Peri Racun Kesayangan Pangeran

Peri Racun Kesayangan Pangeran
Aku Hanya Bercanda Denganmu


__ADS_3

Pada akhirnya, Lu Ningyan diseret pergi oleh Dong Dong dan Xiao Xi yang sudah memeluk Xue Shan Shan dengan erat seolah-olah mereka enggan berpisah.


Tentu saja, para wanita dari keluarga Han juga ikut pergi setelah berpamitan kepada Xue Shan Shan dan Pangeran Li Xian.


"Apa kamu sudah berkemas?" Pangeran Li Xian bertanya pada Xue Shan Shan yang masih tersenyum manis.


Hanya saja, senyuman Xue Shan Shan kali ini tertuju pada tumpukan kotak brokat yang dihadiahkan kepadanya.


"Sudah, kita sudah bisa berangkat." Xue Shan Shan menjawab tanpa menoleh ke arah Pangeran Li Xian.


Begitu Pangeran Li Xian melihat tumpukan kotak brokat yang hampir lebih tinggi daripada Xue Shan Shan, dia terdiam beberapa saat, sebelum akhirnya berkata dengan ramah. "Aku akan membantumu."


"Tidak, tidak perlu. Biar aku sendiri saja, jangan sampai merepotkan Anda, Yang Mulia." Xue Shan Shan menolak niat baik Pangeran Li Xian seolah-olah pria itu hendak menelan kotak brokatnya.


Setelah selesai bicara, Xue Shan Shan langsung membungkuk dan mengangkat semua kotak brokatnya dengan mudah, lalu berjalan ke arah kereta kudanya dengan cepat.


Sekali lagi, Pangeran Li Xian dibuat terkesima oleh kekuatan Xue Shan Shan.


Gadis itu benar-benar kuat, terutama jika sudah menyangkut harta benda.


Sebelum naik ke kereta kuda, Lin Mei melihat Yan Shu berjalan ke arahnya sambil membawa pundi di bahunya. "Yan Shu, kau akan ke ibukota juga?"


"Iya," jawab Yan Shu secara singkat dan tersenyum.


"Baguslah, kalau begitu aku ada temannya saat dalam perjalanan."


Lin Mei bukannya ingin berduaan dengan Yan Shu, dia hanya tidak ingin perjalanannya terasa membosankan seperti saat bepergian dari ibukota ke Kota Gu.


Bagaimanapun, Xue Shan Shan sudah pasti akan berada di kereta kuda yang sama dengan Pangeran Li Xian, sementara Wei Shu akan menjadi kusir mereka.


Seperti saat ini, Xue Shan Shan dan Pangeran Li Xian sudah berada di kereta kuda yang sama.


Hanya saja, kereta kuda yang sebelumnya cukup luas, sekarang malah terasa agak sempit karena tumpukan kotak brokat pemberian Keluarga Bangsawan Agung. Bahkan, Xue Shan Shan merasa tempat untuk meletakkan kakinya pun tidak ada.


Pangeran Li Xian juga merasa kereta kudanya jadi jauh lebih kecil, tetapi dia tidak berniat meminta Xue Shan Shan mengeluarkan semua kotak brokat itu.


Selain tidak ingin membuat Xue Shan Shan tidak senang, dia juga tidak ingin memakan lebih banyak waktu lagi hanya untuk mengurus semua kotak-kotak itu.


Melihat ekspresi Pangeran Li Xian, Xue Shan Shan seolah-olah menyadari pria itu sedang merasa tidak nyaman karena tumpukan kotak yang ada di sekitar mereka.


Xue Shan Shan merasa canggung, dia pun berkata, "Aku akan membukanya."


Setidaknya, jika semua kotak brokat itu dibuka dan disingkirkan hanya untuk mengambil isinya, kereta kuda tidak akan terasa sempit lagi, kan?


Pangeran Li Xian hanya mengangguk setuju, dia juga memiliki pemikiran yang sama seperti Xue Shan Shan dan agak penasaran dengan isi dari semua kotak itu.

__ADS_1


Saat Xue Shan Shan membuka kotak pertama, hanya ada secarik kertas di dalamnya.


Pangeran Li Xian mengerutkan keningnya, dia juga tidak bisa menahan diri untuk tidak bertanya dengan rasa ingin tahu. "Apa itu?"


"Entahlah." Xue Shan Shan mengedikkan bahunya tak acuh sambil membuka ketas tersebut, bahkan tanpa sadar membacanya dengan keras. "Resep rahasia kuno agar cepat hamil."


Seketika, terdengar suara tawa yang keras dari benak Xue Shan Shan.


Itu adalah tawa Grenie. "Apa orang yang memberikan kotak ini berpikir kalau kamu akan kesulitan memiliki anak dengan tubuhmu yang sekecil ini?"


Hati Xue Shan Shan sangat lelah, dia tidak tahu harus menangis atau tertawa.


"Apa menurutmu tubuhku sangat kecil?" Xue Shan Shan berbicara dengan Grenie menggunakan pikirannya.


"Tidak, kau bahkan lebih besar dari gadis-gadis bangsawan yang membencimu."


Awalnya, kau bilang tubuhku kecil, lalu kau mengatakan bahwa tubuhku lebih besar daripada nona-nona bangsawan itu. Apa susahnya mengatakan kalau tubuhku ini ideal?


Xue Shan Shan memutar bola matanya, dia hanya bergumam di dalam hati dan tidak berniat berbicara dengan Grenie yang hanya membuatnya naik darah.


"Sudahlah, jangan melamun. Mari kita lihat isi kotak selanjutnya." Suara Grenie memecah lamunan Xue Shan Shan, sementara Pangeran Li Xian tidak bereaksi.


Bahkan, wajahnya juga tanpa ekspresi seolah-olah dia hanyalah patung hidup yang tidak perlu dihiraukan.


Saat Xue Shan Shan mengangkat sebuah kotak brokat yang cukup besar dan berat, Grenie kembali berbicara, "Aku punya firasat kalau mereka memberikanmu sebuah patung wanita yang sedang menggendong anak."


Namun, begitu kotak dibuka, Xue Shan Shan merasa matanya hampir buta karena cahaya keemasan.


Ternyata, isi di dalam kotak itu adalah labu emas yang sepanjang tangannya. Labu tersebut sangat berat, terlihat jelas kalau terbuat dari emas.


"Astaga, berapa harga labu ini?" Xue Shan Shan mendadak tidak bisa menghitung.


"Lima puluh ribu teal," sahut Pangeran Li Xian yang sudah terbiasa melihat kemewahan.


Lima puluh ribu teal?!


Xue Shan Shan hampir sesak nafas mendengar kata-kata Pangeran Li Xian.


Kebahagiaan ini datang terlalu tiba-tiba!


Kemudian, Xue Shan Shan meletakkan labu emas di tangannya dengan hati-hati, sebelum akhirnya mempercepat gerakan tangannya untuk membuka sisa kotak yang ada.


Pada saat itu, Xue Shan Shan bahkan tidak bisa mendeskripsikan bagaimana suasana hatinya ketika melihat beberapa barang langka dan sangat berharga.


Bahkan, ada uang perak juga di salah satu kotak.

__ADS_1


Keluarga Bangsawan Agung benar-benar loyal!


"Wah, semua barang-barang ini bernilai lebih dari tiga ratus teal perak!" Suara Grenie yang heboh kembali terdengar di benak Xue Shan Shan hingga membuat gadis itu semakin senang.


Dia tiba-tiba merasa kalau impiannya untuk menjadi wanita kaya-raya sudah terwujud.


Namun, kebahagiaan itu langsung sirna kala mengingat hubungannya dengan Pangeran Li Xian tidak nyata.


Sejak awal, Xue Shan Shan mengira Pangeran Li Xian mengajukan dekret pernikahan kepada Kaisar hanya karena kesepakatan yang sempat mereka buat bersama tentang pengobatan racun di tubuh sang pangeran.


Saat melihat Xue Shan Shan meletakkan semua harta benda itu dengan wajah murung, Pangeran Li Xian mengerutkan keningnya dan bertanya, "Ada apa?"


"Yang Mulia, bukankah tidak pantas bagiku menerima hadiah dari keluarga Anda?"


Xue Shan Shan memang sangat menyukai uang, tapi bukan berarti dia akan menerima semua uang tanpa peduli dari mana asalnya.


Pangeran Li Xian mengerti isi pikiran Xue Shan Shan, dia pun hanya menjawab dengan tak acuh. "Mereka sudah memberikannya padamu, jadi terima saja. Jangan pikirkan pantas atau tidak. Kau bukannya mencuri."


Akhirnya, Xue Shan Shan menyusun semua barang berharganya dengan rapi, sementara Pangeran Li Xian sudah memerintahkan Wei Shu untuk menyingkirkan semua kotak brokat yang sudah kosong.


Dengan begitu, kereta kuda itu sudah kembali lapang hingga Xue Shan Shan pun rasanya ingin segera berbaring.


"Yang Mulia, bolehkah aku meminjam pahamu lagi?" Xue Shan Shan menatap Pangeran Li Xian dengan mata bulatnya. "Aku ingin tidur."


Entah mengapa, Xue Shan Shan merasa paha Pangeran Li Xian jauh lebih empuk daripada bantal yang ada hingga membuat tidurnya sangat nyenyak meski kereta kuda beberapa kali terombang-ambing karena jalanan yang tidak rata.


"Kau bisa menggunakan bantal itu." Pangeran Li Xian menunjuk ke arah di mana bantal dan selimut tersusun rapi, lalu kembali menatap buku yang tidak bisa dia baca dengan fokus karena ulah gadis itu. "Jangan menggangguku lagi."


"Apa aku begitu mengganggu Anda?"


"Ya, sedikit," sahut Pangeran Li Xian dengan datar.


Xue Shan Shan tercengang, tidak menduga Pangeran Li Xian akan sejujur itu.


"Kalau begitu, aku menumpang di kereta kuda Lin Mei dan Yan Shu saja."


Setelah selesai berbicara, Xue Shan Shan hendak berdiri dan keluar dari kereta kuda.


Namun, baru dia memegang tirai, tangannya sudah digenggam oleh Pangeran Li Xian.


Xue Shan Shan melihat ke belakang dan menatap Pangeran Li Xian dengan tatapan tak percaya.


Pangeran Li Xian yang memegang pergelangan tangan Xue Shan Shan juga tidak sadar dengan tindakannya sendiri.


Meski sedikit terganggu, dia juga tidak rela jika Xue Shan Shan hilang dari pandangannya.

__ADS_1


Melihat Xue Shan Shan menatapnya dengan aneh, Pangeran Li Xian pun berkata, "Aku hanya bercanda denganmu."


__ADS_2