Peri Racun Kesayangan Pangeran

Peri Racun Kesayangan Pangeran
Menikahi Xue Shan Shan


__ADS_3

Pada mulanya, semua orang merasa bahwa itu hanyalah kabar burung yang tidak bisa dipercaya dan perlu dipastikan kebenarannya.


Sekarang, setelah mendengar tentang kunjungan Pangeran Li Xian, semua orang menyadari bahwa kabar yang tersebar itu memang benar.


Dalam sekejap, Xue Shan Shan sudah menjadi orang yang paling populer dan diperbincangkan dengan hangat oleh banyak orang.


Bahkan, para pendongeng menceritakan tentang kisah Xue Shan Shan, seorang gadis kontemporer yang luar biasa selama tiga hari berturut-turut.


"Cerita tentang cucu luar Perdana Menteri benar-benar seperti legenda. Dia pernah menjadi gadis tidak beretika dan tidak terpelajar yang dikenal oleh semua orang."


"Sekarang, tidak hanya kecantikannya yang memikat, dia juga sudah menjadi wanita paling berbakat di ibukota dengan bakat yang paling nyata. Bahkan, Yang Mulia Pangeran Li secara pribadi meminta dekret dari Kaisar untuk menikahi Xue Shan Shan."


Menjadi buah bibir masyarakat di ibukota, Xue Shan Shan dalam sekejap dijadikan panutan bagi para gadis muda di seluruh penjuru kota.


Dalam beberapa hari terakhir, gadis-gadis muda menjadi lebih berani. Mereka yang dulunya malu-malu, sekarang malah dengan berani untuk secara aktif mendekati pria yang mereka kagumi.


Di gerbang istana, ada juga banyak gadis yang berteriak hanya untuk mengungkapkan perasaan mereka kepada para pangeran, bahkan kepada Kaisar juga.


Namun, mereka semua dipukul mundur oleh pengawal istana.


Meski demikian, gadis-gadis itu menjadi semakin berani dan tidak berniat mundur.


Keributan itu baru bisa dihentikan setelah istana mengirimkan pasukan keamanan.


Sebagai orang yang terlibat, Xue Shan Shan juga beberapa kali dihadang oleh beberapa gadis itu ketika dia keluar rumah. "Putri Changning, bisakah membagikan pengalaman Anda?"


Xue Shan Shan tersenyum sopan. "Jadilah gadis yang baik, baca lebih banyak buku kalau sedang luang karena pengetahuan bisa mengubah nasibmu."


Xue Shan Shan berbicara seolah-olah dia adalah gadis yang baik dan suka membaca.


Sementara itu, ketenaran Xue Shan Shan tidak hanya membuat orang senang, ada juga yang merasa iri. Tentu saja, satu di antaranya adalah Xue Yuwen yang sangat berhasrat ingin membunuh sang kakak.


Saat ini, Xue Yuwen yang sedang duduk di sebuah ruang privat yang ada di Kedai Teh Melati, tampak melemparkan setumpuk uang kertas ke arah beberapa pekerja kasar di depannya.


"Pergilah! Kalian pergi dan bawa Xue Shan Shan si wanita ja lang itu. Jika dia menjadi bunga yang sudah dipetik dan dihisap habis sarinya, mana mungkin Yang Mulia Pangeran Li Xian bersedia menikahinya." Xue Yuwen berbicara dengan ekspresi kejam di wajahnya.


Mendengar itu, tiba-tiba mata para pekerja kasar itu jadi berbinar.

__ADS_1


Tugas yang sangat menguntungkan, mereka bisa mendapatkan uang, menikmati wanita cantik dan bahkan ada putri kesayangan Xue Jingguo yang siap menanggung akibatnya.


Sungguh luar biasa!


"Nona Kedua, jangan khawatir. Kami pasti akan melayani Nona Besar itu dengan baik." Pria bernama Zhu Dao mengambil uang itu dengan wajah yang dipenuhi senyum ca bul.


Xue Yuwen mengangkat alisnya dengan puas.


Xue Shan Shan si wanita ja lang kecil itu harus menderita!


Ketika Pangeran Li Xian tahu bahwa Xue Shan Shan berselingkuh darinya, mari kita lihat apakah dia masih akan menikahinya.


Beberapa pria pekerja kasar itu segera mengambil uang dan buru-buru pergi dari hadapan Xue Yuwen yang tengah membayangkan nasib buruk Xue Shan Shan. Bahkan, dia sudah berniat ingin mengadakan jamuan pesta atas keberhasilannya membuat sang kakak hidup menderita.


Tanpa Xue Yuwen sadari, sejak awal pembicaraan dan rencananya dengan para pria itu didengar oleh Xue Shan Shan yang hanya tersenyum miring.


"Nona, betapa jahatnya Nona Kedua! Dia membayar orang untuk melecehkanmu!" Lin Mei tentu saja tidak senang, dia berbicara pada Xue Shan Shan seperti sedang mengadu.


Senyuman di wajah Xue Shan Shan tampak semakin licik dan keji. "Karena mereka sangat ingin melayaniku, maka biarkan saja."


Tidak tahu siapa yang harus dia kasihani.


Nona Besarnya, atau nasib malang yang akan diterima para pria bajingann itu.


"Nona, jangan terlalu kasar pada mereka." Pada akhirnya, Lin Mei mengasihani para pria itu yang sudah tentu tidak akan mendapatkan nasib baik setelah bertemu dengan nonanya.


Bersamaan dengan itu, dia juga mengasihani Xue Yuwen yang sudah tentu akan mendapatkan gilirannya juga.


Huh, sepertinya Nona Kedua memang harus merasakan kekejaman Nona Besar agar dbisa jera.


"Siapa bilang aku ingin memukul mereka?" Xue Shan Shan mengangkat alisnya.


Lin Mei menatap Xue Shan Shan dan bertanya dengan rasa ingin tahu. "Jadi, mau ke mana kamu sekarang?"


"Pergi ke toko obat "


"Apa yang bisa aku bantu?"

__ADS_1


Xue Shan Shan berpikir sejenak, dia tahu bahwa Lin Mei tidak bisa begitu diandalkan seperti Qing Ke, tetapi pelayannya yang baik itu masih sangat berguna.


"Setelah setengah jam, bantu aku menemukan cara untuk memancing orang ke gang di depan."


"Baiklah."


Xue Shan Shan keluar dari kedai teh, sebelum akhirnya pergi ke toko obat di barat kota untuk mengambil ramuan obat.


Saat melihat obat yang diambil Xue Shan Shan, Tabib Zhang menatapnya dengan ngeri. "Putri Changning, obat itu cukup keras. Anda harus berhati-hati menggunakannya, jangan sampai membuat Yang Mulia Pangeran Li Xian menderita."


Xue Shan Shan tertegun sejenak, lalu melarikan diri.


Tabib Zhang yang sedang berdiri di pintu toko dan melihat langkah kaki Xue Shan Shan berlari terburu-buru, hanya bisa menghela nafas dan bergumam, "Senangnya masa muda."


Setelah mengambil obat, Xue Shan Shan berjalan dengan angkuh di sepanjang jalan.


Tidak lama kemudian, sudah ada orang yang mengintainya.


Zhu Dao dan yang lainnya ingin membuat rencana, mereka berniat berjaga di beberapa tempat hanya untuk memastikan apakah Xue Shan Shan akan muncul.


Tanpa diduga, Xue Shan Shan malah sudah muncul sebelum mereka selesai berdiskusi.


Memikirkan apa yang harus dilakukan selanjutnya, mereka mmnata Xue Shan Shan dari nujung kepala sampai ujung kaki.


Kulitnya seputih salju, wajahnya cantik dengan sosok anggun dan lemah lembut.


Ck ck ck, benar-benar wanita berkualitas!


"Eh, Putri Changning mau ke mana?" Dua bibi menyapa Xue Shan Shan dengan hangat saat melihat gadis itu berjalan sendirian.


Xue Shan Shan tersenyum, dia tahu kedua wanita paruh baya itu dikirim oleh Lin Mei. "Aku mau membeli biji wijen di kedai yang ada di gang depan."


"Putri, hati-hati di jalan."


Setelah berbincang sebentar, Xue Shan Shan terus berjalan dan memasuki yang dalam. Saat dia berjalan, langkah kaki di belakangnya juga semakin mendekat.


"Putri Changning, tolong berhenti sebentar." Suara Zhu Dao terdengar dari arah belakang.

__ADS_1


__ADS_2