Peri Racun Kesayangan Pangeran

Peri Racun Kesayangan Pangeran
Phoenix Sutra


__ADS_3

"Pangeran, bertahanlah!" Kepala Pelayan Chu tiba-tiba bergegas datang dengan membawa semangkuk obat dan duduk di sisi Pangeran Li Xian, lalu memberi perintah pada Wei Shu. "Kenapa kamu diam saja? Ayo, bantu aku menekan tubuh pangeran agar tidak bergerak, aku akan menyuapinya obat."


Wei Shu segera melangkah maju dan meraih tangan Pangeran Li Xian untuk menghalanginya melukai diri sendiri.


Kepala Pelayan Chu menghela nafas, lalu berkata dengan penuh syukur. "Untungnya, aku belum membuang benda ini kemarin."


Itu adalah obat dari Tabib Zhang, tabib yang dikirimkan oleh Kaisar untuk menjaga kesehatan Pangeran Li Xian. Akan tetapi, obat tersebut diperintahkan oleh sang pangeran untuk dibuang.


Saat mangkuk obat berada di dekat dan aroma busuk menyebar ke dalam hidungnya, Pangeran Li Xian langsung memalingkan wajahnya yang pucat. "Pergilah!"


"Tuan, tolong minumlah obat ini." Kepala Pelayan Chu sangat cemas dan berharap bisa menuangkan obatnya sendiri tanpa adanya begitu banyak drama.


Setelah menghela nafas dengan sedih, Kepala Pelayan Chu mencoba membujuk Pangeran Li Xian. "Kondisi Anda semakin buruk dan hanya bisa bertahan dengan mengandalkan obat ini. Jika aAda tidak meminumnya, bukankah hanya menyiksa diri sendiri?"


Wajah Pangeran Li Xian sangat dingin, kemarahan menyebar di sekujur tubuhnya. "Aku lebih baik mati daripada minum barang menjijikan ini!"


"Aduh, Tuanku!" Kepala Pelayan Chu semakin panik saat melihat wajah Pangeran Li Xian semakin pucat seperti tidak ada darah yang mengalir di sana.


Pada akhirnya, Kepala Pelayan Chu hanya bisa berkata dengan acuh tak acuh. "Terserah saja kalau Anda tidak mau minum obat ini, paling-paling hanya Putri Changning yang merasa sedih karena harus menjadi janda bahkan sebelum dinikahi."


Bagaimanapun, jika seorang pria dan wanita bertunangan, itu sama dengan mereka sudah menjadi suami-istri. Hanya saja, mereka belum melakukan ritual tiga surat enam etiket.


"Tidakkah kamu akan merasa bersalah pada Putri Changning? Aku bahkan sudah mengirimkan gaun Phoenix Sutra yang dihadiahkan oleh Kaisar bersama dengan mahar—"


"Kau ... bilang ... apa?" Pangeran Li Xian berbicara dengan susah payah, ada ekspresi menegang di wajahnya.


"Gaun Phoenix Sutra sudah ditangan Putri Changning bersama dengan mahar pernikahan yang Anda minta saya kirimkan ke Kediaman Xue."


Selesai mendengar penjelasannya Kepala Pelayan Chu, wajah Pangeran Li Xian semakin pucat seperti mayat hidup.

__ADS_1


Bahkan, dia memuntahkan seteguk darah lagi.


Kepala Pelayan Chu dan Wei Shu tertegun, mereka melihat kepala Pangeran Li Xian terkulai lemas.


"Tuan, Anda ... Anda kenapa?"


Kepala Pelayan Chu merasa bingung, dia menatap Wei Shu dan bertanya, "Aku tidak mengatakan sesuatu yang salah, kan? Kenapa pangeran kesal sampai pingsan?"


Wei Shu memutar bola matanya, lalu berkata dengan tak acuh. "Ada racun mematikan di dalam gaun Phoenix Sutra."


"Apa?!" Kepala Pelayan Chu terkejut hingga kedua bola matanya terbelalak. "Ba—bagaimana bisa? Bukankah gaun itu dihadiahkan oleh Kaisar untuk diberikan kepada istri pangeran? Ini ... tidak mungkin Kaisar ingin meracuni putri, kan?"


Saat Kaisar datang bersama Kasim Han ke Istana Wanshou dengan membawa gaun Phoenix Sutra, Kepala Pelayan Chu juga ada di sana dan mendengar pesan Kaisar bahwa gaun tersebut harus diberikan kepada calon istri pangeran.


Itu sebabnya, Kepala Pelayan Chu langsung membungkuskan gaun tersebut di antara semua mahar yang dikirimkan untuk Xue Shan Shan.


Wei Shu menatap wajah pucat Pangeran Li Xian seputih kertas dengan bulu mata yang sedikit bergetar, badannya pun terlihat lemah seolah-olah akan hancur bila disentuh sedikit saja. Hanya bibit merah ternoda darah yang membuat orang merasa ngeri saat melihat Pangeran Li Xian.


"Jin Hua menyelesaikan bagian terakhir Phoenix Sutra dalam kesedihannya, lalu memberikannya kepada muridnya untuk dipakai pada hari pernikahan mereka ...."


Pangeran Li Xian terbaruj ringan, ada darah segar yang muncul di sudut bibirnya.


Kepala Pelayan Chu segera memajukan mangkuk obat, tetapi Pangeran Li Xian melambaikan tangannya dengan pandangan yang sudah tidak fokus lagi.


"Sungguh menggelikan ketika semua orang berpikir bahwa itu adalah barang berharga yang membawa keberuntungan dan tiada taranya di dunia ini, tetapi sebenarnya Phoenix Sutra adalah pakaian beracun yang mematikan."


"Ini, ini ...." Kepala Pelayan Chu sangat terkejut sehingga kehilangan kata-katanya. Kemudian, dia menatap Wei Shu dan bertanya dengan ketus. "Kenapa kamu tidak bilang?"


"Kamu tidak bertanya," balas Wei Shu tak acuh.

__ADS_1


Kepala Pelayan Chu menatap Wei Shu dengan tajam, lalu berbicara pada Pangeran Li Xian. "Kalau begitu, saya akan meminta kembali gaun itu dari Putri Changning."


"Apa yang kamu minta kembali dariku?" Tiba-tiba terdengar suara merdu dari atas kepala mereka, sebelum akhirnya Xue Shan Shan menapak dengan sempurna ke tanah.


Sebelumnya, dia ingin terbang begitu melihat darah menyembur keluar dari mulut Pangeran Li Xian dan berniat membantunya.


Namun, dia mengurungkan niatnya begitu melihat Kepala Pelayan membawa semangkuk obat. Dia pikir, itu pastilah obat yang bisa meredakan sakit Pangeran Li Xian sehingga dirinya tidak perlu turun tangan lagi.


"Barang yang sudah diberikan tidak boleh diambil lagi!" Xue Shan Shan menatap Kepala Pelayan Chu, lalu berlatih menatap Pangeran Li Xian.


"Namun, Putri ...."


"Uhuk, uhuk, uhuk ...."


Suara batuk Pangeran Li Xian menghentikan perdebatan antara Xue Shan Shan dan Kepala Pelayan Chu hingga menyadarkan mereka bahwa masihbada orang sekarat di sana.


"Pangeran." Xue Shan Shan langsung berlutut di sisi Pangeran Li Xian dengan panik, dia bahkan sejak awal sudah lupa pada tujuannya mendatangi Istana Wanshou.


Tanpa perintah atau pun aba-aba, Xue Shan Shan langsung meraih pergelangan tangan Pangeran Li Xian.


Setelah memeriksa denyut nadi Pangeran Li Xian, Xue Shan Shan memasang ekspresi terkejut dan menatap sang pangeran dengan tak percaya. "Kamu diracuni?"


Bagaimana mungkin pangeran kesayangan Kaisar diracuni?


Begitu kata-katanya lepas landas, Xue Shan Shan merasa tubuhnya membeku karena dicekik oleh sebuah tangan dengan urat yang menonjol.


Dia juga mendapati tatapan dingin Pangeran Li Xian tertuju padanya, pria itu seperti ingin melenyapkannya dalam sekelip mata.


Melihat hal itu, Wei Shu dan Kepala Pelayan Chu tidak berani berbuat apa-apa, meski mereka sangat ingin membantu Xue Shan Shan.

__ADS_1


"Tuan, Nona, kalian lanjutkan saja. Saya akan menyiapkan makan malam untuk kalian." Kepala Pelayan Chu langsung hilang dalam hitungan detik, sementara Wei Shu juga ikut terbang setelah meminta izin untuk membereskan semua kekacauan yang ditimbulkan oleh para pembunuh sebelumnya.


Xue Shan Shan yang masih berada dalam cengkeraman tangan Pangeran Li Xian hanya bisa bergumam dengan sedih. 'Hei, apa kalian tidak melihat pangeran ingin membunuhku?'


__ADS_2