
Rong Mo menyesap teh dengan mata berbinar. "Tehnya memang enak."
We Yuan menggelengkan kepalanya. "Aku memang tidak mengerti teh, tapi ini memang enak."
"Aku juga merasa tehnya enak." Suara halus Ring Sen terdengar, sebelum akhirnya dia memandang Xue Shan Shan dan mencibir dengan dingin.
"Rong Bo, ayo bantu."
Mendengar suara itu, mata Fu Qiqi berbinar cerah.
Wei Yuan menutup mulutnya dan tersenyum. "Kakakku sudah sampai, aku akan pergi melihat."
"Ayo, kita pergi bersama." Fu Qiqi langsung berdiri, yang lainnya juga ikut menyusul.
Melihat Xue Shan Shan, keempat pria dari Keluarga Rong dan Keluarga Wei menyapanya dengan ramah.
"Putri Changning."
"Ini Wei Ziyu, putra sulung Keluarga Wei, di sebelahnya putra kedua, Wei Zihou, dan putra ketiga adalah Wei Ziying." Fu Qiqi memperkenalkan mereka semua. "Ini adalah putra sulung Keluarga Rong, Ring Jian."
Setelah Xue Shan Shan menyapa mereka, dia tertegun saat mihah sosok Wei Shu dan Pangeran Li Xian.
"Yang Mulia? Wei Shu?"
"Paviliun yang kami sewa tiba-tiba saja rusak, jadi kami mungkin akan mengganggu kalian semua." Wei Shu menjelaskan dengan tidak enak hati, tetapi tetap bersikap tenang.
Sebelumnya, dia mendapatkan perintah tanpa kata dari Pangeran Li Xian untuk merusak paviliun tersebut.
Karena itu, mereka saat ini bisa bergabung dengan Xue Shan Shan dan teman-teman barunya.
Beberapa nona mudanitu menarik nafas Dalam, sementara Ring Mo langsung berkata, "Suatu kehormatan bagi kami karena Yang Mulia Pangeran Li Xian ada di sini."
Pangeran Li Xian melirik semua orang hanya sekilas. "Tidak perlu sungkan."
Tuan-tuan muda secara alami mengobrol di sekitar Pangeran Li Xian, sedangkan Rong Mo yang ada di sisi lain tampak terobsesi. "Aku memang tahu kalau Pangeran Li Xian sangat tampan, sekarang melihatnya dari dekat, ternyata memang benar sangat tampan."
Dalam sekejap, isi kepala Rong Mo dipenuhi dengan posisi selir pangeran yang memang masih kosong.
Sementara itu, Fu Qingyue langsung melirik Xue Shan Shan dan merasa lega saat melihat gadis itu tengah asik makan dengan kepala menunduk.
"Sudah, jangan dilihat lagi. Aku meminta dapur untuk menyiapkan kue bunga, ayo dicoba."
"Kue bunga?" Mata Rong Sen berbinar. "Aku akan mengambilkan untuk kakakku dan yang lainnya."
Setelah mengatakan itu, Rong Sen mengambil makanan ringan langsung dari tangan pelayan dan berlari menuju meja lainnya.
Xue Shan Shan mengambil dan memakan sepotong, dia berbalik menatap Fu Qingyue saat mulutnya dipenuhi dengan aroma bunga. "Tidak buruk."
Namun, dari sudut matanya dia melihat Wei Ziyu di meja lain dengan tatapan penuh kasih sayang memasukkan kue bunga di tangannya ke mulut Rong Sen.
Xue Shan Shan mengerutkan kening dan melirik Fu Qiqi. "Tidak ada cukup teh di sana, kenapa kamu tidak membawa teh ke sana?"
Fu Qiqi tekejut, begitu pun dengan Fu Qingyue.
Mereka tidak menyangka semudah itu Xue Shan Shan melihat perasaan yang disimpan Fu Qiqi untuk Wei Ziyu.
Namun, setelah dipikir-pikir, mereka merasa itu adalah hal yang wajar karena seluruh orang di ibukota juga tahu bahwa Keluarga Wei dan Keluarga Fu memiliki janji pernikahan.
Wei Yuan tertawa. "Qiqi, cepatlah. Kakakku sedang menunggumu."
Fu Qiqi melirik Wei Yuan dengan marah, tetapi tetap membawa teh ke meja Wei Ziyu.
"Terima kasih, Nona Fu ...."
Beberapa tuan muda yang ada di sana langsung berterima kasih kepada Fu Qiqi.
Saat ini, Xue Shan Shan terus memperhatikan Wei Ziyu, tanpa sadar kalau dirinya juga sedang diawasi.
Pangeran Li Xian pun melirik Wei Ziyu sambil mengangkat cangkir tehnya dengan jemarinya yang ramping, lalu menyesapnya perlahan-lahan.
Dia mencoba menekan amarah di hatinya, lalu menurunkan mata dan berkata di dalam hati.
__ADS_1
Hanya begitu saja ....
Fu Qiqi datang dengan wajah memerah, dia pun tidak bisa menahan senyumnya.
"Bosan sekali kalau kita hanya duduk diam saja, villa Qiqi sangat bagus dan ada tempat-tempat bagus juga di sini. Kenapa kita tidak berjalan-jalan di sekitar sini?" Wei Yuan memberi saran sambil tersenyum.
"Boleh juga," sahut Xue Shan Shan, lalu menoleh pada Rong Sen. "Nona Rong Sen, bagaimanapun, kamu adalah seorang gadis, jadi jangan pergi ke sisi seorang pria seperti itu."
Satu kata dari Xue Shan Shan, berhasil membuat semua orang tercengang.
Seketika, wajah Rong Sen yang berdiri di sisi Wei Ziyu tampak membeku.
Segera, kekesalan pun muncul di hatinya. "Memang kenapa kalau aku mau dekat dengan kakakku? Jika Putri Changning tidak senang melihatnya, jangan dilihat!"
Meski tahu bahwa Xue Shan Shan adalah putri pangeran, Rong Sen tidak berpikir dia harus menghormati gadis itu.
"Apa maksud Putri Changning?" Rong Mo mengerutkan kening dan memandang Xue Shan Shan. "Jangan katakan bahwa ada kakak kami di sana, bahkan jika tida ada mereka, hubungan Keluarga Rong kami berhubungan sangat baik dengan Keluarga Wei. Kami sudah bermain sejak kecil, memangnya masih takut orang lain berbicara omong kosong."
Wei Yuan juga berkata dengan cepat. "Putri Changning, kamu masih belum mengenal keluarga kami. Kami ...."
"Aku tidak mengenal kalian." Xue Shan Shan menyela dan menatap Rong Sen dengan setengah tersenyum. "Namun, aku tahu bahwa Tuan Muda Rong duduk di seberang, sementara Rong Sen duduk di sebelah Tuan Muda Wei Ziyu."
"Sensen masih muda, aku menganggapnya sebagai adik perempuanku. Putri Changning mungkin salah paham." Wei Ziyu mengerutkan kening, ada ketidaksenangan di matanya.
Rong Bo memandang Xue Shan Shan dan berkata dengan perlahan. "Ini hanya masalah kecil, kenapa Putri Changning membuat keributan seperti itu?"
"Shan Shan, ada apa denganmu?" Grenie bertanya di dalam benak Xue Shan Shan.
Bulu mata Xue Shan Shan bergetar sedikit dan menatap Xue Shan Shan.
"Kamu cemburu?" Grenie bertanya lagi. "Kamu melihat Si Tampan yang melirik Rong Mo, jadi kamu cemburu!"
Xue Shan Shan tiba-tiba menjadi tenang seolah-olah baskom berisi air es telah dituangkan di atas kepalanya.
'Cemburu?' Ekspresi aneh muncul di wajah Xue Shan Shan.
"Itu benar, aku tidak melakukan apa-apa. Putri Changning benar-benar aneh." Rong sen menunjukkan ekspresi sedih dengan mata yang tertuju pada Wei Ziyu dan berkata dengan perlahan. "Putri Changning adalah teman Kak Qiqi, mungkin Kak Qiqi merasa aku terlalu dekat dengan Ziyu ...."
"Gadis bodoh, apa yang kamu pikirkan? Mana mungkin Qiqi seperti itu." Wei Ziyu berkata tanpa daya sambil mengelus kepala Rong Sen.
Fu Qiqi memperhatikan tindakan Wei Ziyu, senyum di wajahnya langsung hilang tanpa jejak.
Pada akhirnya, dia berjalan ke sisi Xue Shan Shan dan berkata, "Shan Shan, ada pemandangan indah di villa, aku akan membawamu dan Qingyue untuk melihat-lihat."
Fu Qiqi memanggil nama Shan Shan tanpa embel-embel putri seperti yang lain atas permintaan Xue Shan Shan yang berteman baik dengan Fu Qingyue.
Bagaimanapun, Fu Qiqi juga memperlakukannya dengan tulus. Jadi, tidak perlu ada gelar yang menjadi sekat di antara mereka.
"Adapun Yuanyuan dan yang lainnya, mereka bisa pergi jika ingin pergi, atau tetap tinggal jika tidak mau."
Setelah mengatakan itu, Fu Qiqi menarik lengan Xue Shan Shan dan pergi dari sana.
Melihat Pangeran Li Xian tidak bergerak, Rong Mo memilih tetap tinggal.
Wei Yuan berpikir sejenak, sebelum akhirnya ikut pergi.
Rong sen segera menangis. "Apa Kak Qiqi menyalahkan aku?"
"Qiqi tidak akan tidak begitu masuk akal, lagi pula kamu tidak melakukan kesalahan apapun. Kenapa harus menyalahkan kamu?" Wei Ziyu menghibur dengan suara rendah. "Jangan terlalu banyak berpikir, ayo makan sesuatu."
Pangeran Li Xian memperhatikan ekspresi semua orang, matanya tampak tak acuh.
Bersamaan dengan itu, Rong Mo mendekati Pangeran Li Xian dengan ragu-ragu.
"Nona Rong, berhenti di tempat!" Wei Shu dengan sigap berdiri di hadapan Pangeran Li Xian untuk menghalangi jalan Ring Mo.
"Nona Rong, Yang Mulia tidak suka didekati, terutama oleh wanita." Wei Shu melirik Pangeran Li Xian untuk memastikan ekspresinya, tetapi pria itu malah bersikap tak acuh.
Wajah Rong Mo memerah, dia sangat malu dan merasa canggung.
Dengan cepat, Rong Sen menyelamatkannya dengan berkata, "Kakak, ke sinilah."
__ADS_1
Rong Mo yang memiliki senyum canggung di wajahnya, berjalan mendekati Rong Sen dan langsung duduk.
Wei Zihou dan Wei Ziying saling memanfaatkan, mereka bisa merasakan suasana canggung di sekitar.
Sementara itu, Pangeran Li Xian masih bersikap tak acuh dan melirik Wei Ziyu sambil berkata dengan tak acuh. "Bagaimanapun, kalian tidak memiliki hubungan darah dan kalian juga bukan anak-anak berusia lima tahu lagi. Sebagai seorang pria, kamu harus lebih memperhatikan tindakanmu agar tidak merusak reputasi seorang wanita."
Tiga bersaudara Wei, ditambah Rong Bo terkejut pada saat bersamaan.
Bahkan, Rong Sen memandang Pangeran Li Xian dengan tidak percaya, sementara Rong Mo dipenuhi dengan keraguan dan sedikit bingung.
"Sejak dulu, pandangan wanita lebih ketat, bahkan jika hubungan keluarga sangat dekat juga harus tahu menjaga jarak."
Pangeran Li Xian masih menatap Wei Ziyu saat melanjutkan kata-katanya. "Laki-laki harus bertindak benar dan menjadi teladan, baru bisa menjadi pedoman orang lain, serta menjadi pemuda berbakat bagi negara."
"Perbuatan Tuan Muda Wei Ziyu benar-benar tidak meyakinkan."
Ketika kata-kata Pangeran Li Xian terdengar, semua orang terkejut hingga wajah mereka tampak penuh kejutan.
Saat ini, bahkan Wei Shu yang mendengar semua kata-kata Pangeran Li Xian merasa malu untuk Wei Ziyu.
Wei Shu menggelengkan kepalanya dan bergumam dengan penuh sesal. 'Kenapa aku harus memiliki leluhur yang sama dengan pria bodoh ini!'
Wei Ziyu dengan cepat berdiri dan menangkupkan kedua tangannya sambil berkata, "Ziyu yang melakukan kesalahan, terima kasih Yang Mulia Pangeran Li Xian telah memberi ajaran."
"Xue Shan Shan!"
Tidak hanya Xue Shan Shan, Fu Qingyue dan Fu Qiqi memang yang belum pergi jauh juga mendengar kata-kata Pangeran Li Xian.
Seketika, senyuman muncul di wajah Xue Shan Shan dan saat mendengar suara Pangeran Li Xian, dia dengan cepat berjalan ke arah pria itu. "Aku datang!"
Setelah mengatakan itu, dia mengikuti Pangeran Li Xian dan Wei Shu yang berjalan pergi meninggalkan villla Keluarga Fu.
"Qiqi, Qingyue, aku pergi dulu, ya. Jumpa lain hari."
Setelah Xue Shan Shan pergi, kakak beradik Fu memiliki ekspresi berbeda di wajah mereka.
Fu Qiqi menarik nafas dalam-dalam dan berkata sambil tersenyum. "Shan Shan pergi karena ada urusan dengan Yang Mulia Pangeran Li Xian. Ayo duduk dulu, kenapa berdiri semua?"
Pada saat ini, mana ada orang yang memiliki suasana hati untuk bercanda dan mengobrol lagi.
Rong BI memandangi Wei Ziyu yang terlihat pucat, lalu menghiburnya. "Kak Ziyu, jangan terlalu khawatir. Yang Mulia Pangeran Li Xian seharusnya tidak memiliki niat lain."
"Ya, Yang Mulia Pangeran Li Xian hanya mengingatkan dan tidak akan melakukan apa-apa." Wei Ziying juga menghibur. "Jangan terlalu memikirkannya."
"Aku tidak berpikir begitu." Wei Zihou menggelengkan kepalanya dengan ekspresi serius. "Dari tadi, Yang Mulia Pangeran Li Xian tidak mengatakan apa-apa dan yang pertama kali dia katakan adalah ... aku pikir, kesannya terhadap Kak Ziyu ... tidak terlalu baik ..."
"Kak Ziyu tidak di bawah kendali Yang Mulia Pangeran Li Xian, kenapa juga kalau kesannya kurang baik?" Rong Sen berkata dengan tidak setuju.
Wei Ziyu menggelengkan kepalanya. "Tidak perlu kuberitahu seberapa pentingnya Yang Mulia Pangeran Li Xian di depan Kaisar, kalian juga tahu. Jika Yang Mulia Pangeran Li mengatakan sesuatu yang buruk tentangku di hadapan Kaisar, maka reputasiku sudah pasti akan hancur."
"Ha?" Rong Sen terkejut. "Hanya karena aku terlalu dekat dengan Kak Ziyu?"
"Perkataan Yang Mulia Pangeran Li Xian memang benar." Wei Zihou berkata langsung, sementara Rong Bo Wei Ziying langsung mengangguk.
Ini memang agak suli karena bagaimanapun, apa yang Pangeran Li Xian katakan cukup masuk akal.
Ekspresi keluhan muncul di wajah Rong Sen. "Baiklah, ke depannya aku akan menjauh dari Kak Ziyu."
"Bukan itu maksudnya." Wei Ziyu melihat ekspresi menyedihkan di wajah Rong Sen, lalu mengelus kepala gadis itu sambil menghela nafasnya. "Gadis bodoh, jangan terlaku banyak berpikir. Cukup berhati-hati saja saat di luar."
Mendengar itu, Rong Sen langsung mengangguk dengan mata yang berbinar. "Ya."
Melihat ini, Fu Qingyue yang berada di samping mengerutkan keningnya dan melirik Fu Qiqi yang menunjukkan kepala.
Tidak tahu apa yang ada di pikiran gadis itu.
Wei Yuan juga melirik Fu Qiqi dan berbisik pelan. "Qiqi, kamu juga tahu bahwa Kak Ziyu tumbuh bersama dengan saudara dan saudari Keluarga Rong. Secara alami, mereka memiliki perasaan yang berbeda. Jadi, jangan terlalu dipikirkan."
"Aku ingat, kamu tidak pernah peduli pada hal-hal ini sebelumnya. Putri Changning itu benar-benar ... sangat provokatif. Qiqi, kamu harus berhati-hati padanya."
"Orangnya memang cantik, tapi kepribadiannya sangat jelek!" Wei Yuan berkata sambil mencibir.
__ADS_1
"Kamu juga berpikir kedekatan Tuan Muda Wei Ziyu dan Sensen adalah hal yang normal?" Fu Qiqi mengerutkan bibirnya dan berkata dengan lembut, tidak terdengar ada yang salah.