Peri Racun Kesayangan Pangeran

Peri Racun Kesayangan Pangeran
Shan Shan, Kamu Memang Luar Biasa!


__ADS_3

Setelah merasa ada yang tidak beres, Fu Qingyue segera berlari keluar sampai lapangan terbuka, tetapi dia tidak sempat melarikan diri karena sudah dikelilingi oleh 3 orang pria berwajah dingin.


Ketika melihat mereka yang memiliki niat jahat, Fu Qingyue sangat menyesal karena tidak mengikuti Xue Shan Shan dan Fu Qiqi dengan patuh.


"Tuan Besar memberi perintah, bunuh dia dan rampas kembali Pedang Giok Hijau!"


'Pedang Giok Hijau?'


'Aduh!'


'Kalian salah orang!'


Melihat mereka akan segera menyerang dirinya, Fu Qingyue sangat gugup hingga tidak bisa menyuarakan isi hatinya. Tanpa sengaja, dia menyentuh lengan bajunya dan menyadari ada sesuatu di sana.


Oleh karena itu, dia pun menarik nafas dalam, sebelum akhirnya mencoba menggunakan metode yang diajarkan oleh Xue Shan Shan. Dia pun segera menunjuk ke arah langit, lalu berkata dengan nada yang mengejutkan. "Astaga, burung itu besar sekali!"


Seketika, ketiga pria itu langsung mengangkat kepala dan mengalihkan pandangan mereka ke arah langit dengan serempak.


Segera setelah itu, Fu Qingyue pun mengeluarkan tembakan bius yang diberikan oleh Xue Shan Shan, lalu menembakkannya ke arah ketiga pria itu.


Saat menembak, Fu Qingyue menutup matanya dengan gugup dan melepaskan balasan tembakan secara berturut-turut. Dia tidak berhenti sampai tembakan jarum yang terakhir, lalu membuka matanya dengan perlahan dan melihat ke arah depan.


Di dalam hati, Fu Qingyue berkata, 'Aku sudah melepaskan semua tembakan, seharusnya mereka terkena tembakan, kan?'


Jika Xue Shan Shan melihat tindakan Fu Qingyue, dia pasti merasa sungguh menyia-nyiakan senjata.


Di hadapannya, ketiga pria itu sudah sadar kembali dar keterkejutan yang dibuat oleh Fu Qingyue. Akan tetapi, mereka merasa kaki mereka mati rasa. Bahkan, tangan dan bagian tubuh dari pinggang ke bawah kaki ikut mati rasa hingga mereka terkulai dan jatuh ke tanah.


Fu Qingyue mengedipkan matanya, dia pun berseru dengan takjub. "Shan Shan, kamu memang luar biasa!"


Sebelum pergi, dia kembali melemparkan bom asap karena merasa tidak tenang, sebelum akhirnya segera pergi meninggalkan tempat terkutuk itu.


...


Saat ini, Xue Shan Shan memang berencana untuk mengakhiri pertarungan secepat mungkin, Cambuk Abadi di tangannya bagaikan telah disuntik dengan vitalitas penuh olehnya sehingga cambuk itu seolah-olah sudah menyatu dengan dirinya, membuat gerakannya semakin gesit dan cekatan.


Beberapa saat kemudian, Qing Shengxiong dipukuli oleh Xue Shan Shan hingga terus melangkah mundur dan tidak dapat melawan.


Hal yang lebih mengejutkan lagi bagi Qing Shengxiong adalah dia mulai menyadari bahwa Xue Shan Shan menggunakan teknik Sekte Xingyun.


Namun, teknik cambuknya sangat hebat seolah-olah dia diajarkan oleh orang lain.


'Tidak heran jika Yuyao dan Fengjue ditindas habis-habisan oleh wanita ini.'


'Entah siapa dia.'


Pada saat ini, banyak penonton yang berkumpul untuk menyaksikan pertarungan mereka.


"Bang!"


Xue Shan Shan menatap Qing Shengxiong dengan dingin, lalu melayangkan tendangan terakhir ke arah dada pria itu dengan keras hingga terhempas ke dinding.


Seketika, sebuah lubang besar pun muncul di sana.

__ADS_1


"Orang selama kamu masih berani keluar untuk mengajak orang bertarung?" Xue Shan Shan mencibir dengan sinis sambil menyimpan Cambuk Abadinya.


Ketika hendak pergi menemui kedua bersaudara Fu, Xue Shan Shan menemukan sebuah plakat giok yang jatuh ke lantai.


Itu adalah plakat giok yang dikenakan oleh Qing Shengxiong.


Xue Shan Shan menunduk hanya untuk memungut batu giok itu dan mengaturnya dengan cermat, lalu tersenyum sambil bergumam, 'Kualitas barang ini sangat bagus, pasti dapat dijual dengan harga yang tinggi.'


Begitu berpikir demikian, dia pun menggantung plakat giok itu di pinggangnya, lalu dengan cepat masuk ke dalam toko pakaian.


Ternyata benar, gadis itu sudah tidak ada di sana.


"Aku ... tadi aku melihat gadis itu berlari ke arah barat," kata pemilik toko pakaian memberitahu Xue Shan Shan dan Fu Qiqi yang baru saja tiba di kedainya.


Barusan, dia berdiri di depan pintu menyaksikan pertarungan antara Xue Shan Shan dan Qinv Shengxiong. Jadi, dia sangat ketakutan saat bertemu langsung dengan gadis itu.


Tanpa menunggu lebih lama lagi, Fu Qiqi dan Xue Shan Shan langsung berlari ke arah barat.


Setelah beberapa saat, Xue Shan Shan dan Fu Qiqi tiba di lapangan terbuka dan tidak menemukan apapun selain hutan yang ada tidak jauh dari sana.


Karena tidak menemukan Fu Qingyue, Xue Shan Shan dan Fu Qiqi pun memutuskan untuk masuk ke dalam hutan.


Setelah memasuki hutan, Xue Shan Shan hanya mencium aroma amis darah. Dia mengurutkan kening sambil menghafalkan kedua tangannya.


Di dalam hati, dia bergumam, "Keluarga Qing, sebaiknya kalian berdoa tidak terjadi sesuatu pada Qingyue. Jika tidak, aku pasti akan membantai Keluarga Qing!"


Xue Shan Shan mempercepat langkahnya berjalan menuju ke arah bau amis darah berasal, Fu Qiqi mengikutinya dengan perasaan gusar.


Fu Qiqi semakin tegang. "Qingyue, kamu harus baik-baik saja!"


Jika terjadi sesuatu pada adiknya, tidak tahu dia harus mengatakan apa pada ayah, terutama ibunya yang sangat menyayangi Fu Qingyue seolah-olah gadis itu berasal dari rahim yang sama dengannya.


Saat mendekat, Xue Shan Shan melihat bahwa semak-semak di depannya berlumuran darah dan bau amis pun semakin kentara tercium.


Xue Shan Shan menatap Fu Qiqi yang juga tengah menatapnya, mereka melangkah mendekat dan mendekat, sampai akhirnya ....


"Syuuttt!"


Setelah Xue Shan Shan membuka semak-semak di depannya, dia melihat seseorang yang terbaring di tanah.


Lebih tepatnya, orang itu adalah pria yang terluka.


Xue Shan Shan dan Fu Qiqi menghela nafas lega, mereka bersyukur karena yang terluka bukanlah Fu Qingyue.


Tepat ketika Xue Shan Shan memutuskan untuk pergi, dia tiba-tiba merasa tidak pantas meninggalkan orang yang terluka begitu saja.


Mengabaikan Fu Qiqi yang menggelengkan kepala padanya untuk memberi isyarat agar tidak mendekat, Xue Shan Shan justru maju dua langkah dan berjongkok sambil melirik pria yang terbaring di semak-semak itu.


Saat ini, pria itu mengenakan baju putih yang sudah berlumuran darah, serta ada bekas goresan benda tajam di lengan, dada, pinggang dan bagian lain tubuhnya.


Hanya dengan melihat sekilas, Xue menyadari bahwa luka yang dialami pria itu adalah luka pedang sehingga dia kehilangan banyak darah.


Xue Shan Shan mengulurkan tangannya dan membalikkan tubuh pria yang setengah tengkurap, dia sangat terkejut saat melihat wajah pria itu.

__ADS_1


'Astaga, dia sangat tampan!'


Xue Shan Shan yang merupakan pecinta pria tampan, tidak bisa memungkiri bahwa pria itu memang sangat tampan meskipun wajahnya pucat karena kehilangan banyak darah.


Kombinasi panca indra dan wajahnya membuat pria itu memiliki pesona yang tidak terlukiskan.


Xue Shan Shan ingin memeriksa pria itu, tetapi sebelum jemarinya terulur ke depan, pria itu tiba-tiba membuka mata dan menampakkan sorot mata yang memancarkan sedikit kewaspadaan dan kekejaman.


"Kamu siapa?"


"Kamu masih punya tenaga untuk bicara? Sepertinya, kamu tidak akan mati untuk sementara waktu. Kalau begitu, aku pergi dulu." Melihat pria itu belum mati, Xue Shan Shan segera beranjak berdiri, dia terlalu malas untuk membuang waktu di sana.


Lagipula, Fu Qingyue belum ditemukan.


Pria itu memperhatikan Xue Shan Shan dengan seksama, begitu meyakini gadis itu hanya kebetulan lewat dan menyadari bahwa kesadarannya juga mulai lemah, akhirnya dia hanya bisa berkata dengan lemah. "Tolong selamatkan aku, aku bisa memberikan semua yang kamu mau ...."


Xue Shan Shan cemberut, dia tidak suka hanya mendengar janji.


"Saat ini, aku hanya memiliki tiga ratus ribu tael perak, kamu bisa mengambilnya terlebih dahulu ...."


Mendengar itu, mata Xue Shan Shan langsung berbinar. Dia yang maniak uang pun segera merubah sikapnya, lalu berkata, "Oke, cukup!"


Melihat sikap Xue Shan Shan, Fu Qiqi hanya bisa memutar bola matanya dan menunggu dalam diam.


Xue Shan Shan membungkuk untuk menukar beberapa obat luka luar dan pembalut luka dari ruang waktu, lalu dengan cekatan membalut luka pria itu.


"Apa kamu seorang tabib?" Pria itu bertanya setelah terdiam beberapa saat, dia melihat penanganan luka Xue Shan Shan yang terampil dengan tak percaya.


'Hari ini, apa Aku sedang beruntung hingga dipertemukan dengan gadis ini?'


"Hari ini, aku beri tahu kamu bahwa kamu sangat beruntung karena bertemu denganku!" Xue Shan Shan bicara dengan penuh percaya diri sambil menyerahkan sebuah pil penambah darah yang diberikan oleh Xiangxiang.


Pria itu menyandarkan tubuhnya di batang pohon tanpa daya, tetapi bibirnya menyunggingkan sebuah senyuman yang mempesona.


Kalau aku memang beruntung, apa aku akan mengalami musibah seperti ini?


Namun, dia sangat menarik!


Pria itu bergumam di dalam hati, netranya lekat menatap Xue Shan Shan.


Setelah memastikan bahwa dia berhasil menyelamatkan nyawa pria itu, Xue Shan Shan minta uang tanpa sungkan. "Di mana uang tiga ratus ribu tael perak yang kamu janjikan?"


Pria itu mengambil 3 lembar uang kertas perak dari lengan bajunya, lalu menyerahkannya kepada Xue Shan Shan.


Xue Shan Shan memperhatikan uang itu dengan serius, dia melihat demonisasi uang kertas tersebut sangat besar, yaitu 100.000 tel perak per lembar.


"Mungkin, orang yang membunuhmu itu sangat bodoh bahwa mereka bahkan masih menyisakan begitu banyak uang kertas."


Mendengar penuturan Xue Shan Shan, pria itu mengernyit.


"Aku masih ada urusan penting yang harus dilakukan, jadi kamu harus urus diri sendiri. Karena kamu adalah pasien yang sakit parah, aku hanya menyimpan dua lembar saja." Xue Shan Shan mengembalikan selembar uang kertas kepada pria itu, lalu pergi tanpa menoleh ke belakang.


"Hei!" Pria itu memanggilnya sambil berpikir. 'Setelah mengambil uangku, dia pergi begitu saja?'

__ADS_1


__ADS_2