Peri Racun Kesayangan Pangeran

Peri Racun Kesayangan Pangeran
Kakak, Kamu Jangan Gegabah!


__ADS_3

Semua orang saling memandang dan berbisik, sementara Xue Shan Shan berseru dengan tenang. "Adikku yang tidak ada di sini, tapi apa yang bisa terjadi siang-siang begini di Taman Rong?"


Kedua pelayan yang berlutut di bawah tidak bermain mengangkat kepala, tubuh mereka juga tampak bergetar.


"Katakan!" Selir Agung Mei mengeluarkan suara dinginnya sehingga membuat kedua pelayan itu merasa seperti tengah dimandikan air dingin.


Namun, tidak ada di antara keduanya yang tidak mengangkat kepala mereka untuk menatap Selir Agung Mei.


Pada akhirnya, salah satu dari mereka memberanikan diri untuk membuka mulut dan berbicara dengan gagap. "Selir Agung, Kaisar ... Kaisar ...."


Sekuat apa pun pelayan itu berusaha, dia tidak bisa mengatakan apa yang sudah terjadi pada Kaisar.


Lebih tepatnya, dia tidak berani.


Terlebih, ketika netranya langsung bertemu dengan netra mengerikan milik Selir Agung Mei.


"Ada apa dengan Kaisar?" Selir Agung Mei tiba-tiba merasakan perasaan yang tidak enak di hatinya.


"Kaisar kenapa?" Permaisuri juga langsung khawatir.


Bersamaan dengan itu, Xue Shan Shan pun seperti mulai memahami situasi yang terjadi.


Karena itu, dia sedikit menarik lengan baju Selir Agung Mei dan berbisik. "Ibu, sebaiknya kita langsung periksa saja."


Mendengar suara lembut Xue Shan Shan, kemarahan di hati Selir Agung Mei yang datang tanpa sebab itu perlahan sirna, dia pun mengangguk setuju.


"Kakak, sebaiknya kita lihat saja." Selir Agung Mei menatap Permaisuri Xuan yang mengangguk setuju tanpa banyak berpikir lagi.


Selesai berbicara, Xue Shan Shan mengikuti Selir Agung Mei dan Permaisuri Xuan berjalan ke arah Taman Rong.


Bahkan, orang lain yang ada di Taman Istana juga mengikuti di belakang mereka karena tidak bisa menahan diri dari rasa penasaran.


Apalagi, Xue Yuwen saat ini tidak ada di antara mereka.


"Xue Yuwen tidak ada di sini, mungkinkah sesuatu terjadi padanya?"


"Bisa dibilang begitu, tapi ini ... mungkinkah ada hubungannya dengan Kaisar?"


Selir Agung Mei dan Xue Shan Shan sama-sama mengerutkan bibir mereka, keduanya jelas tahu ini adalah bagian rencana dari Pangeran Li Xian.


Hanya saja, mereka tidak bisa menebak dengan jelas apa yang direncanakan oleh sang pangeran.

__ADS_1


Sekelompok orang pergi dengan langkah tegap, mereka samar-samar mendengar suara-suara aneh dan tidak layak didengar saat tiba dia halaman Taman Rong.


"Betapa tidak tahu malu!" Selir Agung Mei langsung berteriak marah begitu mendengar suara-suara memalukan itu. "Kenapa kalian masih diam di sana tanda tanya cepat tangkap mereka!"


Selir Agung Mei melirik para pengawal yang berdiam diri dengan ekspresi ketakutan, tetapi segera melangkah maju begitu mendapatkan titah tak terbantah dari Selir Agung Mei.


Bagaimanapun, titah Selir Agung Mei sangat mutlak, sama seperti titah Kaisar dan Permaisuri Xuan.


Begitu saja, para pengawal langsung berjalan memasuki ruangan.


Ketika melihat apa yang terjadi di dalam, mereka berhenti dan menarik nafas dalam-dalam.


"Siapa yang sudah mempermalukan aku di istana ini?" Selir Agung Mei langsung masuk ke dalam tanpa basa-basi lagi, jelas tidak ingin menutupi orang-orang di dalam yang dia yakini bukankah sosok Kaisar.


Entah kenapa, Selir Agung Mei masih memeliki kepercayaan yang begitu teguh terhadap Kaisar.


Begitu masuk, dia langsung melihat dua orang sedang bergumul di atas kasur.


Meski menghela nafas lega karena keyakinannya benar, Selir Agung Mei masih sangat marah dan kemarahannya ini tidak dibuat-buat.


Bersamaan dengan itu, Permaisuri Xuan yang ada di belakang sangat terkejut.


Terlebih, setelah memastikan salah satu sosok pendosa yang sedang bergumul di atas ranjang itu adalah putranya sendiri.


Seketika, Putra Mahkota langsung membuka matanya dengan linglung.


Di belakang, orang-orang yang berkesempatan masuk dan menyaksikan apa yang terjadi ikut mengeluarkan suara pelan yang masih mampu menembus telinga Selir Agung Mei dan Permaisuri Xuan, bahkan Xue Shan Shan.


"Wanita itu tampak tidak asing, bukankah dia pelayan Nona Kedua Xue?"


"Bagaimana mungkin?" Permaisuri Xuan seolah-olah tidak mempercayai penglihatannya sendiri.


Di dalam hati, dia sempat berpikir apakah Putra Mahkota memang menyukai seorang pelayan sehingga dia tidak henti-hentinya membuat skandal dengan seorang pelayan.


Skandal sebelumnya sudah berhasil dibungkam, tetapi bagaimana bisa membungkam skandal kali ini?


Putri Amber yang juga menyaksikan hal itu segera mendekat dan menarik Luyao dengan kasar dan menamparnya dengan keras. "Heh, ja lang kecil! Apa yang kau lakukan pada kakakku?"


Tentu saja, Putri Amber tidak bisa menerima kenyataan bahwa kakaknya sudah tidur dengan seorang pelayan.


Bagi Putri Amber yang gila kehormatan, hal itu bisa saja menjatuhkan harga dirinya juga.

__ADS_1


Rasa sakit yang datang tiba-tiba di pipinya, membuat Luyao tertegun dan melihat sekeliling dengan bingung.


Plak!!!


Sekali lagi, sebuah tangan kembali menyentuh pipinya dengan keras hingga membuat pipinya terasa kebas.


Tamparan kali ini berhasil membuat Luyao tersadar sepenuhnya, dia pun kembali menatap orang-orang di sekitar, sebelum akhirnya menatap tubuhnya sendiri.


Detik selanjutnya, Luyao sudah berteriak dengan keras. "Ahhhh ... apa yang telah terjadi? Hamba ...."


Putra Mahkota yang belum tersadar sepenuhnya mengira bahwa itu adalah suara Xue Yuwen, jadi dia hanya bisa menatap orang-orang di sekitar dengan rasa bangga yang terpancar di wajahnya.


Akhirnya, rencanaku dan Yuwen berhasil.


"Adik, Ibunda, aku benar-benar tidak bisa menahan diri." Putra Mahkota menatap Putri Amber dan Permaisuri Xuan secara bergantian, lalu kembali berkata, "Ini bukan salahnya, jangan salahkan dia. Salahkan saja aku."


"Kamu! Kamu berniat membuatku marah sampai mati, ya?" Permaisuri Xuan terlihat sangat panik, sementara bisik-bisik di sekitarnya masih terdengar berisik di telinganya.


Luyao terjatuh dan berlutut di lantai, dia tidak menduga bahwa dirinya akan memilih hubungan dengan Putra Mahkota.


Matanya menyala dengan sinar ketamakan, jantungnya juga berdetak kencang.


Wanita mana yang tidak ingin berhubungan dengan Putra Mahkota?


Tidak ada!


Luyao yakin semua wanita memiliki keinginan seperti dirinya juga.


Apa statusku akan naik?


"Cepat kenakan pakaianmu!" Suara dingin Permaisuri Xuan terdengar lagi.


Di sampingnya, Selir Agung Mei dan Xue Shan Shan menyaksikan segalanya dalam diam, tampak sangat menikmati pertunjukan itu.


Sejujurnya, tidak ada sedikit pun niat di hati keduanya untuk berbahagia di atas penderitaan Permaisurinya Xuan.


Hanya saja, pertunjukan itu benar-benar tidak bisa dilewatkan.


Salahkan saja Putra Mahkota yang tidak berguna itu karena sudah membuat Permaisuri Xuan sakit hati!


"Kakak, apa yang akan kamu lakukan pada wanita itu?" Selir Agung Mei yang penasaran tidak bisa menahan diri untuk mempertanyakan keputusan sang permaisuri.

__ADS_1


Mendengar itu, Putra Mahkota dengan cepat berkata, "Ibunda, aku ingin mengangkatnya menjadi Selir Sanding."


__ADS_2