
Benar saja, Selir Faye dan Xue Yuwen sangat sakit hati begitu mendengar kabar bahwa Xue Shan Shan tidak hanya masih hidup. Gadis itu bahkan menerima anugerah yang luar biasa dari Pangeran Li Xian.
Benar-benar sial, tidak tahu kenapa Xue Shan Shan bisa seberuntung itu!
Selir Faye mencoba menghibur Xue Yuwen dengan lembut. "Tidak apa-apa, Yuwen. Hari masih panjang, kamu harus melihat jauh ke depan. Dua bulan lagi adalah tahun baru, siapa tahu sebelum itu Kaisar sudah mengangkat kamu menjadi Putri Mahkota. Tiba saatnya nanti, kesempatan untukmu membalas Xue Shan Shan akan datang."
"Ketika kamu menjadi Putri Mahkota nanti, bukankah Xue Shan Shan akan berlutut padamu untuk memberi hormat?"
Selir Faye memiliki keyakinan pada Xue Yuwen yang tidak hanya cantik, tetapi juga sangat pintar dan bijaksana.
Asalkan dalam dua bulan ini dia berhasil menggoda Xue Jingguo agar mengangkatnya menjadi istri sah, maka Xue Yuwen bukan lagi seorang putri murba dan akan memiliki peluang lebih besar untuk menjadi Putri Mahkota.
Namun, yang tidak diketahui oleh orang kampung sepertinya adalah status Xue Shan Shan sebagai Putri Changning yang diangkat langsung oleh Kaisar, tidak memberinya kewajiban untuk berlutut pada Putri Mahkota.
Di mata orang lain, bisa saja posisi Putri Mahkota lebih tinggi, tetapi sebenarnya mereka memiliki kesejajaran dengan seorang putri!
Di antara mereka tidak perlu berlutut, hanya saling memberi salam sebagai formalitas.
Mendengar kata-kata hiburan dari sang ibu, Xue Yuwen yang merasa dirinya terlalu tinggi, menggerakkan gigi dan bertekad untuk segera merayu Putra Mahkota.
Sementara Xue Yuwen tengah bersemangat menyusun rencana untuk menarik perhatian Putra Mahkota, Putri Amber justru sedang merasakan kebencian yang teramat.
Terlebih, saat melihat kediaman masih dalam kekacauan karena ribuan ular.
'Sepertinya, Li Xian sedang membalaskan dendam untuk Xue Shan Shan!' Putri Amber hanya bisa membatin dan menggertakkan giginya saat melihat kekacauan yang tengah diusahakan untuk diatasi.
Li Xian benar-benar kejam!
"Kelihatannya, dia ingin menghancurkan seluruh kediamanku!"
Hao Kang, suami Putri Amber yang berada di sebelah mengerutkan kening saat mendengar kata-kata sang istri. "Kamu tahu siapa yang melakukan ini semua?"
Putri Amber diam, tidak berniat menjawab meski dia tahu dengan jelas pelaku kejam itu adalah Pangeran Li Xian.
Melihat Putri Amber hanya diam, Hao Kang mengira istrinya takut untuk membuka mulut. Jadi, dia mencoba menghibur dan membujuknya. "Putri, katakan siapa pelakunya. Kita harus menuntut keadilan di depan Kaisar. Kita lihat, hukuman apa yang akan diterima orang itu karena mengancam keselamatan seorang putri."
Putri Amber masih saja diam, dia sama sekali tidak berminat berbicara dengan suaminya.
Lagipula, kalau dia buka mulut tentang siapa pelaku yang sudah mengirimkan ribuan ular ke kediamannya, dia juga pasti akan mendapatkan hukuman dari Kaisar.
Bagaimanapun, Kaisar adalah orang yang adil dan bijaksana. Tidak peduli bahkan jika Xue Shan Shan hanya rakyat jelata, bukannya tunangan pangeran, Kaisar pasti akan memberikan keadilan untuknya.
Itulah salah satu alasan Kaisar dicintai rakyatnya!
Melihat ular yang semakin banyak, Hao Kang merangkul Putri Amber untuk membawanya terbang ke atas atap.
Saat berdiri di atap, mereka bisa dengan jelas melihat Kediaman Putri Amber yang besar dan megah sudah dipenuhi dengan orang-orang berdesakan.
Bahkan, ada beberapa pengawal yang membawa obor untuk membakar ular di tanah hingga mati.
Namun, ular-ular itu seperti tidak ada habisnya.
"Ah, tolong ... tolong!" Saat Ibu Pelayan Wu sedang mencoba melarikan diri, kakinya digigit oleh ular yang sangat berbisa sampai dirinya tersungkur dan pingsan.
Hao Kang sangat ketakutan hingga jantungnya hampir berhenti berdetak, dia menatap Putri Amber dan berkata, "Putri, sebaiknya kita pergi dari sini."
Putri Amber mengepalkan tangannya saat kemarahan semakin memenuhi rongga dadanya, apalagi saat melihat seseorang berdiri di atas atap yang tidak jauh darinya.
Dialah Pangeran Li Xian!
Putri Amber pun menggertakkan giginya sembari menatap Pangeran Li Xian, tetapi sebelum dia bisa membuka mulutnya untuk berbicara, dia sudah melihat senyuman yang sangat mengerikan di wajah pria itu.
Detik berikutnya, Pangeran Li Xian berkata dengan dingin. "Bakar!"
Begitu Pangeran Li Xiaen memberi perintah, bola api yang tak terhitung jumlahnya langsung datang dari arah belakang dan melesat ke Kediaman Putri Amber.
Dalam sekejap, Kediaman Putri Amber yang besar dan megah sudah dikepung oleh kobaran api.
"Li Xian, beraninya kamu membakar kediamanku. Apa kamu tidak takut aku akan mengadu pada ayah?" Putri Amber membelalakkan matanya, dia tidak menyangka Pangeran Li Xian akan bertindak sejauh ini.
Di sampingnya, Hao Kang juga menatap tak percaya pada Pangeran Li Xian, benar-benar tidak menduga dia yang sudah membuat kekacauan di kediaman Putri Amber.
Awalnya, Hao Kang ingin menuntut balas.
Namun, setelah mengetahui pelakunya adalah Pangeran Li Xian, nyalli Hao Kang langsung menciut saat itu juga.
Mana mungkin dia berani mencari masalah dengan Raja Neraka!
__ADS_1
Pangeran Li Xian menoleh ke samping, bibir tipisnya sedikit terbuka dan dia pun berkata, dengan tak acuh. "Silahkan saja."
Setelah selesai berbicara, Pangeran Li Xian langsung pergi.
Putri Amber mengepalkan tangannya dengan erat saat sorot mata yang menyeramkan terlihat dipenuhi dengan niat membunuh.
Li Xian, hari ini kamu telah menghancurkan kediamanku. Aku pasti akan membalaskan dendam ini!
Sementara itu, Xue Shan Shan tidur sangat nyenyak hingga dia bangun pada keesokan paginya.
Saat makan, selera makannya juga sangat bagus sampai-sampai dia makan sangat banyak.
Sepertinya, tidak ada hari tanpa selera makan yang bagus bagi Xue Shan Shan.
Lin Mei yang berdiri di sisi Xue Shan Shan, membuka mulutnya untuk berbicara pada sang majikan. "Nona, untung saja acara perjamuan Kediaman Putri Amber sudah selesai diselenggarakan kemarin. Jika hari ini, pasti tidak akan bisa diselenggarakan lagi."
"Kenapa?" Xue Shan Shan makan tanpa mengangkat kepalanya.
Lin Mei menghela nafas. "Kemarin malam terjadi kebakaran di kediaman Tuan Putri. Api besar membakar habis kediamannya hingga pagi ini terpaksa Tuan Putri pindah ke kediaman Pangeran Ketiga."
"Hah?!" Xue Shan Shan mengira dia sudah salah dengar. "Terbakar habis?"
Lin Mei menganggukkan kepala.
Meski terkejut dan merasa segalanya sangat kebetulan, itu tidak membuat Xue Shan Shan berhenti makan.
Lagipula, setelah dipikir-pikir, orang jahat pasti akan dihukum oleh langit.
Begitu pemikiran seperti ini melintas di kepalanya, suasana hati Xue Shan Shan jadi semakin baik.
Setelah selesai makan, Xue Shan Shan keluar dari kediamannya untuk pergi mencari Nyonya Diana dan berbincang sedikit, sebelum akhirnya dia meninggalkan Kediaman Perdana Menteri.
Entah kenapa, dia tidak bisa mengabaikan naluri jahilnya untuk menjenguk dan memastikan bagaimana keadaan Kediaman Putri Amber setelah kebakaran.
Saat tiba di sana, bagian atas Kediaman Putri Amber masih dipenuhi asap hitam. Bahkan, plakat yang bertuliskan 'Kediaman Putri Amber' hampir jatuh dan kemewahan kemarin sudah tidak terlihat lagi.
"Langit sungguh adil." Xue Shan Shan berbicara sambil menatap ke arah langit dan merapatkan kedua tangannya dan berdoa agar suatu hari saat dia bangun tidak dalam keadaan terpanggang.
Di dalam hati, dia berpikir lebih baik memperbanyak amal baik.
Di sisi lain, ada begitu banyak penduduk yang melihat kejadian itu sambil berbisik-bisik.
"Mereka sungguh menyedihkan, kemarin sebagian besar orang sudah berlari keluar dan hanya beberapa orang tersisa ini yang meninggal."
"Siapapun tidak akan menduga bencana yang tiba-tiba seperti ini. Beruntung, Tuan Agung dan Tuan Putri sempat melarikan diri."
"Hei, kalian lihatlah. Bukankah itu ibu pelayan yang ada di sisi Tuan Putri Amber?"
Xue Shan Shan melirik ke arah yang ditunjuk salah satu penduduk dan melihat jasad Ibu Pelayan Wu.
Seketika, Xue Shan Shan mengerutkan keningnya saat melihat jasad Ibu Pelayan Wu.
Sepertinya ... dia mati keracunan.
Apa yang terjadi?
Apa mungkin dia mati karena diracuni Putri Amber?
Pada saat itu, Xue Shan Shan tentu saja tidak tahu bahwa ada ribuan ular di Kediaman Putri Amber. Dia hanya mengira Ibu Pelayan Wu diracuni dan kebakaran hanya dilakukan untuk menutup penyebab kematian sang pelayan.
Namun, Xue Shan Shan segera menggelengkan kepalanya, merasa Putri Amber tidak mungkin meracuni pelayan terdekatnya.
Lebih tidak mungkin lagi, Putri Amber akan mengorbankan seluruh kediamannya hanya untuk menyingkirkan satu pelayan.
Bagaimanapun, sebagai seorang putri sekaligus majikan, dia bisa memikirkan alasan yang tepat untuk membunuh Ibu Pelayan Wu.
Apa mungkin ... kebakaran ini disengaja?
Kalau begitu ....
Xue Shan Shan tiba-tiba teringat pada iblis yang dikenal sebagai Raja Neraka Hidup.
Uhmmm, sepertinya ada kemungkinan itu.
"Shan Shan."
Saat sibuk dengan pemikirannya sendiri, sebuah suara yang lembut datang dari arah belakangnya.
__ADS_1
Begitu mendengar suara itu, Xue Shan Shan tertegun, lalu berbalik dan mendapati Yan Yi berdiri tegap sambil menatapnya dengan dalam.
Di masa lalu, Yan Yi adalah satu kampung yang dipilih oleh Xue Jingguo untuk menikah dengan Xue Shan Shan.
Xue Jingguo pikir, Yan Yi adalah orang yang tidak berguna dan bisa dia manfaatkan sewaktu-waktu untuk kepentingan pribadi.
Namun, yang tidak Xue Jingguo duga adalah Xue Shan Shan sudah memiliki janji pernikahan dengan Putra Mahkota dari Permaisuri Xuan dan Yan Yi akan menjadi pejabat istana di masa depan.
Xue Shan Shan balas tersenyum. "Yan Yi, kebetulan sekali."
"Apa mau minum teh bersama?"
Xue Shan Shan tentu saja ingin langsung menolak ajakan ini, tetapi Yan Yi segera menambahkan, "Ajakan sebagai seorang teman."
Setelah kembali dari tugas negara, Yan Yi mendengar kabar bahwa Xue Shan Shan diangkat menjadi Putri Changning dan merupakan tunangan seorang pangeran.
Jadi, mana mungkin Yan Yi masih punya harapan untuk membersamai gadis yang menurutnya unik itu.
Xue Shan Shan melihat ke arah Yan Yi, ada tatapan kecewa yang muncul sekilas di matanya.
"Baiklah." Xue Shan Shan mengangguk setuju.
Tidak lama kemudian, mereka sudah duduk di sebuah kedai teh di kota selatan.
Setelah memesan satu teko teh, Yan Yi mengangkat gelasnya. "Teh ini mewakili arak dan aku mengucapkan selamat untukmu."
"...."
Xue Shan Shan tidak berkata-kata, dia hanya bergumam di dalam hati.
Pria tampan, kamu jangan seperti ini ... aku jadi tidak tega.
Xue Shan Shan memiliki kesan yang baik untuk Yan Yi, dia berpikir pria itu adalah pria baik.
Hanya saja, kesannya itu tidakembuajya mencintai Yan Yi.
"Terima kasih." Xue Shan Shan mengangkat gelasnya untuk bersulang dengan Yan Yi, lalu menyesal sedikit teh di dalam gelas.
Setelah minum teh, Yan Yi mengarahkan tatapannya ke bawah. "Shan Shan, bersikaplah lebih santai. Aku datang bukan untuk memberimu tekanan."
"Yan Yi, maaf." Xue Shan Shan tidak tahu harus mengatakan apa lagi selain kata maaf karena selama ini, Xue Jingguo selalu memanfaatkan Yan Yi untuk melakukan berbagai hal atas nama dirinya.
Yan Yi tertawa mendengar permintaan maaf dari Xue Shan Shan. "Kenapa harus minta maaf padaku? Shan Shan, kamu tidak melakukan kesalahan apa pun. Sekarang, semuanya sudah diputuskan dan aku hanya bisa berharap kamu akan memiliki kehidupan yang lebih bahagia dari sebelah setelah menikah dengan Pangeran Li Xian."
"Yan Yi, hatimu sangat baik." Xue Shan Shan memuji dari hatinya yang paling dalam.
Setelah mengalami hidup setelah kematian yang tragis, Xue Shan Shan baru menyadari dirinya sudah bertemu dengan begitu banyak orang jahat dan orang lugu seperti Yan Yi memang sangat sedikit.
Setelah mendengar pujian Xue Shan Shan, Yan Yi justru mentertawakan dirinya sendiri.
Sejenak, terjadi keheningan di antara Xue Shan Shan dan Yan Yi, sebelum akhirnya pintu tiba-tiba dibuka oleh seseorang.
Pandangan keduanya mengarah ke pintu, Xue Shan Shan pun langsung tersenyum saat melihat orang yang berdiri di depan pintu.
"Hormat pada Yang Mulia Pangeran Li Xian." Yan Yi segera berdiri dan memberi hormat.
Xue Shan Shan juga baru beraksi, dia berlagak sekadar memberi hormat.
Pangeran Li Xian melihat Xue Shan Shan tanpa ekspresi, lalu pelan-pelan mendekatinya dengan tatapan menyelidiki. "Janjian dengan teman?"
Sebelumnya, Pangeran Li Xian bersama Wei Shu sedang membahas sebuah urusan di ruangan yang bersebelahan dengan Xue Shan Shan dan Yan Yi. Jadi, tentu saja dia mendengar semua pembicaraan mereka.
Mulanya, Pangeran Li Xian ingin mengabaikan pembicaraan keduanya dan hanya berfokus pada urusan dengan Wei Shu.
Namun, begitu mendengar Xue Shan Shan memuji Yan Yi, Pangeran Li Xian merasa dirinya tidak bisa tinggal diam.
Karena itu, Pangeran Li Xian langsung beranjak hingga saat ini dia sudah berdiri di hadapan Xue Shan Shan.
"Hmmmm, benar." Xue Shan Shan mengangguk dengan polos, sama sekali tidak menyadari bagaimana bentuk ekspresi Pangeran Li Xian yang tidak jauh berbeda dari biasanya.
Datar.
Pangeran Li Xian tidak bicara lagi, tetapi tiba-tiba saja ruangan elegan yang dipesan oleh Yan Yi menjadi hening mencengkam.
Xue Shan Shan pun menggaruk kepalanya, merasa aneh dengan suasana yang ada.
Kenapa aku terkesan seperti ketahuan selingkuh?
__ADS_1