Peri Racun Kesayangan Pangeran

Peri Racun Kesayangan Pangeran
Kamu Masih Memiliki Aku


__ADS_3

Sekali lagi, Xue Shan Shan membuat semua orang terkaget karena membawa begitu banyak penghargaan.


Bahkan, Perdana Menteri dan anggota keluarga lainnya juga kaget melihat Kasim Han berdiri di sisi Xue Shan Shan yang hendak memasuki kediaman.


Saat ingin bertanya dengan sopan, tiba-tiba Xue Jingguo yang entah datang dari mana lebih dulu membuka mulutnya.


"Kasim Han, kenapa Anda di sini? Apa gadis itu membuat masalah hingga Kaisar mengutusmu datang?"


Awalnya, Xue Jingguo yang kini memiliki perasaan rumit pada Xue Yuwen, berniat berjalan-jalan keluar karena ingin mencari hadiah yang cocok untuk Selir Agung Mei.


Namun, tidak diduga mereka mendengar pembicaraan rakyat di sekitar yang melihat Xue Shan Shan kembali ke Kediaman Perdana Menteri dengan pengawasan Kasim Han.


Karena ingin memastikan apa yang terjadi, mereka ada di sini saat ini.


Di dalam hati masing-masing, Xue Jingguo yang tidak bisa begitu akrab lagi dengan Xue Yuwen, sama-sama berharap Xue Shan Shan akan terkena masalah.


Meski tidak menyukai kedua orang di hadapannya, Kasim Han tetap berkata, "Hari ini Kaisar berkunjung ke Istana Wanshou dan tidak sengaja bertemu, bahkan mengobrol dengan Putri Changning. Karena merasa sangat cocok, Kaisar memberikan semua hadiah ini sebagai penghargaan untuk Putri Changning."


Mendengar itu, tidak hanya Xue Jingguo dan Xue Yuwen yang terkejut, mereka tidak menduga Xue Shan Shan akan mendapatkan keberkahan seperti itu.


Pada saat bersamaan, Xue Jingguo dan Xue Yuwen sangat kecewa karena harapan mereka agar Xue Shan Shan mendapatkan masalah, ternyata tidak terwujud.


Di samping itu, Xue Yuwen juga merasa sangat iri hati.


Dia datang ke Kediaman Perdana Menteri dengan menebalkan mukanya hanya untuk menyaksikan bagaimana Xue Shan Shan menerima hukuman dari Kaisar.


Namun, tidak diduga dia justru melihat hal yang membuat hatinya membengkak.


Entah ilmu gaib apa yang digunakan Xue Shan Shan hingga sangat beruntung. Dia tidak hanya menjadi pusat perhatian, bahkan Kaisar juga terkesima dengannya.


sedangkan Xue Jingguo sulit mempercayai kata-kata Kasim Han.


Dia paling mengerti orang seperti apa Kaisar.


Meskipun Kaisar adalah orang yang baik hati, tetapi beliau juga sangat tegas. Jadi, bagaimana bisa Kaisar merasa cocok dengan Xue Shan Shan?


Sepertinya, Xue Jingguo terlalu memandang rendah Xue Shan Shan.


Mengabaikan Xue Jingguo dan Xue Yuwen, Perdana Menteri berbincang sebentar dengan Kasim Han, sebelum akhirnya mengantarkan pria yang menjadi tangan kanan Kaisar.

__ADS_1


"Kapan ulang tahun Selir Agung Mei?" Xue Shan Shan menatap kakeknya, lalu beralih pada sang ibu.


Kalau tidak mendengarnya langsung dari Kaisar, dia tidak tahu bahwa Selir Agung Mei akan berulang tahun.


Saat Nyonya Diana hendak menjawab pertanyaan Xue Shan Shan yang sengaja mengabaikannya seperti makhluk tak kasap mata, Xue Jingguo lagi-lagi menyela hanya untuk mempertegas keberadaannya.


"Istana baru mengeluarkan undangannya hari ini dan waktu pestanya adalah lima hari lagi. Kamu dan Yuwen akan pergi bersamaku untuk menghadirinya."


Xue Shan Shan menatap Xue Jingguo dengan tatapan aneh, lalu bertanya dengan sinis. "Atas dasar apa? Kenapa aku harus pergi dengan kalian?"


"Kakak ...."


"Kalau kalian sangat ingin pergi, pergilah tanpa aku!" Xue Shan Shan tidak ingin dimanfaatkan oleh kedua manusia tidak tahu diri itu.


Terlebih, setelah perbuatan menjijikkan Xue Yuwen terakhir kali.


Bagaimana dia masih bisa bersikap baik, walau hanya berpura-pura?


Tidak sudi, benar-benar tidak sudi!


Detik berikutnya, Xue Shan Shan yang malas berbicara dengan Xue Jingguo dan Xue Yuwen, sudah berlalu pergi tanpa menghiraukan keberadaan keduanya.


Setelah kepergian Xue Shan Shan, satu per satu anggota Keluarga Perdana Menteri juga meninggalkan Xue Jingguo dan Xue Yuwen yang kehadirannya tidak diinginkan.


Karena itu, keduanya sangat kesal karena merasa mereka saat ini diperlukan seperti orang rendahan.


Menyadari ketidaksenangan Xue Jingguo, Xue Yuwen mencoba mengambil hati sang ayah yang perlahan menjauh darinya. "Ayah, setelah ini aku harus bertemu dengan Putra Mahkota lagi."


Mendengar itu, ekspresi Xue Jingguo tampak cerah sedikit. "Akhir-akhir ini, kamu sangat dekat dengan Putra Mahkota. Bagaimana hubungan kalian?"


Xue Yuwen tersenyum dan berkata dengan malu-malu, padahal sedang membanggakan dirinya. "Ayah, hubungan kami sangat baik. Putra Mahkota berniat mempublikasikan hubungan kami pada hari ulang tahun Selir Agung Mei nanti."


Pernyataan Xue Yuwen membuat Xue Jingguo semakin berbinar, pandangannya terhadap sang putri juga sudah berubah.


Bagaimanapun, dia akan menjadi mertua Pangeran Mahkota ketika Xue Yuwen diangkat sebagai Putri Mahkota.


Jadi, bagaimana mungkin dia tidak senang atas berita yang disampaikan oleh Xue Yuwen.


Dalam sekejap, harapan besar muncul di dalam hatinya.

__ADS_1


"Pergilah, ingat jangan membuat masalah atau salah bicara." Xue Jingguo tidak hanya mengubah sikap, nada suaranya juga melembut.


Xue Yuwen mengangguk sambil tersenyum, sebelum akhirnya pergi meninggalkan Xue Jingguo seorang diri.


Dia sudah kehilangan minat mencari hadiah bersama sang ayah yang selalu mencari kedamaian demi diri sendiri, tanpa memikirkan hubungan suami-istri atau ayah dan anak.


Memikirkan hal itu, Xue Yuwen langsung mengeluarkan aura dinginnya begitu menjauhd Ari Xue Jingguo.


Di masa depan, jangan salahkan aku jika aku tidak sungjan terhadap Keluarga Xue karena sudah memperlakukan aku dan ibu dengan buruk.


Sejak kejahatannya terungkap, Xue Yuwen dan Selir Faye memang tidak lagi diperlukan dengan baik seperti sebelumnya.


Meski saat ini mereka masih memiliki sopan santun, tetapi ora pelayan di Kediaman Xue jelas-jelas sedang bertopeng di hadapannya.


Mereka tidak benar-benar menghormati Xue Yuwen dan Selir Faye.


Dengan cepat, Xue Yuwen sudah tiba di Kedai Teh Ruyi.


Saat baru saja memasuki ruang privat, tubuh Xue Yuwen sudah dipeluk dari arah belakang.


"Putra Mahkota ...." Xue Yuwen mengeluarkan suara manja andalannya yang bahkan mampu meluluhkan hati hati raja iblis.


Benar saja, hati Putra Mahkota langsung berdesir.


Namun, saat melihat mata Xue Yuwen berair, dia merasa sakit hati. "Yuwen, ada apa? Siapa yang menindasmu?"


Xue Yuwen menggelengkan kepala, air matanya mengalir ke wajah saat dirinya mulai terisak pelan. "Putra Mahkota, kenapa Yuwen tidak seberuntung Kakak Shan Shan? Apa karena Yuwen anak selir, sementara Kakak Shan Shan anak istri sah?"


"Yuwen, kenapa kamu berkata begitu? Apa Shan Shan yang menindasmu?"


Xue Yuwen kembali menggeleng hingga air matanya semakin banyak berjatuhan. "Mana mungkin Kakak menindasku, dia sangat baik."


"Kalau begitu, kenapa kamu menangis seperti ini?" Putra Mahkota masih tidak puas dengan jawaban Xue Yuwen yang selalu saja membela Xue Shan Shan, padahal sudah jelas di matanya bahwa gadis itu bersalah.


"Yuwen hanya sedikit iri pada Kakak Shan Shan yang tidak hanya dipilih sendiri oleh Yang Mulia Pangeran Li Xian untuk dijadikan istri, Kakak juga sangat disayangi oleh Keluarga Perdana Menteri, bahkan Kaisar, Selir Agung Mei dan Permaisuri Xuan juga sangat menyukai Kakak."


Saat berbicara, air mata Xue Yuwen masih saja menetes seolah-olah berniat membuat Negara Yuzhou banjir. "Namun, kenapa tidak ada yang menyukai Yuwen? Bahkan, ayah juga sekarang sudah bersikap dingin pada Yuwen."


"Yuwen, jangan bersedih. Kamu masih memiliki aku."

__ADS_1


__ADS_2