Peri Racun Kesayangan Pangeran

Peri Racun Kesayangan Pangeran
Kebohonganku Telah Terungkap


__ADS_3

Xue Shan Shan secara tidak langsung sudah menyetujui untuk membiarkan Pangeran Li Xian menginap bersamanya.


Bukankah hal ini sedikit tidak pantas?


Karena tangan kanan Pangeran Li Xian terluka, jadi dia tidur di bagian dalam ranjang dan menyisakan lebih dari setengah ruang di sebelahnya untuk Xue Shan Shan.


Pada akhirnya, Xue Shan Shan tetap naik dan berbaring di atas ranjang yang kosong setelah mengalami keraguan untuk sesaat.


Xue Shan Shan berbaring dengan tubuh lurus, dia tidak bergerak sedikit pun dan merasa gugup tanpa diketahui alasannya.


Padahal, ini bukan pertama kali dia tidur di sisi Pangeran Li Xian.


Sesaat, keduanya tidak bisa tidur.


Xue Shan Shan membalikkan badannya dan berbaring menghadap Pangeran Li Xian, lalu bertanya sambil menatap wajah tegas pria itu. "Kamu tahu anak istri sah Kediaman Bangsawan Agung yang bernama Lu Ningyan?"


"Tidak tahu," sahut Pangeran Li Xian tanpa pikir panjang.


"Dia adalah gadis yang memberikanmu mantel sewaktu kita di Kota Gu," kata Xue Shan Shan berusaha membangkitkan ingatan Pangeran Li Xian.


"Aku tidak ingat." Tidak mencoba memikirkan tentang sosok yang dibicarakan Xue Shan Shan, Pangeran Li Xian kembali menjawab dengan tak acuh.


Dia hanya ingin tahu apa yang akan Xue Shan Shan bicarakan padanya.


Xue Shan Shan menghela nafas, tetapi dia sangat senang karena Pangeran Li Xian tidak hanya tidak kenal, tetapi bahkan tidak ingat pada Lu Ningyan yang pernah mereka temui di Kota Gu.


"Baiklah, aku bertemu dengan Lu Ningyan hari ini. Dengar-dengar, dia adalah seorang ahli bela diri yang berbakat dan berparas cantik." Lu Ningyan teringat pada tatapan Lu Ningyan saat di perjamuan, dia merasa tatapan itu memiliki maksud tersembunyi.


Menurut firasat seorang wanita, mungkin itu ada kaitannya dengan seorang pria.


Setelah berbicara dan menunggu cukup lama, Xue Shan Shan tidak mendapatkan tanggapan dari Pangeran Li Xian.


Ketika Xue Shan Shan melihatnya lagi, Pangeran Li Xian sudah memejamkan mata bersamaan dengan halaan nafas ringan yang terdengar.


'Sebentar saja sudah tertidur?' Xue Shan Shan bicara dalam hati.


Xue Shan Shan menatapnya, muncul perasaan bahagia di dalam hatinya karena berpikir Pangeran Li Xian sama sekali tidak memperdulikan gadis lain, bahkan Lu Ningyan sekali pun.


Xue Shan Shan masih menatap wajah damai Pangeran Li Xian dan berbicara di dalam hati. 'Kamu adalah milikku!'


Detik berikutnya, Xue Shan Shan sudah mendaratkan bibirnya di pipi Pangeran Li Xian.


"Selamat malam." Xue Shan Shan tersenyum puas.


Baru saja mau kembali ke posisinya, satu tangan Pangeran Li Xian merangkul Xue Shan Shan ke dalam pelukannya.


Pada akhirnya, Xue Shan Shan tertidur di dalam pelukan Pangeran Li Xian yang hangat.


Pada saat mendekati tengah malam, Pangeran Li Xian masih belum terlelap. Dia Benar tidak menyangka, Xue Shan Shan saat tidur kali ini sangat tidak bisa diam seolah-olah ada yang tengah berkelahi dengannya di dalam mimpi.


Belum lama Pangeran Li Xian tertidur, dia dibuat terjaga oleh satu kaki Xue Shan Shan yang mendarat di pinggangnya. Bahkan, tubuh gadis itu juga sudah berpindah ke atas tubuhnya.


Samar-samar, dia bisa mencium aroma wanita di dalam pelukannya.


Hal itu menyebabkan ....


Beberapa bagian tubuh bergejolak!


Jika bukan karena tempat yang kurang praktis, Dia pasti sudah mandi dengan air dingin.


Diam-diam, dia melihat Xue Shan Shan yang tertidur dengan begitu lelap dan merasa gadis itu sangat tidak berperasaan.


Ketika langit mulai terang, Xue Shan Shan baru merubah posisi tidurnya dan melepaskan Pangeran Li Xian.


Hampir semalaman, Pangeran Li Xian tidak bisa tidur. Dia baru saja ingin memejamkan mata, ketika pintu diketuk dari luar.

__ADS_1


Pangeran Li Xian langsung mengernyitkan alisnya dengan kesal.


Melihat Xue Shan Shan yang masih tidur dengan nyenyak, akhirnya Pangeran Li Xian bangkit dan membuka pintu dengan ekspresi dingin.


"Shan—"


Di depan pintu, tangan Fu Qingyue masih tergantung di udara, bersiap ingin mengetuk pintu lagi.


Begitu melihat aura membunuh dari pria yang berdiri di hadapannya, Fu Qingyue langsung membelalak dan tertegun.


"Ada apa?" Nada bicara Pangeran Li Xian sangat datar, bahkan terdengar sangat tidak senang.


Sudut mulut Fu Qingyue berkedut, dia menelan ludah, lalu berkata, "Ka—kakak Ipar, kenapa Anda di sini?"


Fu Qingyue sangat takut pada Pangeran Li Xian, tetapi dia mencoba peruntungan untuk memanggil pria itu dengan sebutan 'kakak ipar', berharap sang pangeran tidak mengamuk karena kesenangannya telah diganggu.


Bagaimanapun, Fu Qingyue tahu bahwa Pangeran Li Xian sangat menyukai Xue Shan Shan, jadi seharusnya pria itu juga suka jika dipanggil kakak ipar.


'Kakak Ipar?' Alis Pangeran Li Xian berkerut sedikit. 'Hmmm, panggilan yang cukup enak didengar.'


Tadinya, raut wajah pria itu sangat masam. Namun, panggilan Fu Qingyue membuat ekspresinya menjadi lebih hangat, bahkan nada bicaranya terdengar sedikit sungkan. "Shan Shan sedang tidur, jadi jangan ganggu dia dulu."


"Oh, baiklah. Kalau begitu, aku pergi dulu. Kakak Ipar, kamu lanjutkan lagi saja istirahatmu. Aku tidak akan mengganggu kalian ...."


Begitu selesai bicara, Fu Qingyue langsung melarikan diri seperti seekor kancil yang menghindari pemangsa.


Pangeran Li Xian mengernyitkan alisnya semabri menatap ke arah bayang-bayang Fu Qingyue yang sudah menghilang.


Apa aku begitu mengerikan sampai dia berlari secepat itu?


Ketika Pangeran Li Xian menutup pintu dan berbalik, Xue Shan Shan sudah bangun dan mengucek matanya.


Xue Shan Shan menguap. "Siapa?"


"Temanmu," sahut Pangeran Li Xian yang tidak tahu nama Fu Qingyue.


"Entahlah," sahut Pangeran Li Xian sembari mengedikkan bahunya tak acuh.


Xue Shan Shan menghela nafas, dia lupa bahwa Pangeran Li Xian sepertinya tidak mengenali gadis lain selain dirinya.


Memikirkan hal itu, Xue Shan Shan merasa suasana hatinya semakin baik.


Xue Shan Shan meregangkan tubuhnya, lalu berjalan ke arah lemari pakaian dan memilih pakaian dengan santai.


Saat mandi, Xue Shan Shan tiba-tiba teringat akan sesuatu, lalu menatap Pangeran Li Xian sembari berkata, "Qingyue jatuh cinta pada adik keenammu."


Pangeran Li Xian juga sedang mengganti pakaian, dia langsung mengalikan pandangannya ke arah Xue Shan Shan sembari bertanya, "Li Xanjian?"


"Benar." Xue Shan Shan menganggukkan kepalanya.


Pangeran Li Xian sedikit memancingkan matanya, nada bicaranya terdengar santai. "Suruh dia jaga jarak dengan Li Xanjian."


Seketika, gerakan tangan Xue Shan Shan yang sedang mencuci muka langsung berhenti. Dia jelas bisa merasakan adanya keanehan dari nada bicara Pangeran Li Xian, dia pun melemparkan tatapan penuh kebingungan ke arah pria itu.


Detik berikutnya, Xue Shan Shan sepertinya mengerti akan sesuatu.


Ternyata, beberapa orang tidak sesederhana kelihatannya.


"Aku harus pergi ke Sekte Xingyun untuk mengikuti ujian, sebaiknya kamu tetap beristirahat di sini. Kamu harus memperhatikan lukamu, aku akan datang untuk membantu mengganti perbanmu nanti." Xue Shan Shan khawatir pada luka Pangeran Li Xian dan berharap sebisa mungkin tangan kanan pria itu tidak banyak digerakkan.


Pangeran Li Xian menatap Xue Shan Shan, dia baru saja ingin mengatakan sesuatu pada gadis itu ketika pintu diketuk lagi dari luar.


Kali ini, yang mengetuk pintu adalah Wei Shu.


Setelah melihat Pangeran Li Xian, Wei Shu melirik ke dalam ruangan dan berkata dengan suara pelan. "Yang Mulia, ada laporan darurat."

__ADS_1


Mendengar ini, Pangeran Li Xian menganggukkan kepalanya dengan ekspresi datar, lalu kembali menutup pintu kamar.


"Kamu pergi saja dulu, nanti aku akan menyusulmu." Pangeran Li Xian menatap Xue Shan Shan dengan lembut.


Xue Shan Shan pun mengangguk sambil tersenyum manis. "Kalau begitu Mama aku pergi dulu. Kamu baik-baiklah di sini sendirian."


"Iya." Pangeran Li Xian tersenyum tipis.


Sebelum pergi, Xue Shan Shan kembali menatap Pangeran Li Xian sejenak, lalu mengeluarkan tangan untuk menunjuk pipinya sendiri.


Seketika, Pangeran Li Xian tertawa pelan, sebelum akhirnya membungkukkan tubuh dan langsung mencium bibir merah Xue Shan Shan.


Setelah ciuman itu berakhir, Xue Shan Shan merasa sedikit pusing dan memukul dada Pangeran Li Xian dengan kesal. "Menyebalkan, kamu menunda waktuku!"


Walaupun berkata seperti itu, Xue Shan Shan tetap saja tersenyum lebar dan berlari keluar.


Begitu tiba di lantai bawah, Xue Shan Shan melihat Lei Zhen dan yang lainnya sedang menunggunya.


Bahkan, Fu Qingyue juga ada di sana setelah membujuk Xue Shan Shan untuk diizinkan pergi ke Gunung Wuxia hanya karena mendapatkan informasi bahwa Pangeran Li Xanjian juga akan hadir.


Padahal, Xue Shan Shan sudah memperingati Fu Qingyue untuk melupakan perasaannya pada Pangeran Li Xanjian, dia juga mencoba meyakinkan gadis itu bahwa perasaannya terhadap sang pangeran mungkin saja hanyalah perasaan sesaat.


Pada akhirnya, Xue Shan Shan hanya bisa memberikan beberapa barang kepada Fu Qingyue yang menerimanya dengan senang hati.


Setelah merasakan kehebatan tembakan bius, Fu Qingyue mana mungkin menolak pemberian Xue Shan Shan.


Dia yakin itu juga pastilah barang berharga.


"Kakak, bisakah kamu mengizinkan aku pergi juga?" Lei Zhen sudah lama mengagumi Sekte Xingyun, jadi dia tidak ingin melewatkan kesempatan untuk uji coba yang bagus ini.


Xue Shan Shan tiba-tiba teringat sesuatu saat melihat Lei Zhen, ekspresinya pun berubah menjadi begitu memuja. "Lei Zhen, dulu aku mengira kamu hanyalah seorang yang suka mengumbar kehebatan. Namun, aku baru menyadarinya kemarin, kamu benar-benar pantas menjadi bagian dari dunia persilatan. Aku sangat mengagumimu!"


Lei Zhen menatap Xue Shan Shan jangan bingung.


Apa maksudnya?


Kenapa terdengar sangat aneh?


"Sebelumnya, kamu memberitahuku kalau orang yang aku cari ada di Sekte Xingyun, apa kamu ingat?" Xue Shan Shan langsung menjelaskan saat melihat Lei Zhen tidak bereaksi.


Tiba-tiba, kaki Lei Zhen jadi lemas.


Gawat, kebohonganku telah terungkap!


Ternyata, Bos Besar sedang menyindirku. Bagaimana ini? Apa aku masih bisa hidup?


Saat ini, Lei Zhen dan yang lainnya jelas masih belum menyadari bahwa orang yang dicari oleh Xue Shan Shan adalah Ketua Sekte Dugu.


Xue Shan Shan tersenyum saat melihat ekspresi Lei Zhen berubah, nada bicaranya sedikit bersemangat. "Tidak disangka, orang itu benar-benar ada di Sekte Xingyun. Lei Zhen, kamu benar-benar hebat, kamu bahkan bisa membantuku menemukan seseorang!"


'Benarkah?' Lei Zhen masih tidak berani membuka mulutnya.


Melihat rasa ingin tahu yang terpancar jelas di wajah semua anggotanya, Xue Shan Shan pun berkata dengan senyum lebar. "Ketua Sekte Dugu adalah orang yang aku cari."


Seketika, orang-orang di sekitarnya terkejut. Mereka memiliki ekspresi dan isi hati masing-masing, terutama Lei Zhen.


Bagaimanapun, dia hanya asal menebak dan tidak disangka tebakannya benar hingga bisa memperpanjang umurnya.


Pada akhirnya, Xue Shan Shan membawa semua rekannya, kecuali Tabib Zhang dan Xiangxiang yang enggan ikut ke Gunung Wuxia.


Saat menyadari Xiangxiang tidak ikut juga, Tabib Zhang langsung menyesali keputusannya untuk tetap tinggal di penginapan.


Lebih baik ikut ujian, daripada harus berduaan dengan istri seniornya.


Namun, dia juga berpikir bahwa kemungkinan dirinya akan menyusahkan dan menjadi penghambat jika memaksa ikut.

__ADS_1


'Ah, sudahlah. Aku tidur saja,' pikir Tabib Zhang yang sudah ingin berbalik.


Namun, suara Xiangxiang menghentikan langkahnya. "Xiaozhang, kebetulan kamu tidak ikut, mari temani aku berbincang sebentar."


__ADS_2