
Sejak perjamuan Selir Agung Mei yang terakhir kali , orang-orang Kerajaan Qin mulai bergejolak di perbatasan kota. Mereka semakin menjadi, setelah menghilangnya Qin Lang.
Karena itu, Pangeran Li Xian harus pergi ke perbatasan secara pribadi untuk menangani masalah ini.
"Kalau begitu, sepakat. Ayo, kita bertemu di Kota Qianjing." Xue Shan Shan mengulurkan hari kelingkingnya.
"Ya." Pangeran Li Xian mengangguk dengan lembut.
"Kamu sangat lelah, ya? Mau kau pijat bahumu? Aku sangat pandai memijat bahu. Ayo, kamu duduk bersandar di sini dulu." Xue Shan Shan bertanya, tetapi dia tidak menghiraukan tanggapan Pangeran Li Xian saat menginstruksikan pria itu untuk duduk santai di kursi empuk.
Pangeran Li Xian mengangkat sebelah alisnya dan setengah tersenyum saat bertanya, "Kamu yakin bahuku masih utuh setelah dipijat olehmu?"
"Jangan khawatir, aku tidak akan memijat terlalu kencang." Xue Shan Shan mengeluarkan 10 jarinya dan menunjukkan gerakan memijat.
Pangeran Li Xian bangkit, sebelum akhirnya duduk di kursi empuk yang dimaksud Xue Shan Shan.
Xue Shan Shan berjalan ke belakang Pangeran Li Xian, lalu meletakkan tangannya di bahu pria itu dan mulai memijat.
Begitu merasakan pijatan Xue Shan Shan, Pangeran Li Xian harus mengakui bahwa pijatan gadis itu cukup terampil.
Akhir-akhir ini, Pangeran Li Xian tidak beristirahat dengan baik. Jadi, ketika Xue Shan Shan memijat bahunya, dia memejamkan sedikit matanya.
Setelah beberapa saat, dia pun tertidur dengan tenang.
Xue Shan Shan tidak berhenti, sampai dia menemukan Pangeran Li Xian sudah tertidur.
Setelah melihat sekeliling, dia menemukan selimut, lalu menyelimuti Pangeran Li Xian dengan pelan karena takut membangunkannya.
Xue Shan Shan menatap wajah tidur Pangeran Li Xian untuk waktu yang lama, sebelum akhirnya membungkuk sedikit hanya untuk mencium wajah sang pangeran dengan pelan.
Kemudian, dia berbicara tanpa mengeluarkan suara. "Sayang, tidur nyenyak, ya. Aku mencintaimu."
Setelah itu, Xue Shan Shan juga keluar tanpa membuat suara sedikitpun.
Ketika Xue Shan Shan kembali ke Kediaman Perdana Menteri, langit sudah gelap.
"Adik seperguruan, akhirnya kamu kembali." Tabib Zhang sudah lama menunggunya.
__ADS_1
Xue Shan Shan melihatnya, laku bertanya, "Kakak seperguruan, ada apa?"
Tabib Yang langsung bertanya lagi. "Katanya, Guru Liu sudah mengangkat kamu menjadi wakil ketua sekte?"
Xue Shan Shan terbungkam, dia tidak tahu harus mengatakan apa.
Bagaimanapun, Tabib Zhang sudah lebih lama berada di Sekte Xianyue. Jadi, Xue Shan Shan khawatir kalau Tabib Zhang akan merasa kecewa sampai sakit hati atas keputusan Guru Liu.
Namun, yang tidak tergmduga adalah Tabib Zhang justru tersenyum lembut pada Xue Shan Shan sambil menghela nafas lega.
"Kali ini, Guru Liu mengambil keputusan yang bagus. Tadinya, aku khawatir Guru Liu akan mengangkat si bocah tengik Yan Jin sebagai wakil ketua sekte. Sekarang, aku merasa tenang karena Guru Liu telah memilihmu."
Xue Shan Shan mengerutkan alisnya. "Siapa Yan Jin?"
"Yan Jin adalah orang aneh di Sekte Xianyue, dia baru berusia 27 tahun. Meskipun keterampilan medisnya sangat bagus, aku tidak suka tekniknya. Dia juga berwajah suram, sangat tidak pantas untuk ilmu pengobatan sakti Sekte Xianyue."
Berbicara tentang Yan Jin, Xue Shan Shan bisa dengan jelas melihat ketidaksukaan di mata Tabib Zhang.
Xue Shan Shan pun mulai mengerti.
Meskipun berkali-kali mengaku belajar ilmu pengobatan dari Sekte Xiangyue, Xue Shan Shan belum pernah sekali pun pergi ke sana.
"Adik seperguruan, aku dengar kamu akan pergi menghadiri perjamuan ulang tahun Ketua Sekte Dugu, bisakah kamu mengajakku?"
Pada akhirnya, Tabib Zhang menyatakan maksud kedatangannya malam itu.
Xue Shan Shan merasa tertarik.
Apa Sekte Xingyun ini benar-benar hebat?
Mengapa semua orang ingin pergi melihatnya?
Sepertinya, wawasanku masih belum memadai.
Apa Ketua Sekte Dugu itu benar-benar tersohor?
Xue Shan Shan berhenti melamun dan bergumam di dalam hatinya sendiri, dia menatap Tabib Zhang. "Ya, aku akan pergi dalam tiga hari lagi dan aku akan mengajakmu. Omong-omong, ada satu orang lagi yang mau ikut, kamu harus menyiapkan mentalmu."
__ADS_1
Xue Shan Shan dengan baik hati memberi tahu Tabib Zhang untuk bersiap-siap agar tidak begitu terkejut.
"Siapa itu? Yang Mulia Pangeran Li Xian?" tanya Tabib Zhang dengan rasa ingin tahu setinggi langit.
Xue Shan Shan menggelengkan kepalanya, lalu menjawab, "Istri senior kita, Tabib Hebat Zhang Yiyuan."
Ketika kata-kata itu terdengar, Tabib Zhang yabg memiliki tinggi badan 1,8 meter kehilangan keseimbangan dan hampir jatuh.
"Kamu bilang siapa?"
"Istri senior kita, apa kamu tidak mengenalnya?"
Tabib Zhang menyeka keringat di dahinya, mana mungkin dia tidak mengenali Tabib Hebat Zhang Yiyuan.
Bahkan, orang yang tidak berasal dari Sekte Xiangyue juga mengenal pria itu sebagai tangan kanan Guru Liu.
Hanya saja, Xiangxiang ....
"Ya, ampun ... kenapa kamu mengajak istri Senior Zhang Yiyuan?" Tabib Zhang tampak frustasi.
Xue Shan Shan tidak menjawab, dia malah berbalik bertanya, "Bisakah kamu memberitahuku apa yang terjadi pada senior kita dan istrinya?"
Xue Shan Shan sangat ingin tahu tentang ini.
Awalnya, Tabib Zhang tidak ingin membicarakannya.
Namun, mengingat Xue Shan Shan bahkan telah menjadi wakil ketua sekte, Tabib Zhang berpikir bahwa tidak ada yang tidak bisa diketahui oleh gadis itu.
Jika Xue Shan Shan mengetahuinya lebih awal, mungkin bisa menghindari hal-hal yang memalukan di masa depan.
Akhirnya, Tabib Zhang melihat sekeliling dan berbicara dengan suara pelan. "Sebenarnya, senior kita cukup kasihan. Sepuluh tahun lalu, dia mengajukan seorang wanita kepada Guru Liu untuk diangkat menjadi wakil ketua sekte. Ternyata, wanita itu tidak punya moral. Setiap hari, dia menjerat senior dengan kecantikannya dan berasalan ingin belajar ilmu pengobatan. Karena itu, istrinya senior cemburu dan bertengkar dengan senior setiap hari sampai-sampai senior kehilangan harga dirinya di Sekte Xianyue."
"Mereka bahkan bertengkar sampai ingin bercerai, tetapi istri senior tidak rela hingga tidak pernah menyebutkan tentang perceraian. Siapa sangka, wanita yang telah menjadi wakil ketua itu malah pergi mencari istri senior hanya untuk mengatakan bahwa istri senior sudah tua dan tidak cantik lagi, sama sekali tidak bisa dibandingkan dengannya."
"Sejak saat itu, istri senior sangat marah. Meski demikian, dia tidak langsung melampiaskan amarahnya pada wanita itu, tetapi malah kecanduan dalam pemurnian Pil Kecantikan."
"Akhirnya, istri senior berhasil memurnikan Pil Kecantikan hingga dia bisa cantik seperti dirinya di masa muda. Kemudian, istri senior menebas mati wakil ketua demi melampiaskan amarahnya yang terpendam sejak lama."
__ADS_1
"Setelah itu, istri senior terus merajuk pada senior sampai sekarang. Senior kita juga sangat keras kepala, padahal belakangan ini istrinya sudah menurunkan gengsi, tapi dia tetap saja menolak bertemu. Bahkan, dia terus bersembunyi selama bertahun-tahun ...."
Setelah mendengar keseluruhan cerita itu, Xue Shan Shan cemberut dan mendengung. "Semua pria di dunia ini memang tidak punya otak!"