
Xue Shan Shan terkejut, dia mengangkat kepalanya untuk melirik Pangeran Li Xian seolah-olah dalam kognisinya, pria itu tidak akan pernah berbicara dengan siapa pun dengan nada lembut begitu.
Juga, tidak akan menurunkan harga dirinya seperti ini.
Tidak tahu kenapa, Xue Shan Shan merasa sedih di hatinya.
Tepat ketika Xue Shan Shan terharu sampai ingin meneteskan air mata, suara Pangeran Li Xian terdengar di atas kepalanya. "Kalau kamu mati, tidak ada yang bisa menawarkan racunku lagi."
Xue Shan Shan mendengus dan memandang Pangeran Li Xian dengan marah.
Pangeran Li Xian mengulurkan tangannya dan mengusap pipi Xue Shan Shan yang menonjol, ekspresinya sedikit melunak. "Kamu ingin aku membalaskan dendammu?"
"Tidak perlu, aku sudah memikirkan apa yang harus dilakukan. Kali ini, kamu cukup menonton saja." Xue Shan Shan berbicara dengan wajah kegirangan.
Pada akhirnya, Pangeran Li Xian hanya bisa bersimpati pada Qin Lang dan Putri Amber yang mungkin saja akan saling membunuh.
Ketika keluar dari Biro Tabib Istana, Xue Shan Shan keluar dengan membawa dua tas besar.
Melihat wajah sedih para tabib istana, Xue Shan Shan berkata dengan sungguh-sungguh. "Aku membawa ini semua untuk merawat Pangeran Qin Lang atas perintah Kaisar, kalau kalian tidak rela, aku akan mengembalikannya."
"Rela, rela! Kalau tidak cukup, Anda bisa datang mengambil lagi!" Para tabib istana mana berani mengatakan tidak rela.
Abaikan dulu tentang Kaisar yang bijaksana dan tegas, sekarang saja Yang Mulia Pangeran Li Xian berdiri di samping sambil melihat mereka dengan dingin.
Pangeran Li Xian saja tidak mengatakan apa-apa, bagaimana mungkin mereka berani berkomentar?
Pada akhirnya, dengan tanpa daya mereka melihat Xue Shan Shan pergi mengambil ginseng berusia ribuan tahun, teratai salju Tianshan, Ganoderma salju.
Singkatnya, Xue Shan Shan mengambil semua barang yang mahal dan berkualitas. Bahkan, juga bahan yang langka.
Melihat barang berharga yang langka dan berkualitas itu berpindah tangan, para tabib istana rasanya ingin menangis.
Namun, mereka semua menahan diri karena masih sayang dengan nyawa masing-masing.
Setidaknya, mereka semua membisikkan di hati masing-masing bahwa Xue Shan Shan mengambil barang-barang itu atas perintah Kaisar.
Sebelum pergi, Kepala Biro Tabib Istana mengejar keluar, lalu membungkuk dan berkata, "Tidak tahu apakah Tuan Putri Changning bisa mengajak saya? Saya juga ingin meminta bimbingan ilmu pengobatan dari Tuan Putri."
"Baiklah, tapi jangan lupa bayar biaya pengajarannya." Xue Shan Shan berbicara tanpa sungkan.
__ADS_1
Kepala Biro Tabib Istana tertegun, tidak disangka dirinya yang telah mencapai posisi Kepala Tabib di Biro Tabib Istana pun harus membayar biaya pengajaran.
Namun, kalau dipikir-pikir lagi, Xue Shan Shan adalah anggota Sekte Xianyue dan dia sendiri pun sudah lama ingin mempelajari ilmu pengobatan Sekte Xianyue.
Terlebih, dia juga sudah melihat kondisi Qin Lang tadi pagi dan benar-benar tidak mampu menawarkan racunnya.
Setelah kembali, Kepala Biro Tabib Istana sudah mencari-cari jenis racun itu di buku pengobatan, tapi sampai sekarang masih belum menemukan racun yang serupa.
Pada akhirnya, dia hanya bisa menyetujui persyaratan yang diajukan oleh Xue Shan Shan.
Setelah meninggalkan istana kerajaan, Xue Shan Shan langsung mengucapkan selamat tinggal pada Pangeran Li Xian.
Bagaimanapun, dengan statusnya, Pangeran Li Xian tidak cocok pergi ke penginapan Qin Lang.
Terlebih lagi, sandiwara ini harus dilakukan oleh Xue Shan Shan sendirian.
"Setelah kamu pulang, jangan lupa membantuku untuk mengawasi kediamanku, lihat bagaimana perkembangan mereka menebang pohon. Jika mereka tidak menebang pohon sampai menjadi kayu bakar, suruh mereka pulang saat senja dan kembali besok lagi. Selain itu, mereka mungkin belum makanya kamu jangan lupa untuk menyiapkan makanan ...." Xue Shan Shan memerintahkan banyak hal pada Pangeran Li Xian.
Sang pangeran tampak pusing mendengar perintah Xue Shan Shan, apa dia harus menyiapkan makanan untuk orang-orang itu?
"Bagaimanapun, berdasarkan hubungan kita saat ini, pekerjaku adalah pekerjamu juga!" Xue Shan Shan berseru dengan arogan sambil menepuk bahu Pangeran Li Xian.
Setelah itu, Xue Shan Shan berjinjit dan mencium pipi Pangeran Li Xian.
Sekarang, Pangeran Li Xian sudah tidak pusing dan marah lagi.
Tabib yang menyaksikan semua interaksi mereka dari samping, hanya bisa menyeka keringat dingin di dahinya.
Apakah dia Pangeran Li Xian yang kukenal?
Yang Mulia Pangeran Li Xian adalah suami yang dikendalikannya oleh istri.
Setelah Xue Shan Shan naik ke kereta kuda, dia kembali ke Kediaman Perdana Menteri terlebih dahulu.
Setelah menyimpan dua karung besar bahan obat-obatannya yang berharga, Xue Shan Shan keluar hanya dengan membawa kotak obatnya.
Bahan obat-obatan yang begitu langka dan berharga itu hanya bisa diberikan untuk Pangeran Li Xian.
Memanggil, Qin Lang yang bajingan itu layak mendapatkan bahan obatan berharga?
__ADS_1
Saat tiba di penginapan Qin Lang, orang-orang di sana yang sudah mendapatkan laporan tentang kedatangan Xue Shan Shan, menyambutnya di pintu masuk.
"Tuan Putri Changning, maaf sudah merepotkan kamu datang secara langsung, hanya saja kondisi Yang Mulia sangat kritis." Jiang Feng bersikap ramah dan sopan atas perintah Qin Lang.
Bagaimanapun, mereka benar-benar membutuhkan Xue Shan Shan sehingga tidak boleh menyinggung atau membuatnya tidak senang.
Xue Shan Shan tidak begitu mengindahkan sikap Jiang Feng, dia sudah memiliki penilaiannya sejak awal mereka bertemu di perjamuan beberapa waktu lalu.
"Aku harus memeriksa kondisi Pangeran Qin Lang dulu baru bisa memutuskan apakah bisa menyembuhkannya atau tidak, mohon kalian tidak terlalu berharap."
Jiang Feng memaksakan senyumannya. "Tolong lakukan yang terbaik."
Xue Shan Shan dibawa ke paviliun tempat Qin Lang tinggal, dia melihat pelayan Putri Amber ada di sana begitu memauki ruangan itu.
Benar juga, dengar-dengar dari Da Bingzhi, Putri Amber sedang ditahan. Jadi, tentu saja pelayannya juga ada di sini.
Terlebih, pelayan itulah yang ditugaskan untuk melepaskan kelabang hitam beracun ke kamarnya.
Mungkin, dia mencoba membujuk dan meyakinkan Qin Lang agar melepaskan Putri Amber yang malang.
Saat ini, Putri Amber disekap di ruangan yang bersebelahan dengan tempat tinggal Qin Lang.
Begitu mengetahui kedatangan Xue Shan Shan, aura membunuh mengelilingi tubuh Putri Amber. Ingin rasanya dia segera menghambur untuk mencabik-cabik tubuh Xue Shan Shan, lalu membuangnya ke hutan.
Hanya saja, dia tidak bisa melakukan apa pun selain diam-diam mendengar pembicaraan di ruang sebelah.
Setiap, dia harus tetap diam agar nyawanya tidak dibuat melayang oleh Qin Lang.
Begitu memasuki ruangan, Xue Shan Shan mencium bau darah dan obat-obatan yang tidak enak sehingga membuatnya ingin muntah.
"Buka jendelanya supaya angin bisa masuk," kata Xue Shan Shan, dia ingin ada pertukaran udara agar baundi ruangan itu tidak begitu tidak enak.
Jiang Feng melirik pada pelayan Putri Amber uang langsung bergegas menuju ke jendela, lalu membukanya lebar-lebar.
Xue Shan Shan mendekati tempat tidur selangkah demi selangkah, dia melihat kaki kiri Qin Lang yang berada di atas kasur sudah menghitam sepenuhnya. Bahakn, samar-samar sudah menjalar ke atas.
Setelah melihat Xue Shan Shan, raut wajah Qin Lang menjadi masam.
"Salam kepada Yang Mulia Pangeran Qin." Xue Shan Shan berpura-pura memberi hormat.
__ADS_1
"Yang Mulia, Tuan Putri Changning sudah datang, dia akan memeriksa kondisimu." Jiang Feng menyadari emosi Qin Lang, jadi dia mencoba membantu pria itu untuk lebih bersabar.
Qin Lang terdiam, dia mencoba menekan amarahnya dan menunjukkan senyuman ramah. "Maaf telah merepotkan Tuan Putri Changning untuk datang ke sini."