
"Oh, namanya orang ... harus bergaul dulu baru bisa mengenal baik satu sama lain. Dulu, aku yang salah menilai, Yang Mulia Pangeran Li kesayanganku jelas-jelas pria yang lembut, perhatian dan tampan. Biarpun mencari ke mana-mana, aku benar-benar tidak akan bisa menemukan pria seperti itu di dalam hidupku. Sebenarnya, aku bahkan kadang iri dengan diriku sendiri."
Xue Shan Shan mengangkat alisnya, berbicara tentang Pangeran Li Xian, wajah'dipenuhi dengan ekspresi kemenangan.
Di sisi lain, seorang yang baru memasuki halaman Paviliun Nyonya Diana langsung terlihat sangat bahagia begitu mendengar pujian itu dari si imut untuk dirinya.
"Salam ... salam, Yang Mulia Pangeran Li Xian." Setelah Fu Qingyue melihat Pangeran Li Xian berjalan masuk, dia segera berdiri untuk menyambut sang pangeran.
Saat melihat ke belakang, Xue Shan Shan menemukan Pangeran Li Xian yang tengah menatapnya dengan senyum samar.
Pangeran pasti mendengar apa yang aku katakan barusan.
Tiba-tiba, Xue Shan Shan merasa sedikit malu seolah-olah dirinya akan ditertawakan oleh Pangeran Li Xian.
"Xue Shan Shan."
Xue Shan Shan memberanikan diri untuk menatapnya. "Ya."
"Aku masih ada beberapa urusan penting, jadi aku harus pergi dulu." Pangeran Li Xian menatap Xue Shan Shan dengan nada lembut.
Xue Shan Shan mengangguk dengan kaku. "Tidak apa-apa, kamu pergilah selesaikan urusanmu dulu."
"Hmmmm."
Setelah itu, Pangeran Li Xian membungkuk sedikit untuk meletakkan bibirnya di samping telinga Xue Shan Shan, sebelum akhirnya berbisik dengan suara pelan yang hanya bisa didengar oleh mereka berdua. "Ingatlah untuk memikirkan aku."
Setelah berbisik, Pangeran Li Xian menoleh untuk mencium bibir Xue Shan Shan.
Kedua bersaudara Fu yang menyaksikan hal itu, segera menutup mata mereka dengan terkejut.
Ya ampun!
Apakah Yang Mulia Pangeran Li Xian memiliki jiwa yang berbeda?
Apa yang terjadi dengan Yang Mulia Pangeran Li dan Xue Shan Shan? Ke mana sifat dingin dan tak berperasaannya itu?
Mungkinkah Yang Mulia Pangeran Li benar-benar sudah menyukai Xue Shan Shan?
Setelah memikirkan dan melihatnya secara langsung, Fu Qingyue barulah percaya pada katakan yang pernah Xue Shan Shan katakan bahwa Pangeran Li Xian menyukainya.
Begitu Pangeran Li Xian pergi, Fu Qingyue dan Fu Qiqi menatap wajah Xue Shan Shan lekat-lekat seakan sedang meminta penjelasan jujur padanya.
"Shan Shan, bagaimana caranya kamu menipu Yang Mulia Pangeran Li Xian hingga kamu bisa mendapat hatinya?" Fu Qingyue sangat penasaran, dia ingin berguru dengan Xue Shan Shan agar bisa mendapatkan hati Pangeran Keempat yang merupak adik Pangeran Li Xian.
__ADS_1
"Aku tidak menipunya, apa salah kalau dia menyukai gadis yang luar biasa seperti aku?" Seperti biasa, Xue Shan Shan bicara dengan penuh percaya diri, meski tahu ucapannya sangat menyebalkan.
Fu Qingyue mendengarkan apa yang dikatakan Xue Shan Shan dengan saksama, dia pun merasa itu sepertinya masuk akal.
'Baiklah, aku akan belajar dari Shan Shan mulai dari sekarang.' Fu Qingyue sudah menanamkan tekad di dalam hatinya.
Mungkin, di masa depan aku benar-benar bisa memikat hati Pangeran Keempat berkat berguru dengan Xue Shan Shan.
Setelah berbincang sejenak dengan kedua bersaudara Fu, Xue Shan Shan berpamitan kepada keduanya karena harus menerima Liu Jili sebagai tamu.
Xue Shan Shan sudah lama tidak melihat gurunya, dia ingin menanyakan banyak hal pada wanita itu.
Terutama, tentang apa yang dilakukan oleh Liu Jili selama ini, kenapa jarang terlihat dan masih banyak pertanyaan-pertanyaan lainnya yang hampir memenuhi kepala ingin dia tanyakan langsung pada sang guru.
Namun, begitu Liu Jili melihatnya, percakapan mereka hanya membahas seputar operasi yang dia lakukan pada Nyonya Diana.
Begitu melihat bekas luka yang dijahit dengan rapi oleh Xue Shan Shan, Liu Jili mengangguk puas sambil berkata, "Tidak salah selama ini aku tidak pernah meremehkanmu, aku percaya kamu benar-benar berbakat!"
Setelah kejadian ini, Liu Jili semakin menghargai Xue Shan Shan.
Kemudian, Liu Jili langsung mengeluarkan sebuah plakat dari pinggangnya dan menyerahkannya kepada Xue Shan Shan.
Xue Shan Shan mengambil plakat itu dengan ragu, saat melihat Wakil Ketua Sekte Xianyue, matanya langsung berbinar. "Guru, apa artinya ini?"
"Mulai hari ini, aku memberikan posisi Wakil Ketua Sekte Xianyue kepadamu. Mulai sekarang, kamu harus menggantikanku untuk mengembangkan ilmu pengobatan Sekte Xianyue, mengerti?"
Dengan diangkat menjadi Wakil Ketua Sekte secara cuma-cuma, Xue Shan Shan merasa bahwa statusnya meningkat lagi.
Ketika Liu Jili hendak pergi, dia berbalik dan menatap Xue Shan Shan sambil berkata, "Setengah bukan lagi, Ketua Sekte Dugu dari Sekte Xingyun akan mengadakan perjamuan ulang tahun yang ke-60. Sekte Xingyun sudah mengirimkannya undangannya, tapi aku tidak punya waktu untuk pergi. Karena sekarang kamu sudah menjadi wakil ketua, maka kamu pergilah menghadiri perjamuan itu sebagai perwakilanku."
Untuk sesaat, sudut bibir Xue Shan Shan berkedut.
Pantas saja tiba-tiba memberikanku posisi ketua sekte begitu bertemu, ternyata ingin memberikan misi untukku.
"Kamu dengar, tidak?" Liu Jili berbicara sambil menyerahkan undangan dari Sekte Xingyun kepada Xue Shan Shan.
"Dengar."
"Kalau begitu, aku pergi dulu."
Detik berikutnya, Liu Jili telah menghilang dari hadapan Xue Shan Shan.
Di tempat yang sama, Xue Shan Shan menghela nafas tanpa suara.
__ADS_1
Harus bepergian jauh lagi.
Merepotkan sekali!
Setelah istirahat di kamar selama beberapa hari, kondisi Nyonya Diana pada dasarnya telah stabil, dia bisa bangun dari tempat tidur dan bergerak sesekali.
Xue Shan Shan juga menyempatkan pergi ke Kediaman Putri Changning.
Selain melihat kemajuan pembangunan di kediaman barunya, Xue Shan Shan ingin memberikan misi kepada Lei Zhen yang sempat tertunda berhari-hari.
Bagaimanapun, dia harus memastikan kondisi ibunya aman terlebih dahulu, sebelum akhirnya membereskan beberapa masalah yang ada.
Ketika memasuki Kediaman Putri Changning, Xue Shan Shan merasa kediaman itu benar-benar telah berubah drastis.
Beberapa pohon buah-buahan telah ditanam di kebun dan beberapa benih sayuran telah ditabur di lahan kosong.
Setelah memasukkan Kediaman Putri Changning, dia justru merasa seperti telah memasuki sebuah peternakan kecil.
Saat itu, dia melihat Xiangxiang, Lei Zhen dan Mu Ruhua.
"Belakangan ini, apa kalian begitu santai?" Xue Shan Shan bertanya sambil berjalan mendekat, lalu duduk di sebuah kursi kosong.
Wajah Mu Ruhua yang dirias tebak langsung menunjukkan senyuman, dia pun menuangkan secangkir teh untuk Xue Shan Shan. "Aku bosan di pasar budak, jadi keluar untuk jalan-jalan."
"Oh, begitu? Aku akhir-akhir ini agak sibuk dan baru punya waktu untuk keluar hari ini," kata Xue Shan Shan sambil menyesap tehnya.
"Aku sudah mendengar semuanya, ternyata Bos Besar benar-benar hebat! Kamu bahkan bisa membuat orang yang hampir mati dengan mengoperasinya." Mu Ruhua kembali berbicara dengan pujian yang tulus hingga membuat Xue Shan Shan tersenyum penuh kebanggaan.
Detik berikutnya, tatapan Xue Shan Shan langsung berubah menjadi sedikit lebih misterius saat menatap Mu Ruhua. "Kamu sudah meningkatkan serangga beracunmu?"
"Sudah, aku sudah meningkatkan serangga beracunku." Mu Ruhua benar-benar bersemangat ingin menceritakan kehebatannya pada Xue Shan Shan. Akan tetapi, wajahnya tampak muram pada detik selanjutnya. "Namun, aku belum bisa mengujinya ...."
Xue Shan Shan tersenyum miring, dia mengangkat sebelah alisnya saat bertanya, "Kenapa?"
"Aku belum menemukan orang yang tepat untuk dijadikan mangsa oleh serangga beracunku."
Bagaimanapun, Mu Ruhua tidak akan menyerang orang yang tidak memiliki masalah dengannya.
Mendengar itu, senyuman di wajah Xue Shan Shan semakin lebar hingga membuat Lei Zhen dan Xiangxiang yang sejak awal hanya menyimak pembicaraan mereka, tampak bergedik ngeri.
Kenapa Bos Besar menyarankan Mu Ruhua untuk meningkatkan kekuatan serangga beracunnya?
Apa yang dipikirkan oleh gadis kecil ini?
__ADS_1
Lei Zhen dan Xiangxiang yang bergumam di hati masing-masing sambil saling menatap seolah-olah sedang berbicara melalui telepati, merasa masalah besar akan segera datang.
"Bagaimana kalau aku memberikan dua orang secara cuma-cuma untuk kamu jadikan bahan uji coba bagi seranggamu yang berharga itu?"