
"Apa maksudmu?" Qing Yuyao bingung, bahkan Qing Fengjue juga menoleh.
"Lihat saja posisi kursi mereka. Untuk sekte sebesar itu, Sekte Xingyun ternyata hanya meletakkan mereka di bagian tengah. Jelas sekali, Sekte Xingyun juga tidak menghargai Sekte Xianyue. Kali ini, benar-benar menarik." Qing Shengxiong mencibir dengan sinis.
Mendengar itu, Qing Yuyao kembali melihat ke arah Xue Shan Shan.
Qing Yuyao sangat senang saat menyadari Sekte Xianyue yang agung tidak ditempatkan di tempat terhormat.
Tampaknya, Sekte Xingyun dan Sekte Xianyue tidak rukun seperti yang dikatakan orang-orang dan terjadi perselisihan yang panjang di balik layar.
Selain itu, Sekte Xianyue bahkan hanya mengirim seorang wakil ketua sekte seolah-olah mereka tidak menganggap perjamuan ulang tahun Ketua Sekte Xingyun tidaklah penting.
Sungguh menarik!
Ketika sedang memikirkannya, Qing Shengxiong yang tengah duduk pun tiba-tiba berdiri dan berjalan ke arah gerbang.
Di sana, tampak seorang pria paruh baya berjubah biru tua berjalan masuk. Pria itu mengenakan mahkota di kepalanya, dia tanpa energi dan berbeda, bahkan aura agung yang terpancar pada dirinya tidak bisa diremehkan.
"Ketua Liang, Ketua Liang sudah datang!"
Suara orang-orang di sekitar yang terus menyerukan nama Ketua Liang, membuat lamunan Xue Shan Shan terhenti.
Pada saat itu, seruan Mu Ruhua pun terdengar. "Ternyata, ini Liang Baiyao, salah satu dari lima ketua Sekte Xingyun yang terkenal. Dia tampan juga, ya."
Xue Shan Shan memandang Mu Ruhua. "Liang Baiyao?"
"Ya, di bawah Ketua Sekte Dugu, Sekte Xingyun memiliki 5 ketua, empat pria dan satu wanita. Di antara mereka, Ketua Liang yang paling bergengsi. Konon prestasi bela dirinya tidak kalah dari Ketua Sekte Dugu, tapi dia tidak pernah mengalahkannya dalam ujian internal di Sekte Xingyun setiap tiga tahun sekali."
Mu Ruhua dengan santai menceritakan gosip tentang Sekte Xingyun kepada Xue Shan Shan.
"Kalau dia menang, Bukankah dia akan menjadi ketua sekte?" Xue Shan Shan masih belum tahu banyak tentang dunia persilatan.
"Apa-apaan? Itu adalah penilaian untuk mempromosikan diri menjadi wakil ketua. Bukankah posisi wakil ketua Sekte Xingyun masih kosong? Jadi, kalau mau dipromosikan menjadi wakil ketua sekte harus bertarung melawan Ketua Sekte Dugu dulu. Dalam setengah jam, kalau bisa memukul bagian mana saja bagian dari tubuh Ketua Sekte Dugu, maka dia akan dipromosikan."
"Setelah bertahun-tahun, tidak ada satu pun dari kelima ketua yang menang."
Mendengar informasi itu, Xue Shan Shan pun mulai mengubah pendapatnya tentang Si Tua Dugu.
Cukup keren.
Diam-diam, Xue Shan Shan mengalihkan pandangannya pada liang Baiyao lagi.
Wajah pria itu tampak datar, terlihat jelas bahwa dia tidak suka didekati oleh orang-orang. Setelah meminta semua orang mundur dengan beberapa kata, hanya Qing Shengxiong yang tersisa dan terus bicara.
"Ada apa dengan kakimu?" Liang Baiyao meletakkan tangannya di belakang punggungnya sambil melirik Qing Shengxiong.
Mendapati pertanyaan itu, Qing Shengxiong langsung menghela nafas. "Aku dipukuli."
Liang Baiyao yang berwajah datar tiba-tiba tertawa seolah-olah dia telah mendengar sesuatu yang sangat menarik. "Ada yang berani memukul Kepala Keluarga Qing?"
"Itu, lihatlah gadis muda di sana." Qing Shengxiong menunjuk ke arah Xue Shan Shan dan rombongannya, lalu lanjut berkata, "Dia adalah Wakil Ketua Sekte Xiangyue yang baru di angkat dan aku dipukuli olehnya, aku tidak menyangka ada karakter sombong di Sekte Xianyue."
Liang Baiyao mengikuti arah pandangan Qing Shengxiong, lalu berkomentar, "Tetap saja kamu yang tidak berguna."
Qing Shengxiong cemberut.
Setelah beberapa saat, dia diam-diam berkata lagi. "Kak Liang, ada apa dengan Ketua Sekte Dugu? Bukannya dia sudah mati, kenapa dia ...."
Liang Baiyao melayangkan tatapan kesal ke arah Qing Shengxiong, sebelum akhirnya suasana di sekitar menjadi sangat suram.
Dengan bijak, Qing Shengxiong segera menutup mulutnya. Hampir saja dia menyentuh sesuatu yang tabu bagi Liang Baiyao.
Di dunia persilatan, banyak orang mengetahui bahwa Ketua Sekte Dugu menghilang selama setengah tahun dan mengira bahwa ada kemungkinan besar bagi Liang Baiyao akan menjadi ketua sekte yang baru.
Hanya saja, tidak disangka di saat Liang Baiyao mengambil alih posisi itu, Ketua Sekte Dugu tiba-tiba saja kembali.
Setelah hampir semua kursi di aula perjamuan terisi, tidak jauh di belakang air terjun, tiba-tiba suara bel berbunyi.
Seketika, seluruh tempat menjadi sunyi.
Tidak lama kemudian, terdengar suara orang dari luar yang melaporkan.
"Ketua Sekte Dugu tiba!"
Mendengar itu, Xue Shan Shan kembali ke duduk posisi duduknya dengan malas.
Tidak jauh dari sana, ada sosok yang mengenakan jubah panjang dengan pola awan biru muda datang mendekat. Dia berjalan dengan ringan, rambut hitamnya disisir rapi dan jepit rambut kayu hitam kecoklatan menghiasi. Seluruh tubuhnya menunjukkan jejak kesederhanaan, tapi entah mengapa membuat orang merasa dia begitu bermartabat.
Xue Shan Shan perlahan mendongak dan melihat wajah lelaki tua itu ....
Detik berikutnya, Xue Shan Shan sudah tercengang.
Tunggu sebentar ....
__ADS_1
Wajah ini ....
Astaga!
Ketua Sekte Dugu berjalan menuju ke kursi utama, tetapi dia tiba-tiba merasakan tatapan aneh ketika berada di sisi Xue Shan Shan.
Karena itu, dia melirik ke arah Xue Shan Shan dengan ekor matanya.
Gara-gara lirikan ini, semua orang melihat Ketua Sekte Dugu yang awalnya berjalan santai, tiba-tiba menginjak ujung bajunya sendiri. Kemudian, pria itu tersandung dan terjatuh ke tanah dengan sangat memalukan.
Seseorang bergegas berlari ke arah Ketua Sekte Dugu, tetapi gerakannya tidak secepat gerakan Xue Shan Shan.
Gadis itu berada paling dekat dengan posisi Ketua Sekte Dugu, dia pun berdiri dan meraih bahu sang ketua seperti tengah mengangkat seekor ayam.
Memang benar, seperti mengangkat seekor ayam!
Xue Shan Shan memandang Ketua Sekte Dugu di depannya, lalu melepaskan pria itu dan membantunya menepuk bahunya dengan pelan untuk merapikan pakaiannya.
Sambil merapikan pakaiannya, dia tersenyum sinis dan berkata, "Ketua Sekte Dugu, kan? Lain kali, hati-hati saat berjalan!"
Ketua Sekte Dugu langsung lemas, dia merendahkan suaranya. "Tidak, tidak ...."
"Ketua Sekte, Anda baik-baik saja?" Pengawal Kiri Ketua Sekte Dugu melangkah maju dan mendukung pria tua itu.
Ketua Sekte Dugu melambaikan tangannya sambil berkata, "Tidak apa-apa."
"Ketua Sekte, silahkan duduk." Pengawal Kiri memberi isyarat pada Ketua Sekte Dugu untuk duduk.
Sebelum pergi, Ketua Sekte Dugu melirik Xue Shan Shan lagi, dia menunjukkan tatapan sedih pada gadis itu. Kemudian, ekspresinya kembali berubah ketika sudah berbalik.
Dia mengangkat kepalanya, bahkan membusungkan dadanya dan berjalan menuju kursi utama dengan langkah lebar.
Xue Shan Shan duduk kembali, dia memandang Ketua Sekte Dugu yang melangkah ke kursi utama selangkah demi selangkah, lalu tertawa tanpa alasan.
Kali ini, benar-benar di luar imajinasiku.
Tanpa diduga, ternyata Ketua Sekte Dugu yang membuat semua orang di dunia persilatan ketakutan adalah si tua bangka Ye Changjiu.
Pria tua yang dia kahwatirkan hingga meminta Lei Zhen mencari tahu keberadaannya.
Sia-sia saja aku mengkhawatirkannya, ternyata Kakek Ye malah datang ke Sekte Xingyun untuk makan enak dan hidup nikmat, bahkan dia sudah menjadi lebih gemuk dari sebelumnya.
Sialan!
Brengsek!
Xue Shan Shan menggertakkan giginya, dia juga tiba-tiba teringat kata-kata Pangeran Li Xian sebelum membiarkannya pergi ke Sekte Xingyun.
Pria itu mengatakan, mungkin ada kejutan di Sekte Xingyun.
Benar saja, ini benar-benar kejutan bagi Xue Shan Shan.
Kakek Ye, si pengemis tua yang hampir mati di kuil bobrok dan diselamatkan oleh Xue Shan Shan adalah Ketua Sekte Dugu dari Sekte Xingyun.
Seketika, Xue Shan Shan juga teringat pada kekuatan menakutkan yang beberapa kali ditunjukkan oleh Kakek Ye saat membantunya melibas musuh.
Setelah memikirkan banyak hal, Xue Shan Shan pun berpikir bahwa wajar saja jika Kakek Ye memiliki kekuatan yang luar biasa.
Seorang ketua sekte, tidak mungkin adalah sosok yang lemah.
Xue Shan Shan melirik Kakek Ye lagi, pria itu juga kebetulan melihat ke arahnya, sebelum akhirnya membuang muka dengan rasa bersalah.
Melihat itu, Xue Shan Shan hanya mendengus di dalam hati. 'Hari ini kamu sedang merayakan ulang tahunmu, maka aku akan menghargaimu dan membuat perhitungan nanti!'
Meski berpikir demikian, Xue Shan Shan agak senang dan kekhawatirannya juga telah sirna.
Setidaknya, Kakek Ye aman dan sehat.
Tidak lama setelah merasa senang, tiba-tiba Xue Shan Shan teringat sesuatu. Dia melirik kursi yang diduduki dan memikirkan gubuk jerami di paviliun.
Xue Shan Shan menggertakkan giginya lagi.
Persetan!
Kakek Ye, aku benar-benar tidak bisa bersabar untuk masalah ini.
Seiring dengan dimulainya pesta ulang tahun secara resmi, Kakek Ye sesekali menatap Xue Shan Shan dengan takut.
Namun, dia malah menatap orang lain dengan tatapan sombong seolah dirinya susah didekati.
Saat melihat ini, Xue Shan Shan mengatakan bibirnya karena ingin tertawa.
'Kakek Ye, gerak-gerikmu sungguh hebat.'
__ADS_1
Satu per satu, perwakilan dari berbagai sekte maju ke depan untuk mengucapkan selamat dan memberikan hadiah.
Pada akhirnya, tiba giliran Pangeran Mahkota sebagai utusan Keluarga Kerajaan yang maju ke hadapan Ketua Sekte Dugu.
Melihat Pangeran Mahkota, Kakek Ye langsung merasa ada yang salah.
Tunggu dulu, apa Shan Shan tidak duduk di kursi kerajaan?
Kalau begitu, dia ....
Kakek Ye melihat ke arah kursi yang diduduki Xue Shan Shan , dia baru menyadari bahwa gadis itu hanya duduk di kursi tengah.
Kakek Ye pun menoleh ke arah Pengawal Kiri dan bertanya dengan suara pelan. "Kursi itu diutus oleh sekte mana?"
Pengawal Kiri mengikuti arah pandangan Kakek Ye, lalu balas berbisik, "Sekte Xianyue."
Tiba-tiba, Kakek Ye mengulurkan tangannya untuk menutupi wajahnya.
Ye Changjiu, kenapa kau begitu tidak tahu terima kasih?!
Saat ini, Kakek Ye merasa dirinya adalah orang yang tidak bisa mengenang jasa baik orang lain. Padahal, Xue Shan Shan adalah penyelamat nyawanya. Jika tidak ada gadis itu, maka tidak akan ada lagi Ketua Sekte Dugu yang berdiri di hadapan khalayak ramai dengan penuh kehormatan.
Dasar, kacang lupa kulit!
Kenapa tidak ada yang memberitahuku bahwa Sekte Xianyue mengutus Shan Shan untuk datang ke sini?
Kenapa?!
Kakek Ye berteriak kesal di dalam hatinya.
Tidak bisa begini, sebelum Shan Shan marah, aku harus menebus kesalahanku padanya.
"Ketua Sekte, dia adalah Putra Mahkota Negara Yuzhou kita, Pangeran Li Chenyu." Saat mengingatkan Kakek Ye pada sosok Putra Mahkota yang tengah berdiri di hadapan mereka, suara Pengawal Kiri tidaklah pelan sehingga semua orang juga mendengarnya.
Li Chenyu mengangkat dagunya dengan sombong, dia menunggu Ketua Sekte Dugu untuk berdiri memberi hormat padanya.
Bagaimanapun, Negara Yuzhou berada di bawah kekuasaan Keluarga Li!
Tidak peduli seberapa hebat Ketua Sekte Dugu, dia tetap harus menghormati Keluarga Kerajaan.
Tak disangka, Ketua Sekte Dugu yang duduk di samping malah bersikap tak acuh hingga menciptakan berbagai macam ekspresi di wajah semua orang.
Terutama Liang Baiyao, terdapat senyum sinis di wajahnya.
Sekarang, Dugu Changjiu semakin menjadi-jadi, dia bahkan berani bersikap sombong di depan Keluarga Kerajaan.
Cari mati!
"Kaisar sangat menghargai pesta ulang tahun Ketua Sekte Dugu hingga secara khusus mengutus aku, Li Chenyu —Putra Mahkota dan beberapa beberapa pangeran untuk datang."
Putra Mahkota menahan amarahnya karena berpikir dirinya masih sangat membutuhkan bantuan Ketua Sekte Dugu, dia juga dengan sengaja mengatakan identitasnya.
Dia adalah Putra Mahkota dan diutus oleh Kaisar!
Setelah melihat ekspresi kesal di wajah Putra Mahkota dan senyuma senang j wajah Xue Shan Shan, barulah Ketua Sekte Dugu menyambut Li Chenyu dengan keramahan yang palsu.
"Terima kasih, Kaisar. Kaisar sangat perhatian, nanti saat pergi ke ibukota, aku pasti akan mengunjungi Kaisar untuk menunjukkan ketulusan hati Sekte Xingyun. "
Putra Mahkota mengangguk, dia melihat wajah Ketua Sekte Dugu tampak lebih ramah dari sebelumnya hingga berpikir bahwa waktunya sudah tepat.
Jadi, dia segera mengubah pembicaraan dan memasang ekspresi tulus di wajahnya. "Teknik Sekte Xingyun sangat terkenal di seluruh dunia, Chenyu sudah mengaguminya sejak lama. Hari ini, Chenyu mempunyai permintaan khusus, mohon Ketua Sekte Dugu bersedia menerimaku menjadi murid."
Selesai mengucapkan kata-kata itu, Putra Mahkota menepis jauh harga dirinya untuk berlutut di hadapan Ketua Sekte Dugu dengan disaksikan oleh semua orang.
Seketika, keributan pun terjadi di sana.
"Putra Mahkota ingin berguru?"
"Dia bisa hidup enak dengan mewarisi tahta Kaisar, tapi malah mau mencari masalah untuk dirinya sendiri."
"Kegigihan macam apa itu?"
"Mengagumkan sekali!"
Xue Shan Shan memainkan anggur di tangannya, dia pun langsung mengangkat alisnya sembari menatap Kakek Ye begitu mendengar permintaan Putra Mahkota.
Kakek Ye membalas tatapan Xue Shan Shan, dari tatapannya itu seolah-olah tengah menyiratkan. "Tunggulah, sebuah pertunjukan menarik akan segera dimulai!"
Memangnya, aku tidak tahu niat Putra Mahkota?
Kakek Ye diam-diam memasang ekspresi sinis.
Kebetulan, pria ini sengaja datang untuk mencari mati. Jadi, aku bisa unjuk gigi di depan Shan Shan.
__ADS_1
Setelah itu, Kakek Ye berdehem sambil berkata dengan sungguh-sungguh. "Kamu ingin menjadi muridku?"