Peri Racun Kesayangan Pangeran

Peri Racun Kesayangan Pangeran
Cari Mati!


__ADS_3

"Kalau begitu, sebelum menggunakannya, kamu tunjuklah ke arah langit sambil berkata, 'Astaga, burung itu besar sekali!'"


"Jika pihak lawan sudah teralihkan perhatiannya, kamu langsungnya saja menembak."


Xue Shan Shan mengajarkan metode yang telah teruji berulang kali.


Mendengar itu, Fu Qingyue menganggukkan kepala mengisyaratkan apa yang dikatakan oleh Xue Shan Shan cukup masuk akal.


Fu Qiqi juga setuju, dia pun akan melihat ke langit secara tidak sadar jika ada seseorang yang berkata seperti itu sambil menunjuk langit.


Xue Shan Shan memang hebat!


Sekali mengambil tindakan, langsung menggunakan trik andalan.


"Kalian juga bisa menggunakan bola-bola asap ini, tekan saja untuk meledakkannya ...."


Xue Shan Shan memberi Fu Qiqi dan Fu Qingyue semua mainan yang dibawanya.


Hanya satu senjata yang tidak digandakan dan tidak akan pernah Xue Shan Shan berikan kepada siapa pun, termasuk kedua bersaudara Fu.


Itu adalah bola berduri yang pernah dia jadikan senjata untuk melumpuhkan Pangeran Li Xian, tetapi berujung membuat dirinya sendiri pingsan.


Xue Shan Shan tidak akan pernah memberikan benda yang digunakannya pada pertemuan pertama dengan Pangeran Li Xian, meski hanya duplikat.


"Shan Shan, semua barang ini sangat luar biasa! Dari mana kamu Mendapatkannya?" Fu Qingyue merasa takjub pada semua barang pemberian Xue Shan Shan.


"Itu diberikan oleh Ketua Sekte Xianyue, Guru Liu," kata Xue Shan Shan tanpa mengangkat kepalanya.


Setelah diangkat menjadi wakil ketua sekte, Xue Shan Shan semakin mudah mengarang alasan hingga tidak perlu mengeluarkan nama Pangeran Li Xian lagi untuk menjadi tamengnya.


"Sekte Xiangyue lagi, aku jadi benar-benar ingin tahu orang macam apa Guru Liu itu." Fu Qingyue ingat kebanyakan ilmu dan barang berharga yang dimiliki Xue Shan Shan berasal dari Sekte Xiangyue.


Sungguh menakjubkan!


Setelah menyimpan barang-barang yang diberikan Xue Shan Shan satu per satu, mata Fu Qingyue tertuju pada pedang hijau panjang yang ada di tangan Qianning—pengawal wanita yang baru saja dikirimkan oleh Pangeran Li Xian.


Ya, pada saat kereta kuda yang ditumpangi oleh Xue Shan Shan dan kedua bersaudara Fu berangkat, tiba-tiba seorang wanita berpakaian serba hitam terbang dari langit dan mendarat tepat di depan kereta hingga membuat kereta tersebut terpaksa berhenti.


Sebelum Xue Shan Shan beraksi, wanita itu sudah lebih dulu memperkenalkan dirinya sebagai utusan Pangeran Li Xian.


'Biarkan Qianning selalu berada di sisimu!'


Itulah pesan dari Pangeran Li Xian yang dibawa oleh Qianning dengan menirukan suara pria itu.


Bagaimanapun, Pangeran Li Xian tahu bahwa Xue Shan Shan pasti akan duduk di kereta kuda yang berbeda dari Minglang, jadi dia mengirimkan seorang wanita agar bisa melindungi kekasihnya dari jarak paling dekat.


Kehadiran Qianning memang membuat suasana di dalam kereta agak canggung, tetapi Xue Shan Shan terus mengajak Fu Qingyue dan Fu Qiqi berbicara hingga mereka terbiasa.


"Kakak, ilmu bela dirimu bagus?" Beralih dari pedang indah bertahtakan batu giok hijau, Fu Qingyue menatap Qianning.


"Tidak termasuk bagus," sahut Qianning apa adanya dengan ekspresi datar.


Melihat ekspresi Qianning, Xue Shan Shan merasa tidak berdaya dan langsung teringat pada Pangeran Li Xian.


Bagaimana wajah majikan, maka begitulah juga para ajudannya.


"Kalau begitu ...."


"Di seluruh Negara Yuzhou, kalau dipaksakan, bisa masuk sepuluh besar."


Seketika, Xue Shan Shan dan kedua bersaudara Fu langsung membungkam hingga terciptalah suasana sunyi di dalam kereta.


Kalau dipaksakan, bisa masuk sepuluh besar?


Kalau dipaksakan?

__ADS_1


Xue Shan Shan, Fu Qingyue dan Fu Qiqi saling memandang, sebelum akhirnya mereka menatap Qianning dengan kagum.


Kamu terlalu rendah hati!


"Kalau begitu, siapa yang ada di urutan pertama?"


Seperti biasa, Fu Qingyue akan lebih banyak bicara daripada Fu Qiqi.


Qianning merenung sejenak, wajahnya yang selalu tanpa ekspresi juga terlihat sedang merenung. "Untuk penilaian kekuatan yang terhebat, masih belum bisa dipastikan antara Yang Mulia Pangeran Li Xian dan Ketua Sekte Dugu. Namun, aku merasa Yang Mulia Pangeran Li Xian pastilah lebih kuat!"


Kemampuan mengerikan dari Pangeran Li Xian, Qianjing sebagai pengawal pribadinya telah melihat dengan mata kepalanya berkali-kali.


Adapun Ketua Sekte Dugu, dikabarkan secara luas bahwa seni bela dirinya adalah yang terbaik di dunia persilatan.


Hanya saja, Qianning tidak pernah melihatmu sehingga tidak bisa membuat penilaian.


Xue Shan Shan mengangguk setuju. "Aku juga berpikir pasti kekasihku tercinta yang lebih kuat."


Xue Shan Shan dengan bangga memuji kekuatan Pangeran Li Xian, sebelum akhirnya memasang ekspresi meragukan. "Adapun Ketua Sekte Dugu ini, ya ...."


Mungkin tidak sekuat Kakek Ye!


Fu Qiqi dan Fu Qingyue saling menatap, lalu tatapan mereka beralih pada Xue Shan Shan dan Qianning yang sangat tersanjung pada Pangeran Li Xian.


Saat ini, Fu Qingyue sudah memasang ekspresi cemberut.


Seandainya di Negara Yuzhou ini ada peringkat ahli makan dan ahli bermain, aku mungkin bisa mendapatkan juara kedua setelah Xue Shan Shan.


Saat tengah hari, kereta melewati tempat bernama Modipoy.


Kebetulan, Xue Shan Shan dan rombongannya sudah sangat kelaparan. Jadi, mereka mencari sebuah kedai arak di Modipoy dan bersiap untuk makan sebelum berangkat lagi.


Setelah turun dari kereta, seorang pelayan menyambut mereka.


"Halo, semuanya ...."


Seketika, pelayan itu langsung ketakutan dan tersenyum meminta maaf. "Maaf, dalam dua hari terakhir ada begitu banyak pengunjung di kedai kami. Jadi, kamar pribadinya sudah penuh. Karena itu, kami terpaksa membiarkan Anda semua duduk di aula."


"Apa-apaan, kalian ...."


Tepat ketika Lei Zhen hendak marah, Xue Shan Shan menariknya ke samping. "Duduk di aula saja."


Jika Xue Shan Shan sudah buka suara, siapa di antara rombongannya yang berani menentang?


Bahkan, Lei Zhen yang pemberani saja sampai terbungkam dan tidak berkutik


Pelayan itu mengangguk takut-takut, lalu memandu mereka semua menuju sebuah meja besar di sudut aula yang bisa menampung sepuluh orang.


Setelah mereka duduk beberapa saat, kedai arak itu pun didatangi banyak pengunjung lainnya.


Xue Shan Shan memandang orang yang keluar dan masuk, dia menyadari mereka tampak tergesa-gesa seperti akan menempuh perjalanan jauh.


Mungkinkah mereka semua ingin pergi ke Kota Qianjing?


Pada saat ini, beberapa pria dan wanita berjalan masuk. Pasangan pria dan wanita yang memimpin rombongan itu tampak seperti orang kaya dan berstatus mulia, bahkan mereka diikuti oleh beberapa orang yang berseragam.


Sama seperti Xue Shan Shan dan yang lainnya, mereka juga ingin memesan ruang pribadi begitu masuk.


Saay mendengar tidak da lagi kamar pribadi, gadis pemimpin yang diperkirakan berumur tiga belas atau empat tahun langsung berwajah muram.


Detik berikutnya, seorang pemuda menarik gadis itu ke samping, sebelum akhirnya berbicara pada si pelayan. "Kalau begitu, atur dilobi saja."


Pelayan itu menghitung jumlah mereka, totalnya ada enam orang.


Dia tampak serba salah, lalu menunjuk ke arah di mana Xue Shan Shan dan rombongannya berada. "Meja terakhir untuk sepuluh orang, sudah ditempati oleh sekelompok tamu yang datang duluan. Sekarang, hanya tersisa satu meja yang muat untuk empat orang."

__ADS_1


Gadis itu melirik Xue Shan Shan bersembilan, lalu kembali menatap pelayan. "Kamu suruh mereka pergi, aku ingin duduk di sana!"


"Eh?" Pelayan itu semakin serba salah.


Meskipun Xue Shan Shan dan rombongannya tampak lebih sederhana jika dibandingkan dengan rombongan yang dibawa oleh gadis angkuh di depannya, pelayan itu tetap saja tidak bisa bersikap semena-mena.


Bagaimanapun, dia hanya seorang pelayan dan tidak ingin memperlakukan seseorang hanya dari status.


"Kenapa?" Gadis itu mengangkat alisnya, memasang ekspresi tidak sabar.


"Nona, tolong jangan mempersulit saya. Saya hanyalah seorang pelayan di sini, saya sama sekali tidak berani menyinggung pelanggan mana pun!" Pelayan itu meminta maaf berulang kali.


Begitu pelayan tersebut selesai bicara, tubuhnya langsung ditendang dengan kejam oleh gadis angkuh itu hingga terjatuh ke lantai.


"Kalau begitu, kamu berani menyinggungku?"


Selesai memuntahkan kata-katanya, si gadis angkuh itu langsung berjalan menuju meja Xue Shan Shan.


Di sisi lain, ada seseorang yang melihat para pengawal mengenakan seragam tengah berdiri di belakang gadis itu. Kemudian, dia berseru dengan heboh. "Mereka berasal dari Keluarga Qing dari Kota Yifeng!"


"Kalau begitu, gadis itu pasti Qing Yuyao, Nona Muda Keluarga Qing."


Ketika semua orang mendengar gadis itu berasal dari Keluarga Qing, mereka semua mulai mengerti kenapa dia bisa begitu sombong.


Bagaimanapun, dia benar-benar memiliki modal untuk bersikap sombong.


Di tempatnya, Xue Shan Shan telah menonton semua kejadian sejak awal.


Padahal, dia sudah mencoba yang terbaik untuk tidak membuat masalah, tetapi Jika ada yang ingin membuat masalah dengannya kok maaf yang harus dia lakukan?


Ketika sedang memikirkannya, Qing Yuyao sudah berjalan ke meja dan melihat mereka satu per satu.


Lei Zhen, Xiangxiang, Mu Ruhua, dan yang lainnya, bahkan Fu Qiqi dan Fu Qingyue menatap Qing Yuyao dengan ekspresi mencemooh seolah-olah mereka sedang melihat orang yang tidak tahu diri.


Setelah itu, wajah mungil Qing Yuyao yang cantik penuh dengan ekspresi penghinaan.


Semua orang ini, ada yang cantik dan ada yang jelek. Sekelompok monster telah berkumpul bersama.


Gadis berbaju hitam yang duduk di tengah juga tidak terlihat seperti orang kaya, pasti hanya sekelompok orang miskin dari pedesaan.


Qing Yuyao mengatai Xue Shan Shan di dalam hatinya, benar-benar telah meremehkan orang.


"Minggir, aku mau duduk di sini!" Qing Yuyao berbicara sambil memandangi semua orang dengan nada suara yang agak memaksa.


Di samping, pemuda yang sebelumnya kembali menarik Qing Yuyao sambil berkata dengan nada memperingati. "Yuyao, apa kamu lupa pesan ayah padamu sebelum berangkat?"


"Lalu apa yang bisa aku lakukan jika aku lapar?" Qing Yuyao berbalik melemparkan pertanyaan dengan tidak masuk akal.


Pemuda itu tidak punya pilihan, dia pun mengeluarkan sekantik uang perak setelah menghela nafas panjang. Kemudian, berbicara pada Xue Shan Shan dan yang lainnya. "Maaf, adik perempuanku lapar, mungkin kalian bisa pergi ke tempat lain?"


Xue Shan Shan bersandar di kursi, menatap kedua bersaudara yang menurutnya cukup menarik.


Si gadis terlihat sangat sombong, sedangkan yang pria tampak lebih rendah hati. Hanya saja, mereka sama-sama memandang rendah orang lain hanya dari penampilannya saja.


Padahal, Xue Shan Shan awalnya mengira bahwa pemuda itu bisa bersikap lebih rasional, tetapi ternyata sama saja seperti adiknya.


Sementara itu, orang-orang yang sedang makan pun tampak menonton pertunjukan gratis di depan mata mereka masing-masing.


Beberapa orang tampak antusias seolah-olah tontonan mereka sangat menarik, sementara beberapa lainnya tampak mengkhawatirkan rombongan Xue Shan Shan.


Siapa yang tidak tahu bahwa paling pantang untuk menyinggung iblis kecil dari Keluarga Qing?


Kali ini, mereka sangat tidak beruntung!


Pada saat ini, suara keras langsung terdengar ketika Lei Zhen memukul meja, lalu berdiri sambil menunjuk ke arah Qing Yuyao dan berteriak, "Dari mana datangnya ****** kecil ini? Pergilah ke tempat asalmu!"

__ADS_1


"Apa katamu?" Qing Yuyao menyipitkan matanya, seumur hidup tidak ada yang berani berbicara dengan nada seperti itu padanya.


Cari mati!


__ADS_2