
Tidak hanya Permaisuri Xuan dan Putri Amber, bahkan semua orang di sana tak percaya mendengarnya.
Saat ini, Selir Agung Mei dan Xue Shan Shan, bahkan Luyao tahu bahwa Putra Mahkota pasti mengira dirinya sudah tidur dengan Xue Yuwen.
Karena itu, Luyao memilih menutupi wajahnya dan menangis perlahan.
Aku tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan ini!
"Omong kosong apa yang kamu katakan?! Dengan statusnya yang rendahan, dia tidak mungkin bisa menjadi Selir Sanding Putra Mahkota! Kakak, kamu jangan gegabah!"
Permaisuri menarik nafas dalam-dalam sambil memelototi Putra Mahkota, lalu berbicara pada ibu pelayan di sampingnya. "Tolong bawa para nona keluar. Bagaimanapun, mereka adalah gadis yang belum menikah."
Meski enggan karena masih ingin menonton pertunjukan yang ada, semua orang satu per satu undur diri secara teratur.
Selir Agung Mei tersenyum, lalu berkata pada Permaisuri. "Kakak, bisakah kamu membiarkan aku tinggal? Aku bisa memberi saran untukmu."
Permaisuri Xuan ingin menolak permintaan Selir Agung Mei karena merasa malu, tetapi tidak enak hati.
Tepat ketika dia hendak mengatakan sesuatu, terdengar teriakan lain.
"Berhenti di sana!"
Mendengar suara yang tidak asing itu, hati Permaisuri Xuan dan Selir Agung Mei yang saling bertatapan sama-sama mencelos.
Seketika, perhatian semua orang teralihkan bersamaan dengan perasaan cemas yang tiba-tiba muncul di hati masing-masing.
"Kaisar? Apa yang terjadi?" Permaisuri Xuan menatap Selir Agung Mei.
"Entahlah." Selir Agung Mei mengangkat bahunya,btetapi tidak bisa bersikap tak acuh.
Selir Agung Mei yakin, firasat tidak baik yang melanda hatinya pasti berkaitan dengan rencana putranya.
"Sebaiknya kita pergi melihat," kata Permaisuri Xuan lagi.
Melihat Selir Agung Mei mengangguk, Permaisuri Xuan berkata, "Pergi dan periksa!"
Sebelum pergi, Permaisuri mengutus orang untuk membawa Putra Mahkota pergi dari sana, lalu memerintahkan pelayan tua di sisinya untuk mengawasi Luyao.
Permaisuri Xuan dan Selir Agung Mei mempercepat langkah mereka, sementara orang-orang di belakang justru memperlambat langkah masing-masing.
__ADS_1
Bagaimanapun, mereka yang ada di sana hampir tidak pernah melihat dan mendengar amarah Kaisar.
Jadi, mereka langsung ketakutan hanya karena mendengar suara Kaisar yang menggelegar seperti guntur di langit.
Pada akhirnya, semua orang menekan rasa penasaran mereka dengan berhenti melangkah, tidak lagi mengikuti langkah Selir Agung Mei dan Permaisuri Xuan demi menjaga kepala mereka agar tetap berada di tubuh masing-masing.
Namun, Xue Shan Shan justru dengan santainya mengekor di belakang Selir Agung Mei.
Bagaimanapun, dia tidak ingin ketinggalan pertunjukan dari Xue Yuwen yang sangat menarik.
Di dalam kamar, Kaisar yang memasang ekspresi menyeramkan di wajahnya tampak sedang berdiri dengan pakaian sedikit acak-acakan.
Di depannya, tampak Xue Yuwen yang menggelinjang seperti cacing kepanasan.
Melihat adegan di depan matanya, Permaisuri Xuan, Selir Agung Mei dan Xue Shan Shan sangat terkejut.
Dalam sekejap, kemarahan pun kembali menguasai Selir Agung Mei.
Plak!!!
"Dasar ******!"
Tamparan Selir Agung Mei membuat Xue Yuwen terjatuh ke lantai hingga tersadar sedikit, tetapi efek obat masih belum sepenuhnya hilang.
Ketika melihat orang-orang di sekitar, rasa panik langsung melintas di mata Xue Yuwen.
Jangan-jangan ....
Bersamaan dengan itu, Permaisuri Xuan mulai menginterogasi Kaisar. "Kaisar! Apa yang Anda lakukan di sini?"
Melihat Permaisuri Xuan dan Selir Agung Mei menatapnya dengan tatapan yang tidak bersahabat, bahkan terkesan memiliki aura permusuhan yang kental, kemarahan Kaisar berganti dengan kepanikan.
"Xuan'er, Mei-mei, dia yang tiba-tiba datang dan ingin merayuku. Aku benar-benar tidak tahu apa-apa ...."
Sebagai seorang Kaisar, dia tentunya sudah dilatih untuk mengendalikan diri.
Karena itu, Kaisar mencoba mempertahankan kewarasannya ketika mencium aroma wangi menyenangkan dari tubuh Xue Yuwen.
Jika tidak, dia pasti sudah melakukan hal yang iya-iya pada Xue Yuwen.
__ADS_1
Menyadari penjelasan singkat itu tidak mampu mengurangi aura menyeramkan dari Selir Agung Mei dan Permaisuri Xuan yang mampu membuat siapa pun merinding, Kaisar segera membuka mulutnya lagi.
"Aku baru saja ingin beristirahat, tapi Putri Kedua dari Kediaman Xue tiba-tiba saja menyerangku."
Kemudian, Kaisar melirik Permaisuri Xuan dan bertanya, "Permaisuri, kamu percaya padaku, kan?" Kaisar mencoba mendapatkan pembelaan dari sang permaisuri yang hanya diam, lalu beralih pada Selir Agung Mei lagi.
"Kaisar ... Kaisar ... apa yang terjadi?"
Saat hendak kembali meyakinkan Selir Agung Mei, sosok Kasim Han muncul bersamaan dengan suaranya yang melengking.
Detik berikutnya, Kasim Han sudah jatuh berlutut di depan sang kaisar dengan keringat dingin membanjiri wajahnya. "Kaisar, tadi hamba pergi mempersiapkan kereta. Tak disangka, muncul masalah pada kereta saat di tengah jalan. Setelah diperbaiki, hamba buru-buru datang ke sini. Kaisar, ampuni hamba ...."
Saat ini, Kasim Han yang menundukkan kepalanya masih belum sepenuhnya memahami situasi yang ada.
Kehadiran Kasim Han tanpa sadar membuat Kaisar menghela nafas lega, dia pun segera menatap Permaisuri Xuan dan Selir Agung Mei sembari berkata, "Kalian, kalau kalian tidak percaya ... tanyakan saja pada Kasim Han."
Meski tidak merasa bersalah, Kaisar tetap merasa gugup hanya karena takut Selir Agung Mei dan Permaisuri Xuan salah paham padanya.
Kasim Han yang baru saja masuk, langsung terkejut karena namanya disebut secara tiba-tiba. Seketika, dia pun langsung mengangkat kepalanya hingga perasaan seperti tengah berhadapan dengan dewa maut muncul di hatinya saat matanya bertemu dengan mata Permaisuri Xuan dan Selir Agung Mei.
Bagaimanapun, dia pergi cukup lama dan masalah sudah ada ketika kembali ke hadapan sang Kaisar.
Namun, Kaisar justru langsung melibatkan dirinya, tanpa menjelaskan apa pun padanya.
Kasim Han yang tampak gelagapan, mencoba melihat keadaan di sekitar.
Hanya melihat bagaimana berantakannya pakaian Kaisar dan Xue Yuwen, Kasim Han sedikit banyak bisa membaca situasi.
Jadi, dia segera berkata, "Selir Agung, Permaisuri ... Kaisar benar-benar tidak melakukan apa pun pada Nona Kedua Xue. Itu ... itu adalah tindakan Nona Kedua Xue. Dia ... dia yang tiba-tiba merayu Kaisar."
"Setelah memikirkan kembali, saya baru menyadari bahwa pastilah Nona Kedua Xue yang mencoba merusak kereta kuda agar saya tidak ada dan dia bisa merayu Kaisar."
Sebagai orang kepercayaan yang tahu dan terlibat dalam segala hal bersama Kaisar, Kasim Han tentu saja memiliki pemikiran yang cerdas.
Jadi, dia harus sebisa mungkin menggunakan otak cerdasnya itu untuk membantu Kaisar.
Karena itu, Kasim Han sepenuhnya melemah masalah kepada Xue Yuwen. "Entah bagaimana dia membodohi pengawal di luar sehingga dia bisa masuk ke sini ...."
"Tidak tahu malu! Dasar ja lang!"
__ADS_1