
Nyonya Ling merasa darahnya sudah sampai ke ubun-ubun, tetapi tetap dengan pasrah meminta Cheng Peng berjaga di tempat, sementara dirinya kembali ke Kediaman Bangsawan Di hanya untuk mengambil uang yang diinginkan oleh Xue Shan Shan.
Ketika berjalan keluar, Nyonya Ling merungut kesal. "Kediaman Bangsawan Di dan Kediaman Bangsawan Agung punya hubungan baik. Aku dan Selir Agung Mei juga sudah seperti saudara kandung, tapi Pangeran Li Xian malah bersikap dingin dan membiarkan Xue Shan Shan menipu Kediaman Bangsawan Di."
Ibu Pelayan Li yang setia memapah dan mendengarkan keluh kesahnya, ikut berkomentar. "Nyonya, jangan marah. Semua orang tahu sifat Pangeran Li Xian. Sekarang, dia pasti bukan serius ingin bersama Nona Xue. Setelah Nona Xiangyan selesai belajar dan turun dari gunung, Pangeran Li Xian pasti akan jatuh cinta padanya begitu mereka bertemu."
Karena Nyonya Ling enggan memanggil Xue Shan Shan dengan embel-embel putri, maka Ibu Pelayan Li yang pada dasarnya adalah seorang penjilat, juga tidak ingin melakukannya karena tidak ingin membuat sang majikan tidak senang.
Setidaknya, mereka tidak akan dihukum karena tidak ada orang lain yang mendengar perbincangan mereka.
Setelah mendengar kata-kata Ibu Pelayan Li, Nyonya Ling merasa agak lega. "Iya, Selir Agung Mei sangat menyukai Xiangyan, dia bahkan pernah bilang ingin menjodohkan Xiangyan dengan Pangeran Li Xian. Sayangnya, Xiangyan hanya fokus dalam melatih seni bela diri, pelatihannya di Sekte Xianyue pun belum berakhir sehingga Xue Shan Shan itu punya kesempatan."
"Masih ada setengah tahun sebelum tiba awal musim semi, jadi Nyonya tidak perlu terburu-buru dan percayakan semuanya pada Nona Xiangyan."
"Ya."
Pada saat itu, Nyonya Ling dan Ibu Pelayan Li sangat yakin bahwa pernikahan yang sudah direncanakan pada awal musim semi nanti untuk Pangeran Li Xian dan Xue Shan Shan tidak akan terjadi.
Kalau pun terjadi, maka Lu Xiangyan lah yang akan menjadi mempelai wanitanya, bukan Xue Shan Shan.
Tak lama kemudian, Nyonya Ling sudah membawa setumpuk uang ketika kembali ke paviliun.
Setelah menghitung semua uang di hadapannya, Xue Shan Shan pun mulai mendetoksifikasi racun di tubuh Lu Qinwen.
Namun, dia tetap tidak mengatur kasur untuk Lu Qinwen, melainkan menyuruh orang mengambil dua bangku panjang, lalu meletakkan papan di atasnya.
Kemudian, Lu Qinwen pun do baringkan di atas papan tersebut.
"Kenapa dibuat seperti aula berkabung?" Pelayan di samping berbisik dengan teman di sebelahnya.
Di beberapa desa miskin, banyak orang yang tidak sanggup membeli peti mati sehingga langsung menaruh orang yang sudah meninggal di atas papan yang diganjal dengan dua kursi panjang seperti ini.
Sebenarnya, racun Lu Qinwen tidak memerlukan jarum akupuntur.
Namun, Xue Shan Shan tidak senang dan masih memiliki dendam terselubung terhadap Lu Qinwen sehingga dia ingin menusuk seratus jarum ke tubuh pria licik itu.
Terlebih, satu jarumnya dihargai seratus teal. Jadi, sayang jika tidak dimanfaatkan sebaik-baiknya.
__ADS_1
Xue Shan Shan menusuk Lu Qinwen dengan seratus jarum akupuntur tanpa mengenai bagian berbahaya, sebelum akhirnya dia mulai meracik obat.
Setelah selesai, Xue Shan Shan langsung menyumbat mulut Lu Qinwen dengan penawar yang sudah diraciknya.
Lima menit kemudian, Xue Shan Shan kembali membuka mulut Lu Qinwen untuk memberikan obat lainnya.
Setelah memastikan Lu Qinwen sudah menelan obat yang dia berikan, Xue Shan berkata dengan santai. "Siap, sudah selesai."
Nyonya Ling mengerutkan keningnya, lalu mendekati sang suami dan berkata, "Kamu baru satu kali memberikan dua obat racikan itu, masih ada dua kali lagi."
Xue Shan Shan memutar bola matanya, dia tahu bahwa Nyonya Ling saat ini berpikir Lu Qinwen masih belum ada perubahan apa pun setelah diobati olehnya.
"Ini sangat normal karena aku tidak memberikan obat dewa padanya, jadi mana mungkin bisa sembuh secepat itu."
Kemudian, dia menambahkan di dalam hatinya. 'Bahkan, aku saja pingsan sampai berjam-jam.'
Nyonya Ling tidak berkutik mendengarkan kata-kata Xue Shan Shan.
"Tenang saja, aku akan memberikan sisa obatnya padamu. Aku jamin, Tuan Lu tidak akan mati."
Pada akhirnya, Nyonya Ling membayar 73 ribu tael perak dengan enggan, lalu memerintahkan orang-orangnya membawa Lu Qinwen pergi.
Pangeran Li Xian melirik Xue Shan Shan dengan dingin saat berkata, "Xue Shan Shan, apa kamu tidak merasa tanganmu sakit saat menghitung uang?"
Xue Shan Shan sudah belajar dari pengalaman, jadi setelah menghitung uang, dia tidak membaginya pada Pangeran Li Xian.
Sebaliknya, dia menyimpan semua uang itu ke kantung dan berkata dengan gembira. "Tidak perlu menggunakan tangan kananku untuk menghitung uang, tangan kiriku saja masih sangat lincah."
"Nona, bisakah aku menghitungnya juga?" Lin Mei berminat melihat banyak uang di hadapan Xue Shan Shan, dia pun mulai mendekat.
"Tidak masalah," sahut Xue Shan Shan dengan santai.
Lin Mei langsung tertawa senang. "Baiklah, nanti malam aku akan memasak sup ikan hitam untukmu."
"Kamu sangat baik." Xue Shan Shan mengangguk dan menatap Lin Mei dengan perasaan bahagia.
Sementara itu, Pangeran Li Xian memilih pergi secara diam-diam karena tidak ingin pikirannya dinodai oleh Xue Shan Shan dan Lin Mei.
__ADS_1
Saat makan malam, Lin Mei masuk ke dapur untuk memasakkan sup ikan hitam sesuai janjinya pada Xue Shan Shan.
Setelah selesai, dia memanggil semua orang untuk makan bersama.
Begitu melihat meja makan yang dipenuhi dengan berbagai macam hidangan ikan, Xue Shan Shan menatap Lin Mei. "Apa kamu berkencan dengan penjual ikan?"
"Tidak, semua ini baik untukmu." Lin Mei menatap Xue Shan Shan tanpa dosa, lalu mulai menjelaskan semua manfaat ikan-ikan yang dia masak. "Sup ikan hitam sangat bermanfaat untuk memulihkan lukamu, sementara ikan kaper kecap adalah masakan andalanku. Crovina kuning ini renyah di luar, empuk di dalam. Kemudian, ada juga ikan tomat kesukaanmu. Masih ada ikan kukus dan ikan rebus dengan rasa hambar, pedas, semuanya sangat lengkap. Yang terpenting, makan ikan sangat bermanfaat bagi otak, bisa membuatmu menjadi pintar."
Xue Shan Shan memutar bola matanya, lalu berkata, "Tidak perlu menjelaskannya lagi. Kalau kamu benar-benar berkencan dengan penjual ikan, itu bukanlah hal yang memalukan, justru sangat bagus jika kalian bisa bersama."
Lin Mei mendengus mendengar imajinasi Xue Shan Shan. "Jangan katakan lagi, penjual ikan itu bahkan sangat tua."
Bersamaan dengan itu, Pangeran Li Xian datang ke meja makan bersama Yan Shu dan Wei Shu.
Sebelumnya, Pangeran Li Xian selalu makan sendirian di kamarnya.
Namun, Wei Shu dan Yan Shu memaksanya untuk makan bersama dengan Xue Shan Shan dan Lin Mei. Karena itu, Pangeran Li Xian terpaksa ikut.
Begitu datang dan melihat meja penuh dengan hidangan ikan, Yan Shu, Lin Mei dan Wei Shu saling melemparkan tatapan penuh makna.
Pada akhirnya, mereka semua mengambil tempat untuk duduk.
"Ternyata, Lin Mei sangat pintar memasak." Yan Shu berbasa-basi, tetapi pujiannya itu sangat tulus.
"Tentu saja!" Lin Mei sangat percaya diri pada teknik memasaknya yang tidak seperti masakan Xue Shan Shan.
Bahkan, masakan Xue Shan Shan bisa membahayakan arwah.
Saat ingin makan, Xue Shan Shan akhirnya bertemu dengan masalah yang sulit dihadapi.
Semua hidangan itu memang tampak enak, tetapi semuanya ada duri ikan sehingga sangat menyusahkan untuk dimakan.
Xue Shan Shan tidak berdaya, dia hanya pasrah meminum kuah sup.
Begitu melihat kondisinya, Yan Shu langsung melirik Lin Mei.
"Oh, ya, aku masih mengukus kepala ikan." Tiba-tiba Lin Mei berdiri, lalu lanjut berkata, "Aku akan mengambilnya sekarang. Yan Shu, bantu aku."
__ADS_1
Lin Mei sengaja hanya memanggil Yan Shu karena berpikir pria itu ada di pihaknya, sementara Wei tidak.
Lagipula, Pangeran Li Xian tidak akan membiarkan Wei Shu membantu Xue Shan Shan, kan?