
Keesokan paginya, Xue Shan Shan bangun seperti biasanya, lalu pergi ke Paviliun Diana untuk sarapan bersama.
Namun, tidak disangka Xue Shan Shan justru melihat Xue Jingguo dan Xue Yuwen di sana.
Xue Shan Shan berjalan dengan bingung. "Ibu, Ayah."
Dia memberi hormat, lalu berjalan dan duduk di sisi Nyonya Diana. "Ibu?"
Mengetahui isi pikiran putrinya, Nyonya Diana pun langsung menjelaskan, "Ayahmu dan Yuwen ada di sini untuk membahas tentang ulang tahun Tuan Putri Amber."
Xue Shan Shan mengerutkan keningnya. Apa yang harus dibahas?
"Benar." Xue Jingguo langsung menyahut, "Shan Shan, Putri Amber memberikan undangan untukmu dan Yuwen. Jadi, nanti kamu pergilah bersama Yuwen."
Bukan tanpa alasan Xue Jingguo meminta Xue Shan Shan pergi bersama Xue Yuwen.
Bagaimanapun, status Xue Shan Shan sekarang sudah jauh lebih mulia dari siapa pun yang ada di Kediaman Xue. Jadi, Xue Yuwen hanya akan mendapatkan keuntungan dan keberkahan jika pergi bersama Xue Shan Shan.
Meskipun jelas mengetahui tipu muslihat Xue Jingguo yang bersikap manis, Xue Shan Shan memilih diam dan berpura-pura menjadi orang bodoh saja.
"Ayah, Yuwen sudah mempersiapkan lagu dan hadiah untuk dipersembahkan kepada Tuan Putri." Xue Yuwen bergelayut manja di lengan Xue Jingguo dan berkata dengan bangga, lalu dia menatap Xue Shan Shan. "Kakak, apa kamu sudah mempersiapkan sesuatu untuk dipersembahkan kepada Tuan Putri?"
"Baguslah," sahut Xue Jingguo menatap bangga pada Xue Yuwen, lalu perhatiannya beralih pada Xue Shan Shan untuk menanti jawaban sang putri.
"Aku tidak akan mempersembahkan apa pun pada Tuan Putri, selain hadiah." Xue Shan Shan menjawab dengan senyuman. "Jadi, biarkan adik saja yang menunjukkan bakatnya agar bisa menarik perhatian Pangeran Mahkota."
Sungguh konyol!
Xue Shan Shan tidak akan melewatkan kesempatan untuk menikmati makanan lezat di perjamuan ulang tahun Tuan Putri hanya demi menunjukkan bakatnya untuk menarik perhatian orang-orang.
Jangan harap!
Lagipula, perhatian siapa lagi yang harus dia tarik setelah diangkat menjadi Putri Changning?
Dia adalah calon Nyonya di Istana Wanshou!
Xue Yuwen tidak senang mendengar kata-kata Xue Shan Shan yang dengan jelas menyiratkan dia tengah berjuang menarik perhatian Pangeran Mahkota, tetapi dia memilih diam dan tidak berulah.
Bersamaan dengan itu, Xue Jingguo justru tidak bermasalah karena yang terpenting baginya adalah Xue Yuwen berhasil menarik perhatian Putra Mahkota.
Dengan demikian, Xue Yuwen juga akan berkesempatan menjadi seorang putri.
Ketika saatnya tiba, Xue Jingguo akan menjadi orang yang paling beruntung di Negara Yuzhou.
Baru membayangkannya saja, Xue Jingguo sudah merasa hatinya kembang kempis karena rasa bahagia.
Mengabaikan isi pikiran Xue Jingguo dan Xue Yuwen, dua Shan Shan melirik Nyonya Diana. "Ibu, aku tidak ingin melakukan pertunjukan."
"Baiklah, kalau begitu tidak perlu." Nyonya Diana tersenyum. "Hanya dengan duduk saja, Shan Shan sudah bisa membuat semua orang menyukaimu. Jadi, kamu tidak perlu lagi melakukan hal-hal untuk menarik perhatian orang lain."
"Apa pantas tidak mempersembahkan apa pun untuk Tuan Putri?" Xue Jingguo tidak begitu setuju dengan keputusan Nyonya Diana.
Bagaimanapun, jika Xue Shan Shan tampil juga seperti Xue Yuwen, dia akan menerima lebih banyak pujian, seperti saat perjamuan istana beberapa waktu lalu.
"Tuan tenang saja, aku sudah menyiapkan sesuatu untuk dibawa Shan Shan sebagai hadiah."
Meski tidak wajib, setidaknya hadiah adalah formalitas.
Xue Shan Shan langsung menimpali, "Ibu, itu tidak perlu. Aku sudah menyiapkan hadiahnya sendiri."
Mendengar itu, Nyonya Diana tersenyum dan sebelum dia membuka mulutnya, Xue Yuwen sudah lebih dulu mengajukan pertanyaan dengan rasa ingin tahu yang tinggi.
"Kakak, hadiah apa yang kamu persiapkan untuk Tuan Putri? Itu pasti sangat berharga, kan?"
Xue Shan Shan tersenyum pada Xue Yuwen. "Adik, aku tidak bisa memberitahumu karena ini akan jadi kejutan untuk Tuan Putri."
"Tuan, jika tidak ada hal lain lagi, silahkan pergi dari sini." Nyonya Diana mengangkat pandangannya untuk menatap Xue Jingguo, dan senyuman di wajahnya hilang seketika itu juga. "Jangan memaksa Shan Shan, menyiapkan hadiah dan membiarkan Yuwen saja yang tampil sudah cukup!"
__ADS_1
Xue Jingguo mengernyitkan alisnya, Nyonya Diana yang sebelumnya tidak akan pernah mengusirnya dengan alasan apa pun.
Di sisi lain, Xue Yuwen menggigit bibir dan menarik ujung pakaian Xue Jingguo sambil menunjukkan ekspresi gundah.
Xue Jingguo sontak saja beraksi dan berkata, "Masih ada satu hal lagi."
"Apa?" Nyonya Diana menatap Xue Jingguo dengan curiga.
"Karena Shan Shan dan Yuwen akan pergi ke perjamuan ulang tahun Tuan Putri, maka mereka akan mewakili Keluarga Xue kita. Jadi, anak-anak harus berdandan dengan baik. Namun, Faye tidak memiliki pakaian yang bagus untuk Yuwen. Apa kamu ...."
Xue Jingguo berdehem untuk menyembunyikan rasa canggung karena bagaimana, hal semacam ini memang sangat memalukan.
Xue Shan Shan yang mendengar hal itu justru sangat tercengang dan berpikir Xue Yuwen sangat luar biasa.
"Ayah, bukankah adik sudah meminta Bibi Faye untuk mencarikan pengurus keuangan dan mengambil uang yang tidak sedikit untuk membeli pakaian?" Xue Shan Shan berbicara dengan senyuman. "Aku saja sampai saat ini masih menunggu Bibi Faye untuk membelikanku baju."
Kemudian, senyuman Xue Shan Shan tampak semakin lebar saat dia menambahkan, "Omong-omong, aku sudah menunggu selama dua hari dan sampai sekarang belum mendapatkan kabar. Apa mungkin Bibi Faye melupakanku?"
Xue Yuwen terkejut, dia pun segera menjawab, "Kakak, bukan seperti itu. Kami hanya mengira Kakak sudah punya pakaian, terlebih beberapa hari lalu kamu juga mendapatkan banyak hadiah dari Pangeran Li Xian. Jadi, ...."
"Apa hanya karena aku memiliki pakaian dan menerima hadiah, kalian mengabaikanku? Ketika ibuku menjadi nyonya rumah, ibu sangat adil untuk kita berdua. Apa yang aku ada, kamu juga ada."
"Kenapa? Apa setelah Bibi yang menjadi Nyonya rumah sekarang, dia hanya tahu menjaga putri kandungnya dan sama sekali tidak mengurusku?"
Xue Shan Shan menatap Xue Jingguo. "Ayah, apa kamu yang menghasut Bibi Faye untuk bersikap seperti itu?"
Xue Jingguo tidak menyangka Selir Faye hanya memperdulikan Xue Yuwen, dia pun mengerutkan aslinya lagi. "Tentu tidak, mungkin Selir Faye lupa akan hal ini."
"Betul." Xue Yuwen langsung membenarkan dan membuat pembelaan untuk sang ibu. "Ayah juga tahu bahwa ibu saat ini sedang mengandung, dia sepanjang hari menjaga kandungannya dengan kepala yang tidak berhenti sakit. Jadi, dia pasti sudah lupa."
Hawa dingin menyembul di mata Xue Shan Shan, dia lalu membalas dengan sinis. "Kalau seperti itu, Adik harus mengingatkan Bibi Faye untuk masalah ini."
Xue Yuwen hanya mengangguk dan tidak menjawab lagi.
Xue Jingguo sekali lagi berdehem, lalu berkata, "Pakaian memang sudah tersedia, tapi masih kurang beberapa perhiasan indah yang mampu menarik perhatian orang. Jika ditempa secara khusus, takutnya tidak akan sempat."
Nyonya Diana memberengut dan ekspresinya dengan jelas menunjukkan bahwa Xue Yuwen tidak aman cocok mengenakan perhiasan miliknya.
Bukan ingin meremehkan, Nyonya Diana hanya merasa Xue Yuwen tidak pantas memakainya karena perhiasan tersebut sesuai dengan usianya.
Namun, Xue Jingguo dan Xue Yuwen menyalah artikan ketulusan Nyonya Diana hingga mengira wanita itu tidak bersedia meminjamkannya.
Karena itu, Xue Yuwen segera berkata, "Ibu, tolong pinjami aku beberapa perhiasanmu. Setelah kembali dari perjamuan nanti, aku pasti akan mengembalikannya pada Ibu."
"Diana, kamu juga jangan terlalu pelit." Xue Jingguo melirik Nyonya Diana dengan mencela, nada suaranya juga terdengar sedikit marah.
Sejenak, Nyonya Diana tertawa getir.
Dia baru saja ingin membalas kata-katanya Xue Jingguo, tetapi suara lembut Xue Shan Shan sudah terdengar.
"Ibu, karena adik ingin meminjamnya, maka biarkan dia memilih dan berikan saja padanya."
Lagipula, entah bagaimana Nyonya Diana menjelaskan, mereka tetap tidak akan mengerti dan hanya berpikir buruk tentang ibunya.
Daripada membuang energi dan kata-kata, lebih baik turuti saja permintaan mereka.
Nyonya Diana melirik Xue Shan Shan sejenak, dia tidak bisa menahan diri untuk tersenyum. "Aku bisa saja meminjamkan perhiasanku padamu, tetapi jika terjadi masalah Jangan coba-coba menyalahkan aku."
Nada suara Nyonya Diana terdengar lembut, tetapi tidak luput dari ketegasan.
Xue Jingguo dengan cepat membalas, "Masalah apa yang akan terjadi dengan hanya meminjam perhiasan?"
"Ibu tenang saja, aku pasti akan menjaga perhiasanmu dengan baik." Xue Yuwen juga tidak ketinggalan, dia terlihat begitu patuh.
Saat Xue Yuwen selesai bicara, Bibi Su Qiu sudah mengambil kotak perhiasan milik Nyonya Diana dan membawanya keluar.
Begitu kotak dibuka, barang-barang di dalamnya membuat Xue Yuwen sangat terkesima.
__ADS_1
Dalam hitungan detik, kilatan keserakahan pun menyembul di matanya.
Namun, untung saja Xue Yuwen kembali tersadar dengan cepat. Dia langsung mengambil satu tusuk konde emas yang sangat unik, lalu menatap Nyonya Diana. "Ibu, apa aku boleh meminjam yang ini?"
Belum Nyonya Diana menjawab, Xue Jingguo sudah lebih dulu melakukannya. "Emmmm, selera Yuwen bagus sekali. Itu memang sangat cantik."
Xue Jingguo mengangguk untuk menyatakan dia sangat puas dengan pilihan Xue Yuwen. "Kita pinjam saja tusuk konde ini."
Pada akhirnya, Nyonya Diana hanya diam dan tidak berkomentar.
Sementara itu, kegembiraan jelas tergambar di wajah Xue Yuwen. "Terima kasih, Ayah. Terima kasih, Ibu."
Nyonya Diana lagi-lagi tidak mengatakan apa pun, dia hanya mengangguk dan memberi isyarat pada Xue Jingguo untuk segera pergi.
Melihat ekspresi Nyonya Diana, Xue Jingguo tentu saja tidak akan berlama-lama lagi. Dia langsung mendengus dingin dan pergi.
Xue Yuwen juga ikut pergi setelah membungkuk dan memberi hormat pada Nyonya Diana.
Ketika Nyonya Diana melihat kedua orang itu pergi, barulah dia menunjukkan senyumannya dan dia sekali lagi membuka kotak perhiasannya. "Shan Shan, apa ada yang kamu sukai?"
Xue Shan Shan melirik sekilas dan matanya pun berbinar. "Ibu, apa menurutmu kalung ini bagus?"
Tangan kecil Xue Shan Shan yang padat mengambil sebuah kalung giok merah yang entah kenapa terlihat serasi dengan anting pemberian Pangeran Li Xian sebagai tanda cinta.
Nyonya Diana tergelak ketika melihat mata Xue Shan Shan yang berbinar. "Seleraku sungguh bagus. Ini adalah hadiah yang diberikan kakekmu ketika dia pertama kali pergi ke Dinasti Yangbei. Tidak kusangaka, warnanya tidak memudar setelah bertahun-tahun. Kalau kamu suka, maka ambil saja."
Xue Shan Shan segera mengangguk, lalu mengalihkan pandangannya dan mengeluarkan sebuah gelang giok. "Sangat tidak sopan jika tidak membalas kebaikan seseorang. Ibu, ini untukmu."
Melihat gelang giok darah yang disodorkan Xue Shan Shan, Nyonya Diana merasa tidak asing. "Ini?"
" Xue Shan Shan tersenyum dan menjelaskan, "Iya, ini adalah giok pendeteksi racun yang sebelumnya aku tunjukkan saat di perjamuan istana. Aku sudah sejak lama ingin memberikannya padamu, tapi hanya memberikan sebuah batu rasanya tidak begitu bagus. Jadi, aku meminta seseorang untuk menempa dan menjadikannya gelang yang akan menyala juga memanas ketika berada di dekat racun."
Nyonya Diana tercengang, tetapi dia juga sangat senang. "Shan Shan sungguh pengertian, gelang ini benar-benar bagus."
Senyuman di wajah Xue Shan Shan tampak semakin lebar. "Baguslah jika Ibu menyukainya."
"Ibu tentu saja menyukai barang yang diberikan Shan Shan." Wajah Nyonya Diana juga diliputi dengan senyuman.
Siang harinya, Xue Shan Shan sedang menikmati makanan penutupnya sambil membaca buku cerita ketika melihat Qing Ke berjalan masuk dengan terburu-buru.
Setelah berbicara beberapa patah kata dengan Lin Mei, Qing Ke pun segera pergi meninggalkan Paviliun Bulan.
Xue Shan Shan sama sekali tidak menggubris hal itu, tetapi ketika dia menyadari Qing Ke tidak pernah muncul hingga sore hari, dia pun merasakan adanya keanehan.
"Ada apa?" Xue Shan Shan menyipitkan matanya untuk menatap Lin Mei. "Di mana Qing Ke?"
Lin Mei tertegun sejenak, dia kemudian mulai berbicara dengan tersendat-sendat. Setelah mendapati wajah Xue Shan Shan yang jelas-jelas marah, dia akhirnya membulatkan tekadnya dan menjawab, "Nona, Qing Ke melarangku untuk mengatakannya padamu karena khawatir kamu akan khawatir. Kak Qing Ke dipukuli hingga wajahnya sangat bengkak, jadi dia tidak datang menemuimu."
"Dipukuli? Apa yang terjadi?" Xue Shan Shan bertanya dengan bimbang.
Walaupun Qing Ke baru mengikutinya untuk waktu yang singkat, Xue Shan Shan jelas tahu bahwa gadis pelayan itu jauh lebih dewasa daripada Lin Mei dalam segala hal.
Lin Mei menggelengkan kepalanya. "Kak Qing Ke tidak memberitahuku."
"Kamu panggilkan dia kemari. Jika dia enggan datang, suruh dia tidak perlu datang lagi selamanya." Xue Shan Shan benar-benar murka.
Semua orang jelas tahu bahwa Qing Ke adalah pelayannya, tetapi masih saja ada orang yang berani menyentuhnya.
Apa mereka menganggap Xue Shan Shan adalah orang yang mudah ditindas?
Jika dia tidak menuntut balas hari ini juga, jangan sebut namanya Xue Shan Shan!
Bagaimanapun, tempat ini menaati hukum rimba. Bersabar hanya akan membuat orang yang menindasnya semakin merajalela.
Tidak lama kemudian, Qing Ke datang dengan kepala menunduk.
"Katakanlah, apa yang terjadi?"
__ADS_1