
"Nona, kamu harus memikirkan cara. Nyonya sepertinya terpengaruh dengan rumor yang beredar itu hingga nafsu makannya pun berkurang selama beberapa hari terakhir." Bibi Su hanya bisa menaruh semua harapannya pada Xue Shan Shan.
Begitu memasuki kamar ibunya, Xue Shan Shan melihat wanita itu sedang duduk termenung.
Saat melihat keberadaan Xue Shan Shan, ada sedikit kejutan di mata Nyonya Diana.
Setelah diperhatikan sekali lagi, Xue Shan Shan baru menyadari bahwa tubuh ibunya memang tampak lebih kurus dari sebelumnya.
"Shan Shan, kenapa kamu ke sini? Bukankah seharusnya kamu beristirahat?"
Xue Shan Shan tidak langsung menjawab, dia terlebih dahulu mendekati sang ibu dan duduk di sebelahnya. "Ibu."
Sejenak, hanya kesunyian yang menemani ibu dan putri itu.
Pada saat bersamaan, Xue Shan Shan juga memeriksa denyut nadi Nyonya Diana dan syukurnya, ibunya itu baik-baik saja.
"Ibu, jangan terlalu peduli tentang ayah dan Selir Faye. Selama ada aku, dia hanya bisa selamanya menjadi selir."
Mendengar itu, Nyonya Diana sedikit terkejut, sebelum akhirnya dia memasang senyum tipis sembari menepuk punggung tangan Xue Shan Shan. "Shan Shan, jangan urusi mereka, biarkan saja ...."
Seketika, Xue Shan Shan menjadi marah tanpa alasan.l dan berdiri sembari menatap Nyonya Diana. "Ibu, apa Ibu tidak tahu bahwa Ibu harus memperjuangkan urusan ini sendiri? Dengan sikap ibu yang selalu diam untuk menghindari masalah, segalanya hanya akan menjadi lebih buruk dan mereka akan semakin keterlaluan."
"Setidaknya, Ibu adalah anak istri sah dari Kediaman Perdana Menteri dan Nyonya dari Kediaman Xue. Jadi, bisakah Ibu menunjukkan aura seorang nyonya?"
"Sebagian besar orang di dunia ini mengikuti kondisi terbaru, pernahkah Ibu memikirkan tentang bagaimana kita akan hidup di masa depan setelah Selir Faye menjadi istri sah yang setara dan sejajar denganmu, juga ditambah dengan dirimu yang lemah?"
Nyonya Diana merasa linglung karena dikomentari oleh Xue Shan Shan, bahkan air matanya jatuh tanpa sadar.
Dia memang lemah, tetapi tidak selemah itu.
Melihat air mata ibunya, Xue Shan Shan langsung panik.
Apa kata-kataku terlalu keras?
"Ibu, jangan menangi. Aku ...."
"Shan Shan, Ibu bukan memikirkan tentang ayahmu yang ingin mengangkat Selir Faye menjadi istri sah. Hanya saja, Ibu terus memikirkan bagaimana caranya agar ayahmu mau bercerai dan menyerahkanmu pada Ibu."
Untuk sesaat, Nyonya Diana menghela nafas panjang, sebelum akhirnya kembali berkata, "Ibu tidak peduli tentang mereka, hanya kamu yang Ibu pikir dan pedulikan."
Penjelasan Nyonya Diana membuat Xue Shan Shan sedikit lega, tetapi ekspresi di wajahnya masih belum membaik. "Bukankah sudah ada kakek dan kedua paman yang mengurus segalanya? Kenapa Ibu harus terlalu memikirkan masalah itu sampai kehilangan nafsu makan?"
Sekali lagi, Nyonya Diana menghela nafas panjang. "Kakek dan kedua pamanmu siap membantu Ibu kapan saja, tapi Ibu tidak ingin merepotkan mereka. Terlebih, masalah ini pasti akan merusak reputasi mereka."
__ADS_1
"Tenang saja, Ibu tidak selemah yang kamu pikirkan. Ibu sudah punya rencana sendiri." Nyonya Diana tersenyum, mencoba menenangkan Xue Shan Shan.
"Tidak perlu!" sahut Xue Shan Shan yang sudah berdiri dan bercekak pinggang di depan sang ibu. "Serahkan masalah ini padaku, Ibu hanya perlu menjaga kesehatan dan jangan memikirkan hal yang tidak penting sepanjang hari."
Nyonya diana terdiam, menatap Xue Shan Shan dengan tatapan menilai.
Melihat itu, Xue Shan Shan seperti bisa membaca isi pikiran ibunya seolah-olah menyatakan apa yang bisa gadis kecil sepertinya lakukan.
Meski ragu, Nyonya Diana mengangguk patuh dan berpesan. "Jangan lakukan apa pun yang tidak pantas pada ayahmu karena bagaimanapun, dia tetaplah ayahmu."
Xue Shan Shan memutar bola matanya dengan jengah.
Masih pantaskah Xue Jingguo disebut sebagai seorang ayah?
Tidak!
Tidak peduli seberapa laparnya induk ba bi, dia tidak akan berani bangun sembarangan karena takut menyakiti anaknya yang sedang menyusui.
Sementara Xue Jingguo, dia hanya peduli pada dirinya sendiri.
Xue Jingguo bahkan tidak bisa dibandingkan dengan ba bi!
"Ibu tidak perlu khawatir, aku tahu apa yang harus kulakukan." Xue Shan Shan mencoba meyakinkan ibunya dengan memasang wajah serius. "Setidaknya, aku tidak akan membiarkan mereka hidup bahagia!"
Lagipula, rasanya akan percuma saja menasehati Xue Shan Shan yang sudah terlanjur kecewa pada sikap Xue Jingguo.
Setidaknya, tindakan Xue Shan Shan bisa dikatakan pembalasan terhadap Xue Jingguo yang selama ini mengabaikan gadis itu.
Setelah menghibur Nyonya Diana dengan beberapa patah kata lagi, Xue Shan Shan pun berjalan keluar.
Kemudian, dia pun melirik jam dan menyadari bahwa masih ada waktu empat jam lagi sebelum makan malam.
'Baiklah, biarkan aku tidur dulu untuk isi ulang energi dan daya pikir otakku.'
Begitu kembali ke kamarnya, Xue Shan Shan membuka kotak obat dan melihat persediaan obatnya hampir habis, dia pun mengeluarkan beberapa obat lagi dari ruang dan waktu.
Setelah itu, barulah Xue Shan Shan tertidur dengan pulas.
Entah sudah berapa tertidur, Xue Shan Shan dibangunkan oleh suara Grenie. "Ting Ting, sistem sedang ditingkatkan. Fitur-fitur baru akan segera diluncurkan, silahkan pantau secara berkala."
Dia pun langsung menyelinap ke ruang-waktu menggunakan pikirannya dan menemukan bahwa ruang waktu kali ini berbeda dari sebelumnya yang hanya merupakan layar hitam.
Ada tanda kemajuan 1% pada ruang waktu Grenie.
__ADS_1
Seketika, Xue Shan Shan menjadi bersemangat.
Ahhhh!
Fitur baru!
Apa itu?
Xue Shan Shan sangat menantikannya dan sangat antusias!
Xue Shan Shan tidak lagi mengantuk seolah-olah baru saja disuntikkan obat penyemangat hingga dengan sabar menanti fitur baru Grenie.
Kemudian, Xue Shan Shan berjalan ke arah lemari baju dan memilih gaun brokat berwarna merah muda, lalu meminta Lin Mei merias wajahnya.
"Bantu aku berdandan untuk terlihat agak patuh dan bijaksana, tetapi juga memiliki lebih banyak aura."
Tangan Lin Mei yang sejak awal tampak sibuk dengan alat tempurnya, berhenti di udara. "Nona, ini sepertinya agak sulit."
"Kalah begitu, lakukan apa yang kamu kuasai."
Lin Mei mengangguk patuh, sebelum akhirnya tangannya dengan lincah bergerak di atas wajah Xue Shan Shan.
Setelah berdandan, Xue Shan Shan diam-diam menyelinap ke Kediaman Xue.
Kebetulan, dia langsung bertemu dengan Xue Yuwen dan Selir Faye yang ingin dia temui begitu memutuskan untuk menyelinap pergi dari Kediaman Perdana Menteri.
Ketika melihat Selir Faye untuk pertama kalinya setelah sekian lama, Xue Shan Shan merasa matanya hampir buta karena warna merah yang menyilaukan dari tubuh wanita itu.
Hehe, wanita ja lang memang tidak bisa mengubah kebiasaannya.
Masih belum menjadi istri sah, tetapi gaun merah sudah dikenakan.
Sengaja bersikap provokatif?
"Oh, Nona Besar sudah kembali!" Begitu melihat Xue Shan Shan, Selir Faye tidak bisa menyembunyikan kesombongan di matanya.
Dia benar-benar tidak menduga bahwa Tuan Putri Amber akan maju untuk membantunya menjadi istri sah, cita-cita yang selama ini belum terwujud.
Bagaimanapun, Tuan Putri Amber memiliki status bangsawan, jadi ucapannya sangat berbobot dan bisa dipercaya.
Namun, jika Xue Shan Shan pergi mencari Pangeran Li Xian, mungkin masalah mengangkat istri sah masih bisa dihentikan.
Hanya saja, apakah orang mulia seperti Pangeran Li Xian akan peduli pada masalah rumah tangga Kediaman Xue?
__ADS_1
***