Peri Racun Kesayangan Pangeran

Peri Racun Kesayangan Pangeran
Coba Saja Kalau Berani!


__ADS_3

"Karena kalian membela Lilu, maka aku tentu saja akan melindungi ibuku dan para pelayanku! Aku akan menjadi sokongan untuk mereka! Hari ini, bahkan jika pelayanku menghancurkan seluruh Kediaman Xue, aku akan tetap berdiri di sini dan memberitahu kalian sepatah kalimat!"


Xue Shan Shan menatap semua orang dengan tatapan tajam, sementara wajahnya menunjukkan ekspresi serius. "Jangan coba-coba menyentuh mereka!"


"Kamu ... kamu!" Xue Jingguo tidak bisa berbicara saking marahnya, tetapi tangannya sudah melayang di udara.


"Xue Jingguo, hentikan!" Suara dingin Nyonya Diana yang datang dari belakang tubuh Xue Jingguo menghentikan tangan pria itu hingga tetap mengudara dan tidak menempel di wajah lembut Xue Shan Shan.


Melihat tangan besar Xue Jingguo hampir melukai wajah Xue Shan Shan, Lin Mei sangat ketakutan hingga bergegas menarik sang nona mundur selangkah hanya untuk menjaga jarak dari tuannya.


Nyonya Diana dan Su Qiu juga bergegas berjalan mendekat, lalu menarik Xue Shan Shan masuk ke dalam pelukannya. "Shan Shan, kenapa kamu tidak menghindar? Bagaimana jika aku datang terlambat dan Minglang tidak melindungimu, kamu pasti sudah dipukul oleh ayahmu."


Pada saat bersamaan, Minglang pun beraksi dengan berdiri di hadapan Xue Shan Shan sebagai tameng.


Minglang yang sempat takjub dengan keberanian Xue Shan Shan, sampai lupa bereaksi ketika Xue Jingguo melayangkan tangannya.


Beruntung, Nyonya Diana datang tepat waktu hingga menyadarkan dirinya.


Jika tidak, saat secuil saja kulit Xue Shan Shan disentuh oleh Xue Jingguo, maka bisa dipastikan bahwa Pangeran Li Xian akan membuat dirinya ikut terkubur di dalam reruntuhan Kediaman Xue beserta seluruh penghuninya!


Membayangkannya saja, Minglang sudah bergidik ngeri.


"Ibu, jangan khawatir." Xue Shan Shan tanpa rasa takut menenangkan Nyonya Diana dan membalas tatapan Xue Jingguo sembari melayangkan senyum sinis di wajahnya hingga membuat pria itu semakin murka.


Melihat itu, Minglang hanya bisa menghela nafas dengan pasrah.


Sepertinya, Nona Besar sengaja memancing emosi Xue Jingguo.


Benar saja, Xue Jingguo sudah maju selangkah dan kembali mengangkat tangannya untuk mendorong Minglang.


"Minggir!"


Tidak peduli sekuat apa pun Xue Jingguo, dia tidak berhasil membuat Minglang sedikitpun bergeser dari posisinya.


Padahal, dia adalah seorang jenderal dan mahir bela diri. Namun, dia tidak sanggup melawan Minglang.


"Jangan halangi aku!" Xue Jingguo langsung mengeluarkan tinjunya, tetapi dirinya sudah lebih dulu terbaring di tanah dengan rahang yang hampir patah.


Semua orang, tidak terkecuali para pelayan sangat terkejut hingga termenung melihat Xue Jingguo terkapar di tanah.


Sampai ketika Xue Jingguo berteriak, "Pelayan!"


Semua pelayan itu pun tersadar dan segera mengelilingi Xue Jingguo, tetapi tidak satu pun dari mereka berani melawan Minglang yang memancarkan aura kematian.


"Tuan." Selir Faye menghampiri Xue Jingguo dengan wajah pucat. "Ini ... apa yang terjadi? Nona Besar, siapa dia?"


Xue Shan Shan tersenyum sinis, memang tidak ada yang tahu selain Nyonya Diana dan orang-orang di sekitarnya bahwa dia memiliki Minglang sebagai pengawal yang dapat diandalkan.


Bagaimanapun, Minglang hanya akan menjadi pengawal bayangan ketika berada di Kediaman Xue dan akan menunjukkan diri ketika berada di luar.


Bisa dikatakan, hari ini adalah pertama kalinya Minglang menunjukkan wujudnya pada Keluarga Xue.


"Dia adalah orang yang akan melindungiku."


"Sembarangan! Kalian menganggap Kediaman Xue itu apa?!" Xue Jingguo sangat emosi hingga wajahnya tampak merah padam.


Xue Shan Shan hanya tertawa sinis saat berkata, "Ayah, ini hanya mengingatkanmu bahwa aku dan ibuku tidak bisa diatur atau ditindas oleh siapa pun!"


"Apa hak kalian memukul dan memaki sembarangan?" Xue Shan Shan menatap Xue Jingguo dengan tatapan tajam yang juga menyiratkan penghinaan. "Jika bukan karena kakek dan nenekku, apa kau pikir kau bisa naik ke posisi sekarang? Dan jika bukan karena kedua pamanku yang selalu membantumu di istana, kau tidak akan bisa mencapai kesuksesan seperti sekarang!"


"Namun, kau bukan hanya tidak tahu berterima kasih, bahkan kau juga terus menindas ibuku. Ayah, apa ini yang dimaksud balas budi seperti ajaranmu padaku dulu?"


"Kurang ajar! Tutup mulutmu!" Xue Jingguo benar-benar marah besar, tetapi dia tidak bisa melakukan apa-apa karena Minglang masih menjadi tameng bagi Xue Shan Shan.


"Jangan berteriak pada putriku!" Nyonya Diana balas berteriak pada Xue Jingguo, tidak ada jejak kelembutan di wajahnya saat menatap pria yang pernah dicintainya begitu dalam.


"Diana Lee!" Xue Jingguo yang sangat murka saat melihat ekspresi Nyonya Diana, dia pun mengucapkan kata demi kata dengan jelas dan tegas. "Ekspresi apa itu? Aku beritahu padamu bahwa kau bukan lagi Putri dari Kediaman Perdana Menteri, kau adalah istriku dan ini adalah Kediaman Xue, jadi kau tidak bisa berlagak seperti tuan putri!"


Xue Shan Shan memegang tangan Nyonya Diana dengan erat, dia bisa merasakan suhu di telapak tangan sang ibu mulai mendingin.


Su Qiu dan kedua pelayan pribadi Xue Shan Shan juga sangat emosi, tetapi mereka hanya bisa menatap Xue Jingguo sembari memastikan pria bajiingan itu tidak memiliki kesempatan untuk menyakiti majikan mereka.

__ADS_1


"Jangan marah, Tuan." Tangan lembut Selir Faye mengelus lengan Xue Jingguo, membantu pria itu meredakan emosinya. "Tuan, bagaimanapun, Kakak dibesarkan di Kediaman Perdana Menteri. Jadi, wajar saja jika perilakunya seperti tuan putri. Kamu harus bersabar, kelak kamu juga harus mengalah."


Kemudian, Selir Faye menatap Xue Shan Shan. "Nona Besar, kamu juga tidak boleh membiarkan ayahmu ditindas oleh orang luar. Kalau tidak, kamu akan dianggap sebagai anak durhaka dan pemberontak!"


"Diam!" Nyonya Diana tiba-tiba menatap Selir Faye. "Jika tuannya sedang berbicara, seorang budak tidak boleh ikut campur, bahkan menasehatinya!"


Kali ini, Nyonya Diana sudah benar-benar marah!


Meskipun Yu Faye berstatus seorang Selir, tingkatannya jelas jauh di bawah Xue Shan Shan.


Bahkan, dia memang layak disebut sebagai seorang budak!


"Su Qiu, berilah pelajaran kepada budak yang memprovokasi ini!"


Kata-kata Nyonya Diana membuat Selir Faye terkejut, sementara Si Qiu justru kesenangan dan segera berjalan mendekat.


"Beraninya kau!" Xue Jingguo bereaksi dan menarik Selir Faye ke belakang dan kedua matanya seolah-olah sudah mau menyemburkan api.


"Kenapa tidak berani? Bukankah Tuan datang ke sini untuk memberikan keadilan bagi Selir Faye yang tidak berhenti memprovokasi agar kau memukul putriku? Ketika berbicara, kata-katanya memang terdengar seperti sedang membujuk. Namun, dia diam-diam sengaja memperburuk masalah ini."


Kemudian, Nyonya Diana melirik Selir Faye yang mengintip dari belakang tubuh Xue Jingguo. "Aku ingin bertanya kepada Adik yang berbudi luhur ini, apa tujuanmu sebenarnya?"


Wajah Selir Faye memucat dan tatapannya tampak cemas. "Tuan, aku tidak seperti itu. Aku tidak seperti itu."


Kemudian, dengan cepat otaknya mendapatkan kata-kata untuk membuat pembelaan. "Nona Besar yang tiba-tiba datang dan memukuli Lilu, bahkan dia juga dengan sengaja mencekoki aku dengan makanan penutup. Aku tidak perhitungan ketika dia menyakitiku dan hampir mencelakai calon bayiku, aku hanya tidak terima ketika dia membiarkan orang luar menindas tuan."


"Cih, alasan Xue Shan Shan datang dan bertindak kasar padamu juga pelayanmu, kaulah yang paling jelas di hatimu!"


Nyonya Diana tersenyum sinis, dia cukup takjub pada kemampuan Selir Faye dalam bersikap lemah lembut dan bertindak layaknya korban hingga mampu menggetarkan hati Xue Jingguo.


Terlebih, dia sempat menggunakan bayi dalam kandungannya untuk menarik simpati Xue Jingguo yang secara tak langsung juga mengobarkan kembali amarah pria itu.


Selir Faye yang berbicara dengan lemah lembut sambil terisak, membuat Xue Jingguo merasa iba hingga rasa bencinya pada Nyonya Diana semakin dalam.


Para gadis pelayan yang ada di sekitar, tampak ketakutan dan menundukkan kepala mereka untuk menyembunyikan keberadaan masing-masing.


Dalam sekejap, suasana di antara mereka menjadi semakin menegangkan seolah-olah akan ada hujan badai yang menyerang.


Setelah selesai berbicara, para pengawal dan pelayan yang berusaha menyembunyikan diri mereka akhirnya melangkah maju dan mengelilingi Xue Shan Shan yang masih berada di pelukan Nyonya Diana.


Namun, pada detik berikutnya, ada tiga orang berpakaian serba hitam tiba-tiba melayang dari udara dan mendarat di dekat Minglang.


Jelas, tujuan mereka adalah untuk melindungi Nyonya Diana dan Xue Shan Shan sesuai perintah Pangeran Li Xian.


Detik berikutnya, mereka sudah melawan dan menumbangkan orang-orang Xue Jingguo yang berjumlah lebih dari dua puluh orang.


Bahkan, Xue Jingguo juga sudah kembali terkapar di tanah dengan bunyi retakan yang berasal dari pinggangnya hingga membuat semua orang tercengang sekali lagi.


Rasa sakit yang dirasakan Xue Jingguo membuat wajahnya pucat seperti tidak ada setetes pun darah yang mengalir di sana.


Melihat Xue Jingguo terkapar di tanah, Selir Faye segera tersadar dan berteriak, "Cepat panggilkan tabib!"


"Tuan, apa kau baik-baik saja?" Selir Faye ingin membantu Xue Jingguo berdiri, tetapi seluruh badan pria itu merasakan sakit tiada Tara ketika disentuh.


Setelah berusaha sekuat tenaga, akhirnya Selir Faye berhasil membantu Xue Jingguo berdiri.


"Kau ...." Xue Jingguo menatap Xue Shan Shan dengan aura membunuh yang menyebar dari sekujur tubuhnya.


Namun, Xue Shan Shan malah menatapnya dengan lebih menakutkan lagi. "Aku tidak salah."


"Kau membiarkan orang luar memukuli ayahmu sendiri, kau masih berani bilang bahwa kau tidak salah?" Xue Jingguo mengangkat sebelah alisnya saat menatap Xue Shan Shan. "Mana ada anak orang lain sepertimu!"


"Juga tidak ada ayah atau pun suami dari keluarga mana pun yang memukul anak dan istrinya demi selir!" Xue Shan Shan membalas kata-kata Xue Jingguo kata demi kata. "Kau sudah menindas aku dan ibuku, jadi kenapa aku tidak bisa memukulmu? Kau mau menganggap aku anak durhaka juga tidak masalah. Bukankah aku belajar darimu, Ayah?"


Saat ini, tatapan Xue Shan Shan sarat akan penghinaan. "Kau juga durhaka pada kakek dan nenekku."


"Kau!" Xue Jingguo kehilangan kata-kata untuk membalas Xue Shan Shan, kemudian dia menatap para pengawal yang tergeletak di tanah. "Bangun dan bawa anak durhaka ini ke aula leluhur! Aku akan menghukumnya!"


Mendengar titah Xue Jingguo, semua orang tercengang, terutama para pengawal dan pelayan yang sudah mengalami luka di beberapa bagian tubuh mereka akibat pengawal bayangan yang dikirimkan oleh Pangeran Li Xian.


Bahkan, jika saat ini tubuh mereka tidak babak belur, mana mungkin mereka mereka berani menjalankan titah, sementara aura mematikan tampak mengelilingi para pengawal Xue Shan Shan.

__ADS_1


"Coba saja kalau berani!" Suara nyaring terdengar penuh dengan emosi dan gemetar.


Pengawal yang tidak tahu harus bertindak apa, melihat ke arah Xue Jingguo dan Nyonya Diana secara bergantian.


Su Qiu, Lin Mei dan Qing Ke terbengong melihat Nyonya Diana yang sudah berjalan ke hadapan Xue Jingguo sembari melayangkan tatapan membunuh pada para pelayan dan pengawal yang ada di sekitar.


Mereka tidak pernah melihat Nyonya Diana seperti ini dan merasakan ada yang aneh.


Sepertinya, inilah baru Nyonya Diana yang asli!


Inilah dia Nona Besar dari Keluarga Perdana Menteri yang dihormati dan disayangi banyak orang!


"Aku ingin melihat siapa yang berani menyentuh putriku!" Nyonya Diana menatap Xue Jingguo sembari mengeluarkan kata demi kata dari mulutnya. "Jika kau menghukum Shan Shan karena melawan orang tua, itu memang tidak salah. Namun, alasan Shan Shan melawanmu juga bisa dimengerti oleh semua orang."


"Apa yang ingin kau lakukan?" Xue Jingguo juga merasa aneh dengan perubahan sikap Nyonya Diana, tetapi dia segera tersadar dan mengerutkan alisnya saat menatap sang istri. "Apa kau ingin memerintahkan mereka untuk memukul suamimu juga?"


Nyonya Diana tersenyum tipis. "Tidak, aku tidak akan mengandalkan mereka."


"Aku hanya akan masuk ke istana untuk berkeluh-kesah pada Kaisar, Permaisuri Xuan dan Selir Agung Mei. Aku akan menceritakan bagaimana kau menyayangi selir dan putri murbamu, tetapi menelantarkan istri dan putri sahmu. Mari kita lihat, bagaimana mereka akan mengambil tindakan padamu dan seluruh orang di Kediaman ini!"


Satu demi satu kata keluar dari mulut Nyonya Diana, dia pun merasa lega yang luar biasa.


Saat itu juga, dia langsung tersadar.


Apa yang dipertahankannya selama beberapa tahun ini?


Demi yang dinamakan cinta, dia membuat diri sendiri, putri dan kedua orang tuanya menerima perlakuan tidak adil.


Namun, pria yang dia cintai dengan segenap hati malah menghancurkan rasa cintanya ini.


Sebelumnya, dia membohongi dirinya sendiri bahwa pemikiran Xue Jingguo hanya ada pada dirinya dan anak-anak.


Sekarang ....


Xue Shan Shan terus mengalami masalah membuat Nyonya Diana semakin tersadar


Sejak awal, Xue Jingguo sama sekali tidak pernah mencintainya.


Seperti yang dikatakan semua orang terdekatnya, Xue Jingguo melihatnya hanya karena latar belakangnya yang berasal dari Kediaman Perdana Menteri.


Nyonya Diana menghirup nafas dalam-dalam, menekan gejolak di dalam hatinya.


Dia menatap Xue Jingguo dengan dingin. "Jika Tuan ingin memukul Shan Shan, silahkan saja. Aku tidak akan melarangnya lagi."


Kemudian, dia kembali berbicara tanpa melihat lawan bicaranya. "Su Qiu, siapkan baju. Kita masuk istana?"


"Baik, Nyonya." Su Qiu membusungkan dadaanya, sementara air mata terus mengalir.


Di dalam hati, Su Qiu merasa sangat bahagia.


Akhirnya, pemikiran Nyonya Diana sudah terbuka sepenuhnya.


Xue Jingguo dengan heran menatap Nyonya Diana seolah-olah dia baru pertama kali mengenali wanita itu.


Selir Faye mendengus. "Kakak, istana bukan tempat yang bisa kamu masuki sesuka hati."


Pandangan Nyonya Diana jatuh ke arah Selir Faye saat bibirnya terangkat dan mengeluarkan suara datar. "Jika orang kampung sepertimu, pasti seumur hidup tidak akan bisa masuk ke istana. Namun, aku berbeda."


Kemudian, Nyonya Diana menatap Selir Faye dengan penuh hinaan seolah-olah wanita itu adalah hama yang paling menjijikkan. "Ayahku adalah Perdana Menteri kelas satu, sedangkan ibuku adalah Nyonya Perdana Menteri yang masih memiliki hubungan darah dengan Permaisuri Xuan. Sementara itu, kakak sulung dan kakak keduaku adalah pejabat kelas dua yang dipilih secara khusus oleh Kaisar. Bahkan, keponakanku juga sangat disukai oleh Kaisar hingga beberapa dari mereka tidak hanya menjadi teman belajar bagi para pangeran, mereka juga mengisi jabatan penting di istana."


"Oh, jangan lupa bahwa calon menantuku juga seorang pangeran!" Nyonya Diana menambahkan dengan sarkas.


"Jadi, Aku hanya perlu meminta bantuan salah satu dari mereka untuk masuk ke dalam istana."


"Apa kau pikir kau berhak bersaing denganku? Memangnya, kualifikasi apa yang kau miliki?"


***


Maaf ya gaes udah buat kalian menunggu kelanjutan cerita ini, semalam aku ambil jatah libur sehari hehehe


Btw, aku ada upload visual Pangeran Li Xian dan Xue Shan Shan buat memperlancar proses kehalusan kita. Jadi, jika berminat mari berkunjung ke tiktok @alyanurhanifa atau Instagram @haryanti_yulia

__ADS_1


__ADS_2