Peri Racun Kesayangan Pangeran

Peri Racun Kesayangan Pangeran
Berani Menghalangi Jalanku!


__ADS_3

"Berhenti! Berhenti! Pelayan! Nona Besar ingin membunuh Selir Faye! Pelayan!" Karena Lilu takut dipukuli, dia hanya bisa berteriak dengan keras dan berharap bala bantuan akan segera datang.


Benar saja, beberapa pelayan yang berkelahi dengan Lin Mei, Qing Ke dan Minglang, bergegas lari keluar hanya untuk mencari penolong.


Melihat mereka berhamburan pergi, line Mei dan Qing Ke, bahkan Minglang ingin menangkap para perlahan itu. Namun, suara Xue Shan Shan menghentikan mereka.


"Biarkan saja pelayan-pelayan itu memanggil orang. Aku harus memberitahu semua orang bahwa aku, Xue Shan Shan bukanlah orang yang mudah ditindas!"


Melihat Selir Faye yang jelas-jelas tidak sanggup menelan lagi, Xue Shan Shan melepaskannya dengan belas kasihan yang tersisa secuil di dalam hatinya.


Bahkan, Xue Shan Shan juga memeriksa denyut nadinya.


Setelah mendapati anak di dalam kandungan Selir Faye baik-baik saja, Xue Shan Shan berjalan ke sisi Lilu.


Orang yang tidak bersalah tidak seharusnya kena getahnya dan ini adalah prinsip Xue Shan Shan selama hidupnya!


Lilu yang sudah melihat segalanya, langsung menelan ludah dengan kepanikan dan ketakutan yang tersirat jelas di netranya.


Nona Besar bahkan berani bersikap seperti itu terhadap Selir Faye yang mengandung, bagaimana pula dengan dirinya yang sudah memukul Qing Ke dengan tangannya sendiri?


"Memukul orang hanyalah kesenangan sesaat, tapi setelah itu kamu akan dibawa ke perabuan." Xue Shan Shan menatap Lilu dengan senyuman.


Namun, Lilu sama sekali tidak mengerti maksud kata-kata Xue Shan Shan karena pikirannya saat ini sangat kacau.


Selain itu, senyuman yang ada di wajah imut Xue Shan Shan membuat seluruh tubuh Lilu bergidik.


Orang yang ada di hadapannya sekarang bukanlah Nona besar Keluarga Xue, melainkan iblis.


Benar, dia adalah iblis!


"Brak!"


Xue Shan Shan mengangkat kakinya untuk menendang lutut Lilu hingga suara keras terdengar bersamaan dengan berlututya gadis pelayan itu di tanah.


Detik berikutnya, Lilu menatap Xue Shan Shan dengan tatapan horor.


"Qing Ke!" Xue Shan Shan memanggil dan Qing Ke bergegas menghampirinya.


"Pukul dia!"


Qing Ke tertegun sejenak, tetapi dia dengan cepat bereaksi kembali dan mengulurkan tangannya untuk menampar wajah Lilu.


Tamparan demi tamparan dilayangkan di wajah Lilu.


Selama Xue Shan Shan tidak menyuruhnya berhenti, maka Qing Ke tidak akan berhenti.


Walaupun tangannya sakit, dia tetap saja merasa sangat senang di dalam hatinya!


Bagaimanapun, ini adalah dendam yang terbalaskan bahkan berkali-kali lipat.


Ketika orang-orang menatap Xue Shan Shan yang seperti ini, kengerian pun muncul di benak mereka.


Di sisi lain, Selir Faye tidak berani lagi melontarkan sepatah kata pun. Kejadian yang membuatnya berpikir dia akan mati tersedak karena makanan penutup, masih jelas terlukis di dalam benaknya.


Semula, tatapan Lin Mei menunjukkan rasa iba. Namun, kebahagiaan pun tergambar di matanya setelah beberapa saat.


Nona Besar sudah menjadi begitu hebat dan tidak akan ada lagi yang berani menggertaknya!


Nona Besar bahkan juga bisa melindungi kami semua!


Da Bingzhi juga merasa takjub. "Ternyata, makanan penutup benar-benar bisa digunakan untuk berkelahi."


Lin Mei yang mendengar penuturan Da Bingzhi merasa kesal dan lucu pada saat bersamaan.


"Berhenti!"


Tiba-tiba, sebuah suara yang familier terdengar hingga membuat Qing Ke terkejut. Namun, dia segera lanjut menampar wajah Lilu lagi


Qing Ke adalah pelayan Xue Shan Shan, jadi dia seharusnya hanya mendengarkan perkataan Xue Shan Shan seorang.


Benar-benar patuh!


"Aku menyuruhmu berhenti!" Xue Yuwen sangat murka. Ketika melihat wajah Lilu yang sudah bengkak, ekspresi tidak tega melintas di wajah Xue Yuwen. Dia hendak meraih tangan Qing Ke, tetapi Xue Shan Shan justru menahan pergelangan tangannya.


Xue Shan Shan menyapu wajah Xue Yuwen dengan sinis. "Adik, apa yang kamu lakukan?"


"Aku menyuruhmu dan pelayanmu berhenti!" Xue Yuwen melotot Xue Shan Shan dengan gusar. "Kakak, jika kami tidak berhenti memukulnya, wajah Lilu akan hancur nanti."


"Sepertinya, itu ide bagus." Xue Shan Shan tiba-tiba tergelak.


"Qing Ke, berhentilah!"


Seiring dengan suara Xue Shan Shan, Qing Ke mengakhiri pukulannya dan berlalu menghampiri sang nona dengan tak acuh seolah-olah tidak ada aksi brutal yang sudah dia lakukan.


Bahkan, Qing Ke dengan setia menanti perintah selanjutnya dari Xue Shan Shan.

__ADS_1


"Nona Kedua! Nona Kedua ... nona, tolong aku ...." Pada saat ini, Lilu telah tergeletak di tanah dengan rambut yang acak-acakan dan sudut bibirnya juga sudah mengeluarkan darah.


Xue Yuwen segera berteriak keluar. "Cepat panggilkan tabib!"


"Siapa yang berani memanggil tabib?" Xue Shan Shan menatap Xue Yuwen dengan senyuman. "Adik, Lilu Lilu adalah seorang pelayan dan dia sudah melakukan kesalahan, jadi tentu saja harus dihukum. Aku hanya meminta Qing Ke memukulnya sedikit, dia tidak akan mati."


"Kesalahan apa yang sudah dilakukan Lilu?" Xue Yuwen menatap Xue Shan Shan, lalu mengucapkan kata demi kata. "Dia hanya merasa kasihan pada ibuku yang kesusahan karena sedang hamil sehingga dia melakukan hal yang gegabah."


"Benar sekali. Oleh sebab itu, Qing Ke memukul Lilu juga karena tidak ingin aku bersedih. Jadi, bisa dikatakan perbuatan Qing Ke juga didasari rasa setianya pada majikan."


Xue Shan Shan menatap Xue Yuwen dengan sinis. Dia ingin bersilat lidah denganku?


Memangnya, siapa yang mampu menandingi Xue Shan Shan?


Xue Shan Shan hanya malas bertengkar dengan mereka.


Kalau bisa turun tangan, kenapa tidak?


Memangnya, bicara tidak capek?


"Kamu?" Xue Yuwen mengernyitkan alisnya. "Perdebatanmu sangat tidak masuk akal! Aku sudah menyuruh orang untuk mencari ayah karena masalah ini tidak boleh berakhir begitu saja!"


Ketika Lilu mendengar penuturan Xue Yuwen, dia segera berujar, "Nona, cepat panggilkan tabib untuk memeriksa Selir Faye. Nona Besar memaksa Selir Faye memakan begitu banyak makanan penutup, dia pasti sudah tersedak!"


"Xue Shan Shan!" Wajah Xue Yuwen penuh dengan ketidakpercayaan. "Ibuku sekarang sedang mengandung, berani sekali kamu bersikaplah seperti itu padanya!"


Setelah itu, Xue Yuwen langsung berlari ke sisi Selir Faye dan melihat wajah ibunya yang sudah pucat.


Seketika, dia merasa sangat sedih. "Ibu, kamu tidak apa-apa, kan?"


Selir Faye sudah tidak memiliki tenaga untuk berbicara, dia memegang perutnya dan hanya bisa berdoa agar anaknya baik-baik saja.


Xue Shan Shan memandang Lilu sambil berbicara, "Ternyata, kamu masih memiliki tenaga untuk bicara."


Detik berikutnya, dia mengalihkan tatapannya. "Qing Ke, kamu kurang kuat."


Sudut mulut Qing Ke berkedut, tetapi dia tetap menanggapi Xue Shan Shan. "Kelak, Qing Ke akan lebih rajin berolahraga."


"Nona, aku bisa melakukannya!" Da Bingzhi menghampiri Xue Shan Shan dengan penuh semangat. "Nona, tenagaku sangat besar!"


Melihat penampilan Da Bingzhi yang dungu, Xue Shan Shan langsung mengeluarkan belati dari lengan bajunya.


Saat Xue Shan Shan menghunuskan belati itu, sebuah cahaya terang muncul. "Apa kamu berani?"


"Lilu, jika kamu memukuli Qing ke memang karena makanan penutup, kamu tidak akan menggunakan kukumu untuk menggores wajahnya."


Xue Shan Shan melanjutkan dengan suara lirih. "Sebenarnya, kamu ingin menghancurkan wajah Qing Ke. Apa aku benar?"


"Kamu cemburu karena dia lebih cantik darimu, kan?"


"Kamu iri karena Qing Ke beberapa waktu lalu berbicara dengan putra Kepala Pelayan Chen dan kamu menggunakan kesempatan hari ini untuk membuat wajahnya cacat. Benar, kan?"


Semakin banyak tebakan yang dilayangkan Xue Shan Shan dengan tepat sasaran, Lilu menjadi semakin tergemap.


Bagaimana Nona Besar bisa tahu tentang ini?


Namun, Lilu mana mungkin membenarkan semua tebakan Xue Shan Shan. "Aku tidak seperti itu!"


Qing Ke mengerutkan alisnya dengan heran.


Dia ingat, sebelumnya dia pernah membantu putra Kepala Pelayan Chen, lalu mendapatkan ucapan terima kasih darinya.


Apa hanya karena ini Lilu memiliki dendam padanya?


Bukankah itu terlalu sepele?


"Da Bingzhi, apa kamu berani menggores wajah Lilu dengan belati itu?" Xue Shan Shan masih saja mengumbar senyuman.


Wajah Da Bingzhi memucat, walaupun dia berani menghajar siapa pun, tetapi ini pertama kalinya dia menggunakan pisau.


"Tidak masalah, aku akan melakukannya sendiri." Xue Shan Shan juga tidak memaksa karena dengan melihat sekilas, dia bisa tahu bahwa Da Bingzhi bukanlah orang berhati kejam.


"Nona." Da Bingzhi mundur selangkah, dia menekan belati tersebut dengan erat di tangannya dan matanya diliputi dengan ketegasan. "Nona, bagaimana bisa aku membiarkan tanganmu ternoda dengan darah? Terlebih, itu darah pelayan rendahan!"


Setelah berbicara dengan penuh penghinaan, Da Bingzhi berjalan menghampiri Lilu


"Ah, tolong! Nona Kedua, tolong selamatkan aku!"


Xue Yuwen tentu saja dengan jelas mendengar pembicaraan antara Xue Shan Shan dan Da Bingzhi hingga wajahnya kini diliputi dengan ekspresi ketidakpercayaan.


Padahal, mereka sedang berada di luar dan begitu banyak mata yang sedang menatap mereka.


Bagaimana Xue Shan Shan berani melakukan kekerasan di depan umum?


"Kakak, apa kamu sadar dengan apa yang kamu lakukan?" Xue Yuwen berteriak dengan keras. "Apa kamu tidak takut masalah ini akan tersebar luas dan nama baikmu akan rusak? Bahkan, kamu bisa saja merusak nama baik Pangeran Li Xian, calon suamimu."

__ADS_1


Mendengar itu, Xue Shan Shan mendengus sinis. "Kamu tidak perlu mengkhawatirkan reputasi atau nama baikku yang sudah rusak sejak lama. Lagipula, bukankah citra Pangeran Li Xian sejak lama sudah terkenal kejam di Negara Yuzhou kita!"


Kata-kata Xue Shan Shan berhasil membuat Xue Yuwen terbungkam, tetapi itu hanya berlangsung beberapa saat.


"Kakak, dengarkanlah nasihatku dan segera berhenti! Bahkan, jika Lilu melakukan kesalahan, kamu juga sudah memukulnya."


Kemudian, Xue Yuwen memberikan isyarat pada Lilu hanya dengan lirikan matanya agar gadis itu berlutut dan memohon belas kasihan.


Xue Shan Shan memperlihatkan senyuman yang haus akan darah. "Seumpama hari ini Qing Ke bukan orangnya dan dia jatuh ke tangan kalian, apa kalian akan melepaskannya jika dia memohon?"


"Tidak akan seperti itu, Kakak. Apa yang kamu katakan ...." Xue Yuwen segera menggelengkan kepalanya. "Kamu ...."


"Lakukanlah!" Xue Shan Shan langsung berteriak dengan suaranya yang manja, lalu mendorong Xue Yuwen. "Hari ini aku ingin melihat siapa yang berani menghalangi jalanku!"


Da Bingzhi langsung mengangkat tangannya, sementara Lin Mei dan Qing Ke memegangi Lilu yang meronta-ronta sekuat tenaga.


Apabila wajahnya rusak, dia tidak akan memiliki harapan apa pun lagi!


Sementara itu, Xue Shan Shan mengambil satu lagi makanan penutup dan menggigitnya. Rasa makanan penutup yang manis membuat hatinya yang semula meledak-ledak, menjadi lebih tenang sedikit.


"Tusuk!"


Suara itu mengalun indah itu bersamaan dengan suara belati yang menusuk kulit, membuat semua orang bergidik ngeri hingga kulit mereka bahkan sudah memucat. Terutama Da Bingzhi, dia sudah gemetaran.


"Lanjutkan!" Xue Shan Shan masih berujar dengan suara pelan.


Da Bingzhi menggigit bibirnya dan sekali lagi mengangkat tangannya.


"Berhenti!"


Xue Jingguo menyahut dengan keras dan terburu-buru mendekat. "Anak durhaka! Apa yang kamu lakukan?!"


Xue Jingguo membeliakkan matanya dan wajahnya penuh dengan keraguan hingga suara tangis Selir Faye yang begitu tiba-tiba menyadarkannya.


"Tuan, kamu harus memberikanku keadilan."


Xue Yuwen juga segera berkata, "Ayah, cepat periksa ibu dan selamatkan Lilu."


Setelah itu, Selir Faye dan Xue Yuwen apa yang terjadi dengan menambahkan lebih banyak bumbu agar cerita tentang Xue Shan Shan terasa lebih gurih hingga membuat Xue Jingguo murka.


"Anak durhaka, hentikan perbuatanmu!" Xue Jingguo menyerbu ke arah Xue Shan Shan dan meraih lengannya. "Kenapa kamu masih diam saja? Cepat panggilkan tabib!"


Kemudian, Xue Jingguo menatap Da Bingzhi dengan mengucapkan kata demi kata. "Setelah itu, seret pelayan ini dan pukul dengan tongkat hingga mati!"


Lin Mei, Qing Ke, bahkan Minglang bergegas melindungi Da Bingzhi di belakang mereka dan dengan waspada memandang para pelayan pria yang mengepung mereka.


"Da Bingzhi!"


"Ya." Da Bingzhi segera menatap Xue Shan Shan dan mendapati gadis itu sama sekali tidak peduli pada tangannya yang ditahan oleh Xue Shan Shan.


Bahkan, Xue Shan Shan masih sempat-sempatnya mengeluarkan suara dinginnya. "Aku di sini, jangan takut. Lanjutkan saja tugasmu."


Hanya dengan delapan kata yang pendek, keberanian di dalam diri Da Bingzhi langsung mencuat keluar secara ajaib dan tiba-tiba. Dia langsung berbalik, lalu menggores wajah Lilu dengan lebih kejam tanpa memperdulikan keberadaan Xue Jingguo.


Dalam sekejap, bau darah yang menyengat memenuhi hidung semua orang hingga membuat Selir Faye mendadak muntah-muntah, sedangkan Xue Yuwen yang berada di sebelahnya langsung memucat.


Kengerian dan kepanikan tidak cukup menggambarkan suasana hati Xue Yuwen saat ini. Dia benar-benar tidak menyangka Xue Shan Shan akan berani bersikap seperti itu meski ada Xue Jingguo di hadapan mereka.


Xue Shan Shan, seberapa besar nyali yang dimilikinya?


Xue Jingguo juga terkejut, dia mengangkat tangannya untuk menampar Xue Shan Shan.


Namun, tangannya dengan cepat ditangkap oleh gadis itu.


Awalnya, Xue Jingguo juga tidak peduli. Dia adalah menteri militer dan juga seorang pria, kekuatannya tentu saja tidak akan mampu ditahan oleh Xue Shan Shan.


Namun, kenyataannya ....


Lengannya sama sekali tidak mampu memukul Xue Shan Shan!


Kenapa bisa seperti ini?


Xue Jingguo benar-benar tidak bisa percaya ini!


Xue Jingguo menatap Xue Shan Shan dan merasa dia baru pertama kali mengenali putrinya itu.


Xue Shan Shan memandang Xue Jingguo, senyuman di wajahnya sudah sejak lama hilang tanpa jejak dan berganti dengan kebencian.


"Ibuku adalah nyonya rumah di Kediaman Xue, tapi karena dia berselisih dengan Bibi Faye, kalian menganiaya ibuku dan memihak kepada Bibi Faye. Kalian merampas kekuasaan yang pantas didapatkan oleh ibuku dan membiarkan Bibi Faye yang seorang budak menginjak-injak ibuku."


"Sementara itu, aku adalah putri sah dari Kediaman Xue, tapi aku selalu memilih barang-barang sisa dari Xue Yuwen yang hanya merupakan seorang anak murba. Karena itu, aku ingin bertanya dari mana etika seperti ini berasal?"


"Ketika pelayan Selir Faye dipukuli, kalian semua datang untuk mencari keadilan. Namun, ketika pelayanku yang dipukuli, kalian malah mengatakan bahwa dia pantas disalahkan."


"Di sini aku ingin bertanya, atas dasar apa kalian bisa bersikap seperti itu padaku dan ibuku?" Xue Shan Shan menatap satu per satu orang yang ada di hadapannya dengan tatapan haus darah.

__ADS_1


__ADS_2