Peri Racun Kesayangan Pangeran

Peri Racun Kesayangan Pangeran
Kamu Sangat Berisik!


__ADS_3

"Tunggu!" Xue Shan Shan menghentikan Lin Mei dan Yan Shu.


Selama dua hari ini, Xue Shan Shan sudah mengawasi Lin Mei yang selalu membawa Yan Shu pergi bersamanya tanpa sebab, meninggalkan dirinya berduaan dengan Pangeran Li Xian.


Entah apa yang mereka rencanakan, Xue Shan Shan tidak tahu.


"Biarkan Die saja yang melakukannya."


Begitu mendengar kata-kata Xue Shan Shan, pelayan yang berdiri di samping langsung berlari menuju ke dapur, membuat ekspresi Lin Mei menjadi kaku.


Setelah beberapa saat, Lin Mei mendekati Xue Shan Shan dan berkata, "Putri, kamu kesulitan makan ikan karena tanganmu terluka, kan? Bagaimana kalau ...."


Lin Mei dengan sengaja berhenti bicara, lalu melirik Pangeran Li Xian.


Sebelum Pangeran Li Xian merespon, Xue Shan Shan langsung mengambil ikan crovina kuning goreng, lalu memakannya tanpa mengeluarkan duri.


Begitu mendengar suara renyah dari mulut Xue Shan Shan, ekspresi Lin Mei dan Yan Shu jadi semakin gelap.


Yan Shu melirik Lin Mei dengan tatapan tak senang, membuat gadis pelayan itu menundukkan kepalanya sambil merutuki kebodohannya di dalam hati.


Dia menggoreng ikan crovina kuning terlalu garing hingga tulang dan durinya juga bisa dimakan.


'Sungguh ceroboh!'


Melihat itu, Wei Shu tertawa dalam diam. Sepertinya, dua ribu teal perak akan segera ada di depan mata dan masuk ke dalam sakunya.


Melihat Xue Shan Shan memakan ikan crovina terus dan hendak mengambil untuk yang ketiga kalinya, Lin Mei langsung menepuk tangan sang nona. "Putri, kamu sangat tidak sopan. Kamu mengambil dengan tanganmu, jadi bagaimana orang lain bisa memakannya? Kita harus tahu tata krama."


Setelah mendengar kata-kata Lin Mei, Xue Shan Shan menyeka tangannya, lalu berkata dengan wajah tanpa ekspresi. "Kalau begitu, coba katakan padaku, apa tujuanmu membuat semua masakan ikan ini?"


"Aku ... aku ...." Lin Mei merasa bersalah dan tidak tahu harus memberikan alasan apa pada Xue Shan Shan yang terus menatapnya sehingga dia mulai melirik ke kanan dan kiri.


Begitu melihat Lin Mei menunjukkan ekspresi canggung, Xue Shan Shan tiba-tiba terpikirkan satu kemungkinan.


Seketika, dia langsung menutup mulutnya dengan ekspresi kaget.


"Jangan-jangan kamu dan pria tua penjual ikan itu ...."


"Diam!" Lin Mei tidak ingin ada yang salah paham padanya karena imajinasi Xue Shan Shan.


Detik berikutnya, Lin Mei langsung melemparkan sekantong uang pada Wei Shu dan berkata, "Sudahlah, kamu menang."


Melihat itu, Yan Shu juga dengan enggan melemparkan uangnya pada Wei Shu.


"Terima kasih. Terima kasih." Wei Shu langsung mengambil dua kantong uang di hadapannya sambil tertawa senang.


Xue Shan Shan mengernyitkan keningnya saat melihat interaksi ketiga orang di hadapannya, lalu tatapannya fokus pada Lin Mei. "Sebenarnya, apa yang kamu lakukan?"


Melihat Lin Mei ingin mengatakan yang sejujurnya, Yan Shu dengan cepat menjawab, "Kami ditugaskan oleh Selir Agung Mei untuk membuatmu dan Yang Mulia bermesraan."

__ADS_1


Mendengar itu, Xue Shan Shan hampir saja tersedak ludahnya sendiri, sementara Pangeran Li Xian yang semula makan dengan tenang, langsung mengangkat kepalanya untuk menatap Yan Shu, Wei Shu dan Lin Mei.


Sejak awal, dia memang sudah merasakan keanehan dan yakin ada sesuatu yang mereka rencanakan.


Ternyata, semua itu tidak lepas dari rencana ibunya sendiri.


Pada akhirnya, Pangeran Li Xian hanya bisa menggelengkan kepalanya tanpa daya dan kembali mengunyah makanannya dengan tenang.


Sama seperti Pangeran Li Xian, Xue Shan Shan juga tidak bisa marah.


Lagipula, bermesraan dengan Pangeran Li Xian bukanlah ide yang buruk.


Tahu begitu, harusnya dia ikut bekerjasama dengan Lin Mei, Yan Shu dan Wei Shu.


Namun, sepertinya ada yang salah.


Xue Shan Shan kembali menatap Lin Mei, kali ini dengan penuh selidik. "Kalau Selir Agung Mei yang memerintahkan kalian, kenapa kamu dan Yan Shu yang membayar Wei Shu?"


Seketika, Lin Mei langsung menggigit bibirnya.


Sekali lagi, Lin Mei merasa dirinya sudah terlalu ceroboh.


Tidak seharusnya dia membayar uang taruhan di depan Xue Shan Shan dan Pangeran Li Xian.


Lin Mei menundukkan kepalanya saat menjawab, "Kami bertiga taruhan menggunakan uang pemberian Selir Agung Mei, kami ingin melihat Yang Mulia Pangeran Li Xian membantumu mengeluarkan duri ikan."


Kata-kata Pangeran Li Xian membuat Xue Shan Shan cemberut, dia tahu bahwa dirinyalah yang sedang disindir oleh pria itu.


Pada akhirnya, makan malam itu dilanjutkan tanpa semangat oleh Lin Mei dan Yan Shu yang kehilangan banyak uang, sedangkan Wei Shu adalah orang yang paling bersemangat.


Sementara itu, Xue Shan Shan dan Pangeran Li Xian tetap seperti biasa.


Setelah makan malam usai, badai salju pun telah berhenti.


Semua orang kembali ke kamar masing-masing untuk beristirahat, sementara Xue Shan Shan tetap tinggal di halaman.


Melihat halaman dipenuhi dengan salju tebal, benak Xue Shan Shan mulai muncul keinginan untuk bermain salju lagi.


Xue Shan Shan langsung memakai sarung tangan, lalu mulai membuat boneka salju seperti sebelumnya.


"Salju hari ini sangat dingin." Xue Shan Shan baru saja membuat sebuah bola salju, tetapi dia merasa tangannya sudah hampir membeku.


Meski begitu, dia tetap membuat boneka salju lagi.


Setelah membuat dua boneka salju yang lebih kecil dari kepalan tangannya, Xue Shan Shan tiba-tiba saja tertawa keras sambil menghadap langit.


"Hahaha ... selalu ada solusi untuk setiap masalah. Kenapa aku begitu cerdas? Seseorang, pujilah aku!"


Pangeran Li Xian selalu mudah terbangun saat tidur, jadi begitu mendengar suara tawa Xue Shan Shan, dia langsung membuka matanya dengan ekspresi kesal.

__ADS_1


"Sudah malam begini, apa lagi yang dilakukan gadis itu?"


Pangeran Li Xian mengerutkan keningnya, lalu bangkit dan turun dari tempat tidur, sebelum akhirnya membuka pintu dan berjalan ke sumber suara.


Saat ini, Xue Shan Shan sudah membuat bola salju yang keenam.


Namun, sebuah suara yang sebelumnya pernah muncul berkali-kali di benaknya, kembali terdengar. "Xue Shan Shan, jika kamu membuat manusia salju sekecil ini lagi, aku tidak akan memberimu poin!"


Itu adalah suara Grenie, penghuni Gelang Giok Hijau di tangannya.


Xue Shan Shan tidak tahu bagaimana Gelang Giok Hijau di tangannya bisa berbicara, lebih tepatnya bagaimana benda itu bisa berpenghuni.


Dia baru mengetahuinya setelah Liu Jili menyentuh Gelang Giok Hijau dan memberitahu bagaimana membuat benda itu tetap bisa digunakan, meski tanpa adanya cahaya matahari.


Ternyata, Xue Shan Shan harus mengikuti perintah Gelang Giok Hijau untuk mengumpulkan poin agar dia bisa menggunakannya seperti biasa.


Seperti saat ini, Xue Shan Shan bukannya tanpa alasan membuat manusia salju di tengah salju yang dingin.


Dia tugaskan membuat sepuluh boneka salju dengan imbalan satu poin.


Mendengar ancaman Grenie, Xue Shan Shan memasang ekspresi cemberut. "Baiklah, aku akan membuat boneka yang besar, tapi boneka sebelumnya harus masuk hitungan juga, ya?!"


Grenie hanya mendengus dua kali, sementara Xue Shan Shan memenuhi janjinya untuk membuat boneka salju yang lebih besar.


Kemudian, Xue Shan Shan melihat bahwa salju di sekitarnya sudah digali cukup dalam. Akan tetapi, dia sudah terlalu malas bergerak untuk menggali salju di tempat lain.


Karenanya, Xue Shan Shan terus menggali di tempat yang sama.


Saat Pangeran Li Xian keluar, dia melihat Xue Shan Shan sedang duduk sambil membuat manusia salju.


Melihat Xue Shan Shan baik-baik saja, Pangeran Li Xian menghela nafas lega.


Namun, dia justru merasa sakit kepala pada detik berikutnya.


"Xue Shan Shan."


Suara Pangeran Li Xian terdengar dari atas kepala Xue Shan Shan, membuat gadis itu terkejut.


Ketika mengangkat kepalanya, Xue Shan Shan melihat ekspresi tidak senang tertera jelas di wajah Pangeran Li Xian.


"Kamu sangat berisik!"


Saat mereka saling bertatapan, Pangeran Li Xian langsung mengutarakan ketidakpuasannya.


Mendengar itu, Xue Shan Shan baru menyadari bahwa dia sudah sangat berisik terlalu bersemangat.


Kemudian, dia melirik Pangeran Li Xian dengan tatapan bersalah. "Maaf, aku hanya terlalu bersemangat saat bermain. Aku janji, aku tidak akan bersuara lagi hingga mengganggu istirahatmu."


Ekspresi di wajah Pangeran Li Xian masih tidak berubah meski sudah mendengar janji Xue Shan Shan, tetapi nada bicaranya agak melembut saat berkata, "Berapa lama lagi kamu akan bermain?"

__ADS_1


__ADS_2