
Mendengar kata-kata Pangeran Li Xian, Xue Shan Shan merasa telinganya bermasalah.
Bercanda?
Mungkinkah Pangeran Li Xian salah minum obat?
Dia yang biasanya arogan, ternyata bisa bercanda juga.
"Maksudmu, aku tidak mengganggumu?" Xue Shan Shan merasa dirinya harus mengkonfirmasi kembali perkataan Pangeran Li Xian.
"Ya." Pangeran Li Xian mengangguk dengan ekspresi datar, sebelum akhirnya melepaskan pergelangan tangan Xue Shan Shan.
Saat Pangeran Li Xian melepaskan tangan Xue Shan Shan, ujung jarinya tidak sengaja menyentuh jari gadis itu hingga membuatnya bergetar seolah-olah terkena sengatan listrik.
Xue Shan Shan diam-diam meletakkan punggung tangannya ke belakang tubuh dan menggosoknya dengan tidak nyaman.
"Kamu bisa sedikit rileks dan jangan terlalu kaku." Pangeran Li Xian kembali berbicara saat melihat Xue Shan Shan duduk dengan postur tubuh yang tegap seperti gadis bangsawan pada umumnya.
Entah kenapa, dia lebih suka pada Xue Shan Shan yang apa adanya.
Xue Shan Shan mengangkat sedikit sudut bibirnya dan berkata, "Baiklah."
Dulu, Xue Shan Shan terlalu berprasangka buruk pada Pangeran Li Xian. Ternyata, pria itu enak juga diajak bicara.
Setelah itu, Pangeran Li Xian merasa jauh lebih rileks.
Pertama-tama, Xue Shan Shan merubah posisi duduknya menjadi lebih santai.
Selama dalam perjalanan, Xue Shan Shan merasa sangat bosan sehingga dia mencari makanan dan minuman yang ada di tasnya, lalu mengambil satu bungkus manisan dan memakannya satu per satu.
Bahkan, dia tidak sadar kalau Pangeran Li Xian yang duduk di seberang telah memperhatikannya sejak tadi.
Benar saja, Xue Shan Shan yang seperti ini jauh lebih enak dilihat.
Ketika Xue Shan Shan ingin memakan manisan yang ke sekian kalinya, Pangeran Li Xian akhirnya tidak bisa menahan diri untuk bertanya, "Apa kamu merasa tidak enak badan?"
"Ha? Tidak." Xue Shan Shan mengerutkan keningnya tidak mengerti dengan pertanyaan tiba-tiba dari Pangeran Li Xian.
"Kalau begitu, untuk apa kamu menelan begitu banyak obat?" Tatapan Pangeran Li Xian tertuju pada manisan berwarna hitam di tangan Xue Shan Shan.
"Obat?"
Awalnya, Xue Shan Shan masih belum mengerti maksud Pangeran Li Xian, tetapi ketika dia melihat manisan yang berbentuk seperti butiran obat di tangannya, barulah dia mengerti.
Kalau aku mengatakan ini hanya manisan yang dibuat seperti obat, apa dia akan percaya?
Bukankah dia akan salah paham?
Bahkan, dirinya saja tidak mengerti kenapa Grenie menyediakan manisan berbentuk obat seperti itu.
Xue Shan Shan menjawab pertanyaan Pangeran Li Xian dengan canggung. "Hanya pil kesehatan biasa."
"Berarti masih sedikit tidak enak badan?" Nada suara Pangeran Li Xian terdengar khawatir.
Dia tidak bisa membayangkan betapa tidak enak badannya Xue Shan Shan sehingga menelan begitu banyak pil sekaligus.
__ADS_1
"Bukan, bukan ... ini adalah, adalah ...." Xue Shan Shan tampak berpikir.
Entah ide dari mana, akhirnya sebuah kalimat meluncur tanpa beban dari mulutnya.
"Obat agar mudah hamil."
Setelah kata-kata tersebut terlontar dari mulut Xue Shan Shan, suasana di dalam kereta menjadi sangat hening sehingga suara daun dan bunga yang berguguran pun bisa terdengar.
Sekali lagi, Xue Shan Shan rasanya ingin menggali sebuah lubang dan masuk ke dalamnya.
Itu adalah alasan yang sangat teramat buruk!
Dia yakin, otaknya pasti sudah teracuni dengan surat kecil yang berisi resep kuno agar cepat hamil.
Pangeran Li Xian awalnya sangat tercengang, akhirnya kembali normal. Dia mengangkat kelopak matanya perlahan dan berkata, "Kalau begitu, silahkan lanjutkan."
Makna yang tersirat dari kata-katanya adalah dia terlalu banyak ikut campur urusan orang.
Kemudian, Xue Shan Shan pun menghabiskan sebungkus manisan itu di hadapan Pangeran Li Xian.
Setelah menghabiskan semua makanannya, Xue Shan Shan juga menghabiskan minumannya hanya dalam sekali teguk.
"Xue Shan Shan, apa kamu begitu ingin memiliki anak?" Pangeran Li Xian benar-benar terkejut melihat aksi Xue Shan Shan sehingga keinginannya untuk membaca buku jadi hilang.
Demi memiliki anak, Xue Shan Shan tanpa ragu menelan 40 butir pil!
Sangat mengejutkan, Pangeran Li Xian tidak pernah melihat hal yang seperti ini.
Sekarang, Xue Shan Shan baru menyadari kalau berbohong bisa berakibat buruk.
Jika sudah ada satu kebohongan, maka akan muncul kebohongan lainnya.
Pangeran Li Xian tidak bisa berkata-kata karena Xue Shan Shan selalu saja melakukan hal yang membuatnya terkesima.
Ketika keheningan panjang terjadi di antara Xue Shan Shan dan Pangeran Li Xian, tiba-tiba saja suara Lin Mei terdengar.
"Putri, Putri Changning."
"Ada apa?" Xue Shan Shan yang mencoba menutup matanya demi menghindari interaksi dengan Pangeran Li Xian, membuka matanya secara perlahan.
"Yan Shu terlalu pandai bermain catur, aku tidak bisa melawannya. Putri, cepat datang dan bantu aku." Suara Lin Mei yang tak berdaya keluar dari arah kereta lain.
"Tidak bisa, aku sangat mengantuk." Xue Shan Shan tanpa pikir panjang langsung menolak karena dia benar-benar mengantuk.
"Taruhan kali ini lima ratus teal perak, kalau menang kita bisa dapat banyak uang."
Tahu Xue Shan Shan adalah orang yang menyukai uang, Lin Mei hanya bisa membujuknya menggunakan uang.
Benar saja, Xue Shan Shan langsung bangkit dan berseru. "Aku segera datang."
Pangeran Li Xian mengangkat tangannya dan baru berniat menghentikannya, tetapi Xue Shan Shan justru berhenti dengan sendirinya.
Tiba-tiba, Xue Shan Shan ingat bahwa kereta kuda yang dinaiki oleh Lin Mei dan Yan Shu cukup kecil. Terlebih, beberapa barang pemberian Keluarga Bangsawan Agung juga dia titipkan ke sana.
Sebenarnya, Xue Shan Shan ingin meletakkan cinderamata itu ke dalam ruang waktu. Hanya saja, dia mengurungkan niat tersebut karena tidak ingin membuat orang lain curiga.
__ADS_1
Di saat dia tidak tahu harus berbuat apa, tiba-tiba suara datar Pangeran Li Xian terdengar.
"Kamu boleh menyuruh mereka ke sini."
Xue Shan Shan menatap Pangeran Li Xian dengan gembira dan bertanya dengan penuh semangat. "Benarkah?"
Dengan wajah tanpa ekspresi, Pangeran Li Xian pun menjawab, "Ya."
"Bagus sekali, terima kasih, Yang Mulia!"
Detik berikutnya, Xue Shan Shan dengan semangat juang langsung memanggil Lin Mei dan Yan Shu.
Melihat kelakuan Xue Shan Shan, Pangeran Li Xian menurunkan kelopak matanya dan mengangkat sedikit sudut bibirnya.
Tidak lama setelah itu, Lin Mei dan Yan Shu pun datang.
Kereta kuda yang biasanya hanya dinaiki oleh Pangeran Li Xian, kini justru memuat tiga orang lainnya.
Meski demikian, kehadiran mereka semua tidak membuat Pangeran Li Xian merasa ruangan di sekitarnya menjadi agak sempit.
Sebalik, dia merasa suasana di sekeliling menjadi lebih hidup dan berwarna.
Sementara itu, Xue Shan Shan juga berpikir di dalam hatinya untuk membuat kereta kuda yang sama seperti milik Pangeran Li Xian.
Setelah Xue Shan Shan dan Yan Shu duduk berhadapan, mereka langsung membagikan bidak catur, sementara Pangeran Li Xian dan Lin Mei hanya menjadi penonton.
"Apa Putri Changning juga tahu cara bermain catur?" Yan Shu sejak tadi menang berturut-turut hingga dia terlihat sangat bersemangat.
"Tentu saja," sahut Xue Shan Shan dengan penuh percaya diri.
Lin Mei tidak tahu kapan Xue Shan Shan belajar bermain catur, tetapi dia pernah menyaksikan betapa hebatnya permainan sang nona.
Jadi, dia pun menimpali dengan yakin. "Yan Shu, kuberitahukan padamu, kamu pasti akan kalah dengan menyedihkan sebentar lagi."
Begitu saja, permainan pun dimulai.
Saat itu, Xue Shan Shan baru menyadari bahwa Yan Shu sangat lihai bermain catur. Tidak heran jika Lin Mei kalah terus darinya.
Yan Shu tersenyum miring melihat bidak catur milik Xue Shan Shan tersisa sedikit, sebelum akhirnya berseru dengan girang. "Skak mat!"
Namun, tanpa diduga Xue Shan Shan justru menjalankan pionnya tanpa ampun, bahkan bisa menelan empat pion milik Yan Shu beserta rajanya.
Xue Shan Shan menang, Yan Shu tercengang!
"Hahaha, sudah kukatakan, aku memang tidak bisa mengalahkanmu, tapi Putri Changning pasti bisa!" Lin Mei tertawa bahagia. "Akhirnya, dendamku terbalaskan!"
Sementara itu, Pangeran Li Xian sekali lagi terkesima dengan kemampuan Xue Shan Shan yang dirumorkan tidak tahu apa pun, selain bersenang-senang.
Namun, nyatanya dia tidak hanya bisa memahami ilmu pengobatan, tetapi juga pandai menari hanya dalam sekali lihat dan mengalahkan Yan Shu dalam permainan catur.
Padahal, bisa dikatakan kalau catur adalah keahlian Yan Shu!
Yan Shu yang batu kalah sekali dan kehilangan lima ratus teal perak, sama sekali tidak merasa sakit hati. Dia hanya menoleh ke arah Pangeran Li Xian dan bertanya, "Yang Mulia, aku sudah kalah. Apa Anda memenangkan kembali kekalahanku?"
***
__ADS_1
Anak solehku lagi gak enak badan, guys. Jadi, aku update satu dulu, ya. Kalau udah gak terlalu rewel, aku usahain update dua lagi. Btw, terima kasih untuk support kalian semua.