
Xue Jingguo dan Selir Faye datang ke tempat tinggal Nyonya Tua Xue yang terlihat semakin tua hanya dalam sehari.
Nyonya Tua Xue berbaring di atas tempat tidur tanpa semangat dan hidup dalam bahaya.
Melihat itu, Selir Faye langsung datang mendekat dan mengambil obat dari tangan Bibi Feng. "Ibu, aku akan menyuapkan obat untukmu."
Mendengar suara Selir Faye, Nyonya Tua Xue agak terkejut. Dia membelalakkan matanya, lalu menelan obat dengan susah payah.
Setelah menyuapi Nyonya Tua Xue obat, Selir Faye menghiburnya dengan beberapa patah kata, sebelum akhirnya pergi bersama Xue Jingguo.
Saat di luar, Selir Faye mengerutkan kening dan berkata, "Tuan, ini baru lewat satu hari, tapi kenapa ... bagaimana kalau mencari tabib untuk memeriksa ibu lagi?"
Xue Jingguo juga mengerutkan keningnya dan menghela nafas, lalu berkata, "Masalah ibu adalah psikologisnya. Jadi, tidak akan ada gunanya walau kita memanggil seribu tabib sekali pun. Bahkan, Tabib Kerajaan juga sudah mengatakan bahwa penyakit yang disebabkan oleh racunnya memang tidak bisa ditawar dan disembuhkan."
"Ini ...."
Xue Jingguo menggelengkan kepalanya dan berkata tanpa daya. "Jaga saja ibu, berikan apa pun yang ingin dia makan."
Dari kata-kata Xue Shan, Selir Faye tahu bahwa pria itu telah menyerah.
Jadi, dia hanya bisa mengangguk dengan pasrah.
Keesokan harinya, Xue Jingguo melihat rekan-rekan di sekitarnya sedang meributkan masalah Kepala Kementerian Pertahanan.
Seketika, ada sedikit semangat di dalam hati Xue Jingguo.
Dalam diam, dia melirik ke arah Putra Mahkota yang menundukkan kepala, memberikan tatapan tersemat kepadanya.
Karena itu, jantung Xue Jingguo langsung berdegup kencang.
"Sudahlah!" Suara Kaisar yang agung membuat semua orang berhenti berdebat hingga aula menjadi hening dalam sekejap. "Apa pendapat Perdana Menteri Lee terhadap posisi Kepala Kementerian Pertahanan?"
Kaisar menyipitkan matanya melihat semua orang, sebelum akhirnya dia menatap Lee Wushang.
Lee Wushang berjalan keluar dari barisan, lalu membungkuk hormat sambil berkata, "Semua ikuti keputusan Kaisar."
Kaisar pun memandang Lee Wushang dengan penuh pertimbangan, sementara semua orang menahan nafas dan tidak berani mengeluarkan sepatah kata pun.
Namun, orang yang paling tegang adalah Xue Jingguo.
"Aku sudah melihat laporan yang kalian berikan, setelah memikirkannya, Xue Jingguo bisa saja menjabat."
__ADS_1
Mata Xue Jingguo langsung memancarkan cahaya surga, tetapi dia tidak berani menatap Kaisar. Dia hanya maju selangkah, sebelum akhirnya berlutu sambil berbicara, "Terima kasih banyak, Kaisar."
"Perdana Menteri, bagaimana menurutmu?" Kaisar memandang Lee Wushang lagi.
"Kaisar sangat bijaksana." Lee Wushang memasang ekspresi lembut, meski hatinya sakit.
Bagaimanapun, putri dan cucu kesayangannya sudah disakiti sedemikian rupa oleh pria yang baru saja dipromosikan secara langsung oleh Kaisar.
Sebenarnya, Lee Wushang bisa saja menolak promosi Kaisar untuk Xue Jingguo. Bahkan, Kaisar juga akan memikirkan lagi keputusannya itu jika Lee Wushang menolak.
Hanya saja, dia sudah menyetujui kesepakatan dan rencana yang dibuat oleh Xue Shan Shan. Jadi, dia hanya bisa mengikuti alurnya.
Saat ini, persetujuan Lee Wushang memberitahu semua orang bahwa meskipun Keluarga Lee dan Keluarga Xue telah memutuskan hubungan dan ada kerenggangan, mereka tidak akan keberatan atas apa pun keputusan Kaisar.
Responnya ini tentu saja membuat Kaisar sangat puas, dia mengangguk-anggukan kepala.
Namun, Kaisar tidak langsung memberi perintah untuk Xue Jingguo segera menjabat. Dia malah melambaikan tangan dan berbalik, lalu pergi.
Begitu saja, semua orang juga meninggalkan aula.
Ketika melihat ekspresi bangga di wajah Xue Jingguo, Lee Wushang mendengus. "Tidak tahu diri!"
Lee Zhejiang yang berjalan di samping menimpali dengan dingin. "Bersiap menangkap umpan."
Bisa melompat menjadi pejabat kelas dua, tentu saja Xue Jingguo berhasil membuat orang-orang terkejut.
"Apa Xue Jingguo diperlakukan berbeda oleh Kaisar? Mungkinkah ini ada kaitannya dengan hubungan dekat antara Putri Changning dan Yang Mulia Pangeran Li Xian?"
"Huh, Xue Jingguo ini sebelumnya selalu dilindungi oleh Lee Wushang dan kedua putranya, jadi tidak ada yang berani menyentuhnya."
"Benar. Namun, setelah Keluarga Lee sudah tidak memberi dukungan lagi, dia masih saja bisa melompat dengan bahagia."
"Tentu saja, ini sangat menarik perhatian banyak orang."
"Dasar, tidak tahu diri!"
Saat ini, Xue Jingguo yang tidak tahu dan tidak peduli dirinya sedang dibicarakan, baru saja keluar dari restoran bersama Putra Mahkota dalam keadaan ma buk.
Awalnya, Xue Jingguo berniat beristirahat begitu tiba di Kediaman Xue.
Namun, saat melihat pengurus rumah berlari ke arahnya dengan tergesa-gesa, Xue Jingguo langsung mengurungkan niatnya itu.
__ADS_1
Melihat penampilan Xue Jingguo, pengurus rumah tampak ragu mengutarakan isi hatinya.
Karena dalam suasana hati yang baik dan masih sangat bersembunyi, Xue Jingguo malah tersenyum pada pengurus rumah sambil berkata, "Ada apa?"
Pengurus rumah menundukkan kepalanya saat berbicara dengan pelan. "Tuan, pelaku yang meracuni Nyonya Tua sudah ditangkap. Saat ini, dia sedang beeada di tempat tinggal Nyonya Tua."
"Oh?" Hati Xue Jingguo mendadak memberat. "Mana pelakunya? Ayo, Aku ingin melihat siapa yang berani meracuni ibuku."
Setelah berbicara, Xue Jingguo sudah berjalan menuju ke tempat tinggal Nyonya Tua Xue.
Mendengar berita kembalinya Xue Jingguo, Sera langsung menghampiri Yangtao untuk melapor.
"Kita dengarkan dan lihat saja apa yang akan tuan lakukan nanti."
Yura Chen yang ada di sana juga berbisik. "Bukti orang ini sudah ada, bahkan tuan tidak mungkin bisa melakukannya apa pun."
"Namun, masalah sebesar ini memang harus menunggu kehadiran tuan untuk mengambil keputusan."
Dengan cepat, Xue Jingguo telah sampai di kamar Nyonya Tua Xue. "Di mana ibu? "
Yangtao dan yang lainnya segera berdiri untuk menyapa dan menyambutnya kedatangan Xue Jingguo.
"Tuan, ibu sedikit tidak sehat. Apa kamu berniat untuk menjenguknya dulu?" Yangtao berjalan mendekat, bersikap layaknya istri sekaligus nyonya rumah yang sesungguhnya.
Xue Jingguo mengerutkan alis saat kebahagiaan perlahan-lahan menghilang, dia pun berkata dengan ringan. "Bukankah kamu mengatakan sudah menangkap penjahatnya? Ada apa ini?"
"Ini ...." Yangtao tampak ragu, dia menunduk sambil menggigit bibirnya.
Xue Jingguo melirik Yura Chen yang hanya berdiri diam, lalu mengalihkan tatapannya pada Selir Faye.
Seketika, firasat buruk memenuhi rongga dadanya. "Apa yang terjadi?"
"Tuan ...." Yura Chen memanggil dengan lembut. "Sepertinya, nyonya tidak berani mengatakan apa-apa tentang Nyonya Tua. Terlebih, dia baru saja ditampar."
"Sejujurnya, aku tidak takut. Hanya saja, hidup satu atap dengan orang-orang mengerikan ini, aku harus lebih berhati-hati. Jika tidak, aku mungkin saja diracuni dengan kejam."
Untuk sesaat, Yura Chen berdehem, lalu kembali berkata, "Tuan, pelakunya adalah Selir Faye, Yu Faye! "
"Apa?" Xue Jingguo sangat terkejut, Bahkan dia selalu merasa ada suara ledakan di dalam otaknya hingga membuat seluruh tubuhnya mengambang dengan tangan yang gemetaran.
Begitu tahu ibunya telah diracuni, Xue Jingguo memikirkan banyak orang.
__ADS_1
Namun, tidak disangka orang yang tidak pernah ada di dalam pikirannya ternyata adalah Selir Faye.
"Tuan, mereka memfitnahku! Aku tidak melakukannya!"