Peri Racun Kesayangan Pangeran

Peri Racun Kesayangan Pangeran
Ibu Negara dan Ibu Selir


__ADS_3

Untuk semua kejadian yang terjadi meski di luar rencana, Xue Shan Shan tetap harus mengucapkan banyak terima kasih kepada Pangeran Li Xian sebagai pembuat rencana, dan Selir Agung Mei juga Permaisuri Xuan sebagai panitia pelaksana.


"Hmmmm, setelah kamu mengatakannya, aku baru menyadari memang ada aroma pemikat di sini. Mungkin, seperti yang kamu katakan bahwa aroma ini tidak memiliki efek pada wanita, itu sebabnya aku tidak begitu menyadarinya." Xue Shan Shan terus berpura-pura bodoh.


Kaisar segera menimpali, "Benar, pantas saja aku tadi merasa tiba-tiba otakku jadi tidak jernih."


Kemudian, Xue Shan Shan menatap Xue Yuwen dengan tatapan terkejut. "Adik, aku tidak menduga kamu akan menggunakan aroma pemikat. Bahkan, kamu menggunakannya untuk menjebak Kaisar, penguasa negeri ini."


Detik berikutnya, tatapan Xue Shan Shan sudah dipenuhi dengan rasa sesal dan kecewa.


Bersamaan dengan itu, dia juga memasang ekspresi bersalah saat menatap Permaisuri Xuan dan Selir Agung Mei.


"Permaisuri, Ibu, maafkan saya ... saya terlalu berpihak pada Xue Yuwen hanya karena dia adikku." Xue Shan Shan menundukkan kepalanya, sengaja menyebut langsung nama xue Yuwen tanpa embel-embel adik guna memperjelas rasa kecewanya pada sang adik. "Sikapku ini hampir saja mencelakai Kaisar."


"Permaisuri, Ibu, saya siap menerima hukuman ...."


Sebelum Xue Shan Shan menyelesaikan kata-katanya, Selir Agung Mei sudah melangkah maju dan menendang bahu Xue Yuwen hingga gadis itu tersungkur dengan begitu menyedihkan.


"Sudah kuduga, kamu melakukan hal kotor! Tindakanmu ini benar-benar tidak bisa dimaafkan!" Selir Agung Mei memelototi Xue Yuwen, lalu beralih melirik Xue Shan Shan dengan ringan. "Shan Shan, kamu tidak perlu merasa bersalah dan meminta maaf atas kesalahan yang tidak kamu lakukan."


"Kamu juga tidak diizinkan meminta ampun untuk adikmu yang berbudi luhur ini!" Selir Agung Mei dengan cepat menambah sembari menatap sinis pada Xue Yuwen.


Di sisi lain, Permaisuri Xuan masih sedikit terkejut karena dia tidak menyangka bahwa Xue Yuwen yang selalu berpenampilan lemah lembut akan menggunakan barang yang begitu vul gar dan rendahan untuk menjebak Kaisar.


Selama ini, Permaisuri Xuan benar-benar tertipu pada wajah polos Xue Yuwen.


Mengingat kasus Selir Faye sebelumnya, Permaisuri Xuan sempat mengira bahwa Xue Yuwen sudah berubah.


Bahkan, dia juga berniat mengangkat Xue Yuwen menjadi Selir Sanding Putra Mahkota dan ibu asuh bagi pangeran kecil.


Ternyata, gadis itu sangat licik sampai menggunakan aroma pemikat.

__ADS_1


Melihat reaksi Kaisar yang masam, Xue Shan Shan hampir tidak bisa menahan tawanya.


Sebagai pemimpin yang kolot dan tegas, dupa pemikat ini benar-benar sudah menyentuh batas toleransi Kaisar.


Menjadi orang mulia dan luhur sejak lahir, Kaisar merasa sangat terhina karena dirinya hampir dipengaruhi oleh batang rendahan itu.


"Selir Agung, saya difitnah! Saya bersumpah pada Langit, saya tidak pernah menggunakan aroma itu."


Xue Yuwen tidak menyangka rencana awalnya dengan Putra Mahkota akan berakhir serius seperti ini, bahkan dia tidak tahu di mana dan bagaimana kondisi pria yang merencanakan tertangkap basah bersamanya.


Mengabaikan fakta tentang Putra Mahkota yang telah meniduri Luyao, Xue Yuwen memaksa dirinya untuk bisa menenangkan emosi Selir Agung Mei.


Jika tidak, semuanya akan berakhir!


"Nona, kamu jangan membantah lagi! Aroma ini sudah melekat dan menyebar dari tubuhmu. Setidak, kamu sudah menggunakan aroma ini setiap hari selama dua bulan." Tabib Lee mengerutkan dahi dan membongkar rahasia Xue Yuwen tanpa sungkan.


Bagaimanapun, dia memang harus berpihak pada Xue Shan Shan yang masih memasang ekspresi kecewa di wajahnya.


Pada saat bersamaan, Tabib Lee tentu saja berpihak pada Kaisar juga.


Bagaimanapun, dia sudah mengenal Kaisar sebelum sang kaisar menjadi penguasa Negara Yuzhou.


Dari sekian banyak sifat positif Kaisar, kesetiaannya adalah yang paling terkenaldi kalangan pejabat istana lama.


Setidaknya, Negara Yuzhou hanya memiliki satu Ibu Negara dan Ibu Selir!


"Tidak! Tabib Lee, aku tidak memiliki dendam padamu, kenapa kamu mencelakaiku?" Xue Yuwen menuduh Tabib Lee.


Saat ini, Tabib Lee sangat ingin memarahi Xue Yuwen tetapi dia menahan diri. Jadi, dia hanya bisa berkata dengan menahan rasa geram di hatinya. "Kamu masih tidak mau mengaku?"


"Baik!" Tabib Lee mengangguk, lalu menatap Xue Shan Shan. "Putri Changning, cobalah cek nadi dan uji darahnya. Kita lihat, Apakah darahnya tercampur aroma pemikat atau tidak. Kalau tidak berhasil, Besok aku akan membawa kalian semua pergi ke Sekte Xianyue dan meminta Guru Liu memeriksanya."

__ADS_1


Xue Yuwen membuka mulutnya ingin mengatakan sesuatu, tetapi dia menyadari tidak ada hal yang bisa dia katakan lagi.


Tabib Lee dan Xue Shan Shan bisa saja salah mendiagnosa, tetapi bagaimana mungkin dia bisa menghindari Kepala Sekte Xianyue, Liu Jili yang dikabarkan menjadi guru Xue Shan Shan?


Hanya saja, dia tidak menyangka akan mencelakai dirinya sendiri dengan aroma pemikat yang dia gunakan untuk memikat Putra Mahkota.


Padahal, sedikit lagi langkahnya akan tiba di posisi selir sanding sang putra mahkota.


Benar, kenapa ini sangat kebetulan?


Xue Yuwen tiba-tiba teringat sesuatu, dia pun langsung menatap Xue Shan Shan dan memikirkan dengan seksama sikap gadis itu.


Seketika, Xue Yuwen baru menyadari sikap Xue Shan Shan yang begitu aneh.


Setelah bertatapan dengan Xue Shan Shan, Xue Yuwen melihat kakaknya itu memiringkan kepala dengan menampilkan sebuah senyuman yang tidak jelas.


Sesudah itu, dia melihat Xue Shan Shan kembali menghampirinya dan berkata dengan penuh perhatian. "Adik, aku akan membantumu mengecek darah demi nama baikmu. Aku harap, sejak awal aku tidak salah karena sudah membelamu di depan Kaisar, Permaisuri dan Selir Agung."


"Tidak!" Xue Yuwen menolak dan meraung dengan keras. "Xue Shan Shan, semua ini pasti ulahmu, kan? Kamu pasti marah karena aku akan menjadi anak yang yang dibesarkan oleh Nyonya Zhang. Jadi, kamu sengaja mencari aroma pemikat ini dari Bei Jiang untuk menjebakku! Benar, kan?"


Xue Shan Shan menatap Xue Yuwen dengan aneh, dia merasa otak adiknya itu benar-benar tidak ada gunanya.


Dari sekian banyak kata dan alasan, kenapa harus mengatakan bahwa dirinya marah karena Xue Yuwen akan menjadi anak sah dari Nyonya Zhang?


Bahkan, dia tidak pernah merasa iri atau marah pada Xue Yuwen hanya karena gadis itu lebih disayangi oleh ayah dan neneknya.


Padahal, dialah anak dan cucu sah, sementara Xue Yuwen hanyalah seorang putri murba.


Plak!!!


Suara tamparan yang lebih keras dan menggema ke seluruh penjuru ruangan kembali terdengar kala tangan Selir Agung Mei menempel pada wajah Xue Yuwen.

__ADS_1


"Kamu sudah ketahuan menggunakan aroma pemikat, bukannya intropeksi diri malah ingin memfitnah Shan Shan yang sepanjang hari ini terus membelamu."


__ADS_2