Peri Racun Kesayangan Pangeran

Peri Racun Kesayangan Pangeran
Kebetulan Sekali


__ADS_3

Setelah Xue Shan Shan dan beberapa orang lainnya selesai makan, mereka tidak menunda waktu lagi dan langsung melanjutkan perjalanan.


Tidak lama setelah mereka pergi, dua kereta kuda berhenti tepat di depan kedai arak, sebelum akhirnya Putra Mahkota dan Pangeran Ketiga beserta rombongannya turun dari kereta.


Ketika memasuki kedai arak, mereka melihat kedai arak itu cukup berantakan dan beberapa orang membersihkan sisa kekacauan di lantai.


"Apa ada kamar pribadi?" tanya Putra Mahkota dengan ramah, menampilkan ekspresi murah senyum dan baik hati yang selalu dia perlihatkan di depan umum.


Begitu mendengar kalimat pembukaan yang sama batas pelayan kedai itu pun gemetar. Dia berkata, "Tidak ada kamar pribadi, tapi masih ada tempat di aula."


Mendengar perkataan pelayan itu, Pangeran Ketiga pun memelototinya.


"Tung ... tunggu sebentar, saya akan naik ke atas untuk memeriksa ...." Pelayan kedai itu sangat ketakutan.


Hari ini, para tamu yang berkunjung sangat menakutkan dan mereka terus meminta kabar pribadi.


Ketika dibilang tidak ada, langsung ingin marah.


Kejadian barusan saja belum sirna dari ingatan sang pelayan, jangan menambah kejadian baru lagi.


Bisa-bisa dia tidak bisa tidur karena terus terbayang-bayang.


Tidak lama setelah meninggalkan Modipoy, hujan mulai turun.


Saat ini, masih musim dingin. Hujan yang bercampur dengan hembusan angin dingin, membuat semua orang di dalam kereta merasa kedinginan.


"Tidak, hujan semakin deras, jalan di depan berlumpur ... aku khawatir kereta tidak akan bisa bergerak." Wajah kusir yang mengemudikan kereta terus diterpa oleh hujan hingga dia merasa tidak tahan lagi.


Xue Shan Shan mengangkat tirai kereta dan melihat keluar, hujan semakin deras dan langit juga sudah gelap.


Kemudian, dia melihat peta yang dibawanya. Setelah melewati wilayah Modipoy, jalan selanjutnya melewati pegunungan dan tidak akan melewati kota kecil.


Pada akhirnya, Xue Shan Shan membuat keputusan. "Kembali saja ke Modipoy untuk menginap satu malam."


"Baik."


Kereta kuda Xue Shan Shan dan rombongannya mengambil jalan memutar, mereka kembali ke Modipoy untuk mencari sebuah penginapan


Ketika mereka tiba di Modipoy dan menemukan sebuah penginapan, mereka langsung turun dan berjalan masuk.


Begitu masuk ke dalam, kedua bersaudara Fu dengan kompak merangkul lengan Xue Shan Shan di sisi kiri dan kanan.


"Shan Shan, aku tidur sekamar denganmu saja. Aku takut tidur sendirian," kata Fu Qingyue.


"Aku juga," timpal Fu Qiqi.


Xue Shan Shan mengerutkan keningnya, dia menatap satu per satu dua bersaudara Fu, lalu bertanya, "Bukankah kalian bisa tidur sekamar?"


"Kami masih tidak berani jika hanya berdua," jawab Fu Qingyue mewakili jawaban yang ingin dikatakan oleh Fu Qiqi juga.


Bagaimanapun, mereka berada di tempat yang baru dan sama-sama tidak mengerti tentang ilmu bela diri. Jadi, wajar saja jika keduanya agak takut dan khawatir.


Xue Shan Shan menghela nafas pasrah, dia ingin mengatakan bisa, tetapi suara indah yang sudah lama tak terdengar, kini tiba-tiba kembali terdengar di dalam benaknya.


"Ting Ting, peningkatan sistem selesai! Bayi genius Anda yang imut dan tak tertandingi, Grenie sudah kembali! Silahkan gerakkan jari Anda untuk membuka fitur."


"Selain itu, karena peningkatan sistem terlalu lama sehingga mempengaruhi kehidupan sehari-hari Anda, maka sepuluh ribu poin dikeluarkan secara khusus untuk menyatakan permintaan maaf kami."

__ADS_1


Wah!!!


Grenie sudah kembali!


Bahkan, memberikan aku sepuluh ribu poin sebagai kompensasi!


Xue Shan Shan sangat bersemangat, bahkan netranya tampak berbinar.


Apa dengan peningkatan sistem ini, sosok jahat yang sebelumnya sudah tergantikan dengan sosok imut?


Jika tidak, kenapa langsung memberi hadiah 10.000 poin?


Xue Shan Shan menahan kegembiraannya, lalu menoleh pada kedua bersaudara Fu dengan tega. "Maaf, kalian tidur berdua saja."


"Malam ini aku ingin beristirahat dengan tenang dan tidak bisa diganggu," kata Xue Shan Shan tanpa belas kasih, lalu melanjutkan untuk memberikan ketenangan pada kedua bersaudara Fu. "Tenang saja, tidak akan ada yang berani berbuat macam-macam pada kalian. Jika ada yang tetap nekat, bukankah aku sudah memberikan senjata ampuh pada kalian?"


Xue Shan Shan tidak memberikan kesempatan pada Fu Qingyue dan Fu Qiqi untuk membantah, dia kembali lanjut bicara, "Gunakan saja senjata-senjata itu!"


Begitu saja, Xue Shan Shan langsung berlari ke lantai atas setelah mendapatkan kunci kamarnya.


Bahkan, dia tidak berniat berpamitan pada Lei Zhen dan yang lainnya.


Sementara itu, Fu Qingyue menatapnya dengan tatapan dendam.


"Kak Qianning ...." Fu Qingyue merengek pada Qianning yang menjadi tempat dirinya menaruh harapan terakhir.


Qianning terbiasa sendirian, dia tidak nyaman sekamar dengan orang lain. Akan tetapi, karena kedua bersaudara Fu adalah wanita lemah, dia merasa sedikit tidak tega.


Jadi, dia terpaksa menyetujui permintaan Fu Qingyue.


Di sisi lain, Xue Shan Shan langsung mengunci pintu begitu dirinya sudah berada di dalam kamar.


Setelah meletakkan barang bawaan, pikirannya langsung menyelinap ke ruang waktu.


Dia melihat adanya simbol centang di bingkai di sebelah kolom kedai.


Di kolom ini, sebelumnya ada tanda tanya.


Xue Shan Shan tidak sabar untuk membuka bingkai itu.


Detik berikutnya, dia melihat kilatan cahaya dihadapannya bersamaan dengan suara Grenie yang terdengar.


"Selamat datang di Pusat Pengobatan Grenie!"


Pusat Pengobatan???


Tanpa peduli pada reaksi Xue Shan Shan, Grenie terus menjelaskan, "Pusat Pengobatan Grenie adalah pusat pengobatan kecil dengan struktur yang baik, dipadu juga dengan sistem medis modern, berbagai klinik medis, ruang operasi, kamar pasien dan fasilitas lainnya."


"Kapan saja, Anda dapat memindahkan pusat pengobatan ini hanya dengan pikiran dan menempatkannya di lingkungan tertutup mana pun. Sekarang, cobalah mengoperasikannya!"


Setelah mendengar penjelasannya Grenie, Xue Shan Shan menjadi lebih bersemangat dan sangat antusias.


Xue Shan Shan segera mencoba menggunakan kamar tempat dirinya berada untuk mengoperasikannya rumah sakit.


Dia benar-benar sudah tidak sabar mengunjungi pusat pengobatan kecil itu.


Kemudian, Xue Shan Shan membuka pintu dan berjalan keluar.

__ADS_1


Setelah berdiri di pintu, Xue Shan Shan mengeluarkannya Pusat Pengobatan Grenie dengan pikirannya dan meletakkannya di kamar yang ada di hadapannya.


Setelah menempatkan Pusat Pengobatan Grenie, Xue Shan Shan melihat sekeliling untuk memastikan tidak da orang di sekitar, sebelum akhirnya membuka pintu dan masuk.


Kali ini, Xue Shan Shan merasa dirinya sudah berada di dunia lain, dunia modern yang pernah dia kunjungi setelah mati di tangan algojo.


Saat itu, entah bagaimana dia bisa tiba di sana dan diberikan ribuan misi dengan imbalan bisa hidup kembali.


Pusat pengobatan yang ada di hadapannya terdiri dari dua lantai.


Di lantai satu, terdapat berbagai ruang klinik seperti seperti ruang CT scan, ruang B-ultrasound, laboratorium, ruang infus, ruang darah dan sebagainya.


Xue Shan Shan memasuki ruang darah dan melihat-melihat, dia terkejut karena menemukan bahwa di sana juga ada bank darah dengan stok yang banyak dari berbagai macam golongan darah.


Selain itu, stok itu tidak akan habis terpakai.


Setelah melihat-lihat sedikit lagi, Xue Shan Shan pergi ke lantai dua.


Di sana ada apotek yang memiliki berbagai jenis obat-obatan China dan Barat yang juga tidak akan habis terpakai.


Akhirnya, Xue Shan Shan tiba di ruang operasi dan melihat lingkungan yang steril, dia pun merasa dirinya bisa melakukan banyak hal.


Peningkatan sistem ini sungguh luar biasa dan berada di luar dugaan.


Awalnya, dia berharap Grenie bisa memberinya atau ruang operasi. Tanpa diduga, Grenie bahkan langsung mendirikan sebuah pusat pengobatan untuknya.


Sungguh praktis!


"Tok, tok, ...."


Pada saat ini, Xue Shan Shan mendengar suara ketukan pintu dari luar.


Xue Shan Shan dengan cepat menyembunyikan pusat pengobatan dengan pikirannya, lalu suasana pun kembali seperti kamar penginapan biasa.


Xue Shan Shan berjalan dan membuka ke pintu, dia melihat Fu Qingyue sudah berdiri di hadapannya.


"Shan Shan ...."


"Ada apa?" Xue Shan Shan dalam suasana hati yang baik, jadi dia memandang Fu Qingyue sambil tersenyum lebar.


Tidak menyadari adanya keanehan pada Xue Shan Shan, Fu Qingyue hanya berkata, "Hujan sudah berhenti, sepertinya pasar malam cukup ramai. Mau pergi melihat-lihat, tidak?"


"Oke, ayo pergi." Xue Shan Shan langsung menyentujii, dia pun berjalan menuruni tangga sambil bertanya, "Di mana Qianjing dan Qiqi? Apa mereka tidak ikut?"


"Kakakku sudah lelah, dia mau beristirahat saja, sedangkan Kak Qianning sudah tidur sejak tadi, aku tidak berani membangunkannya." Fu Qingyue menjelaskan dengan jujur.


Xue Shan Shan hanya mengangguk mengerti, dia tidak bertanya lebih banyak lagi.


Begitu hampir tiba di ujung tangga, Xue Shan Shan melihat sekelompok orang yang paling tidak ingin dia temui sampai sekarang.


Ketika hendak berbalik badan untuk pergi, sekelompok orang itu sudah lebih dulu melihatnya.


"Putri Changning, Nona Fu?" Suara tajam Pangeran Ketiga terdengar di langah pertama penginapan.


Pangeran Mahkota dan beberapa orang lainnya yang berdiri di belakang Pangeran Ketiga juga melihat ke arah Xue Shan Shan.


Pada akhirnya, Xue Shan Shan tidak berdaya dan terpaksa membalikkan badannya sambil menunjukkan senyuman penuh keterpaksaan. "Pangeran Ketiga, kebetulan sekali."

__ADS_1


__ADS_2