Peri Racun Kesayangan Pangeran

Peri Racun Kesayangan Pangeran
Pangeran Li Xian Membalaskan Dendamnya


__ADS_3

"Ayo, kita bertaruh pada makan malam hari ini, aku akan membuat pesta ikan. Taruhannya adalah apa Yang Mulia akan membantu Putri Changning mengeluarkan duri ikan." Wei Shu sudah kalah banyak dari Lin Mei dan Yan Shu, jadi dia berpikir ingin sepenuh hati mengembalikan semua kerugian ke kantongnya lagi.


Begitu mendengar hal itu, Lin Mei dan Yan Shu juga agak ragu.


Mungkinkah orang mulia seperti Pangeran Li Xian bersedia mencabut duri ikan yang merupakan pekerjaan rumit?


Di satu sisi, mereka bertaruh demi kesenangan masing-masing. Di sisi lain, mereka juga sekalian melaksanakan tugas dari Selir Agung Mei.


Jadi, tidak ada salahnya mencoba.


"Tidak masalah," sahut Yan Shu setelah berpikir cukup panjang. "Mau bertaruh berapa?"


"Bagaimana kalau taruhan kali ini tidak menggunakan uang dari Selir Agung Mei?" Wei Shu mengangkat sebelah alisnya.


"Katakan saja bagaimana aturan mainnya," balas Lin Mei tak sabar.


"Tentukan dulu kalian memilih apakah Pangeran bersedia mengeluarkan duri ikan demi Putri Changning atau tidak. Kalau bersedia, kalian akan mendapatkan hadiah dari Selir Agung Mei termasuk jatahku, ditambah dengan taruhan dariku lima ratus tael untuk satu orang." Wei Shu bisa melihat ketertarikan di mata Lin Mei dan Yan Shu.


Setelah berhenti sejenak, dia melanjutkan, "Namun, jika Yang Mulia tidak bersedia, maka semua hadiah kalian dari Selir Agung harus diserahkan kepadaku, ditambah dengan taruhan kalian lima ratus teal per orang."


Itu artinya, jika Lin Mei dan Yan Shu menang, mereka akan mendapatkan seribu dua ratus lima puluh tael perak. Namun, jika Wei Shu yang menang, dia akan mendapatkan masing-masing seribu teal dari Lin Mei dan Yan Shu.


"Baik, aku masih akan memilih Yang Mulia bersedia melakukannya demi Putri," kata Lin Mei dengan penuh keyakinan.


"Aku juga," timpal Yan Shu.


"Baik." Wei Shu juga setuju, dia tetap pada pilihan pertama bahwa Pangeran Li Xian tidak bersedia melakukan pekerjaan melelahkan seperti mencabut duri ikan hanya demi seorang wanita.


Saat mereka sedang berbincang, tiba-tiba saja sekelompok orang mendatangi paviliun diiringi dengan suara keributan.


Wei Shu langsung berdiri dan berkata, "Aku akan pergi melihatnya."


Setibanya di depan pintu,Wei Shu mengenali mereka hanya dari melihat pakaian yang mereka kenakan.


Mereka adalah orang-orang dari Kediaman Bangsawan Di.


Awalnya, Nyonya Ling tidak ingin datang. Akan tetapi, Lu Qinwen tengah sakit keras, jadi dia tidak tenang jika hanya memerintahkan sembarang orang untuk datang meminta bantuan. Jadi, dia yang langsung mendatangi murid Liu Jili.


Sayangnya, hari ini ada badai salju sehingga untuk tiba di paviliun yang ditempati oleh Xue Shan Shan dan Pangeran Li Xian membutuhkan lebih banyak waktu.


Saat ini, Lu Qinwen sedang berbaring di atas kereta kuda. Dia dalam keadaan setengah sadar, tetapi terlihat hampir meninggal.


"Siapa kalian?" Wei Shu masih tetap bertanya meski sudah tahu jawabannya.


"Aku adalah Nyonya Kediaman Bangsawan Di, Ling Dang. Aku mendapatkan beberapa masalah hari ini, jadi aku datang untuk meminta bantuan pada Yang Mulia Pangeran Li Xian."


Mendengar itu, Wei Shu tersenyum sinis, sedangkan Yan Shu dan Lin Mei yang baru datang juga menatap mereka dengan tatapan tak senang.

__ADS_1


Nyonya Ling datang untuk meminta bantuan, tetapi masih saja menyombongkan diri bahwa dia adalah Nyonya Kediaman Bangsawan Di.


Baiklah, kalau begitu, tunggu saja.


"Tunggu sebentar." Wei Shu berjalan masuk, membiarkan para tamu tinggal di luar bersama Lin Mei dan Yan Shu yang berjaga.


Xue Shan Shan yang baru saja selesai makan mi dengan bantuan Pangeran Li Xian, juga mendengar keributan di luar.


Ketika dia hendak berdiri untuk melihat, bahunya ditekan seseorang hingga dia kembali duduk.


Xue Shan Shan mendongak, lalu tatapannya bertemu dengan tatapan dingin Pangeran Li Xian. "Tenang."


Tenang?


Xue Shan Shan kebingungan.


Bersamaan dengan itu, Wei Shu masuk dan melaporkan pada Pangeran Li Xian. "Orang-orang dari Kediaman Bangsawan Di sudah datang."


"Biarkan mereka menunggu." Suara Pangeran Li Xian terdengar dingin, sedingin angin yang berhembus saat ini hingga lengan bajunya pun melambai-lambai.


Bahkan, kereta kuda yang ditumpangi Lu Qinwen juga hancur berkeping-keping karena angin kencang itu.


Lu Qinwen yang malang awalnya setengah sadar, sekarang malah menjadi sangat sadar karena angin dingin.


Begitu membuka mata, Lu Qinwen merasa salju lebat menghantamnya.


Bahkan, Lin Mei dan Yan Shu juga sudah beranjak pergi sejak tadi karena tidak tahan dengan cuacanya.


"Tuan, Tuan, sadarlah!"


Ketika Lu Qinwen sudah tidak bisa bertahan dan jatuh pingsan, semua orang Kediaman Bangsawan Di menjadi panik.


Pada saat bersamaan, pintu gerbang paviliun kembali dibuka yang menampakkan sosok Wei Shu. "Tadi aku lupa bertanya, ada apa kalian mencari Yang Mulia."


Mendengar itu, Nyonya Ling membelalakkan matanya. Dia benar-benar tidak menduga Wei Shu akan membiarkan dirinya dan orang-orangnya sia-sia kedinginan di depan paviliun.


Apa dia tidak pergi melapor?


Meski kesal, Nyonya Ling hanya bisa menahan kekesalannya dan menjelaskan, "Pagi ini, Tuan kami diracuni dengan racun aneh sehingga tidak ada tabib yang sanggup menyembuhkannya. Jadi, aku datang ke sini untuk memohon pada tabib hebat yang melayani Yang Mulia Pangeran Li Xian untuk menyelamatkan Tuan kami."


Nyonya Ling sudah menjadi Nyonya Bangsawan di Kota Gu selama bertahun-tahun, tetapi tidak pernah memohon seperti ini.


Xue Shan Shan yang bersembunyi di balik pintu, mengerutkan alisnya saat mendengar kata-kata Nyonya Ling.


Kemudian, dia menatap Pangeran Li Xian yang tenang dan samar-samar bisa menebak sesuatu.


Dirinya baru saja diracuni, sekarang Lu Qinwen juga diracuni.

__ADS_1


Mungkinkah Pangeran Li Xian yang membalaskan dendamnya.


Wajah Xue Shan Shan langsung berubah bahagia saat memikirkan hal itu, dia pun tersenyum lembut.


Pangeran Li Xian yang melihat senyuman di wajah Xue Shan Shan, entah kenapa dia merasa gadis itu menjadi lebih imut dan menggemaskan.


Namun, begitu melihat Xue Shan Shan mengedip-ngedipkan kedua matanya, Pangeran Li Xian tahu bahwa gadis itu sedang memikirkan ide jahat.


Benar saja, Xue Shan Shan yang baru saja memanjakan perutnya dengan semangkuk mi, jadi semakin bersemangat.


"Diracuni dengan racun aneh? Hahaha ... pagi-pagi begini kamu datang untuk memberiku uang. Aku jadi tidak enak hati."


"Ayo, cepat bawa Tuan Lu masuk. Jangan biarkan dia mati kedinginan di luar, kalau tidak aku pasti akan rugi banyak." Xue Shan Shan berjalan ke pintu gerbang, lalu meminta orang-orang dari Kediaman Bangsawan Di memasuki paviliun.


Ketika Nyonya Ling melihat Xue Shan Shan, dia melirik Cheng Peng.


Dalam diam, Cheng Peng mengangguk pada Nyonya Ling.


Seketika, tatapan Nyonya Ling jadi penuh curiga.


Gadis kecil ini murid Liu Jili?


Benarkah dia bisa menyembuhkan Tuan?


Lupakan saja, biarkan dia mencoba dulu.


Setelah beberapa orang membawa Lu Qinwen ke dalam ruangan, Xue Shan Shan dan penghuni lainnya tidak ada yang berniat menyiapkan tempat tidur untuknya.


Karena itu, Lu Qinwen hanya diletakkan di lantai yang dingin.


"Hamba, Nyonya Ling, memberi hormat kepada Yang Mulia Pangeran Li Xian."


Setelah masuk, Nyonya Ling akhirnya bertemu dengan Pangeran Li Xian dan langsung memberi salam dengan penuh hormat.


"Berdirilah," kata Pangeran Li Xian dengan datar.


Nyonya Ling berterima kasih pada Pangeran Li Xian, laku menatap berdiri dan masih tetap menatap sang pangeran. "Hamba sudah bertahun-tahun tidak bertemu, bagaimana keadaan Yang Mulia Selir Agung Mei akhir-akhir ini? Hamba dan Yang Mulia Selir Agung Mei tumbuh bersama saat kecil, hubungan kami sudah seperti saudara kandung ...."


Xue Shan Shan menatap Nyonya Ling.


Sebenarnya, dia datang untuk mengobati suaminya, atau mempererat hubungan?


***


Guys, jaringan di tempatku lagi gangguan parah, jadi gak bisa janji bisa up tiap hari dan tepat waktu. Maaf ya


Ini aja aku udah selesai nulis dr siang, tapi sampai sekarang masih gagal terus pas nyoba buka aplikasi.

__ADS_1


__ADS_2