Peri Racun Kesayangan Pangeran

Peri Racun Kesayangan Pangeran
Apa Xue Shan Shan Sedang Marah?


__ADS_3

"Aku tidak jadi minum!" Xue Shan Shan marah.


Cangkir yang dipegangnya, dia letakkan dengan kasar ke atas meja sampai teh di dalamnya tumpah dan membasahi meja.


Suara cangkir itu menarik perhatian pelayan di sekitar, terutama Wei Shu dan Kepala Pelayan Chen yang masih ada di sana untuk memantau interaksi Xue Shan Shan dan Pangeran Li Xian.


Saat semua orang berkeringat dingin, mereka malah melihat Xue Shan Shan sedang membelakangi Pangeran Li Xian dengan tangan menyilang di da da.


Dari wajah gadis itu, mereka bisa memprediksi adanya kemarahan yang meletup-letup.


"Putri Changning marah pada Pangeran Li Xian?"


"Dia cari mati, ya?"


Orang-orang di sekitar berbisik-bisik, tetapi suara mereka masih mampu didengar oleh Kepala Pelayan Chen dan Wei Shu.


Dalam sekejap, Kepala Pelayan Chen mendekat berniat menyelamatkan kepala Xue Shan Shan agar tidak berpindah tempat.


"Yang Mulia, jangan dimasukkan ke hati. Putri Changning tidak bermaksud begitu." Kepala Pelayan Chen nampak panik.


Bagaimanapun, jika Pangeran Li Xian mengamuk, meski lawannya tidak mati, pasti akan terluka parah.


Saat semua orang mengira Pangeran Li Xian akan menyikat habis Xue Shan Shan, ternyata sang pangeran malah menatap gadis itu dengan lembut.


"Cepatlah makan, sebentar lagi aku akan mengajarimu."


"Baiklah, terima kasih banyak, Yang Mulia. Aku tahu, kamu memang yang terbaik!" Xue Shan Shan langsung menoleh sambil tersenyum-senyum.


Dia kembali mengambil cangkir teh tadi, lalu disekanya juga teh yang tumpah di meja menggunakan lengan bajunya.


Di sisi lain, semua orang tercengang.


Kemudian, Kepala Pelayan Chen dengan cepat tersadar dan mencoba menghentikan tindakan Xue Shan Shan. "Putri, jangan lakukan itu. Bajumu jadi kotor."


Xue Shan Shan tersenyum lebar seolah-olah dia baru saja memenangkan lotre. "Tidak masalah, baju ini masih bisa dicuci."


Xue Shan Shan dalam suasana hati yang baik.


Dia merasa bajunya bisa dicuci kapan saja, tetapi mood baik Pangeran Li Xian tidak mudah bisa ditemui.


Entah hari baik apa ini, Xue Shan Shan sangat senang!


Sementara itu, Pangeran Li Xian bingung dan menggaruk-garuk alisnya, benar-benar tidak berdaya.


Xue Shan Shan kembali makan, lalu menoleh pada Pangeran Li Xian ketika otaknya tiba-tiba mengingat sesuatu.


"Yang Mulia, bisakah kamu membocorkan trik apa yang akan kamu ajarkan padaku?" Xue Shan Shan bertanya sambil menarik lengan baju Pangeran Li Xian.


Pandangan Pangeran Li Xian tertuju pada lengan bajunya.


Dia selama ini paling benci kontak fisik dengan orang lain, tetapi kini malah tidak merasa jijik maupun kesal pada tindakan Xue Shan Shan.


Padahal, pakaian gadis itu sudah terlihat kotor karena tumpahan teh beberapa saat lalu.

__ADS_1


"Sebentar lagi kamu akan tahu," jawab Pangeran Li Xian sambil menyunggingkan senyumannya lagi.


Beruntung, kali ini Xue Shan Shan lebih bisa mengendalikan dirinya hingga tidak ikut meleleh karena senyuman menawan sang pangeran.


Justru, dia memanyunkan bibirnya dan mengalihkan pandangannya.


Ternyata, dia masih berniat membuatku penasaran.


"Kudengar, kemarin kamu membuat masalah di Kediaman Xue."


Xue Shan Shan mengedikkan bahunya. "Di mana pula aku membuat masalah? Kemarin itu, ada orang yang cari mati. Kuberitahu, ya ...."


Begitu bicara, Xue Shan Shan tidak bisa berhenti mengeluhkan segalanya tentang Selir Faye, Xue Jingguo dan Xue Yuwen.


Melihat bibir mungil yang tidak berhenti bergerak itu, meski tidak mengerti apa yang sebenarnya Xue Shan Shan katakan, suasana hati Pangeran Li Xian semakin baik hanya dengan mendengar suaranya saja.


Bahkan, tanpa sadar Pangeran Li Xian tertawa kecil.


Orang-orang yang diam-diam memperhatikan interaktif Xue Shan Shan dan Pangeran Li Xian sangat terkejut, terlebih melihat senyuman sang pangeran seolah-olah mereka sudah melihat hantu.


Yang Mulia tidak hanya tersenyum, tetapi tertawa juga?


Ekspresi Yang Mulia juga sangat lembut!


Apakah ini Yang Mulia Pangeran Li Xian yang mereka kenal?


Luar biasa!


Putri Changning benar-benar luar biasa!


Bahkan, di bawah kepemimpinan Kepala Pelayan Chen, mereka semua bertekad untuk berbakti kepada Xue Shan Shan di masa mendatang.


Tidak akan membiarkan gadis itu ditindas oleh siapa pun dan akan menjadikannya sebaik-baiknya nyonya rumah!


"Yang Mulia, kamu juga merasa mereka konyol, kan?" Xue Shan Shan sempat terkesima lagi melihat Pangeran Li Xian yang terus tersenyum, tetapi dia segera kembali ke topik utama.


Pangeran Li Xian menahan senyumnya, lalu mengulurkan tangan untuk menepuk pelan kepala Xue Shan Shan. "Ayo, kita pemanasan dulu."


Xue Shan Shan mengerutkan kedua alisnya. "Pemanasan?"


"Iya," sahut Pangeran Li Xian dengan menyembunyikan senyum geli, dia berniat mengerjai Xue Shan Shan. "Kebetulan, rumahku ini ada beberapa tempat yang harus diperbaiki, jadi kamu bantulah para tukang itu bekerja."


Xue Shan Shan tentu saja terkejut, ekspresinya tampak konyol hingga Pangeran Li Xian sekuat tenaga menahan diri untuk tidak menertawakannya.


"Membantu tukang?!" Xue Shan Shan menatap Pangeran Li Xian dengan tatapan tak percaya, dia juga tidak mempercayai pendengarannya. "Apa aku tidak salah dengar? Mungkinkan kamu yang salah bicara?"


"Tidak ada yang salah." Pangeran Li Xian menyembunyikan senyumannya dengan sangat baik menggunakan ekspresi datar andalannya. "Pemanasan bisa membuat peredaran darahmu lancar. Jika tidak pemanasan sebelum belajar ilmu bela diri, itu tidak akan baik untuk tubuhmu."


Xue Shan Shan masih tercengang


Dia juga tahu pemanasan memang baik dan diperlukan sebelum memulai aktivitas berat, tetapi haruskah dengan membantu pekerjaan para tukang?


Melihat keengganan di mata Xue Shan Shan, Pangeran Li Xian bertanya dengan dingin. "Mau belajar kungfu, atau tidak?"

__ADS_1


Pada akhirnya, Xue Shan Shan hanya bisa cemberut dan dengan pasrah membantu pekerjaan kuli bangunan.


Setengah jam kemudian ....


"Ahhhhhh!"


Setelah memindahkan ubin yang keempat, dia tidak bisa lagi menahan diri dan menggila.


Li Xian!


Dasar pria breng sek!!!


Apa kamu tidak tahu bagaimana harus bersikap baik kepada wanita?!


Teganya kamu membiarkan aku memindahkan ubin-ubin ini!


Biarpun aku kuat, tetapi kamu seharusnya memperlambat sebagai seorang wanita yang membutuhkan kelembutan dan perhatian.


Jelas-jelas aku adalah wanita yang imut, tapi kamu malah memaksaku memindahkan ubin!


Kenapa tidak sekalian kamu memintaku membuat pertunjukan memecahkan batu di da da saja?


Yang paling menyebalkan, aku bekerja tanpa upah!


Mereka juga tidak memberiku makan!


Meski baru saja makan, pekerjaan berat ini sudah membuatku kelaparan lagi!


Xue Shan Shan rasanya mau menangis melihat tumpukan ubin yang seperti gunung, dia pun merasa dirinya sangat menyedihkan.


"Bergeraklah lebih cepat, Nona!" Seorang kuli yang tidak mengenali Xue Shan Shan berteriak dari atas atap.


Xue Shan Shan menarik nafas dalam-dalam, lalu menarik lengan bajunya.


Pada saat hendak memindahkan ubin lagi, dia mendengar seseorang memanggilnya.


"Xue Shan Shan."


Saat Xue Shan Shan melihat ke sumber suara, tatapannya langsung bertemu dengan tatapan Pangeran Li Xian, tetapi dia langsung mendengus dengan marah dan mengalihkan pandangannya.


Pangeran Li Xian terkejut.


Apa Xue Shan Shan sedang marah?


"Ketika halaman ini diperbaiki, ada tambahan batu giok putih. Namun, pekerja tidak cukup. Jadi, bisakah kamu membantuku mengurusinya?"


Mendengar itu, Xue Shan Shan langsung tersenyum lebar. Dia pun berbicara sambil berjalan keluar. "Baik, baik, pekerjaan kasar seperti ini memang cocok untukku. Di mana batu giok putih itu? Aku akan segera menanganinya."


Pangeran Li Xian tersenyum, membujuk Xue Shan Shan pasti akan berhasil jika menggunakan kemilau harta benda.


Dia menarik kerah baju Xue Shan Shan yang sudah berjalan. "Makanlah dulu."


Xue Shan Shan kaget.

__ADS_1


Apa langit juga tidak tega melihat kondisinya hingga membuat pangeran menyesali perbuatannya?


__ADS_2