
"Benar sekali! Aku sudah tidak sabar menunggu Shan Shan melahirkan tujuh atau delapan anak setelah menikah nanti agar keluarga ini lebih hidup lagi. Aku pasti akan membantunya merawat cucu-cucuku nanti."
Saat berbicara, binar bahagia terpancar dari mata Selir Agung Mei seolah-olah dia sudah bisa melihat pemandangan anak-anak kecil berlarian di Istana Wanshou.
Dayang Yang diam-diam merasa iba terhadap Xue Shan Shan.
Berapa tahun yang dibutuhkan untuk melahirkan delapan anak ini?
Pada akhirnya, Dayang Yang hanya bisa berharap agar Xue Shan Shan bisa melahirkan kembar delapan sekaligus, sekali untuk selamanya.
Di Kediaman Xue.
Nyonya Tua Xue dan Xue Jingguo hampir mati kejang hanya karena emosi yang meluap-luap saat melihat beberapa orang utusan Istana Wanshou mengantarkan tumpukan mahar ke Paviliun Diana.
Padahal, mereka sudah bisa menerima kenyataan bahwa Xue Shan Shan akan menjadi istri Pangeran Li Xian.
Dengan begitu, mereka bisa ikut menikmati keberkahan yang diterima oleh Xue Shan Shan.
Namun, belum apa-apa Nyonya Diana sudah merentangkan batasan tak kasap mata, tetapi sangat jelas menyiratkan bahwa mereka tidak akan pernah bisa menikmati berkah menjadi kerabat istri pangeran.
Bersamaan dengan itu, Selir Faye juga merasa tidak puas dan bergumam di dalam hatinya. 'Xue Shan Shan itu tidak berguna, tetapi Pangeran Li Xian rela memberikan begitu banyak mahar!'
Beruntung sekali!
"Dasar wanita sialan." Nyonya Tua Xue belum bisa mengendalikan amarah yang tak bisa dia lampiaskan secara langsung karena masih ada orang-orang dari Kediaman Pangeran Li Xian.
Selain itu, Nyonya Tua Xue juga tidak berani sembarangan menyentuh Xue Shan Shan dan Nyonya Diana karena mereka sekarang sudah menjadi orangnya Pangeran Li Xian, si Dewa Perang yang terkenal kejam dan tak kenal ampun.
"Entah apa dosaku di masa lalu hingga menerima menantu yang tidak pengertian seperti dia."
Selir Faye juga merasa kesal karena tidak lebih beruntung dari Nyonya Diana, dia mencoba menghibur Nyonya Tua Xue. "Ibu, jangan marah. Itu tidak baik untuk kesehatanmu."
"Tetap kamu menantu terbaik." Nyonya Tua Xue menepuk punggung tangan Selir Faye yang menggenggam tangannya.
__ADS_1
Tanpa disadari oleh siapa pun, Selir Faye tersenyum bangga.
"Namun, kapan Nona Besar berhubungan dengan Pangeran Li Xian?" Selir Faye sengaja mengundang mengundang rasa penasaran orang-orang di sekitarnya hingga mereka membuat berbagai praduga.
"Dia pasti dengan tidak tahu malu merayu dan menjebak Pangeran Li Xian." Xue Yuwen menimpali dengan sinis. "Jika tidak, mana mungkin Pangeran Li Xian mau menikahinya."
Xue Yuwen berbicara seolah-oleh dia manusia suci yang tidak pernah merayu Pangeran Li Xian.
Selir Faye menatap Xue Yuwen yang diselimuti oleh rasa iri dan dengki di sekujur tubuhnya, lalu mencoba mencoba menghibur sang putri. "Yuwen, jangan kesal. Bukankah kamu sudah berhubungan dengan Pangeran Mahkota?"
"Iya." Xue Yuwen cemberut. "Karena khawatir sulit menghadapi Selir Agung Mei, aku juga berhubungan dengan Pangeran Mahkota dan kami sudah dua kali bertemu secara pribadi. Dia berjanji padaku akan meminta dekret pada Kaisar, tapi kenapa malah dekret untuk kakak yang datang?"
Meski sedang kesal dan memiliki iri dengki di hatinya, Xue Yuwen masih bisa bersikap bagaikan adik yang berbudi luhur.
"Kalau Pangeran Mahkota sudah berjanji, dia pasti akan menepatinya. Mungkin, hanya tinggal menunggu waktu. Bagaimanapun, Nona Besar adalah kakak, jadi sudah sewajarnya dia yang dinikahkan terlebih dahulu." Selir Faye tersenyum menenangkan, kata-katanya juga ditujukan untuk menghibur Nyonya Tua Xue dan Xue Jingguo agar mereka tidak kecewa.
Mendengar itu, Xue Jingguo dan Nyonya Tua Xue seperti mendapatkan pencerahan hingga perlahan-lahan emosi mulai mereda dari diri masing-masing.
"Huh." Nyonya Tua Xue juga mendengus sinis. "Apa hebatnya menjadi Putri Changning? Nanti, jika Yuwen dilamar Putra Mahkota, dia juga akan menjadi Putri Mahkota. Bahkan, Yuwen akan menjadi ibu negara ini!"
Seketika, ekspresi Nyonya Tua Xue langsung bersinar seolah-olah tumpukan emas sudah ada di hadapanku saat ini. "Aku beruntung memilikimu sebagai menantu."
Pada saat yang sama, amarah Xue Jingguo terhadap Xue Shan Shan sedikit mereda. Bahkan, dia sudah tidak lagi merasa kecewa karena Xue Yuwen tidak mendapatkan dekret dari Kaisar.
Dia percaya, putrinya yang berbudi luhur itu bukannya tidak dapat dekret, hanya belum.
"Apa maksud Nyonya Tua Xue? Apakah Nyonya memandang rendah Kediaman Pangeran Li Xian?"
Baru saja Nyonya Tua Xue dan Selir Faye berbicara, seorang pengawal berjubah hitam menerobos masuk ke Kediaman Xue dengan membawa pedang panjang dan menunjukkan ekspresi tidak senang.
Dialah Wei Shu!
Sebelumnya, dia berada dalam rombongan orang-orang yang mengantarkan mahar untuk Xue Shan Shan. Hanya saja, dia tidak masuk ke dalam kediaman dan memilih memantau segalanya dari luar.
__ADS_1
Tanpa diduga, dia mendengar semua pembicaraan tidak menyenangkan dari keluarga Xue yang tidak tahu diri itu.
Bisa-bisanya mereka menargetkan Pangeran Li Xian, juga mengincar Pangeran Mahkota pada saat bersamaan.
Benar-benar tidak tahu malu!
Xue Jingguo terkejut dan segera maju untuk memberi hormat saat mengenali sosok Wei Shu yang selalu berada di sekitar Pangeran Li Xian. "Panglima, maaf. Orang di dalam kediaman saya lancang dan bicara sembarangan. Semoga panglima bisa memaafkan kami."
Entah dari kedudukan atau jabatan, Xue Jingguo tidak bisa dibandingkan dengan Wei Shu yang tidak hanya seorang panglima, tetapi juga merupakan orang kepercayaan Pangeran Li Xian.
Pejabat kecil seperti dia tidak berani mencari masalah dengan Pangeran Li Xian.
Wei Shu juga memberi hormat sebagai formalitas, lalu berkata, "Tuan Xue, jangan bilang saya tidak memperingati Anda. Kata-kata itu tidak keluar dari mulut Anda, tapi tetap saja keluar dari Kediaman Xue. Nanti, jika Pangeran Kedua menuntut, tidak ada yang bisa menyelamatkan Anda lagi!"
"Benar, memang orang saya yang ceroboh." Xue Jingguo dengan cepat menjawab, lalu berbalik dan berseru dengan tegas. "Pengawal, bawa Selir Faye dan Nyonya Tua pulang untuk beristirahat."
Biasanya, Xue Jingguo memang sangat menyayangi Selir Faye dan menghormati Nyonya Tua Xue. Namun, jika menyangkut masalah nyawa dan masa depannya, Xue Jingguo tidak peduli pada apa dan siapa pun lagi.
Selir Faye dan Nyonya Tua Xue menganga tak percaya mendengar perintah Xue Jingguo, tetapi mereka tidak punya pilihan lain selain menurutinya.
Bagaimanapun, mereka tidak ingin mencari masalah dengan orang yang tidak seharusnya.
"Tunggu saja sampai cucuku, Yuwen menjadi Putri Mahkota, aku pasti akan memberi pelajaran untuk panglima rendahan itu."
Pada akhirnya, Nyonya Tua Xue kembali ke kamarnya dengan bantuan Selir Faye.
Setelah kedua wanita itu pergi, Xue Jingguo diam-diam menyeka keringat dingin yang membasahi dahinya. "Panglima Wei, mohon maafkan kelancangan keluargaku."
Wei Shu tertawa dingin. "Tuan Xue terlalu sungkan. Tuan Xue pasti sudah tahu maksud kedatangan saya hari ini, kan?"
Meski belum satu jam Dekret Kaisar diumumkan, tetapi berita pernikahan Xue Shan Shan dan Pangeran Li Xian sudah tersebar di seluruh ibu kota.
Sekarang, dia baru mengetahui bahwa Wei Shu juga datang ke kediamannya sebagai perwakilan yang mengantarkan mahar.
__ADS_1
Jadi, tentu saja Xue Jingguo tahu apa tujuan Wei Shu datang.
Xue Jingguo berkata dengan gugup. "Sebuah keberuntungan bagi putri saya karena bisa dinikahi oleh Pangeran Li Xian."