
"Mem ... membincangkan apa?" Tabib Zhang gugup hingga terbata-bata.
"Bukan apa-apa, hanya membicarakan soal 10 tahun ini, apa yang dilakukan oleh suamiku selama aku tidak ada. Coba kamu katakan mulai dari tahun pertama." Xiangxiang berbicara sambil menuangkan teh ke dalam gelas, lalu memberi isyarat pada Tabib Zhang untuk duduk.
Xue Shan Shan yang belum pergi, mencoba menahan tawa dan menatap Tabib Zhang dengan penuh simpati.
Pada akhirnya, Xue Shan Shan hanya melambaikan tangannya ke arah dua orang itu dan pergi meninggalkan mereka bersama para anggotanya.
Gunung Wuxia berada di dalam kawasan Sekte Xingyun, saat kelompok Xue Shan Shan tiba, sudah ada banyak orang dari berbagai sekte menunggu di sana.
Bahkan, Putra Mahkota dan yang lainnya juga sudah tiba.
Ketua Sekte Yun Taek yang merekomendasikan acara hari ini, pun ada di tempatnya.
Setelah melihat semua orang sudah datang ke rumah pihak penyelenggara mulai menghitung mereka semua.
"Lima orang dari kelompok Sekte Xianyue, Sekte Kongyun, Sekte Qingquan, Keluarga Qing dan Keluarga Kerajaan telah tiba ... eh, masih kurang satu orang."
Yun Taek melihat ke arah anggota kerajaan yang hanya beranggotakan empat orang.
Di sana hanya ada Putra Mahkota yang berinisiatif mendaftar dengan menyeret Pangeran Ketiga dan kedua putri kembar yang tidak begitu sehat, sedangkan Pangeran Keempat menolak ikut.
Puas Putra Mahkota dan Pangeran Ketiga membujuknya untuk ikut serta, bahkan dengan alasan olahraga, tetapi Pangeran Keempat tetap menolak sehingga Keluarga Kerajaan kekurangan satu orang.
Putra Mahkota menyimpan kebenciannya untuk Pangeran Keempat yang hanya menjadi penonton, lalu berujar pada Yun Taek. "Apa tidak bisa kalau berempat saja?"
Yun Taek terdiam sejenak. "Bukannya tidak boleh, hanya saja ini lomba kelompok. Lebih banyak satu orang maka kemungkinan menang akan bertambah satu poin, apa Pangeran mau mempertimbangkannya lagi?"
Putra Mahkota menatap Pangeran Keempat, tetapi dia enggan membujuk lagi. Dia ingin membuktikan bahwa dia tetap bisa menang, meski tanpa adanya bantuan Pangeran Keempat yang hanyalah anak selir.
"Tidak ada yang perlu dipertimbangkan lagi, kami telah dilatih sejak kecil, jadi tidak akan lebih buruk dibandingkan kelompok yang beranggotakan 5 orang." Putra Mahkota terlihat penuh percaya diri.
Xue Shan Shan mencebikkan bibirnya dan bergumam dengan sinis. "Dia adalah sosok yang sombong tanpa kenal tempat."
"Baiklah, kalau begitu aku akan menjelaskan peraturannya lebih dulu. Nanti kalian akan memasuki Gunung Wuxia dengan titik yang berbeda untuk setiap kelompok, tetapi titik akhirnya sama semua."
"Saat di titik akhir, ada sebuah pohon dedalu, setiap kelompok harus memetik sebatang ranting dedalu, baru dianggap berhasil melalui uji coba. Kalau ada yang menyerah di pertengahan, bisa langsung berteriak menyerah di tempat dan kami akan mengutus orang untuk membawa kalian keluar dari Gunung Wuxia. Orang yang menyerah berarti menyerah pada kesempatan untuk berkultivasi di Sekte Xingyun."
Setelah Yun Taek mengumumkan peraturan, Liang Baiyao berjalan maju ke depan bersama Lu Ningyan yang mengikuti dari belakang.
Setelah kedua orang itu berdiri tegap, mereka menetap ke arah Xue Shan Shan secara bersamaan dengan tetapan aneh.
Xue Shan Shan langsung mengabaikan tatapan orang itu.
Tidak lama kemudian kau mau uji coba pun resmi dimulai.
Yun Taek mereka ke sebuah lahan kosong, baru saja sekelompok orang berdiri tegap, tiba-tiba mereka merasakan tanah di bawah kaki berguncang dan pandangan mereka pun gelap seketika.
Begitu membuka mata kembali, mereka sudah ada di batas dunia Gunung Wuxia.
Di luar, Yun Taek mengibaskan lengan bajunya dan muncul cermin ilusi di hadapannya. Dari cermin ilusi itu, orang-orang yang berada di luar bisa melihat dengan jelas mereka yang ada di dalam Gunung Wuxia.
Saat ini, kelompok Xue Shan Shan yang beranggotakan 5 orang itu jatuh terduduk di sebuah lahan rerumputan.
Xue Shan Shan memperhatikan sekeliling, hanya terlihat Gunung Wuxia yang dipenuhi dengan cahaya ungu. Di sekitarnya terdapat bunga dan rumput yang aneh, membuat orang merasa seolah-olah mereka telah memasuki dunia dongeng ketika pertama kali melihatnya.
Namun, semakin indah suatu tempat, maka semakin berbahaya tempat itu.
Di depan sana, entah apa yang sedang menunggu mereka.
"Astaga! Tempat ini indah sekali! Bunga itu juga cantik sekali!" Fu Qingyue telah terpesona dengan pemandangan yang ada di hadapannya itu, lalu mengulurkan tangan hendak menyentuh bunga berwarna ungu yang ada paling dekat dengannya.
Namun, Xue Shan Shan dengan cepat maju dan menepis tangan Fu Qingyue.
Hanya saja, ujung jari Fu Qingyue sudah terlanjut menyentuh bunga ungu itu. Tiba-tiba, kelopak bunga mengembang hingga berkali-kali lipat, lalu menyemprotkan cairan hitam dari benang sarinya.
Dengan gerakan cepat, Xue Shan Shan menarik Fu Qingyue untuk menyingkir.
Saat cairan hitam itu menyentuh rerumputan, seketika rumput tersebut menjadi hancur.
Melihat kejadian itu, wajah Fu Qingyue memucat, dia berada di samping Zue Shan Shan tidak berani menyentuh sembarangan lagi.
Saat ini, mereka pun baru mengetahui bahwa tempat itu bukanlah tempat biasa.
Kalau tidak melakukan yang terbaik, mungkin nyawa pun akan melayang.
Bunga yang ungu itu seperti sebuah tamparan bagi beberapa orang hingga mereka semua menjadi lebih berhati-hati terhadap Gunung Wuxia.
"Ayo, kita lihat ada apa di depan." Xue Shan Shan memimpin dan berjalan di depan.
__ADS_1
Di depan adalah hutan dengan pohon yang jarang, cahaya ungu yang masuk ke dalam hutan malah membuat orang merasa aneh dan suram.
Namun, arah titik akhir ada di sana sehingga mereka harus tetap melewati hutan.
Untuk sesaat, Xue Shan Shan memperhatikan sekeliling, sebelum akhirnya tatapannya jatuh pada pedang yang ada di tangan Lei Zhen. "Pinjamkan pedangmu padaku."
Begitu mendapatkan pedang dari Lei Zhen, Xue Shan Shan menjadikan pedang itu sebagai tongkat untuk memastikan tanah tempat mereka berpijak rata dan aman.
"Kakak memang hebat!" Lei Zhen sedikit terkejut, ternyata Xue Shan Shan cukup terampil dalam hal ini.
Apa mungkin dulu dia pernah datang ke sini?
Xue Shan Shan tidak banyak berpikir, alasan dia begitu berhati-hati hanya karena dia telah berkali-kali menjalankan misi dari dunia lain yang cukup berbahaya bersama Kakek Ye.
Bisa dikatakan, Xue Shan Shan cukup berpengalaman.
Setelah beberapa orang melewati hutan, tiba-tiba saja hutan itu berkabut.
Kabut itu sangat pekat hingga dalam sekejap bisa membuat penglihatan Xue Shan Shan dan yang lainnya terhalang, bahkan orang di sekitar pun tidak terlihat jelas.
"Ah!"
Seketika, suara teriakan Fu Qingyue terdengar.
Entah sejak kapan, tanaman merambat dari ranting telah muncul dan terus bergerak ke arah mereka.
Karena tidak waspada, kaki Fu Qingyue terlilit oleh tanaman merambat. Seketika, tubuhnya tergantung di ranting pohon dengan posisi kepala di bawah.
Di saat darurat seperti ini, Fu Qingyue tiba-tiba teringat pada belati yang diberikan oleh Xue Shan Shan yang disembunyikan di sepatunya.
Setelah menjadi lebih tenang, Fu Qingyue mengeluarkan belati dan memotong tanaman merambat yang ada di pergelangan kakinya.
Syuuuuhhhh
Dalam sekejap, tanaman merambat itu terputus setelah ditebas dengan belati tajam.
Fu Qingyue pun langsung meluncur ke tanah dengan posisi kepala di bawah.
"Qingyue, awas!" Xue Shan Shan berteriak dan berlari ke arah Fu Qingyue, tidak membiarkan gadis itu jatuh ke tanah.
Jika jatuh dengan posisi itu, kalau tidak mati pun maka akan cacat.
Sekarang, Fu Qingyue baru menyesali keputusannya.
Bukankah tinggal di penginapan bersama kakaknya akan lebih menyenangkan?
Bahkan, Pangeran Keempat saja tidak ikut pergi.
Karena namanya sudah didaftarkan, Fu Qingyue tidak bisa mundur hanya karena mengetahui Pangeran Keempat tidak berpartisipasi dalam uji coba tersebut.
Sementara itu, Lei Zhen, Qianning, dan Minglang menggunakan senjata masing-masing untuk memotong tanaman merambat yang tidak berhenti tumbuh.
.
Setelah sebagian besar tanaman merambat dipotong, kabut pun perlahan menghilang.
Bersamaan dengan itu, terdengar langkah kaki yang berjalan ke arah mereka dengan cepat.
Lei Zhen yang pertama kali melihat dengan jelas sesuatu yang mendekati mereka, dia pun langsung berteriak dengan terkejut. "Cepat lari! Babi hutan raksasa, penjaga Gunung Wuxia telah datang!"
Babi hutan!
Mendengar teriakan Lei Zhen, yang lainnya langsung panik.
Di kejauhan, terlihat seekor babi hutan raksasa sedang berlari dengan cepat menuju ke arah mereka.
Lei Zhen dan yang lainnya bersiap untuk melarikan diri, tetapi suara tenang Xue Shan Shan terdengar.
"Jangan panik, lihat aku!" Xue Shan Shan berdiri di depan.
Saat babi hutan itu semakin mendekat, Xue Shan Shan langsung melayangkan tendangan ke arah babi hutan itu ....
Palu besar yang tak terkalahkan!
Xue Shan Shan menggunakan ilmu yang diajarkan oleh Kakek Ye!
Detik berikutnya, semua orang melihat babi hutan raksasa yang beratnya sekitar 400 kg terpental tinggi setelah ditendang oleh Xue Shan Shan, kemudian jatuh ke bawah bukit dan menghilang dalam sekejap.
"Astaga, aku tidak mengendalikan tenagaku. Makan siangku, tunggu aku! Aku akan menjemputmu!"
__ADS_1
...
Di sisi lain, Putra Mahkota dan tiga anggotanya yang lain sedang duduk di atas tanah membentuk lingkaran, mereka sibuk membahas rencana pertempuran.
Ketika sedang membahas dengan penuh semangat, Putra Mahkota mengambil sebatang ranting dan mulai menggambar di tanah. "Menurutku, seharusnya ...."
Saat ini, tiba-tiba muncul bayangan dari atas langit.
Ketika mereka belum bereaksi, terdengar suara dentuman yang sangat keras hingga mengguncang mereka semua sampai terpental sejauh belasan meter.
Bersamaan dengan itu, muncul lubang besar dan dalam di tempat tadi yang mereka duduki, bahkan debu bertebaran di mana-mana hingga membuat mereka semua terbatuk-batuk.
Hari ini, Putra Mahkota telah mengenakan jubah kebesarannya hanya untuk membuat orang terkesima, tetapi dalam sekejap sekujur tubuhnya dipenuhi debu. Dia bahkan termakan debu, rambutnya pun telah berantakan.
Sementara itu, wajah Pangeran Ketiga dan kedua putri kembar juga telah dipenuhi debu.
Setelah tersadar, Pangeran Ketiga langsung merangkak mendekati lubang itu dan sangat terkejut saat mendapati ada babi hutan raksasa terbaring di sana.
"Astaga! Gunung Wuxia ini sungguh aneh, bahkan ada babi hutan yang jatuh dari langit, sungguh sulit untuk dicegah."
Putra Mahkota dan kedua putri kembar langsung pucat setelah melihat babi hutan itu, mereka memang sangat ketakutan.
Jika saja babi hutan itu miring sedikit lagi, mungkin akan menindih Putra Mahkota sampai pipih.
Saat memikirkan itu, mau tak mau Putra Mahkota jadi lebih memperhatikan Gunung Wuxia.
Jangankan Putra Mahkota, Ketua Sekte Yun Taek dan penonton lain yang berada di luar dunia ilusi juga terkejut melihat hal itu.
Tuan Putri Changning ini, sungguh ....
Tak terlukiskan!
Seperti yang diharapkan sebagai orang yang dipilih oleh Ketua Sekte Dugu, dia benar-benar memiliki kemampuan.
Babi hutan itu adalah binatang penjaga Gunung Wuxia yang diberi nama Babi Terbang Sakti, ia dipilih sebagai binatang penjaga Gunung karena ukurannya yang besar dan temperamennya yang ganas.
Tanpa diduga, suatu hari dia benar-benar menjadi babi terbang.
Selain itu, dengan kejamnya dia dianggap sebagai babi hutan.
Ketika Putra Mahkota dan yang lain belum sepenuhnya sadar kembali, satu sosok dengan cepat berlari ke arah mereka.
Setelah mendekat, bahkan tanpa melihat ke arah mereka, Xue Shan Shan berkata, "Maaf, minggir!"
Begitu selesai bicara, dia langsung melompat ke dalam lubang tempat babi hutan mendarat.
Pada saat itulah, baru Putra Mahkota menyadari bahwa orang yang melompat ke dalam lubang adalah Xue Shan Shan.
Belum sempat mengatakan sesuatu, mereka melihat Xue Shan Shan meraih kedua kaki depan babi hutan ini, lalu mengerahkan kekuatan dan memikul babi yang ukurannya dua kali lebih besar darinya.
Kemudian, dia melompat keluar dari lubang yang dalam itu sambil memikul seekor babi di punggungnya dengan lincah. Ketika dia mendarat, debu pun berterbangan lagi.
Putri Kedua berpikir di dalam hati. 'Wanita ini sangat luar! Bahkan, babi yang ukurannya lebih dari 4oo kilo pun dia pikul sesuka hati?'
"Xue ... Xue Shan Shan .... kamu ...." kembaran Putri Kedua menunjuk Xue Shan Shan, lalu beralih pada babi hutan di punggung gadis itu.
Xue Shan Shan tersenyum malu-malu, dia pun menjelaskan, "Barusan kami bertemu dengan babi hutan ini, tapi aku tidak mengontrol tenagaku sehingga tanpa sengaja menerbangkannya ke sini."
"Ih? Ada apa dengan kalian? Kalian diserang oleh sesuatu?" Wajah Xue Shan Shan penuh dengan kejutan saat melihat orang-orang di depannya ditutupi dengan debu.
Dilihat dari situasi ini, Xue Shan Shan merasa bahwa yang dihadapi oleh Putra Mahkota dan kawanannya tampaknya jauh lebih sulit daripada mereka.
Saat ini, Putra Mahkota akhirnya menemukan pelaku yang membuat wajah dan sekujur tubuhnya kehilangan martabat seorang pangeran.
Dia pun menatap tajam pada Xue Shan Shan sambil mengecam, "Xue Shan Shan, ternyata kamu ... kamu mau membunuh kami, kan?"
"Hah?!"
Setelah melihat keempat orang yang mengenaskan di hadapannya, Xue Shan Shan tidak bisa menahan diri untuk tidak melihat ke arah lubang dalam tempat babi berbaring tadi.
Jangan-jangan ....
Wah, seakurat ini?
Xue Shan Shan menahan senyumnya dan memasang ekspresi meminta maaf. "Ini benar-benar salah paham, aku tidak tahu kalian ada di sini. Sebenarnya, aku juga hanya menendangnya dengan ringan, Aku tidak menyangka babi hutan ini pandai terbang."
"Sekali terbang langsung satu gunung."
***
__ADS_1
Udah ah, mau ngakak dulu wkwk ....