalian semua.
__ADS_1
Love u all ....