Peri Racun Kesayangan Pangeran

Peri Racun Kesayangan Pangeran
Melewatkan Cinta Nyonya Diana


__ADS_3

Pangeran Li Seung Gi yang disebutkan oleh Xue Jingguo adalah adik Kaisar. Dia penggemar garis keras Nyonya Diana dengan status tertinggi.


Meskipun Nyonya Diana meminta perceraian hanya di dalam Kediaman Xue dan disaksikan para penghuninya, harga diri Xue Jingguo tetap telah rusak olehnya.


Terlebih, saat mengingat bahwa masih ada Pangeran Li Seung Gi yang sampai sekarang memilih tidak menikah demi Nyonya Diana.


Karena itu, Xue Jingguo tidak akan melepaskan Nyonya Diana dan memberi kesempatan padanya untuk bersama Pangeran Li Seung Gi.


Bagaimanapun, mental Xue Jingguo sudah terkalahkan oleh Pangeran Li Seung Gi yang tidak melakukan apa pun untuk merebut Nyonya Diana.


Xue Jingguo menggertakkan giginya. "Kamu berpikiran terlalu tinggi, sangat sombong hingga membuatku terluka selama setengah hidup kita. Apa kamu pikir kamu sangat pintar? Kamu pikir aku adalah lumpur di bawah kakimu, kan?"


Xue Jingguo merasa rendah diri tidak hanya karena status Pangeran Li Seung Gi, tetapi juga status Nyonya Diana yang lebih tinggi darinya.


Padahal, Nyonya Diana tidak pernah sekali pun merendahkannya.


Pada dasarnya, seorang pria yang memiliki status sosial lebih rendah daripada wanitanya pasti akan merasa tidak percaya diri.


Ujung jari tangan Nyonya Diana perlahan meremas roknya yang polos tanpa sulaman, dia masih berusaha menahan diri untuk tidak membalas kata-kata Xue Shan demi membela diri.


Nyonya Diana tidak peduli pada kata-kata Xue Jingguo karena perasaan yang tersisa untuk pria itu hanyalah dendam penderitaan putrinya selama ini.


Meskipun hatinya sakit, Nyonya Diana sama sekali tidak menangis. Dia yang tidak terbiasa melampiaskan kesedihan dengan air mata hanya menutup matanya sambil menghela nafas panjang.


Kemudian, dia membuka matanya lagi dan menatap Xue Jingguo dengan dingin. "Kalau kamu sangat tidak suka melihatku maka bercerai saja denganku. Bukankah lebih baik berjalan di jalan masing-masing?"


Rahang Xue Jingguo semakin mengeras, dia benar-benar tidak suka Nyonya Diana menyebut perihal cerai terus-menerus.


"Bercerai? Membiarkan kamu menikah lagi dengan pangeran? Jangan pernah memikirkannya! Kamu tidak akan bisa menikahi Pangeran seumur hidupmu!"


Xue Jingguo tiba-tiba membungkuk, mencubit dagu Nyonya Diana dengan satu tangan dan memaksanya mengangkat kepala sambil berkata dengan dingin. "Selama saya masih hidup, kamu hanya bisa menjadi istri Xue Jingguo! Seorang wanita yang ditinggalkan dan tidak dicintai, kesepian dan kedinginan seumur hidupmu. Bisa menjadi istri Pangeran hanya akan menjadi mimpi bagimu!"


Setelah berbicara, dia melepaskan Nyonya Diana dengan dingin, tetapi masih tidak pergi dan hanya menatap wajahnya yang dulu populer dan berbakat dengan kepahitan.


Meski tidak ingi bercerai, Xue Jingguo merasa dia harus meruntuhkan kepercayaan diri Nyonya Diana.


"Aku sangat menyesal sudah mengenal, bahkan hidup bersama denganmu!"


Memang banyak penyesalan yang Nyonya Diana rasakan setelah mengenal dan hidup bersama Xue Jingguo, tetapi masih ada satu-satunya hal yang tidak dia sesali. Yaitu, membuat keputusan untuk berpisah dengan Xue Jingguo!


"Kamu bilang kamu menyesal, maka aku akan membiarkanmu tetap hidup." Xue Jingguo tersenyum jahat "Hidup dalam penyesalan!"


Nyonya Diana mendengus dingin. "Jika kamu tidak ingin melepaskan aku, maka aku yang akan melakukannya dan aku pastikan, aku tidak akan hidup dalam penyesalan!"


Atas dasar apa dia harus hidup dalam penyesalan demi seorang pria seperti Xue Jingguo?


Benar-benar tidak sepadan!


Dalam hidup, seseorang akan membuat banyak pilihan. Sebelumnya, Nyonya Diana selalu berhati-hati, hanya dalam masalah pernikahan dia terlalu cepat memutuskan.


Padahal, Nyonya Diana belum lama mengenal Xue Jingguo. Namun, dia sudah merasa Xue Jingguo yang sudah menjadi seorang pejabat pada usia muda adalah orang yang tegas dan berbakti kepada rakyat.


Bahkan, Xue Jingguo belum menikah di usia 21 tahun dan semua orang mengatakan bahwa dia punya motivasi cerdas dan pintar menjalin hubungan dengan orang


Ketika mengobrol dengan Xue Jingguo, Nyonya Diana merasa dia menunjukkan sisi tenang, tegas terkendali dan cerdas yang sebenarnya tidak dimiliki pria lain.


Satu langkah yang salah seumur hidup menyesal!


Meski begitu, Nyonya Diana tidak pernah membenci Xue Jingguo atau pun Selir Faye yang sudah merusak kebahagiaan hidupnya.


Tidak membenci, sebelum mengetahui ada racun mematikan di tubuh Xue Shan Shan!


Seperti yang Xue Jingguo katakan, hampir semua pria di Negara Yuzhou memiliki tiga istri dan empat selir.


Namun, di dalam keluarganya tidak ada satu pun pria yang menyimpan begitu banyak wanita di sisi mereka. Ayah dan kedua kakaknya hanya memiliki satu istri, tanpa adanya selir.


Jadi, wajar saja jika dia tidak bisa menerima Xue Jingguo mengangkat selir dengan lapang dada.


Lagipula, Xue Jingguo sendiri yang menjanjikan bahwa seumur hidup hanya akan mencintai Diana Lee seorang.


Sekarang, kenapa semua kesalahan dilimpahkan padanya?


Sehingga, dia menjadi istri yang tidak baik di mata dunia karena cemburuan dan picik, juga tidak memiliki toleransi terhadap orang lain dan selir suaminya.


Ini adalah asal mula kesalahannya!


Jika bukan karena putrinya sedang sekarat, dia mungkin hanya akan membenci dirinya sendiri karena sudah membuat keputusan yang salah.


"Kamu bisa saja menahan Shan Shan agar aku tidak meminta perceraiannya atau ditalak, tapi Kediaman Perdana Menteri tidak akan tinggal diam!"


Mendengar Nyonya Diana menyebut 'Kediaman Perdana Menteri' dengan bangga dan tegas, Xue Jingguo merasa dirinya tidak akan pernah bisa melampaui Nyonya Diana, apalagi Kediaman Perdana Menteri!

__ADS_1


Karena itu, kebencian Xue Jingguo pada Nyonya Diana semakin dalam hingga sampai ke tulang sumsum.


Xue Jingguo jelas tahu dari mana kebencian itu berasal.


Dari Diana Lee yang tidak mau berkompromi, dari kesombongannya, keanggunan dan darinya yang pernah mencintainya, tapi dia melewatkan cinta itu.


Semua wanita bersedia memberi dan berkompromi dengan suaminya, tapi Diana Lee tidak mau.


Jadi, dia tidak memenuhi syarat untuk mengatakan bahwa dirinya pernah mencintai suaminya.


Xue Jingguo juga tidak akan mengakui ketika dia menikahi Nyonya Diana, kecuali dengan pangeran dan pejabat di bawahnya untuk pamer bahwa memang ada cinta.


Setelah diam untuk beberapa saat, Nyonya Diana kembali berbalik bersama Xue Shan Shan.


"Hentikan mereka!" Xue Jingguo berseru dengan ekspresi kejam di wajahnya.


Dengan segera, pengawal di Kediaman Xue mengelilingi Nyonya Diana dan Xue Shan Shan.


Lin Mei, Qing Ke, Minglang dan Da Bingzhi beserta para pengawal hantu yang entah datang dari mana bergegas datang dan menjadi tameng untuk majikan mereka.


"Nona, jangan takut!" Da Bingzhi memegang kayu di tangannya hingga membuat sudut bibir Xue Shan Shan berkedut.


"Kalian masih ingin membangkang?" Xue Jingguo memandang Nyonya Diana dengan dingin.


Pada saat ini, Selir Faye dan yang lainnya sudah semakin tercengang di tempat masing-masing.


"Tangkap mereka!"


Dengan perintah Xue Jingguo, semua pengawal langsung beraksi.


Minglang mendengus dingin. "Dasar tidak tahu diri!"


Minglang memang bukan pengawal terhebat di sisi Pangeran Li Xian, tetapi hanya menghadapi pengawal biasa di Kediaman Xue bukanlah masalah baginya.


Bahkan, mereka tidak akan pernah menjadi tandingan yang sepadan dengannya!


Terlebih, saat ini Da Bingzhi dan beberapa rekan pengawal hantu dari Istana Wanshou juga ikut membantunya.


Hanya saja, Xue Jingguo memperbanyak jumlah pengawal karena kejadian terakhir kali.


Namun, itu sama sekali tetap tidak bisa mengalahkan kekuatan pengawal-pengawal yang dikirimkan Pangeran Li Xian untuk melindungi calon istri dan ibu mertuanya.


Sebenarnya, Xue Jingguo masih trauma karena terakhir kali sempat dihajar habis-habisan oleh Minglang. Jadi, kali ini dia hanya melihat pertarungan dengan mata menyipit, sebelum akhirnya dia mendekati dan menarik tangan Nyonya Diana dengan kuat.


"Aku beritahu kamu, sampai mati pun aku tidak akan tinggal di Kediaman Xue lagi!"


Xue Jingguo mendengus dingin. "Selama statusmu masih menjadi istriku, kamu tidak boleh meninggalkan Kediaman Xue satu langkah pun!"


Pupil mata Nyonya Diana menyusut, dia tidak menduga Xue Jingguo akan menjadi begitu tidak tahu malu.


"Lepaskan aku!" Nyonya Diana berusaha membantah Xue Jingguo, tetapi tenaganya terlalu kecil.


Melihat situasi ini, Lin Mei dan Su Qiu segera menghampiri mereka.


"Minggir!" Xue Jingguo menatap Lin Mei dan Su Qiu dengan dingin.


Lin Mei terlalu muda, jadi dia sedikit ketakutan. Akan tetapi, dia tetap berusaha menghentikan Xue Jingguo. "Tuan, lepaskan nyonya. Tenagamu terlalu kuat, kamu menyakiti nyonya."


Su Qiu juga panik. "Nyonya, jangan membantah lagi. Tangan Nyonya sudah terluka."


Xue Shan Shan mengernyitkan alisnya, dia bisa saja melawan Xue Jingguo. Hanya saja, Nyonya Diana masih di sana dan dia tidak ingin menimbulkan kecurigaan.


Nyonya Diana yang meronta-ronta membuat Xue Jingguo sangat emosi hingga dia mendorong wanita itu sampai jatuh ke tanah.


Lin Mei dan Su Qiu segera menghampiri Nyonya Diana dan membantunya berdiri.


Xue Jingguo kembali mendekat dan berteriak, "Berani membantah perintahku?!"


Detik berikutnya, Xue Jingguo sudah mengangkat tangannya dan menampar wajah Nyonya Diana.


"Beraninya kamu memukul ibuku?!" Xue Shan Shan melirik Xue Jingguo dengan dingin, aura membunuh menyebar di kedua netra indahnya saat sebelah tangannya meremas pergelangan tangan Xue Jingguo. "Apa kamu sudah mendapatkan persetujuanku?"


Nada suara Xue Shan Shan terdengar sangat lembut, tetapi dipenuhi dengan kemarahan.


Saat meremas pergelangan tangan Xue Jingguo, Xue Shan Shan mengerahkan energi dari gelang gioknya hingga sang ayah kesakitan dan mundur ke belakang beberapa langkah.


Kali ini, Xue Jingguo baru benar-benar menyadari bahwa gadis muda yang berdiri di hadapannya sudah bukan Xue Shan Shan yang dia kenal sebelumnya!


"Apa Ayah tidak tahu aku belajar banyak hal dari Guru Liu? Aku bahkan belajar ilmu seni bela diri."


Sekali lagi, Xue Shan Shan menggunakan nama Liu Jili untuk menjadi tameng baginya.

__ADS_1


Jika tidak, dia hanya bisa melihat ibunya disakiti di depan matanya sendiri.


Mana mungkin dia membuat hal itu terjadi!


Lagipula, dia juga tidak bisa hanya mengandalkan lima pengawal yang dikirimkan Pangeran Li Xian, sementara pengawal di Kediaman Xue ada berpuluh-puluh orang.


Tanpa menunggu Xue Jingguo beraksi, Xue Shan Shan langsung menendang dengan kekuatan penuh hingga membuat pria itu sangat kesakitan.


Tubuh Xue Shan Shan memang kecil, tetapi dia menggunakan teknik dan pengenalannya terhadap titik saraf untuk menyerang Xue Jingguo.


Terlebih, energi dari gelang giok juga turut andil dalam memberikan pelajaran bagi Xue Jingguo yang tidak tahu diri.


"Minglang, bawa ibuku pergi!"


Detik berikutnya, beberapa batang jarum perak muncul di tangan Xue Shan Shan, sebelum akhirnya semua jarum itu melayang ke arah para pelayan yang mengelilingi Minglang.


Begitu jarum tertusuk ke dalam tubuh, pengawal-pengawal itu langsung jatuh tidak sadarkan diri.


Mata Selir Faye dan Xue Yuwen melotot, mereka tidak bisa mempercayai adegan di depan mata.


Xue Yuwen memegang tangan Selir Faye dan bertanya dengan suara gemetar. "Ibu, apa ... apa dia benar-benar kakak?"


Sementara itu, Yura Chen tidak begitu terkejut lagi karena sudah tahu Xue Shan Shan memiliki banyak kemampuan dan tidak bisa disinggung!


Melihat pengawal di sampingnya jatuh, Minglang juga terkejut.


Setelah mendengar suara Xue Shan Shan, Minglang segera tersadar dan beraksi untuk menarik tangan Nyonya Diana. "Nyonya, maaf."


Minglang segera membawa Nyonya Diana keluar, Da Bingzhi, Lin Mei dan Qing Ke juga mengikuti di belakang.


Sementara itu, Xue Shan Shan segera menghentikan pengawal-pengawal yang ingin menghentikan Minglang dan masih menyerang lima pengawal hantu lainnya.


Xue Jingguo mundur beberapa langkah lagi, dia menjauhi Xue Shan Shan dengan wajah yang terlihat kaget dan tercengang.


"Ibuku sudah menginginkannya perceraian, jadi sebaiknya kamu segera mengantarkan surat cerai ke Kediaman Perdana Menteri! Jangan coba-coba mempersulitnya lagi dan segera antarkan Yuwen ke tempat biksuni!"


Xue Shan Shan kembali berbicara dengan mata yang memancarkan cahaya. "Jika tidak, aku pun tidak tahu apa yang bisa aku lakukan lagi."


Setelah itu, dia berbalik dan pergi begitu saja.


Melihat teknik bela diri yang dimiliki oleh Xue Shan Shan, tidak ada lagi yang berani menghentikannya.


Bahkan, Xue Jingguo juga tidak berani.


Setibanya di luar Kediaman Xue, Xue Shan Shan langsung naik ke kereta kuda dan melihat wajah pucat ibunya.


"Shan Shan ...."


"Ibu, aku baik-baik saja. Ayo kita pulang."


Rumah yang dimaksud oleh Xue Shan Shan adalah Kediaman Perdana Menteri.


Seberkas cahaya asing melintas melewati mata Nyonya Diana, dia mengangguk dan berkata, "Baik, ayo kita pulang."


"Shan Shan, siapa lima pengawal yang membantu Minglang dan Da Bingzhi tadi?" Nyonya Diana merasa penasaran karena selama ini kelima pengawal itu memang tidak pernah menunjukkan wujud mereka saat menjalankan tugas.


"Mereka pengawal yang diutus oleh Pangeran Li Xian."


Nyonya Diana terdiam sesaat, lalu berkata, "Kali ini, kita harus mengucapkan terima kasih pada Pangeran Li Xian dan Guru Liu. Jika bukan karena mereka, kita haru ini mungkin bisa mati di tangan Xue Jingguo."


"Iya, semuanya berkat mereka." Xue Shan Shan tersenyum, lalu mengunyah sisa camilan yang dibawa oleh Lin Mei.


Beberapa saat kemudian, kereta kuda tiba di depan Kediaman Perdana Menteri.


Nyonya Cheng dan Nyonya Ning yang mendengar kabar kedatangan mereka dari pelayan, segera keluar untuk menyambut.


"Kenapa kalian datang hari ini? Ayo, pergi menemui ibu ...."


"Kakak ipar, tunggu sebentar." Nyonya Diana menghentikan Nyonya Ning, lalu mengerutkan bibirnya dan menoleh pada Xue Shan Shan. "Lebih baik Shan Shan saja yang menemui nenek dulu, bagaimana?"


Xue Shan Shan mengangguk, dia membawa Lin Mei, Qing Ke, Da Bingzhi beserta Minglang bersamanya.


Nyonya Ning dan Nyonya Cheng saling memandang, mereka mengerti bahwa Nyonya Diana ingin berbicara dengan mereka terlebih dahulu.


Begitu saja, ketiganya pun pergi dan duduk di gazebo.


Xue Shan Shan yang sudah beranjak, melirik sedikit pada Nyonya Diana dan berhenti berjalan setelah tiba di tempat sang ibu tidak bisa melihatnya lagi.


"Lin Mei, Qing Ke kalian pergilah temui nenek dan katakan bahwa aku pergi menemui paman dulu." Xue Shan Shan mengalihkan tatapannya untuk melirik Minglang dan Da Bingzhi, "Kalian berdua, ayo ikut aku."


***

__ADS_1


Guys, jika kalian baca bab sebelumnya terlalu pendek, tolong baca ulang ya karena ada pembaruan. terima kasih


__ADS_2