Peri Racun Kesayangan Pangeran

Peri Racun Kesayangan Pangeran
Leluhur Kecil


__ADS_3

Siapa kamu?


Sungguh dua kata yang dingin dan kejam.


Lu Ningyan langsung membeku di tempat seolah-olah semangatnya telah dipadamkan dengan sebaskom air dingin.


Kali ini, hatinya bukan lagi berdarah-darah.


Pada akhirnya, ada sedikit getaran dan kerendahan hati dalam nada suaranya yang bahkan tidak terdeteksi oleh dirinya sendiri. "Aku ... aku Lu Ningyan, putri dari Kediaman Bangsawan Agung."


Setelah berbicara, Lu Ningyan meremas ujung pakaiannya, lalu tersenyum tipis dan berkata, "Aku hanya ingin bertanya, bagaimana kabar Bibi Han?"


Lu Ningyan memanggil Selir Agung Mei dengan sebutan bibi, serta menyebutkan marganya, dia berusaha membuat sang pangeran mengingat tentang dirinya.


Pangeran Li Xian mengabaikannya, dia tidak pernah mengingat orang yang tidak penting baginya.


"Apa kamu sudah lapar?"Pangeran Li Xian langsung mengabaikan Lu Ningyan yang berada di sampingnya, dia justru bertanya pada Xue Shan Shan dengan lembut.


Xue Shan Shan melihat semua ekspresi Lu Ningyan barusan, dia cukup bersimpati pada saingan cintanya itu.


"Aku lapar." Meski Pangeran Li Xian mengabaikan Lu Ningyan, Xue Shan Shan tetap saja tidak senang.


Dia tidak suka ada orang lain yang tetarik juga pada Pangeran Li Xian.


Apa aku harus menghancurkan wajahnya agar tidak ada lagi yang menyukainya?


"Ayo pergi," kata Pangeran Li Xian membuyarkan lamunan dan niat jahat Xue Shan Shan, dia menggenggam tangan gadis itu sambil berjalan menuju ke luar Sekte Xingyun.


Xue Shan Shan mengikuti Pangeran Li Xian dengan patuh.


Kemudahan, Pangeran Li Xian menyadari bahwa Xue Shan Shan ketinggalan di belakang, jadi dia sengaja memperlambat langkahnya.


Lu Ningyan memandang punggung mereka berdua, lalu matanya tertuju pada jari mereka yang saling menggenggam, dia menggigit bibir bawahnya sehingga akan segera meneteskan darah dari gigitannya.


"Ningyan, kemarilah." Liang Baiyao menyadari perubahan pada diri murid kebanggaannya itu


Lu Ningyan segera tersadar, kemudian dia berjalan ke arah Liang Baiyao, lalu keduanya segera pergi.


Di tempat yang sama, beberapa orang yang menonton juga mulai menyadari hal itu.


Adegan barusan jelas-jelas menunjukkan bahwa cinta sang gadis bertepuk sebelah tangan.

__ADS_1


Yun Taek mendekati Kakek Ye dan berbisik dengan suara pelan. "Ketua Sekte, aku mendengar Lu Ningyan menyukai seseorang, mungkinkah orang itu adalah Yang Mulia Pangeran Li Xian? Sekarang, keadaan menjadi sangat canggung."


Kakek Ye mendengus. "Canggung apa? Lu Ningyan dan Pangeran Li Xian sama sekali tidak cocok sama sekali tidak cocok untuk menjadi pasangan. Karakter mereka berdua sedingin es, kalau mereka jadian, mungkin dalam sehari mereka tidak akan menyebutkan lebih dari 3 kalimat."


"Shan Shan-ku yang lebih baik, dia cantik dan lincah rumah dia juga terlihat sedikit menarik hati orang daripada Lu Ningyan."


Yun Taek berpikir di dalam hati. 'Kamu boleh memuji muridmu sesuka hati.'


Sementara itu, Jing Fei adalah satu-satunya orang yang tidak habis berpikir. "Tuan Putri Changning ini sangat orogan, bahkan semua orang seolah-olah harus memanggilnya ayah. Kenapa dia jinak seperti anak kucing ketika bertemu dengan Yang Mulia Pangeran Li Xian?"


"Hal ini berarti bahwa setiap orang memiliki titik kelemahannya sendiri," kata Lei Zhen dengan bijaksana, dia sudah mengalami keanehan yang dialami orang-orang disekitar dan mulai terbiasa.


Di dunia ini, mungkin hanya Yang Mulia Pangeran Li Xian yang bisa mengendalikan leluhur kecil itu.


Pada akhirnya, kerumunan itu pun bubar secara bertahap.


Setelah kembali ke penginapan bersama Xue Shan Shan ke penginapan, Pangeran Li Xian menginstruksikan orang-orang di penginapan untuk mengantarkan makanan ke kamar.


Setelah tiba di kamar, Xue Shan Shan bertindak seperti tukang sulap, dia dengan tidak sabar mengeluarkan Bunga Budha Emas.


Kemudian, dia pun mengeluarkan benang sarinya dengan hati-hati.


Benang sari Bunga Buddha Emas adalah manik-manik emas bundar.


Pria itu lirik benang sari emas, lalu dengan patung merindukan kepalanya untuk memakannya, bibirnya menyentuh ujung jari Xue Shan Shan.


"Kamu makan begitu saja? Apa kamu tidak takut aku meracunimu?" Xue Shan Shan berpikir kenapa Pangeran Li Xian begitu tidak waspada.


"Apa pun yang kamu berikan padaku, aku akan tetap memakannya meski itu adalah racun." Pangeran Li Xian bicara dengan serius.


Oh, orang ini semakin menarik hati saja.


Setelah memakan benang sari Bunga Buddha Emas, Pangeran Li Xian tiba-tiba merasakan seperti kesemutan di lukanya, sebelum akhirnya lukanya sembuh dengan kecepatan yang luar biasa.


"Bagaimana? Bagaimana? Manjat tidak? Coba aku lihat!" Xue Shan Shan tampak bersemangat, dia menarik pakaian Pangeran Li Xian untuk memeriksa luka pria itu.


Setelah menarik pakaian, dia dengan lembut membuka perban yang membungkus luka.


Ketika melihat luka yang belum sembuh total dan belum berkerak itu sekarang menjadi halus dan rata, dia pun terkejut.


"Wah, babi hutan kecil itu tidak membohongiku. Lho kamu benar-benar sembuh total, bahkan tidak meninggalkan bekas luka sedikitpun."Xue Shan Shan berseru senang, dia pun memuja Babi Terbang Sakti.

__ADS_1


Ketika ada waktu luang, aku akan meminta pada Kakek Ye untuk mengizinkan babi hutan kecil itu berjalan-jalan dan melihat dunia luar.


Pangeran Li Xian tidak menduga bahwa benang sari yang diberikan oleh Xue Shan Shan benar-benar memiliki efek seperti itu.


Biasanya, proses untuk mendapatkan benda berkualitas seperti itu tidaklah mudah, apalagi di tempat seperti Gunung Wuxia.


Seketika, kehangatan pun menyelimuti dirinya.


"Shan Shan ...."


"Sssssss ...."


Begitu tangan Pangeran Li Xian menyentuh bahu Xue Shan Shan, dia mendengar gadisnitu mendesis kesakitan dan menarik nafas dalam-dalam.


Pangeran Li Xian merasa ada yang tidak beres, ekspresinya pun menjadi dingin dalam sekejap. "Kamu terluka?"


"Ah? Tidak, tidak," kata Xue Shan Shan sembari melambaikan tangannya.


Namun, Pangeran Li Xian menekannya, mengulurkan tangan dan membuka pakaian di bahu Xue Shan Shan.


Ketika melihat memar biru besar di baju kanan Xue Shan Shan, ekspresi Pangeran Li Xian berubah suram.


Xue Shan Shan berpikir di dalam hati sambil menutup matanya tanpa daya. 'Duh, tetap saja ketahuan.'


"Kamu sendiri terluka, kenapa kamu memberikan benang sari penyembuhan padaku?" Pangeran Li Xian merasa kesel, tetapi dia lebih merasa kasihan melihat keadaan Xue Shan Shan.


Si kecil ini tidak tahu merawat dirinya sendiri.


Apa Xue Shan Shan tidak tahu kalau dia akan sedih?


Melihat ekspresi Pangeran Li Xian, Xue Shan Shan menatap pria itu sembari berkata dengan cemberut. "Lukaku ini hanya luka ringan, mengobatinya hanya perlu menggosok sedikit minyak gosong. Namun, luka kamu berbeda ....."


"Kamu tidak boleh terluka karena kalau aku jatuh dalam bahaya, kamu tidak akan bisa melindungiku." Xue Shan Shan berusaha menenangkan Pangeran Li Xian. "Bukankah aku adalah wanita yang lemah."


Pangeran Li Xian menatap Xue Shan Shan.


Apa wanita lemah mampu mengangkat sebatang pohon willow sendirian?


Pada akhirnya, Pangeran Li Xian menarik nafas tanpa daya. "Di mana minya gosok itu?"


***

__ADS_1


Sudah dulu, guys. Benar-benar gak tahan lagi, ngantuk berat sampai berkali-kali hampir tertidur.


__ADS_2