Peri Racun Kesayangan Pangeran

Peri Racun Kesayangan Pangeran
Sungguh Naif!


__ADS_3

Xue Shan Shan justru tertawa. "Pada akhirnya dia hanyalah gadis kecil yang belum memiliki pemikiran dewasa, sungguh naif!"


"Apa yang harus kita lakukan, Nona?" Minglang menatap Xue Shan Shan sambil berkata, "Apa perlu memberi tahu Yura Chen?"


"Tidak perlu." Xue Shan Shan menggelengkan kepalanya. "Yura Chen sudah tahu, jadi kita tidak perlu mengurusi masalah ini lagi."


Benar saja, Chihuahua yang ada di Taman Fixie melihat perak di tangannya dengan sinis dan menyindir, "Nona, lihat ini. Orang-orang dari Kediaman Nona Kedua ingin membeli saya, tapi saya tidak akan menghianatimu di seumur hidup ini. Apa mereka tidak mempertimbangkan seberapa dekat hubungan kita? Mo PPana bisa dibeli dengan perak ini!"


Meski Chihuahua tidak sudi dibeli, tetapi perak itu sudah di tangannya. Jadi, tentu saja dia panik dan khawatir Yura Chen akan salah paham karena perak itu.


Yura Chen mengambil peran di tangan Chihuahua, dia menimbangnya sebentar dan berkata dingin. "Ini tidak sedikit. Chihuahua, kamu pura-pura saja nanti menyetujuinya karena aku ingin lihat apa yang ingin dilakukan oleh Nona Kedua."


Sebelum Chihuahua menanggapi, Yura Chen kembali berkata, "Jangan lupa simpan barang buktinya!"


Chihuahua menggangguk patu. "Nona tenang saja, saya tahu apa yang harus dilakukan!"


Beberapa saat kemudian, Yura Chen dan Chihuahua pun langsung memainkan drama.


Saat Putao melewati Taman Fixie untuk memantau keadaan, dia melihat Yura Chen sedang memarahi dan memukul Chihuahua.


Karena itu, Putao berpikir bahwa Chihuahua pasti akan berpihak padanya.


Putao tersenyum puas, lalu kembali hanya untuk melapor pada Xue Yuwen.


"Sudah saatnya, segera berikan tanaman krokot itu kepada pelayan yang ada di dapur." Xue Yuwen tersedia jahat. "Setelah selesai dimasak, berikan krokot itu kepada Chihuahua dan suruh dia memastikan Yura Chen memakannya sampai habis."


Kemudian, Xue Yuwen melepaskan gelang di tangannya dan memberikannya pada Putao. "Berikan ini pada Chihuahua."


Putao merasa segalanya berjalan dengan lancar, jadi dia tidak terlalu banyak berpikir


Lagipula, Chihuahua berasal dari rumah bordil. Jadi, wajar saja jika tidak pernah melihat benda-benda bagus yang dimiliki Nona Kedua hingga dia mudah tergiur.


Padahal, itu hanyalah pemikiran pelayan tidak tahu diri seperti Putao yang haus akan kemewahan.


Tidak bisa dipungkiri bahwa Chihuahua, bahkan semua pelayan yang ada di dunia menginginkan kemewahan. Hanya saja, Chihuahua adalah jenis pelayan yang tidak bisa dibeli kesetiannya.


Setelah memerintah Putao, Xue Yuwen pergi ke tempat tinggal Selir Faye. Saat melihat ibunya yang terbaring dengan wajah pucat, dia pun segera menghampirinya.


"Ibu, bagaimana keadaanmu hari ini?"


Selir Faye menatap Xue Yuwen dengan senyum pahit, lalu berkata, "Keadaanku baik atau tidak, tetap saja ayahmu sudah lepas tangan padaku."


"Jangan berkata seperti itu, Ibu." Xue Yuwen meninggikan suaranya. "Siapa yang tidak tahu bahwa ibu adalah orang yang paling dicintai oleh ayah? Kenapa Ibu harus menyerah pada diri sendiri? Bukankah kamu masih bisa punya anak lagi nanti?"


Kata-kata yang hampir serupa juga sudah berkali-kali diucapkan oleh Lilu, tetapi suasana hati yang buruk membuat Selir Faye tidak mendengarkannya baik-buruk.


"Ibu, jangan khawatir. Yura Chen pasti akan kehilangan anak juga!"


Selir Faye terkejut mendengar penuturan putrinya. "Apa maksudmu, Yuwen? Apa yang kamu ketahui? Apa sesuatu juga terjadi pada anaknya?"


Selir Faye sangat penasaran, dia juga sudah agak terlihat bersemangat dan berharap memang apa yang ada dipikirannya akan menjadi kenyataan. "Yuwen, cepat katakan "


Karena sangat membenci Yura Chen, Selir Faye tentunya sangat senang jika wanita itu menderita.


"Ibu, kalau kamu ingin melihat Yura Chen menderita, kamu harus bangkit kembali!" Xue Yuwen mengernyit alisnya, lalu kembali berkata, "Di antara hubungan Yura Chen dan ayah, mana bisa membiarkannya bertindak seenaknya!"


"Nyonya, yang dikatakan Nona Kedua benar. Beberapa hari ini, tuan terus datang ke sini untuk menjengukmu, tapi kamu terus seperti ini. Siapa yang tahu tuan akan tidak senang dan tidak ingin datang lagi? Apa kamu tidak menyadari bahwa waktu tuan mendatangimu semakin singkat."


Membiarkan Selir Faye merenung, Lilu kembali berbicara, "Kamu seperti mendorong tuan untuk pergi ke pelukan selir barunya."


Kata-kata itu berhasil membuat hati Selir Faye berdecit, terlebih begitu mengingat bahwa beberapa hari lalu Xue Jingguo sudah mengangkat Yura Chen sebagai selirnya.


Perlahan, wajah Selir Faye pun memerah. "Aku memang bersalah. Tidak seharusnya aku terus-menerus seperti ini dan membiarkan ****** itu senang!"


Begitu melihat semangat Selir Faye lagi, Xue Yuwen dan Lilu menghela nafas lega.


Xue Yuwen tersenyum dan berkata, "Baguslah kalau Ibu berpikir seperti itu."


"Anak baik, Ibu akan bangkit kembali kamu dan adikmu." Kemudian, Selir Faye menatap Lilu. "Pergilah temui tuan dan katakan aku mengajaknya makan bersama di sini."


"Baik, Nyonya." Lilu pergi dengan riang gembira.


Selir Faye berdandan dengan cantik, dia dan Xue Yuwen pun mengobrol sebentar.


Sebenarnya, Xue Yuwen ingin memberitahu rencananya pada Selir Faye.


Hanya saja, kondisi Selir Faye yang belum stabil membuatnya mengurungkan niatnya.


Anggap saja ini adalah kejutan untuk ibunya karena berhasil menyingkirkan Yura Chen.


Begitu Xue Jingguo datang, dia melihat anak dan istrinya mengobrol.

__ADS_1


"Baguslah jika kamu sudah membaik." Xue Jingguo berjalan mendekati keduanya dengan senyuman. "Faye, kamu tidak harus bersedih. Kita pasti akan punya anak lagi."


Air mata Selir Faye seketika mengalir deras hingga membuatnya terlihat semakin lemah seolah-olah sudah memikul beban terberat di dunia. "Tuan, aku merasa sakit hati. Awan aku bisa lebih berhati-hati, pasti kita tidak akan kehilangan anak yang belum lahir. Namun, semuanya sudah berlalu dan aku tidak akan mengungkitnya lagi."


Selir Faye mengikuti apa yang dikatakan oleh Xue Jingguo bahwa kegugurannya disebabkan oleh dirinya sendiri yang tidak sengaja memakan krokot.


Namun, di dalam hatinya tentu saja tidak merasa begitu.


Dia yakin, Yura Chen adalah dalangnya!


Melihat ayah dan ibunya sedang bersama, Xue Yuwen pun pamit pada Lilu dan pergi.


Ketika sampai di tempat tinggalnya, dia bertemu dengan Putao.


"Nona, semuanya sudah diatur."


"Bagus." Xue Yuwen menganggukkan kepalanya dan tersenyum puas.


Kebetulan, hari ini adalah batas terakhir yang diberikan oleh Xue Shan Shan.


Dengan kata lain, masa sepuluh hari Yura Chen untuk memanfaatkan bayi tak bernyawa di dalam kandungannya demi balas dendam, sudah harus berakhir.


Saat melihat krokot di dalam mangkuk, Yura Chen mengedipkan matanya pada Chihuahua, sebelum akhirnya aura dingin menguar dari sekujur tubuhnya.


Tanpa ragu, Yura Chen memakan krokot yang dibwakan oleh Chihuahua sampai habis.


Kemudian, Chihuahua pun berlari dan berteriak dengan keras. "Gawat! Gawat! Selir Chen pendarahan! Cepat panggilkan tabib!"


"Hahaha ...." Selir Faye yang berada di kediamannya langsung tertawa keras begitu mendengar berita tentang Yura Chen. Dia pun dengan kejam berkata, "Siapa yang berani memanggilkan tabib untuk jalangg itu? Tunda dulu sampai setengah hari!"


Perkataan Selir Faye membuat Lulu ragu. "Nyonya, jika tuan tahu hal ini dia mungkin akan menyalahkanmu."


"Tentu saja tidak." Selir Faye dengan percaya diri menjawab. "Aku baru saja keguguran dan ada begitu banyak orang di kediaman ini, jadi kenapa harus aku yang memanggil tabib?"


"Suruh para pelayan melakukannya dengan hati-hati. Jika ada yang memanggil tabib, halangi mereka!"


"Baik." Lilu segera beranjak pergi untuk mematuhi perintah.


Di dalam kamarnya, Selir Faye berjalan mondar-mandir karena terlalu senang. "Huh, dasar wanita jalangg! Aku ingin lihat, bagaimana kamu melaluinya kali ini."


"Biarkan ibuku yang pergi duluan." Di dalam kamarnya, Xue Shan Shan memberikan arahan kepada Lin Mei dan Minglang. "Pergilah mencari tabib, orang-orang yang diutus oleh Chihuahua pasti sudah dihentikan oleh Selir Faye."


"Ibu ...."


"Shan Shan, kenapa kamu datang ke sini?" Nyonya Diana mengerutkan keningnya saat melihat Xue Shan Shan. "Ini bukan tempat yang bisa kamu datangi, cepat pergi."


"Ibu, aku baik-baik saja. Aku ingin melihat Bibi Chen."


Sesuai aturan, Xue Shan Shan harus memanggil selir ayahnya dengan sebutan bibi, terlepas apakah mereka seumuran atau beda status.


Xue Shan Shan menggenggam tangan Nyonya Diana. "Aku membiarkan Lin Mei memanggil ibu terlebih dulu agar dia tahu bahwa kamu tidak akan membiarkan orang sekarat begitu saja."


Terbesit keraguan di mata Nyonya Diana, dia selalu merasa masalah yang ada tidak sesederhana itu. "Shan Shan, apa yang kamu ketahui?"


Xue Shan Shan menghela nafas. "Setelah masalah ini selesai, aku akan menceritakan segalanya padamu. Sekarang, ayo kita masuk dulu."


Belum memasuki kamar, mereka sudah mendengar suara tangis Chihuahua. Hanya saja, gadis pelayan itu tidak mengeluarkan air mata.


Saat merasakan dirinya ditarik, Chihuahua hendak memberontak. Akan tetapi, dia mengurungkan niatnya itu saat menyadari bahwa orang yang menariknya adalah Xue Shan Shan.


"Nona Besar."


"Cucilah mukamu dan pastikan wajahmu bawah sepenuhnya, lalu pergi cari ayahku." Xue Shan Shan memerintahkan dengan cepat. "Jangan lupa ceritakan segalanya dengan jelas pada ayahku."


Xue Shan Shan sengaja melakukan penekanan di kata terakhirnya.


Chihuahua langsung paham dan segera pergi.


Saat ini, Taman Fixie dikelilingi oleh banyak orang. Bahkan, Nyonya Tua Xue juga sangat terkejut.


Saat Nyonya Tua Xue datang, tabib masih belum sampai hingga membuatnya marah. "Apa yang terjadi? Di mana tabib?"


Meski tidak menyukai Yura Chen yang berasal dari rumah bordil, bayi di dalam kandungan wanita itu tetap saja cucunya.


Seorang pelayan dari Taman Fixie lekas berlutut di hadapan Nyonya Tua Xue dan berkata, "Nyonya Tua, sudah banyak orang yang pergi memanggil tabib, tapi tidak ada satu pun dari mereka yang kembali."


Nyonya Tua Xue mengerutkan keningnya dan bertanya lagi. "Apa yang terjadi?"


Pada saat itu, Xue Shan Shan masuk ke dalam kamar dan melihat Yura Chen yang terbaring di tempat tidur. Diam-diam, Xue Shan Shan menyelipkan sebutir ke dalam telapak tangan Yura Chen. "Telanlah."


Yura Chen mengangguk, lalu dia berteriak kencang, sebelum akhirnya memasukkan pil tersebut ke dalam mulutnya.

__ADS_1


Tidak lama kemudian, Yura Chen merasakan adanya cairan hangat di bagian bawah tubuhnya.


Yura Chen meneteskan air mata, anaknya sudah tiada ....


Kemudian, Xue Jingguo datang bersama Chihuahua yang berjalan di belakang dan diam-diam menganggukkan kepalanya pada Xue Shan Shan.


Bersamaan dengan itu, Minglang pun datang bersama tabib.


Setelah diperiksa, tabib mengatakan bahwa bayi Yura Chen sudah meninggal


Karena itu, Xue Jingguo marah besar dan memerintahkan pelayan untuk mengikat Xue Yuwen.


Saat kabar itu sampai di telinga Selir Faye, dia langsung jatuh ke lantai. Dia pun menatap Lilu dengan raut tak percaya dan berkata, "Bagaimana bisa masalah ini berhubungan dengan Yuwen?"


Pada saat itu, Xue Shan Shan tidak mungkin tidak berpartisipasi!


Xue Shan Shan, Minglang dan Lin Mei, juga Qing Ke duduk di sudut Taman Fixie sambil menikmati makanan penutup di bagian kiri, sementara teh di bagian kiri.


Di sisi lain, Nyonya Diana tidak berminat dengan sandiwara yang ada, dia memutuskan untuk segera kembali ke tempat tinggalnya.


Xue Yuwen justru sangat bingung karena tiba-tiba ditangkap dan baru mengetahui apa yang terjadi setelah melihat Chihuahua berlutut di tanah.


"Berlutut sekarang!" Xue Jingguo berteriak marah, dia menatap Xue Yuwen dengan ekspresi tak percaya. "Chihuahua, katakan semuanya!"


Xue Yuwen ketakutan, dia mengerutkan bibirnya dan berlutut.


Kemudian, suara tangis Chihuahua pun mulai berdering.


"Tuan, Selir Chen dicelakai oleh Nona Kedua. Dia menyogok saya, menyuruh saya untuk memberi daun krokot kepada Selir Chen. Setelah itu, saya memberitahukan hal ini pada Selir Chen."


"Karena khawatir Nona Kedua akan mencari orang lain kalau saya tidak setuju dan tidak ingin mencurigai semua orang, Selir Chen meminta saya untuk berpura-pura menyetujui Nona Kedua."


"Namun, saya tidak menduga bahwa Selir Chen akan tetap terjebak. Tuan, Anda harus menegakkan keadilan untuk Selir Chen. Terlebih, tabib juga mengatakan Selir Chen keguguran karena krokot."


Chihuahua menangis dengan sedih, dia tidak benar-benar bersandiwara karena kesedihan yang dirasakan oleh Yura Chen juga ikut dirasakan.


Bagaimanapun, dia tahu lebih dari siapa pun bahwa selama ini Yura Chen yang hidup sebatang kara sangat menginginkan sebuah keluarga, terutama anak!


Xue Yuwen memucat, dia tidak bisa berdalih dan hanya bisa merasakan kepanikan karena rencananya diketahui dengan mudah oleh semua orang.


Plak!


Xue Jingguo menampar Xue Yuwen dengan keras. "Kamu sangat kejam! Bagaimanapun, bayi di dalam kandungan Selir Chen juga adalah adikmu!"


Xue Yuwen memegang pipinya yang terasa panas dan perih, dia menoleh pada Xue Jingguo dengan perlahan dan menatap sang ayah dengan emosi yang memancar di netranya. "Bayi di dalam perut ibuku barulah saudara kandungku! Selir Chen sudah membunuh bayi ibuku, jadi bayinya juga tidak berhak untuk hidup!"


"Ayah tidak boleh pilih kasih! Selir Chen mengalami keguguran karena memakan daun krokot, kalau Ibu bisa salah makan, kenapa dia tidak bisa!"


"Nona kedua, kamu jangan sembarangan bicara!" Chihuahua langsung membantah, "Selir Chen selalu khawatir dirinya salah makan, jadi dia pasti mengingat bentuk daun krokot. Karena itu, dia tidak mungkin memakannya! Namun, Nona malah memasukkan dalam berobat ke laut lain, jadi bagaimana kami bisa menghindarinya?"


"Tuan, jika Anda tidak percaya, saya masih menyimpan surat dari Putao bersama perhiasan yang diberikan oleh Nona Kedua."


Berkata sampai di sini, Chihuahua bergegas memasuki kamarnya dan keluar dengan membawa barang-barang yang dia sebutkan tadi. Dia meletakkan perhiasan di samping kaki Xue Jingguo dan mengeluarkan surat untuk diperlihatkan kepada semua orang.


Setiap kata yang tertulis di surat membuat tubuh Xue Jingguo bergetar karena amarah, dia pun kembali mengangkat tangannya dan menampar Xue Yuwen lagi. "Anak durhaka!"


Xue Shan Shan yang menyaksikan segalanya hanya tersenyum miring. Xue Yuwen tidak layak disebut anak durhaka, itu terlalu lembut.


Dia lebih pantas disebut sebagai anak iblis!


Bahkan, iblis saja belum tentu sekejam dia.


"Tamparan kali ini membuat Xue Yuwen akhirnya sempat bersaksi. Ayah, aku tidak salah! Aku tidak salah!"


"Yuwen!" Selir Faye yang mendengar berita putrinya dihukum, bergegas datang.


Saat melihat Xue Jingguo menampar Xue Yuwen yang selama ini diperlakukan layaknya tuan putri, Selir Faye merasa sangat sakit hati. Terlebih, ketika melihat tamparan itu membekas merah di pipi sang putri.


Selir Faye langsung memeluk Xue Yuwen dan menatap Xue Jingguo dengan tajam saat berkata dengan marah. "Tuan, jika ada masalah apa pun, bicara saja denganku! Yuwen masih muda, dia tidak sanggup disiksa seperti ini."


Mendengar itu, Xue Shan Shan yang berada di kejauhan hanya mendengus dingin.


Hah, umurnya bisa saja masih muda, tapi pemikiran jahatnya sungguh ....


Melebihi orang dewasa!


Kemudian, Selir Faye menambahkan sambil menangis. "Yuwen melakukan kesalahan seperti ini karena aku, jadi yang salah sebenarnya adalah aku ... semuanya salahku. Tuan, Yuwen masih muda, dia hanya anak gadis yang baru mau bertumbuh."


Masalah sudah jadi seperti ini, Selir Faye hanya bisa menekankan perihal umur Xue Yuwen untuk menarik simpati Xue Jingguo agar tidak bertindak terlalu kejam pada putrinya.


"Tuan, beberapa hari ini aku baru saja mengalami keguguran. Namun, Anda sangat sibuk dan Yuwen tidak bisa mencurahkan kesedihannya kepada orang lain sehingga dia melakukan kesalahan secara tidak sengaja. Apakah tuan ingin Yuwen hanya diam saja melihat ibu kandungnya terluka? Apakah Tuan menginginkan anak gadis berhati dingin?"

__ADS_1


__ADS_2