
Setelah mendengar itu, Selir Faye langsung berkata, "Aku sudah sering meminta pelayan membelikanku obat, siapa yang tahu mereka memakai namaku untuk membeli sembarangan obat?"
Yura mengangkat alisnya dan tidak membantah kata-kata Selir Faye karena merasa alasannya cukup masuk akal, lalu dia kembali melihat kertas yang lainnya. "Di sini juga tertulis bahwa Pelayan Wu pernah melihat Lilu meletakkan sesuatu ke dalam minuman nyonya."
Sekali lagi, Selir Faye merasa jantungnya bergetar hebat. Bahkan, Lilu juga merasakan hal yang sama saat namanya disebut.
Beruntung, Xue Jingguo tanpa pikir panjang langsung menjawab, "Apa ucapan Pelayan Wu bisa dipercaya?"
Dengan itu, Selir Faye dan Lilu bisa sedikit bernafas lega.
Yura menatap Xue Jingguo dengan bingung, benar-benar tidak mengerti atas sikapnya.
"Karena dia adalah pelayan Diana!" Xue Jingguo menatap Nyonya Diana dengan tatapan sengit seolah-olah hanya dari tatapannya saja dia sudah membuat tuduhan bahwa Pelayan Wu berbicara begitu atas perintah Nyonya Diana.
Padahal, semua pelayan yang ada di sisi Nyonya Diana berpihak padanya dan Selir Faye!
Pelayan setia di sisi Nyonya Diana hanya mereka dia bawa dari Kediaman Perdana Menteri.
Yura melirik sekilas ke arah Xue Shan Shan, dia melihat tidak ada keanehan di wajah gadis itu hingga membuatnya tidak dapat menahan kekagumannya.
Xue Shan Shan benar-benar luar biasa, masih bisa mempertahankan ketenangannya di situasi bahaya seperti ini.
Yura lanjut membaca kertas yang tidak memuat begitu banyak informasi, dan dari semua tulisan malah tidak ada yang mengarah pada bukti dan saksi mata sebenarnya.
Tiba-tiba, Yura seolah-olah teringat sesuatu, dia langsung menatap Xue Jingguo sambil berkata, "Tuan, kita hanya memeriksa siapa yang meracuni Nona Besar, tapi di atas sini tertulis obat-obatan tersebut berasal dari toko yang mana."
"Bagaimana kalau kita mulai menelusuri dari toko dan periksa siapa saja yang membeli obat tersebut." Yura berbicara sambil tersenyum. "Tunggu sampai kita menyelidiki dan mengintrogasi orangnya, maka kita dapat mencari tahu siapa dalang sebenarnya."
Nyonya Tua Xue langsung mengangguk setuju pada saran Yura. "Jingguo, cepat suruh orang menyelidiki. Jangan sampai ada orang jahat yang menggunakan kesempatan ini untuk memfitnah orang baik."
Kata-kata itu jelas ditujukan kepada Nyonya Diana, tetapi wanita yang dibicarakan malah bersikap masa bodoh.
Xue Shan Shan mendengus dingin. "Tidak sampai memfitnah orang baik karena pelaku yang meracuni ibuku yang paling tahu mengenai perbuatannya."
"Fakta tidak bisa disembunyikan dan kebenaran pasti akan terungkap!" Xue Shan Shan berbicara dengan suara oelanz tetapi tersirat ketegasan. "Meskipun kejadiannya sudah sangat lama, tetapi akan mudah menangkap pelakunya jika berniat menyelidikinya."
Kemudian, Xue Shan Shan menatap Xue Jingguo. "Bagaimana menurut Ayah?"
Hati Xue Jingguo tersentak dan dia menjadi gelisah ketika bertatap mata dengan Xue Shan Shan. "Orang yang meracunimu dan meracuni ibumu pasti orang yang sama."
"Benarkah?" Xue Shan Shan tersenyum tipis. "Kalau begitu, kita dapat memeriksanya secara bersamaan."
Wajah Nyonya Tua Xue langsung memucat, dia menatap ke arah Bibi Feng yang langsung membisikkan beberapa kata untuk menenangkannya. Namun, dia tetap tidak bisa tenang.
Xue Jingguo juga merasa hatinya semakin berdegup kencang, terlebih ketika melihat Xue Shan Shan berjalan ke arah Yangtao.
Senyuman ramah melintas di wajah imut Xue Shan Shan, tetapi entah kenapa Yangtao merasa dirinya dalam bahaya besar hingga membuatnya gelagapan.
"Nona Besar ...."
"Yangtao, kamu adalah pelayan pribadi ayah yang diberikan kepada ibu untuk melayaninya. Namun, kamu diusir karena membuat kesalahan. Benar, kan?"
Yangtao tertegun mendengar kata-kata Xue Shan Shan, tetapi dia tetap mengangguk. "Benar."
Dia dikirimkan oleh Xue Jingguo kepada Nyonya Diana bukan hanya untuk melayani, tetapi juga memantau gerak-geriknya.
Pada saat yang sama, dia juga diam-diam menerima upah untuk melakukan pekerjaan lain dari Selir Faye.
Namun, baru-baru ini dia dipulangkan oleh Xue Shan Shan kepada Xue Jingguo hanya karena tidak sengaja merusak gaun gadis itu.
"Saat berada di Paviliun Diana, kamu yang menyediakan obat untuk menjaga kesehatan ibuku, kan?"
Hati Yangtao tersentak. "Iya."
"Bibi Su, bawa kemari obatnya!"
Seiringan dengan suara Xue Shan Shan yang dipenuhi ketenangan, Su Qiu masuk dengan membawa kendi arak dan meletakkannya di atas meja marmer.
Xue Shan Shan berjalan mendekat dan membuka penutup kendi, lalu bicara pada Yangtao. "Kamu seharusnya familier dengan aroma ini."
Raut wajah Yangtao tampak pucat.
Bagaimana mungkin dia tidak tahu karena dialah yang meramu obat tersebut dengan bunga Krisan.?
Yangtao sangat familer dengan aroma tersebut karena obat inilah yang dia antarkan setiap harinya untuk diminum Nyonya Diana.
Namun, siapa yang menduga bahwa ternyata Nyonya Diana tidak meminum obat itu dan malah menuangnya ke dalam kendi arak?
Wajah Yangtao semakin pucat.
Sebenarnya, Nyonya Diana pun tidak tahu bahwa dia sudah diracuni. Jadi, mana mungkin dia bisa terpikirkan untuk menuangkan racun berkedok obat itu ke dalam kendi arak.
__ADS_1
Semua itu tentu saja dilakukan oleh Xue Shan Shan tanpa sepengetahuan siapa pun, kecuali Qing Ke!
Dia meminta Qing Ke mengawasi Yangtao dan menukarkan semua racun dengan obat yang sesungguhnya agar tidak menimbulkan kecurigaan dari pihak mana pun.
Saat itu, Xue Shan Shan tidak hanya berniat menangkap Yangtao, tetapi juga dalang di belakangnya!
"Qing Ke."
"Nona." Qing Ke langsung menghampiri Xue Shan Shan saat namanya disebut.
"Bawa lukisan wajah Yangtao kemari dan tanyakan ke beberapa toko obat ini apakah mereka mengenalinya." Xue Shan Shan memberi perintah dengan nada datar.
Tangan Xue Jingguo mengepal erat, dia saling memandang dengan Selir Faye.
Melihat selir kesayangannya menggelengkan kepala, Xue Jingguo memilih diam dan tidak mengatakan apa pun.
Sementara itu, Xue Yuwen perlahan-lahan mulai mengerti apa yang sedang terjadi saat tanpa sengaja melihat ibunya memberikan kode kepada ayahnya.
Xue Yuwen masih dalam kondisi tercengang dan terkejut, tetapi juga merasa kecewa.
Seandainya, Xue Shan Shan dan Nyonya Diana mati karena keracunan, maka dia akan menjadi Putri dah di Kediaman Xue!
Sampai saatnya tiba, siapa lagi yang akan mentertawakan dan meremehkan Xue Yuwen?
Tidak disangka, saat Xue Shan Shan menari, efek racunnya bisa kambuh.
Jika saja dia tahu, dia tidak akan membiarkan Xue Shan Shan menari agar racun itu terus menggerogotinya sampai mati!
"Ayah, kita tunggu saja dulu." Xue Shan Shan berbalik dan melihat ke arah Xue Jingguo.
Ketika melihat ayahnya mengangguk, Xue Shan Shan kembali ke sisi ibunya dan berpesan kepada Su Qiu agar menjaga sang ibu dengan baik.
Yura berdiri dengan bosan, lalu melirik ke arah Selir Faye sambil berbicara dengan menyindir. "Selir Faye, dalam keseharian lebih baik banyak melakukan kebajikan. Bukan demi dirimu, tetapi demi anak dalam kandunganmu."
Wajah Selir Faye berkedut, tetapi dia memilih diam karena tidak ingin berdebar dengan Yura.
Sementara itu, Yangtao adalah orang yang paling gelisah.
Dia sudah terlalu banyak membelikan obat untuk Xue Jingguo, Nyonya Tua Xue dan Selir Faye. Jadi, tidak heran jika pemilik toko mengenalinya.
Terlebih, dia juga mengambil banyak keuntungan pada proses di dalamnya.
Itu sebabnya, Yangtao memberi tekanan pada mereka dengan memberikan sedikit imbalan untuk menarik hati hingga mereka bersedia mengikutinya.
Pengurus toko segera berlutut ketika melihat Xue Jingguo dan langsung menjelaskan panjang lebar, sebelum diminta. "Tuan, Nyonya, semua obat itu memang dijual oleh toko obat saya dan semua bahan-bahannya mengandung racun. Dulu, saya pernah bertanya kenapa membeli obat itu, tetapi pelayannya hanya mengatakan bahwa di rumah majikannya terdapat banyak tikus. Jadi, saya tidak banyak bertanya lagi."
Andai saja dia tahu akan jadi seperti ini, matipun dia tidak akan menjual obat itu!
Xue Jingguo mengerutkan alisnya. "Kamu setiap hari menjual banyak sekali obat-obatan, kenapa masih bisa mengingat kejadian itu dengan jelas?"
Kemudian, Xue Jingguo lanjut bicara dengan ekspresi yang membuat pengurus toko gemetaran. "Jangan salahkan aku jika kamu berani berbohong."
"Tuan, pelayan itu mengambil banyak keuntungan dari membeli obat, jadi saya mempunya kesan yang mendalam padanya." Setelah melihat aura membunuh dari Xue Jingguo, mana mungkin pengurus toko berani berbohong.
Cukup satu kalimat sudah berhasil membuat mata Xue Jingguo terbelalak, dia pun segera menatap Yangtao yang sudah memucat dan segera berlutut dengan tubuh bergetar.
"Pengurus toko, angkat kepalamu dan lihat apakah pelayan di sampingmu ini orangnya?" Meskipun sedang murka, suara Xue Shan Shan terdengar lembut hingga berhasil mengurangi rasa cemas si penjaga toko.
Dia memberani sendiri untuk melihat ke arah Yangtao, dan sangat yakin walau hanya melirik sekilas. "Iya, dia orangnya."
Yangtao ingin membantah, tetapi dia tidak tahu harus bicara apa. Jadi, dia hanya bisa berteriak, "Tuan! Nyonya Tua!"
Melihat apa yang terjadi, Xue Shan Shan langsung melirik ke arah Qing Ke dan memberi isyarat untuk membawa pengurus toko itu pergi.
Seperti baru saja lepas dari gua harimau, pengurus toko itu langsung menyaka keringat di dahinya dan pergi sesegera mungkin.
"Yangtao, apa yang ingin kamu katakan lagi?" Yura segera bertanya, "Kenapa kamu mau meracuni nyonya dan nona? Katakan kamu siapa yang sudah memerintahkanmu!"
Nyonya Diana di rumah panjang tomat lalu menarik Xue Shan Shan ke sampingnya. Kemudian, dia menatap Yangtao sambil bicara dengan perlahan. "Rasanya aku bersikap sangat baik padamu dan tidak pernah memukul atau memaki dirimu. Aku hanya ingin bertanya, kenapa kamu melakukan hal ini padaku?"
"Ampun, Nyonya! Tolong ampuni aku, Nyonya. Orang itu ...."
"Yangtao!" Lilu tiba-tiba berteriak dengan keras, lalu berbicara dengan menyiratkan peringatan. "Pikirkan baik-baik baru bicara! Kalau kamu sampai memfitnah orang lain, bukan hanya kamu sendiri yang akan menderita. Seluruh keluargamu akan ikut mati bersamamu!"
Xue Shan Shan menatap Lilu dengan dalam, dia cukup takjub pada keberanian pelayan Selir Faye yang berani ikut campur dalam proses interogasi tuan rumah.
Sebagai seorang pelayan, bukankah dia sangat tidak sopan?
Tunggu saja, Lilu akan mendapatkan gilirannya!
Kata-kata Lilu membuat hati Yangtao hancur, dia mendongak dan tertawa ironis. Kemudian, dia menutup mata untuk sesaat dan ketika matanya terbuka, tatapannya tampak kosong dan kaku. "Aku, aku sendiri yang melakukannya."
__ADS_1
"Kenapa kamu melakukan itu?" Yura bertanya dengan sigap, dia memang cocok menjadi batu api. "Siapa yang memerintahkanmu?"
Yangtao menggigit bibirnya, lalu menjawab, "Tidak ada orang yang memerintahkanku, aku sendiri yang ingin melakukannya."
Mendengar itu, Xue Jingguo, Nyoya Tua Xue dan Selir Faye serentak menghela nafas lega.
Jangankan Yura, bahkan seluruh pelayan lainnya tidak percaya dengan pengakuan Yangtao.
Meskipun mereka tidak begitu ingin melayani Nyonya Diana yang tidak disayangi tuan rumah, mereka semua tahu bahwa wanita itu sangat baik. Bahkan, tidak pernah sekalipun mereka mendengar atau melihat kekejaman Nyonya Diana pada para bawahannya.
Nyonya Diana menatap Yangtao dengan dingin. "Kenapa?"
"Karena Nyonya, kamu ...." Yangtao memutar otaknya dengan keras untuk menemukan alasan yang tepat untuk menyalahkan Nyonya Diana, tetapi dia hanya bisa memikirkan dan mengingat semua kebaikan wanita itu.
Kemudian, air mata Yangtao menetes tanpa bisa dikendalikan. "Nyonya, kamu orang baik ...."
Kata-kata itu diucapkan oleh Yangtao dengan tulus dan sepenuh hati.
"Kalau aku bersikap baik padamu, kenapa kamu meracuniku?" Nyonya Diana bertanya dengan heran.
"Karena ... karena aku iri padamu!" Yangtao berteriak dengan keras seolah-olah ingin membuat alasannya terdengar meyakinkan bagi semua orang. "Aku iri pada Nyonya yang memiliki latar belakang sangat baik dan disayangi tuan. Karena itu, aku ingin menghancurkanmu dan segala hal yang kamu perhatikan!"
"Manusia rendahan!"Xue Jingguo langsung menendang dada Yangtao. "Kediaman Xue tidak dapat menerima wanita jahat dan kejam sepertimu!"
Yangtao memegang dadanya sambil memuntahkan seteguk darah dan menahan rasa sakit di jantungnya. "Aku telah bersalah, aku juga sangat berdosa ...."
Dia memang bersalah!
Tidak seharusnya dia melakukan perintah orang-orang itu!
Mereka hanya memanfaatkannya untuk tujuan masing-masing, tetapi begitu terjadi masalah seperti ini justru mereka sendirilah yang mengantarkannya ke neraka!
Mereka semua jauh lebih menakutkan daripada iblis!
"Pengawal, pukul dia sampai mati!" Xue Jingguo berteriak keras hingga mendatangkan dua pria bertubuh kekar yang langsung menyeret Yangtao keluar.
Dengan cepat, suara pukulan dan teriakan Yangtao terdengar dari luar.
Xue Yuwen bersandar di dekat Selir Faye karena takut, bahkan wajah wanita itu tampak pucat dan mereka tidak berani bicara.
Sementara itu, Xue Shan Shan hanya duduk dengan tenang seolah-olah tidak ada kejadian berdarah di dekatnya.
Entah sudah berapa lama waktu berlalu, pengawal yang memukul Yangtao masuk dan melaporkan. "Tuan, dia sudah mati."
"Buang mayatnya ke kuburan masal!" Sekali lagi, Xue Jingguo memberikan titah tanpa hati.
Xue Shan Shan melihat ke arah Minglang, sebelum akhirnya pengawalnya itu mengangguk dan menghilang dalam kegelapan.
"Masalah ini sudah diselidiki dengan jelas, jadi tidak perlu dibahas lagi. Mengenai Kaisar, aku akan melaporkannya besok saat rapat pagi."
Begitu saja, Xue Jingguo berhasil menutup kasus hanya dengan mencari kambing hitam yang benar-benar setia sampai akhir.
"Aku tidak menyangka Yangtao memiliki pikiran jahat seperti itu." Xue Jingguo kembali berbicara pada Nyonya Diana dengan suara pelan seolah-olah menyayangkan sikap Yangtao.
Namun, Nyonya Diana hanya menatap Xue Jingguo dengan rumit dan tidak mengatakan apa pun. Bahkan, dia berlalu pergi begitu saja setelah menggandeng Xue Shan Shan.
Bibir Xue Jingguo terbuka ketika melihat punggung Nyonya Diana, dia ingin mengatakan sesuatu saat tiba-tiba Selir Faye menarik dirinya.
"Tuan, suasana hati nyonya sedang tidak baik. Jadi, Anda jangan mengganggunya dulu." Selir Faye berbicara dengan suara mendayu-dayu, tindakannya juga tampak lemah gemulai. "Aku sudah meminta Lulu memasak sup ayam, Anda bisa datang ke tempat tinggalku untuk meminum sup dan menghangatkan tubuh."
Kemudian, Selir Faye menatap Lilu. "Antarkan semangkuk sup untuk Nyonya Tua dan Nona Kedua! Suhu mulai dingin, jangan sampai mereka terkena flu."
Xue Yuwen sedang membungkuk pada Xue Jingguo sebelum pergi dari sana, sementara Nyonya Tua Xue sudah pergi sejak tadi.
Xue Jingguo baru saja ingin mengiyakan niat baik Selir Faye, tetapi ujung matanya menatap Yura yang tampak menyedihkan.
Netra Xue Jingguo bergulir menatap seluruh tubuh Yura yang tampak ramping dan mempesona, meskipun tertutup mantel.
Seketika, Xue Jingguo merasa tenggorokannya seperti tegang dan mengering pada saat bersamaan.
Bagaimanapun, Selir Faye saat ini tidak bisa berhubungan intim dengan karena wanita itu sedang mengandung bayinya.
Setelah terdiam dan berpikir sejenak, Xue Jingguo berbicara lembut pada Selir Faye. "Kamu kembalilah dulu, jaga diri dan istirahat yang baik."
Setelah selesai bicara, Xue Jingguo segera berjalan ke arah Yura dan merangkul pinggang rampingnya. "Ayo, kita ke kamarmu."
Yura lantas menunjukkan senyum berseri dan menempelkan tubuhnya pada Xue Jingguo. "Tuan, Anda baik sekali."
Sebelum pergi mengikuti Xue Jingguo, Yura menyempatkan dirinya untuk meninggalkan senyum mengejek pada Selir Faye hingga membuat wanita itu naik pitam.
"Sialan." Selir Faye hanya bisa memaki tanpa suara karena tidak ingin membuat keributan di depan Xue Jingguo. "Ayo, pergi."
__ADS_1