Peri Racun Kesayangan Pangeran

Peri Racun Kesayangan Pangeran
Apa Dia Sudah Gila?


__ADS_3

Setelah menyaksikan mayat Xue Yuwen yang sudah membengkak dibawa keluar dari ruang bawa tanah untuk dibuang ke kuburan massal, Xue Shan Shan berbincang sedikit dengan Selir Agung Mei, sebelum akhirnya pergi meninggalkan Istana Bunga Persik.


Baru saja berjalan beberapa langkah, tiba-tiba saja Xue Shan Shan ditarik ke sudut yang terpencil, lalu ditekan ke dinding.


Detik berikutnya, ciu man yang bagaikan badai jatuh di bibirnya.


"Uh ...."


Tentu saja, Xue Shan Shan sangat terkejut karena mendapatkan ciu man dadakan itu.


Ketika Xue Shan Shan mencoba mendorong dada orang yang menekan dirinya, dia menemukan fakta bahwa orang itu adalah Pangeran Li Xian.


Apa dia sudah gila?


Xue Shan Shan mencoba mendorong Pangeran Li Xian lagi, tetapi ciu man di bibirnya malah terasa semakin dalam dan kasar.


Tepat ketika Xue Shan Shan merasa dia akan mati karena kehilangan nafas, Pangeran Li Xian akhirnya melepaskan dirinya.


Detik selanjutnya, prianitu berbisik dengan suara rendah dan agak serak. "Apa kamu menyukaiku?"


Xue Shan Shan tercengang, dia merasa bibirnya kelu hingga tidak mampu menjawab dan hanya bisa menatap Pangeran Li Xian dengan tatapan tak percaya.


"Kamu hanya boleh menyukai aku, mengerti?"


Xue Shan Shan benar-benar kehilangan kata-kata akibat serangan dan pertanyaan Pangeran Li Xian yang sangat dadakan.


"Hmmmm?" Pangeran Li Xian mengangkat alisnya sebelah, dia menunduk untuk menatap netra Xue Shan Shan, sementara tangannya bergerak lembut mengelus pipi gadis itu. "Apa kamu mengerti?"


Seketika, Xue Shan Shan langsung bergedik ngeri.


Saat ini, Xue Shan Shan merasa bahwa dirinya tidak sedang berhadapan dengan Pangeran Li Xian yang selalu bersikap dingin dan memasang ekspresi datar di mana pun dia berada.


Namun, begitu mencium adanya bau al kohol dari tubuh Pangeran Li Xian, Xue Shan Shan tidak terlalu tegang.


Setidaknya, orang yang ada di hadapannya benar-benar Pangeran Li Xian.


Hanya saja, kenapa Pangeran Li Xian minum sampai mabuk begitu?


Xue Shan Shan mengalihkan pandangannya dari wajah Pangeran Li Xian dan menggigit bibirnya sambil bertanya, "Apa kamu ... minum arak?"


"Ya."


"Apa kamu sudan mabuk?"


Xue Shan Shan masih saja merasa bingung hingga dia tidak bisa berpikir secara rasional.

__ADS_1


Setelah mengatakan itu, dia langsung merasa ada sentuhan hangat di bibirnya dan ciu man kali ini membuatnya semakin kebingungan.


Setelah beberapa saat, barulah Pangeran Li Xian menjauhkan bibirnya dari hibir Xue Shan Shan.


"Kamu rasa?" Suara Pangeran Li Xian terdengar berat dan sorot matanya memancarkan cahaya sejernih air.


Saat ini, Xue Shan Shan justru merasa dirinyalah yang sedang mabuk.


Apa hal yang barusan terjadi hanyalah ilusiku saja?


Diam-diam, Xue Shan Shan mencubit dirinya sendiri hingga rasa sakit di pergelangan tangan membuatnya sadar sepenuhnya bahwa apa yang terjadi bukanlah ilusi.


Hanya saja ....


Kenapa orang ini begitu semena-mena?


Apa aku hanya boleh menyukai dia?


Kenapa juga dia tiba-tiba bersikap begini?


"Bagaimana denganmu?" Xue Shan Shan tidak tahu dari mana dia mendapatkan keberanian itu hingga bertanya demikian kepada Pangeran Li Xian.


Pangeran Li Xian mengulurkan tangannya, lalu mengangkat dagu Xue Shan Shan hingga gadis itu menatap dirinya. "Aku hanya menyukaimu."


Pangeran Li Xian mengucapkan kalimat pendek dan penuh makna itu dengan penuh keyakinan.


Meski jantungnya berdebar dengan sangat kencang, Xue Shan Shan merasa perkataan yang baru saja didengarnya itu sangat sulit.


Terlebih, kata-kata itu keluar dari mulut Pangeran Li Xian yang terkenal tidak punya hati.


"Apa rasa sukamu sama seperti yang aku pahami?" Suasana hati Xue Shan Shan sangat kacau, bahkan dia tidak berani menatap Pangeran Li Xian hingga dia mengalihkan tatapannya dari sorot mata membara yang ada di hadapannya.


Pangeran Li Xian tidak langsung menjawab, dia hanya mendengus tidak senang. "Apa mungkin ada rasa suka dalam artian lain?"


Jika rasa sukanya berbeda dari apa yang Xue Shan Shan definisikan, Pangeran Li Xian tidak akan menatap para pria yang memiliki ketertarikan terhadap Xue Shan Shan dengan penuh kebencian.


Dia juga tidak mungkin sampai memberikan ramuan pemutus keturunan kepada Putra Mahkota hanya karena memiliki niat jahat pada Xue Shan Shan.


Bahkan, Pangeran Li Xian pun tidak akan mabuk hanya demi mengumpulkan keberanian agar bisa berbicara seberani ini dengan Xue Shan Shan.


Ahhh!


Xue Shan Shan menjerit di dalam hatinya.


Pengungkit cinta yang begitu tiba-tiba membuat Xue Shan Shan tidak bisa menanggapinya secara langsung.

__ADS_1


Namun, Xue Shan Shan sama sekali tidak merasa jijik. Sebaliknya, dia justru merasa senang.


"Hmmmm, begitu." Xue Shan Shan mengangguk seolah-olah dia sudah mengerti. "Sebenarnya, aku juga ... ah, bukan!"


"Maksudku ...." Xue Shan Shan mencoba menjelaskan, tetapi wajahnya malah semakin merah seolah-olah akan meneteskan darah.


Selain itu, pikirannya justru menjadi semakin kacau ketika dirinya mencoba untuk berpikir dengan tenang.


Pada akhirnya, dia tidak dapat dengan jelas mengatakan satu kalimat pun.


Pangeran Li Xian sangat suka saat melihat Xue Shan Shan salah tingkah, baginya sikap gadis itu saja sudah memberikan jawaban bahwa mereka memiliki rasa yang sama.


Lagipula, tatapan Xue Shan Shan tidak mungkin membohonginya.


Memiliki jawaban tersendiri di benaknya, Pangeran Li Xian sudah sangat senang.


Setidaknya, dia bisa lebih tenang karena Xue Shan Shan tidak akan menyukai pria-pria yang menatapnya dengan buas.


Hanya saja, dia memang harus memberikan pelajaran pada mereka semua agar bisa lebih menjaga mata terhadap wanitanya!


Pangeran Li Xian menatap Xue Shan Shan dengan lembut, bahkan senyuman kasih sayang mengembang di wajahnya.


Detik berikutnya, Pangeran Li Xian sudah menundukkan kepala untuk men ci um Xue Shan Shan lagi ....


Di malam hari, Xue Shan Shan menjadi insomnia.


Dia terus membolak-balikkan badannya sambil menggigit bibirnya beberapa kali hanya karena terbayang kejadian di Taman Istana Bunga Persik.


Xue Shan Shan merasa dirinya sedang bermimpi karena tidak menyangka Pangeran Li Xian akan menyukainya.


Sementara itu, Pangeran Li Xian masih berada di Istana Bunga Persik sejak memperbolehkan Xue Shan Shan pergi.


Tentu saja, Pangeran Li Xian berada di sana demi membujuk Selir Agung Mei yang merajuk hingga tidak ingin berbicara dengannya.


"Ibu, aku hanya ingin membantumu agar kamu punya bagian untuk membantu membalaskan dendam menantumu. Bukannya itu yg kamu inginkan?"


Seperti sudah lihai membujuk orang, suara Pangeran Li Xian terdengar lembut. Bahkan, kata-katanya pun berhasil menepis sedikit demi sedikit kemarahan di hati Selir Agung Mei hingga wanita itu pun luluh.


Sebagai seorang ibu yang tidak hanya melahirkan, tetapi juga membesarkan Pangeran Li Xian, Selir Agung Mei jelas tahu bahwa sang putra sengaja melibatkan Kaisar karena ingin dirinya mengambil tindakan.


Jika mengharapkan keterlibatan Permaisuri yang berhati lembut, mungkin Xue Yuwen akan dimaafkan dan paling-paling hanya dihukum sedikit, tetapi tetap menjadikannya gundik Kaisar.


Meski hanya gundik, itu masih bisa dibilang sebuah anugerah untuk Xue Yuwen.


Dan Pangeran Li Xian sama sekali tidak ingin memberikan berkah kepada gadis jahat yang berkali-kali mencoba mencelakai wanitanya.

__ADS_1


Karena itu, dia sengaja meminjam tangan Selir Agung Mei yang sudah menghukum Xue Yuwen sesuai keinginannya.


__ADS_2