
Saat sedang mengatur rencana bersama Pangeran Li Xian, Xue Shan Shan mencium bau hingga hidungnya bergerak disertai mata terpejam dan gelengan kepalanya. "Harum sekali!"
"Putri, mi sudah siap." Wei Shu masuk dengan membawa dua mangkuk mi dan meletakkannya di atas meja.
Xue Shan Shan langsung mengambil mangkuk yang paling besar dan meletakkan di hadapannya dengan tidak sabar, lalu meletakkan mangkuk lainnya di depan Pangeran Li Xian. "Makan, makan, ayo makan bersama!"
Xue Shan Shan yang sedang makan mi dengan lahap menunjukkan bahwa saat paling bahagia adalah ketika sedang makan.
Senyum tipis terbit di wajah Pangeran Li Xian, sebelum akhirnya dia mengambil sumpit dan mencicipi minya.
Meskipun tidak selezat seperti yang terlihat di ekspresi Xue Shan Shan, juga tidak terlalu buruk untuk dimakan.
Xue Shan Shan tersenyum sembari membicarakan rencananya hingga mi dalam mangkuknya habis.
Kemudian, dia menyentuh perutnya dan menatap mangkuk Pangeran Li Xian dengan mata besar.
Dia ingin makan lagi ....
"Masih lapar?" Pangeran Li Xian menatap Xue Shan Shan seolah-olah dia bisa memahami isi hati dan pikiran gadis itu.
"Kamu tidak mau makan lagi?" Saat melihat Pangeran Li Xian meletakkan sumpit, Xue Shan Shan langsung mengambilnya tanpa menunggu jawaban dan melahap semua mi itu.
Sorot mata Pangeran Li Xian tampak muram. "Kamu bisa meminta dapur memasak lagi."
"Tidak perlu, jangan disia-siakan. Aku tidak keberatan makan makananmu, lagipula kita akan segera menikah." Xue Shan Shan berbicara dengan mulut penuh hingga tidak begitu jelas, tetapi Pangeran Li Xian bisa memahaminya.
Tiba-tiba, perasaan rumit merayap masuk ke dalam hati Pangeran Li Xian tanpa disadari oleh Xue Shan Shan.
Pangeran Li Xian berdehem dengan sedikit kepanikan yang melintas di matanya.
Setelah selesai makan, Pangeran Li Xian meminta Wei Shu mengambil makanan penutup, lalu menatap Xue Shan Shan dan berkata dengan tenang. "Biarkan aku yang melakukan hal-hal ini, jangan mengambil resiko."
Xue Shan Shan yang sedang menggigit makanan penutup, mengangkat kepalanya dan berkata, "Tidak beresiko. Dengan kemampuanku, aku bisa membocorkan rahasia ini tanpa diketahui oleh siapa pun.
"Terkadang, mereka tidak akan percaya jika langsung diberikan." Pangeran Li Xian berkata dengan datar, lalu menunjuk kepalanya sendiri. "Gunakan ini sedikit."
Sudut mulut Xue Shan Shan berkedut, dia mendengus di dalam hati. 'Memangnya, selama ini aku tidak menggunakan otakku?'
Xue Shan Shan memutar bola matanya, merasa tidak perlu mencari masalah dengan orang seperti Pangeran Li Xian.
__ADS_1
"Oh, iya, jangan lupakan kebaikan hati Putri Amber." Hampir saja dia melupakan Li Xuanji.
"Apa yang ingin kamu lakukan padanya?"
Kemudian, dia menghabiskan hampir dua jam hanya untuk menggambar 30 poster sambil menyantap makanan yang sepertinya tidak ada habisnya.
Bagaimana bisa habis jika berkali-kali Pangeran Li Xian menatap Wei Shu dan memeintah tanpa kata untuk mengantarkan makanan penutup ke hadapan Xue Shan Shan?
Setelah selesai membuat poster, Xue Shan Shan kembali melihatnya dengan senyum puas.
"Bukankah Putri Amber sangat antusias? Bagaimana mungkin antusiasme seperti ini tidak diumumkan keluar?"
Pangeran Li Xian tidak mengatakan apa-apa, dia hanya tersenyum miring, sebelum akhirnya kembali memberi perintah hanya melalui jelingan matanya pada Wei Shu.
Sepertinya, tuan dan majikan itu sudah terbiasa berbicara melalui telepati.
Begitu saja, Wei Shu mengambil poster yang dibuat oleh Xue Shan Shan, lalu melompat keluar hanya untuk menempelkan satu poster ke setiap bagian jalanan di ibukota.
Sementara itu, Xue Shan Shan pun kembali ke Kediaman Perdana Menteri.
Masalah perceraian di Kediaman Xue sudah ditekan oleh Perdana Menteri dan tentu saja, hal ini juga ada campur tangan dari Pangeran Li Xian.
Apalagi jika bukan tentang pemberitahuan yang tertempel di jalanan?
Saat mereka melihat lebih dekat, terpampang dua tulisan yang mengejutkan.
SURAT TERIMAKASIH
"Tuan Wu, tulisan apa ini? Aku tidak bisa membaca, bisakah kamu membacanya untukku?" Seorang rakyat berbicara sambil melihat tulisan yang terlihat berwarna-warni karena dia tidak bisa mengenal satu huruf pun.
"Ini adalah surat terimakasi," kata rakyat yang dipanggil Tuan Wu.
Kata-katanya menarik perhatian banyak rakyat yang lewat, mereka pun satu per satu berhenti melangkah hanya untuk mendengar Tuan Wu membaca.
"Terimakasih kepada Tuan Putri Amber, wanita paling baik hati dan ramah di Negara Yuzhou! Padahal, dia adalah putri yang bermartabat, tetapi sama sekali tidak menyombongkan statusnya. Tuan Putri Amber tidak hanya dengan murah hati menghadiahkan raja ular cobra yang sangat berbisa dan mematikan kepadaku, dia juga sangat baik terhadap Selir Faye dan Xue Yuwen dari Kediaman Xue hingga bersedia membantu menaikkan status mereka. Tuan Putri Amber bisa dijadikan teladan bagi Negara Yuzhou! Dengan ini, aku sebagai putri sah, Xue Shan Shan beserta seluruh keluarga berterima kasih kepada Tuan Putri Amber. Salam hormat!"
Setelah Tuan Wu selesai membaca, rakyat yang ada di sekitar sangat terkejut.
"Astaga! Apakah Tuan Putri Amber benar-benar sebaik dan seramah ini?" Rakyat agak sulit mempercayai pemberitahuan itu karena biasanya Putri Amber terkenal arogan dan sombong.
__ADS_1
"Bukankah masih ada putri sah? Namun, Tuan Putri malah lebih dekat pada putri murba dan seorang selir. Apakah berita ini benar?"
"Kalian belum tahu? Katanya, akhir-akhir ini selir dan putri murba di Kediaman Xue sangat dekat dengan Tuan Putri Amber. Setelah Tuan Putri menunjukkan mereka di depan umum, Xue Jingguo pun bersiap-siap mengangkat selir itu menjadi istri sah."
"Tuan Putri Amber bisa saja dibilang ramah, tapi bukankah itu artinya dia terlalu memanfaatkan kekuasaannya untuk menindas orang? Aku tidak tahu sebaik dan sehebat apa selir itu hingga bisa jadi seperti saudara sendiri dengan Tuan Putri Amber, tapi bukankah terlihat jelas mereka ingin menindas Putri Changning?"
"Benar, bahkan Tuan Putri Amber memberikan raja ular kobra pada Putri Changning. Kalau menurutku, daripada memberi hadiah, Tuan Putri Amber lebih terlihat ingin membunuh Putri Changning."
"Karena itu, kesanku terhadap Putri Changning juga berubah. Tuan Putri Amber sudah memberikan hadiah ular, juga membantu selir di Kediaman Xue untuk naik status, Putri Changning sebagai putri sah tidak hanya tidak marah, tetapi juga menulis surat terimakasih yang sangat menyentuh. Dia benar-benar gadis baik hati dan berbudi luhur."
"Aku juga merasa begitu."
Sepanjang hari, rakyat di ibukota tidak berhenti membicarakan surat pemberitahuan itu, juga berita tentang kejahatan Selir Faye yang sudah meluas.
Meski memiliki nasib yang sangat malang karena diracuni oleh selir ayahnya, mereka semua berpikir bahwa Xue Shan Shan benar-benar berhati tulus hingga menuliskan surat terimakasih sebanyak itu. Bahkan, tetap mengizinkan ayahnya mengangkat selir berhati iblis itu menjadi istri sah
Dalam sekejap, mereka semua membenci dan mengutuk Selir Faye.
Pada saat yang sama, Xue Jingguo sangat murka setelah melihat isi surat yang tersebar di jalanan.
Dia ingin mendatangi Xue Shan Shan dan menanyakan maksud putrinya itu, tetapi dirinya tidak memiliki cukup nyali mengingat kejadian terakhir kali.
Beruntung, Nyonya Tua Xue yang berotak dangkal berhasil menenangkan Xue Jingguo dengan mengatakan bahwa surat terimakasih itu tidak akan membuat Tuan Putri Amber marah.
Bagaimanapun, Putri Amber tidak kekurangan uang, emas, perak atau barang berharga lainnya.
Dia hanya membutuhkan hati rakyat!
Dengan surat-surat itu, rakyat pasti akan berpikir bahwa Tuan Putri Amber sangat baik karena membantu selir dan putri murba dari Kediaman Xue.
Jadi, memang sudah seharusnya Keluarga Xue berterimakasih dan untunglah, ada Xue Shan Shan yang menggantikan Kediaman Xue untuk mengucapkan terimakasih karena Tuan Putri Amber.
Di kediaman Tuan Putri Amber yang sudah diperbarui, seorang pelayan membawa selembar kertas besar dan menyerahkannya pada Putri Amber sambil berkata, "Tuan Putri Amber, Putri Changning membuat dan menempel banyak surat terimakasih di jalanan ibukota."
"Apa?! Surat terimakasih?!" Putri Amber menyambar kertas di tangan pelayan, lalu membacanya.
Tiba-tiba, Putri Amber menggertakkan gigi dengan perasaan murka.
"Xue Shan Shan!"
__ADS_1