Peri Racun Kesayangan Pangeran

Peri Racun Kesayangan Pangeran
Penjara Hati Sang Kaisar


__ADS_3

"Ahhh, Kaisar ... lebih cepat."


"Tessa."


Suara-suara ******* bagaikan melodi indah yang justru menusuk tajam ke telinga Jennifer Woodley hingga menembus jantungnya.


Jennifer Woodley langsung membeku begitu mendengar suara Kaisar Earl dan Tessa Woodley yang saling bersahutan berlomba-lomba mereguk kenikmatan.


Jennifer Woodley tidak pernah menduga bahwa suami dan adiknya akan berguling-guling di dalam kamar, bahkan di atas ranjang pernikahannya!


Ketika tubuhnya tidak lagi membeku, tanpa sadar Jennifer Woodley menggigit bibirnya yang bergetar.


Jennifer Woodley memaksa seluruh tubuhnya yang hampir membeku mendekati kamar yang menjadi saksi peraduan sepasang kekasih haram itu.


Semakin dekat Jennifer Woodley dengan kamar, semakin keras pula suara suami dan adiknya keluar dari sana. Bersamaan dengan itu, Jennifer Woodley juga merasakan hujaman keras yang menghantam dadanya.


"Ahhh, Kaisar ... kenapa kau membuangnya di dalam? Bagaimana jika aku hamil?" Suara Tessa Woodley yang terdengar lembut dan feminim, juga disertai dengan *******, mendengung di dalam gendang telinga Jennifer Woodley.


Sementara itu, suara Kaisar Earl terdengar sangat dingin dan dalam. "Biarkan saja!"


"Kai, Jenni sedang berusaha untuk mendapatkan anak darimu, tapi kau malah mencoba menghamili aku?" Suara manja yang mendayu-dayu kembali keluar dari mulut manis Tessa Woodley.


"Aku tidak peduli, aku hanya ingin anak darimu!" Suara dingin dan jauh Kaisar Earl kembali terdengar.


Jantung Jennifer Woodley membeku di dadanya dan gigitan pada bibirnya semakin kuat saat dia berusaha keras untuk tidak terisak.


Apa yang Kaisar Earl katakan tanpa perasaan hari ini, jauh berbeda dengan sumpah yang pria itu ucapkan di depan Tuhan tiga tahun lalu.


'Jennifer Woodley, Aku bersumpah dan berjanji untuk mencintaimu dengan setia, mempercayai dan menghormatimu. Aku akan menghiburmu di saat susah dan menjagamu. Semua yang aku miliki adalah milikmu. Aku memberimu tangan dan hatiku selama hidup kita.'


Di mana kata cinta setia, mempercayai dan menghormati?


Semua itu hanya omong kosong!


Memberikan tangan dan hati? Bahkan, Kaisar Earl tidak pernah menggenggam tangan Jennifer Woodley, bagaimana mungkin dia bisa memiliki hatinya juga?


Sesaat kemudian, Jennifer Woodley mengangkat tangannya yang sudah bertengger di gagang pintu.


Jennifer Woodley lebih memilih berbalik, lalu pergi alih-alih masuk ke dalam kamar hanya untuk memergoki percintaan penuh gelora antara suami dan adik yang dia cintai.


Jennifer Woodley benar-benar tidak punya keberanian untuk menghadapi situasi di dalam kamar itu.


Bahkan, jika Jennifer Woodley membuka pintu kamar, itu hanya akan membuat hatinya semakin hancur!

__ADS_1


Sudah cukup bagi Jennifer Woodley mengetahui fakta Kaisar Earl tidak mencintainya hingga berselingkuh dengan Tessa Woodley, adik kandungnya sendiri!


Jennifer Woodley tidak ingin menambah fakta lainnya dengan menyaksikan bagaimana kedua manusia tercela itu mengkhianatinya.


Jennifer Woodley menelan salivanya seperti sedang menelan bongkahan batu hingga rasanya tercekat di tenggorokan saat mengingat apa yang terjadi hari ini adalah karena kesalahannya sendiri di masa lalu.


Seandainya, Jennifer Woodley mengikuti nasihat ibunya untuk tidak bersikeras menikahi Kaisar Earl, dia pasti tidak akan mengalami hal menyakitkan seperti saat ini!


Bahkan, demi mengukuhkan rumah tangganya yang lebih dingin daripada Kutub Utara, Jennifer Woodley juga berusaha keras agar bisa hamil dan memberikan seorang anak untuk Kaisar Earl.


Jennifer Woodley benar-benar sudah membuang waktunya dengan mengunjungi setiap rumah sakit yang ada di Rain City, dia juga rela bereksperimen dengan segala macam pengobatan rumahan.


Ketika akhirnya Jennifer Woodley berhasil mengandung anak Kaisar Earl, pria itu malah mengkhianatinya dengan kejam.


Apakah pria itu tidak punya hati? Berkhianat adalah satu masalah, mengajak wanita lain naik ke atas ranjang pernikahan mereka merupakan masalah lainnya!


Seperti menambahkan garam pada lukanya, ternyata Kaisar Earl sedang berusaha membuat Tessa Woodley mengandung.


Jennifer Woodley berusaha keras untuk bisa keluar dari Orleander Breeze—vila tempat dirinya dan Kaisar Earl tinggal setelah pernikahan mereka. Wanita itu berjalan keluar dari vila dan tanpa bisa dicegah, air mata mengalir di pipinya.


Jennifer Woodley menangis tanpa suara saat suara Kaisar Earl dan Tessa Woodley yang saling bersahutan, bermain di kepalanya.


Kesedihan yang mendalam setelah memergoki perselingkuhan suami dan adik kandungnya, membuat Jennifer Woodley kehilangan akal sehatnya sehingga dia terus berjalan di bawah guyuran hujan lebat yang membasahi Rain City.


Truk itu menargetkan Jennifer Woodley!


Brak!


Tubuh Jennifer Woodley terbang ke udara akibat benturan itu sebelum akhirnya dia jatuh dengan keras ke tepi jembatan.


Pada saat itu, Jennifer Woodley seperti merasa organ-organ di dalam tubuhnya semua sudah bergeser saat cairan kental berwarna merah dan segar, menetes dari atas kepala sebelum akhirnya mewarnai penglihatannya hingga menjadi merah.


"Sssttt, to ... long!" Dalam keadaan linglung, Jennifer Woodley mendesis kesakitan dan meminta pertolongan ketika netranya menangkap seorang pria berwajah mengerikan keluar dari truk dan menghampirinya.


Jennifer Woodley pikir, dia akan diselamatkan ketika melihat pria itu mengulurkan tangan ke arahnya.


Namun, pikiran tersebut segera sirna ketika mengetahui pria itu hanya ingin memeriksa pernafasannya.


Kemudian, pria itu meraih telepon dan menghubungi seseorang. "Tuan Earl, dia masih hidup. Haruskah aku membuangnya ke laut?"


Mendengar supir itu menyebut Tuan Earl, hati Jennifer Woodley sangat sakit seolah-olah truk yang menabraknya turut menghancurkan hatinya hingga berkeping-keping.


Selama hidupnya, Jennifer Woodley hanya tahu satu Tuan Earl.

__ADS_1


Dialah Kaisar Earl!


Pria yang paling Jennifer Woodley cintai hingga dia mendedikasikan semua hidupnya hanya untuk menciptakan hari-hari indahnya bersama Kaisar Earl.


Setelah perselingkuhannya dan Tessa Woodley terungkap, apakah pria itu ingin menghilangkan jejak dan bukti dengan menyingkirkan Jennifer Woodley?


Mungkinkah Kaisar Earl ingin mendeklarasikan hubungannya dengan Tessa Woodley?


Saat masih berperang dengan pikirannya sendiri, Jennifer Woodley mendengar suara pengemudi yang sudah menutup teleponnya dari Tuan Earl.


"Nyonya Earl, jangan salahkan aku mendorongmu ke jurang kematian. Salahkan saja dirimu sendiri yang sudah salah mencintai orang!"


'Nyonya Earl?' Jennifer Woodley yang hampir melupakan fakta bahwa dirinya masih berstatus nyonya dalam keluarga Earl, hanya bisa tetawa miris di tengah-tengah rasa sakit yang mendera.


Detik berikutnya, pengemudi itu menendang Jennifer Woodley dengan kejam menggunakan kakinya yang terbungkus sepatu.


Saat itu, tubuh Jennifer berada satu meter dari tepi jembatan dan pria pengemudi itu memiliki tubuh besar yang kekar. Pengemudi itu tanpa ampun menendang tubuh Jennifer Woodley yang sudah retak di mana-mana sehingga dalam beberapa kali serangan, wanita malang itu terlempar ke udara sebelum akhirnya terjatuh dari jembatan dan tenggelam ke dasar lautan.


"Semoga kita tidak bertemu di kehidupan selanjutnya!" Pengemudi itu mendengus dingin.


Jennifer Woodley memejamkan matanya, mencoba menahan rasa sakit yang sebenarnya sudah tidak bisa dia tahan.


Dua baris cairan bening meluncur dari pelupuk matanya ketika dia bergumam, "Aku membencimu, Kaisar Earl!"


Dalam tidurnya, Jennifer Woodley sedang berjuang keras untuk meraup oksigen ketika air tawar membuat tubuhnya semakin tenggelam.


Bulir-bulir keringat membasahi wajahnya yang pucat, begitupun dengan air mata yang mengalir deras dari pelupuk matanya.


"Mommy, kau kenapa? Mommy, bangunlah!" Suara menggemaskan dari pria kecil yang sedang menangis tergugu, menembus gendang telinga Jennifer Woodley hingga membuat kesadarannya perlahan pulih.


Itu suara Jayden Woodley, putra keduanya yang selalu tampil ceria seperti mentari pagi!


Jennifer Woodley langsung tersentak dan cepat-cepat duduk di atas ranjang dengan nafas yang memburu seperti dikejar-kejar hantu.


"Mommy, kau mimpi buruk lagi?" Suara datar dari pria kecil lainnya yang duduk di sebelah Jayden Woodley, menarik perhatian Jennifer Woodley.


Wanita itu menatap Jeffery Woodley—putra pertamanya yang cenderung pendiam dan selalu memasang raut wajah datar dalam setiap kesempatan.


Memikirkan pertanyaan Jeffery Woodley, pikiran Jennifer Woodley seketika itu juga mengirimkan beberapa potong adegan yang masuk ke dalam mimpinya.


Sebenarnya, itu bukanlah mimpi!


Apa yang dialami Jennifer Woodley di dalam mimpinya saat ini adalah kilas balik kejadian tujuh tahun lalu yang dia alami secara nyata!

__ADS_1


Tidak ingin membuat kedua putranya yang berharga khawatir, Jennifer Woodley hanya mengangguk tipis dan menjawab, "Iya, Mommy mimpi buruk lagi."


__ADS_2