
Perut Xue Shan Shan keroncongan setelah melihat meja makan yang dipenuhi dengan berbagai macam hidangan lezat.
"Makanlah, ini semua untukmu." Pangeran Li Xian menatap Xue Shan Shan yang duduk di seberangnya dengan santai.
Xue Shan Shan memperlihatkan senyum palsu dan bersikap seperti gadis bangsawan yang lemah gemulai. "Saya tidak bisa menghabiskan ini semua, Yang Mulia."
Pangeran Li Xian hanya tersenyum tipis, dia sudah terlalu malas membongkar kepalsuan Xue Shan Shan.
Padahal, sejak bertemu pertama kali, Xue Shan Shan sudah memberikan kesan bahwa dia adalah yang suka makan, walau hanya makanan penutup.
Di awal, Xue Shan Shan masih makan dengan pelan, dia ingin berpura-pura menjadi gadis yang anggun.
Namun, masakan di tempat Pangeran Li Xian sangat lezat. Bahkan, tidak bisa dibandingkan dengan koki istana di Kediaman Perdana Menteri.
Semakin banyak makanan yang masuk, lambung Xue Shan Shan semakin melebar.
"Satu mangkuk nasi lagi, terima kasih,"kata Xue Shan Shan kepada pelayan yang terlihat familer karena sering kali melayaninya saat makan di Istana Wanshou.
Pelayan itu mengangguk, sebelum akhirnya memasukkan nasi ke dalam mangkuk Xue Shan Shan. Bahkan, dia juga dengan baik hati menekan nasi di dalam mangkuk agar bisa muat lebih banyak.
Pangeran Li Xian menatap Xue Shan Shan yang duduk di depannya dengan senyuman, hatinya pun tergerak.
Ternyata, Xue Shan Shan ketika makan terlihat ....
Sedikit penurut.
Setelah makan, Xue Shan Shan merasa perutnya sudah penuh hingga badannya terasa berat. Bahkan, kelopak matanya pun mulai memberat.
Jangankan belajar kungfu, Xue Shan Shan merasa dirinya sudah tidak bisa bergerak lagi.
Seperti memahami kondisi Xue Shan Shan, Pangeran Li Xian pun menggeleng tanpa daya sambil berkata, "Pulang dan istirahatlah dulu, kita akan mulai latihan besok."
Mendengar itu, Xue Shan Shan langsung berbinar. Dia juga tidak berniat berbasa-basi menanyakan kenapa mengubah jadwal latihan besok karena khawatir Pangeran Li Xian akan berubah pikiran dalam sekejap.
"Baik, Yang Mulia, saya akan pulang sekarang dan datang lagi besok."
Meski berkata demikian, Xue Shan Shan tidak langsung pergi hingga Pangeran Li Xian mengernyitkan kedua alisnya.
"Itu ... di mana batu giok putih yang sebelumnya Yang Mulia maksud? Biar sekalian saya menanganinya saat dalam perjalanan pulang." Xue Shan Shan melihat ke sekeliling, tetapi tida menemukan batu giok putih tersebut.
Menyadari Xue Shan Shan masih mengingat perihal batu giok putih, Pangeran Li Xian menyentuh kepalanya yang tiba-tiba terasa sakit. "Wei Shu!"
Tidak lama kemudian, Wei Shu mendorong segerobak penuh berisi batu giok putih
Melihat batu giok putih di hadapannya, Xue Shan Shan menahan diri untuk tidak melompat dan tertawa kegirangan.
Sebaliknya, dia berpura-pura bersikap tidak enak hati. "Memang banyak sekali, tapi tidak apa-apa. Kebetulan saya punya kenalan dalam bidang ini, jadi saya akan menanganinya sekarang juga."
__ADS_1
"Kalau begitu, saya tidak akan berlama-lama lagi. Sampai jumpa, Yang Mulia."
Pangeran Li Xian melambaikan tangannya, memberi isyarat pada Xue Shan Shan untuk cepat pergi dari hadapannya.
Begitu saja, Xue Shan Shan pun bergegas menarik gerobak sambil berlari meninggalkan Istana Wanshou.
Pangeran Li Xian tidak tega melihat situasi itu, tetapi tidak berusaha menghentikannya.
"Wei Shu, ingatkan Xue Shan Shan untuk datang belajar kungfu besok."
Tadi, dia tidak sempat berpesan pada Xue Shan Shan karena gadis itu sudah hilang dari hadapannya dengan penuh semangat.
"Baik, Yang Mulia."
Sementara itu, Xue Shan Shan langsung menuju ke toko.
Saat melihat gerobak yang dipenuhi batu giok putih, penjaga toko meminta pelayannya menghitung jumlah batu tersebut.
Setelah dihitung, semuanya berjumlah 39 buah batu giok putih berkualitas baik.
Biarpun penjaga toko sering memeras orang, tetapi orang yang kali ini datang membawakan keuntungan untuknya adalah Xue Shan Shan.
Mengabaikan fakta bahwa Xue Shan Shan tidak disayangi oleh ayahnya dan tidak dihormati para pelayan di Kediaman Xue, penjaga toko jelas mengingat status gadis itu yang merupakan cucu luar Perdana Menteri yang sangat dimanja, sekaligus calon istri Pangeran Li Xian.
Karena itu, dia tidak berani memeras Xue Shan Shan terlalu banyak.
Seketika, mata Xue Shan Shan terbelalak, sulit mempercantik pendengarannya sendiri.
Melihat ekspresi Xue Shan Shan yang menunjukkan ketidakpuasan, penjaga toko dengan lemah berkata, "Kalau begitu, 75 ribu teal perak."
Wow!
Naik lagi?
Xue Shan Shan menatap ke arah penjaga toko, dia ingin mengatakan sesuatu, tetapi sang penjaga toko sudah mendahuluinya.
"85 ribu teal perak, sudah tidak bisa ditambah lagi."
Akhirnya, Xue Shan Shan mengerti.
Ternyata, mereka belum memberikan patokan harga tetap.
Xue Shan Shan menundukkan kepalanya, menyembunyikan senyum miring saat bergumam dengan sedih. "Barusan, saat Yang Mulia Pangeran Li Xian memberikan batu giok putih ini kepadaku, dia mengatakan bahwa semua batu giok ini setidakny bisa dijual di harga 150 ribu teal perak. Ternyata, dia membohongiku. Aku harus membawa batu giok ini dan kembali mencarinya."
Sambil berbicara, Xue Shan Shan sudah kembali memegang gagang gerobak dan hendak berjalan keluar.
Namun, penjaga toko itu segera berlari dan menghentikan Xue Shan Shan. "Putri Changning, saya salah mengenali batu giok ini. Mereka memang benar-benar bernilai 150 tael perak. Saya akan membayar Anda sekarang."
__ADS_1
Setelah berbicara, penjaga toko itu menyeka keringat dingin di dahinya.
Kalau saja Yang Mulia Pangeran Li Xian sampai tahu akan hal ini, dia dan tokonya mungkin akan dimusnahkan detik itu juga.
Pada akhirnya, Xue Shan Shan keluar dari toko dengan membawa 150 ribu teal perak yang membuatnya merasa seperti sedang bermimpi.
Ternyata, memindahkan ubin memang sangat berguna!
Sepertinya, dia memang harus sering-sering pergi ke Istana Wanshou untuk memindai ubin.
Dengan begitu, dia akan menjadi gadis terkaya di ibukota tidak sampai setengah tahun.
Setibanya di Kediaman Perdana Menteri, Xue Shan Shan langsung pergi ke paviliun tempat di tinggalnya.
Sebelum masuk ke dalam kamar, dia berpesan kepada pelayan di luar untuk memberitahu ibunya kalau dia sedang tidur ketika wanita itu datang.
Dengan begitu, kesibukannya tidak akan terganggu.
Kemudian, Xue Shan Shan dengan penuh semangat dan hati yang berbunga-bunga menghitung semua uangnya.
Xue Shan Shan benar-benar tidak bisa menyembunyikan binar bahagia di matanya saat menatap harta benda yang ada di hadapannya.
Sepertinya, sebentar lagi dia bahkan bisa tidur di atas uang!
Saat selesai, matahari sudah tidak terlihat lagi di langit yang mulai menggelap.
Xue Shan Shan meregangkan ototnya, lalu membersihkan diri dan makan malam seperti biasa.
Karena terlalu bahagia dan bersemangat, Xue Shan Shan bahkan tidak bisa tidur hingga dini hari. Dia terlalu sibuk memikirkan bagaimana menghabiskan semua uangnya.
Entah sudah berapa lama mengkhayal, akhirnya Xue Shan Shan mulai merasa mengantuk.
Namun, hari sudah hampir pagi dan dia memiliki janji temu dengan Pangeran Li Xian untuk belajar kungfu.
Haruskah aku tidur, atau tidak?
Xue Shan Shan benar-benar dilema.
Tiba-tiba, Xue Shan Shan berpikir bahwa Pangeran Li Xian biasanya harus menghadiri rapat di istana pada pagi hari.
Biasanya, kakek dan kedua pamannya juga akan menghadiri rapat istana di pagi hari dan akan pulang sebelum makan siang.
Meyakini pemikirannya benar tentang adanya rapat di istana, Xue Shan Shan akhirnya tidur dengan tenang.
Saat dia membuka mata, bahkan jam makan siang sudah lewat satu jam.
Xue Shan Shan terkejut, dia pun bergegas bangun dan pergi ke lemari dan mengambil pakaian putih yang paling bagus untuk latihan. Kemudian, dia mengikat asal rambutnya dengan gaya ekor kuda, lalu keluar dari kediaman tanpa menggunakan riasan apa pun.
__ADS_1
Bersamaan dengan itu, Xue Shan Shan merafalkan doa di dalam hatinya agar Pangeran Li Xian tidak murka karena keterlambatannya ....