Peri Racun Kesayangan Pangeran

Peri Racun Kesayangan Pangeran
Firasat yang Tidak Baik


__ADS_3

Setelah puas makan, Xue Shan Shan pergi dari Istana Wanshou tanpa menyapa Pangeran Li Xian.


Begitu Xue Shan Shan pergi, sang pangeran yang seharusnya berada di ruang kerja pun berjalan keluar dari kegelapan.


Di belakang, Yan Shu mengikuti dengan bingung.


Apa yang dilakukan Putri Changning dan Yang Mulia?


Jelas-jelas Pangeran Li Xian melihat sosok Xue Shan Shan, tetapi di tidak menyapa dan hanya mengikutimu ke dapur.


Yan Shu benar-benar tidak mengerti.


"Yang Mulia?" Yan Shu memanggil dengan ragu-ragu.


Pangeran Li Xian mendongakkan kepala sedikit, dia melirik ke atap dapur dan kembali ke ruang kerja.


Melihat postur Pangeran Li Xian, Yan Shu tahu bahwa malam itu akan menjadi malam tanpa tidur lagi.


Dalam satu malam, ada dua tempat berbeda yang menampung tiga orang bergadang sampai subuh.


Di sidang istana pada keesokan harinya, Xue Jinggou resmi diangkat menjadi Kepala Kementerian Pertahanan.


Xue Jinggou menahan kegembiraannya sampai rapat selesai, dia pun mendapatkan banyak pujian dan ucapan selamat dari pejabat lain yang membuatnya ingin terbang sampai ke langit ke tujuh.


"Tuan Xue sangat luar biasa karena telah diapresiasi oleh Kaisar. Sekarang, tidak akan ada lagi yang berani mengatakan bahwa Anda hanya mengandalkan keluarga istri."


"Hahaha, mana ada orang yang mengatakan hal seperti itu. Tuan Xue adalah panutanku."


"Benar, Tuan Xue hari ini harus mentraktir kita minum teh."


Wajah Xue Jinggou tertutup tangannya saat dia menangkupkan tangannya sembari berkata, "Ibuku baru saja dimakamkan kemarin, jadi hal itu benar-benar ...."


Sebelum Xue Jinggou selesai berbicara, orang-orang langsung mengangguk mengerti.


"Saya minta maaf, saya telah mengatakan hal yang salah. Saya merasa sangat senang untuk Tuan Xue hingga lupa bahwa Anda dalam masa berkabung."


"Tuan Ling tidak perlu sampai seperti ini. Jika tuan-tuan semua tidak keberatan, bagaimana kalau kita pergi ke kediamanku?"


"Tentu saja."


Bersamaan dengan itu, mata semua orang tertuju ke arah dua bersaudara dari Keluarga Lee.

__ADS_1


Lee Zhejiang dan Lee Chenyuan tampak tak acuh dan segera pergi dari orang-orang yang menji lat Xue Jinggou tanpa rasa malu.


"Tuan Lee, kami akan pergi ke Kediaman Xue. Bagaimana jika kalian ikut bergabung bersama kami?" Tuan Ling menambhakan dengan senyuman. "Bagaimanapun, kita adalah pejabat dari Negara Yuzhou, mengapa kita tidak berjabat tangan dan berdamai saja?"


Lee Chenyuan mencibir dengan sinis. "Tuan-tuan sekalian sungguh memiliki pikiran yang luas. Saya juga berharap di masa mendatang ketika saudara perempuan atau anak perempuan tuan-tuan diganggu, Tuan-tuan masih bisa memperlakukan pelaku kejahatannya seperti ini."


"Anda salah, Tuan Lee. Anda tidak bisa menyalahkan Tuan Xue seperti ini, bukan?"


"Ita, benar. Kalau mau disalahkan, salahkan saja adik perempuan Anda yang terlalu dimanjakan sehingga tidak bisa mengurus rumah dengan baik."


Dalam sekejap, semua orang saling memandang dan tertawa.


"Kalian semua benar-benar keterlaluan!" Lee Chenyuan meraung dan ingin mengatakan sesuatu, tetapi dia dihentikan oleh Lee Zhejiang.


Prianitu maju beberapa langkah hingga membuat semua orang diam dan tidak berani berkutik.


Bersamaan dengan itu, Xue Jinggou juga buru-buru berkata, "Tuan Lee, semua ini sudah berlalu. Mari kita lupakan saja "


"Ada beberapa hal yang tidak bisa dilupakan begitu saja," sahut Lee Zhejiang dengan datar, lalu beranjak pergi bersama adiknya.


Di sisi lain, Lin Mei melihat Xue Shan Shan sudah berpakaian ketika dirinya membawa handuk dan baskom air.


Karena masih dalam masa berkabung, Xue Shan Shan tidak boleh memakai pakaian cerah dan hanya memakai pakaian berwarna putih.


Hal itu tampak indah untuk dilihat.


Fitur wajah Xue Shan Shan sudah bagus sehingga dia hanya perlu memakai pewarna bibir merah sedikit, sebelum akhirnya berjalan keluar.


Tidak lama setelah melangkah keluar, dia melihat Nyonya Diana.


Wanita itu menatap Xue Shan Shan dari ujung kepala sampai ujung kaki dengan senyum lembut yang tersinggung di wajahnya. "Shan Shan, hati-hati ketika kamu berada di istana nanti. Jika terjadi sesuatu, segeralah mencari Selir Agung Mei atau pun Permaisuri Xuan."


Entah bagaimana, Nyonya Diana masih saja merasa bahwa istana bukanlah tempat yang sesederhana kelihatannya.


Meski begitu, Selir Agung Mei dan Permaisuri Xuan benar-benar bisa dipercaya untuk memberikan perlindungan pada Xue Shan Shan.


Gadis itu pun mengangguk dan tersenyum saat menjawab, "Jangan khawatir, Ibu."


"Baiklah, apa pun yang terjadi, selamatkan dirimu dahulu."


Tidak tahu kenapa, Nyonya Diana juga hari ini memiliki firasat yang tidak biasa.

__ADS_1


Itu sebabnya, dia seperti tidak ingin berhenti memberikan nasihat dan petunjuk kepada sang putri.


Bahkan, jika bukan karena undangan langsung dari Permaisuri Xuan dan Selir Agung Mei, Nyonya Diana ingin melarang Xue Shan Shan pergi ke perjamuan kali ini.


Xue Shan Shan keluar dari kediaman, lalu menaiki kereta kuda.


Setelah tiba di gerbang istana, dia melihat di sana sudah dipenuhi dengan kereta kuda sama seperti perjamuan terakhir kali.


Para menteri dan anggota keluarga yang datang untuk menghadiri perayaan perjamuan menunggu di depan gerbang, sebelum akhirnya diizinkan masuk satu per satu.


Saat turun dari kereta, Xue Shan Shan disapa oleh Fu Qingyue, keduanya pun berbincang tanpa memperdulikan gadis-gadis lain yang berbisik-bisik membicarakan mereka.


Tidak lama kemudian, Ibu Pelayan Chu berjalan keluar dari gerbang istana dengan terburu-buru sambil melihat ke sekeliling, sebelum akhirnya tatapannya mendapati sosok Xue Shan Shan.


"Putri Changning, Anda tidak perlu mengantri di sini. Silahkan masuk ke istana bersama hamba," ucap Ibu Pelayan Chu dengan penuh rasa hormat.


Begitu Ibu Pelayan Chu selesai bicara, perhatian semua orang langsung tertuju pada Xue Shan Shan Shan.


Ibu Pelayan Chu tentu saja menyadari tatapan semua orang, jadi dia pun berdehem sedikit dan berkata, "Ini perintah dari Yang Mulia Pangeran Li Xian."


Tidak tahu kepada siapa kata-kata itu ditujukan, tetapi yang jelas tidak ada yang berani membicarakan Xue Shan Shan secara terang-terangan lagi.


"Yang Mulia? Dia sebaik ini? Tidak mungkin! Lagipula, dia seharusnya belum sampai, kan? Mungkin, ini adalah perintah Selir Agung Mei." Xue Shan Shan membatin.


Karena cuaca juga sangat dingin, Xue Shan Shan juga tidak rela mengantri di depan gerbang.


"Ibu Pelayan, bisakah aku membawa Qingyue bersamaku?" Xue Shan Shan merasa dirinya tidak mungkin meninggalkan Fu Qingyue yang sudah menjadi teman baiknya.


Lagipula, gadis itu juga bisa menjadi temannya mengobrol saat di dalam nanti.


Ibu Pelayan Chu mengangguk dan berkata tanpa ragu. "Tentu saja, Putri bisa membawa siapa pun yang ingin Putri bawa."


****, semua orang ingin berteman dengan Xue Shan Shan agar gadis itu bersedia membawa mereka masuk bersama.


Dengan begitu, mereka tidak hanya tidak kedinginan di luar, tetapi juga bisa membangun hubungan dengan Xue Shan Shan Shan yang memiliki hubungan baik dengan orang-orang di istana.


Begitu Xue Shan Shan masuk bersama Fu Qingyue dan Ibu Pelayan Chu, suara-suara yang penuh dengan komentar langsung terdengar saling bersahutan.


Tidak ketinggalan, Lin Miaohua juga ikut berkomentar. "Orang yang berhasil mendekati Yang Mulia Pangeran Li Xian memang berbeda, bahkan perlakuan yang didapatkan pun berbeda."


Di samping, Xue Yuwen juga menyaksikan dan mendengar segalanya.

__ADS_1


Namun, dia tidak ikut berkomentar secara langsung, hanya bergumam di dalam hati. "Xue Shan Shan, nikmatilah momen ini baik-baik karena begitu malam ini berakhir, kamu tidak akan memiliki apa-apa lagi."


__ADS_2