
Kaisar menatap Selir Agung Mei dengan keraguan, lalu melirik pada Permaisuri Xuan yang mengangguk pelan.
"Sebenarnya, aku juga tidak tahu kenapa aku merasa Nona Kedua Xue sangat wangi, dia juga terlihat sangat memesona ... aku hampir saja tidak bisa menahan diri ...."
Pada akhirnya, Kaisar tetap mengutarakan apa yang dirasakannya saat bersama Xue Yuwen beberapa saat lalu.
Setidaknya, itu lebih baik daripada dia harus celaka bersama Xue Yuwen.
Bagaimanapun, dia pernah menjadi sasaran kemarahan Selir Agung Mei saat dirinya menikahi Permaisuri Xuan.
Beruntung, itu tidak berlangsung lama, sekarang bahkan Selir Agung Mei memiliki hubungan yang baik dengan Permaisuri Xuan.
Kaisar menatap Selir Agung Mei hanya untuk memastikan reaksi wanita itu, dia juga melakukan hal yang sama pada Permaisuri Xuan.
Keduanya tetap diam, mereka jelas tahu bagaimana pengendalian Kaisar.
Pria yang berstatus tinggi dan seharusnya memiliki ratusan selir, malah memilih setia hanya pada dua wanita.
Padahal, ada banyak wanita yang mencoba mendekati Kaisar dengan berbagai cara, tetapi tidak satu pun dari mereka berhasil.
Namun, Xue Yuwen hanya memerlukan satu kali percobaan untuk meruntuhkan pengendalian diri sang kaisar.
Bau wangi yang membuat orang tidak bisa mengendalikan diri ....
Gadis itu benar-benar tidak bisa diremehkan!
Selir Agung Mei mendekati Xue Yuwen, dia diam-diam menghidu aroma tubuh gadis itu.
Memang benar, aroma tubuh Xue Yuwen sangat wangi dan tentu saja berbeda dari aroma tubuh wanita lain yang berkeliaran di sisi Kaisar.
Para wanita itu juga wangi, tetapi wangi mereka tidak memikat seperti aroma wangi pada tubuh Xue Yuwen.
Pupil mata Xue Yuwen menyusut, dia sedikit panik hingga tanpa sadar meraba jari tangannya.
__ADS_1
Bersamaan dengan itu, Xue Shan Shan menangkap ekspresi di wajah Selir Agung Mei dan Permaisuri Xuan yang terlihat masam.
"Kaisar, maafkan saya karena telah menyela." Xue Shan Shan ikut berlutut di sisi Xue Yuwen, dia benar-benar memasang sikap mengayomi bagi adiknya.
Detik berikutnya, Xue Shan Shan menatap Selir Agung Mei dan Permaisuri Xuan secara bergantian, meminta izin bicara dari mereka. "Ibu, Permaisuri Xuan, bolehkah saya berbicara lagi?"
Permaisuri Xuan dan Selir Agung Mei sama-sama mengangguk, sebelum akhirnya Xue Shan Shan membuka mulutnya dengan tenang.
"Kaisar, mungkinkah ada seseorang yang memberikan Anda ramuan cinta hingga membuat Anda tidak tahan?" Xue Shan Shan sebenarnya sedikit takut mengajukan pertanyaan yang agak sensitif itu, bahkan kepada penguasa negara.
Namun, dia tetap harus melakukan itu demi memperlancar rencana Pangeran Li Xian.
"Mohon ampuni saya karena sudah bertanya seperti ini, Kaisar." Xue Shan Shan menundukkan kepalanya, tidak berani melihat ekspresi di wajah Kaisar.
Sebelum Kaisar memberikan tanggapan, Selir Agung Mei sudah lebih dulu melakukannya. "Tidak ada yang salah dari pertanyaanmu, bahkan Ibu pun ingin menanyakan hal yang sama."
Mendengar itu, bahkan jika ingin marah juga Kaisar tidak bisa melakukannya.
"Benar, kamu tidak perlu terlalu sungkan atau takut padaku," sahut Kaisar dengan sikap tenang, tetapi justru bergumam di dalam hati. 'Kamu hanya perlu takut pada singa betina itu saja. Namun, bisakah kamu menyelamatkan aku dan tidak menjerumuskan aku dengan kata-katamu?'
"Bagaimana orang bisa memberikan aku ramuan cinta? Aku bahkan belum makan dan minum apa pun selama di perjamuan tadi."
Pada saat ini, Kaisar merasa sangat bersyukur karena tidak menyentuh apa pun selama di perjamuan karena berniat makan bersama dengan Selir Agung Mei di Istana Bunga Persik.
Xue Shan Shan diam untuk beberapa saat, dia tampak sedang berpikir.
"Kenapa tidak kamu ajukan pertanyaan yang sama pada adikmu?" Kaisar mengangkat sebelah alisnya. "Aku lihat, sepertinya dialah yang sudah meminum ramuan cinta itu."
Pertanyaan dan pernyataan Kaisar membawa tatapan Selir Agung Mei, Permaisuri Xuan dan Xue Shan Shan pada sosok Xue Yuwen.
Hanya melihat Xue Yuwen yang menggeliat seperti cacing kepanasan, mereka sudah bisa menduga bahwa masih ada efek efek ramuan cinta di tubuh gadis itu.
"Adik, kamu tidak dengan sengaja meminum ramuan cinta, kan? Aku yakin, kamu pasti dijebak!" Xue Shan Shan menatap Xue Yuwen sambil memegang tangan sang adik, menanti jawabannya. "Aku juga percaya, kamu tidak mungkin menggunakan aroma pemikat untuk menggoda Kaisar!"
__ADS_1
"Kakak!" Xue Yuwen langsung berkeringat dingin begitu Xue Shan Shan menyelesaikan kata-kata yang menyiratkan rasa percaya pada dirinya.
Entah kenapa dia justru merasa Xue Shan Shan sedang mendorongnya ke dalam jurang yang dalam dan gelap secara perlahan.
Namun, dia juga tidak merasa Xue Shan Shan memiliki niat buruk seperti yang dia pikirkan.
Terlebih, saat mendengar Xue Shan Shan memberikan jaminan padanya.
"Adik, kamu jangan khawatir. Aku pasti akan memberikan keadilan untukmu, kamu tenang saja."
Tidak bisa dipungkiri, Xue Yuwen merasa senang karena dibela sedemikian rupa oleh Xue Shan Shan, tetapi dia juga tidak bisa tidak merasa heran pada sikap sang kakak.
Namun, dia tidak memiliki cukup waktu untuk memikirkannya segalanya.
Menyadari tidak akan mudah baginya untuk menjadi selir sang kaisar, Xue Yuwen berniat ingin menyudahi masalah ini dan tidak memperpanjangnya lagi.
"Kaisar, Selir Agung, Permaisuri ...." Xue Yuwen merendahkan diri dan egonya dengan bersujud sambil berkata, "Masalah kali ini memang hamba yang terlalu ceroboh, mohon ampuni hamba ... hamba tidak akan memperpanjang masalah ini, apalagi sampai meminta pertanggungjawaban dari Kaisar ...."
Saat ingin menutup masalah yang ada, Xue Yuwen tidak berpikir bahwa Selir Agung Mei tidak akan melepaskannya dengan mudah.
"Hahaha ... kamu pikir masalah akan selesai hanya dengan permintaan maafmu?" Selir Agung Mei tertawa dan bertanya dengan sinis, dia pun mengangkat sebelah alisnya saat bertanya, "Jika masalah selesai sampai di sini, bagaimana nasib orang-orang yang difitnah karena kejadian ini?"
"Dan satu lagi, apa menurutmu kamu bisa meminta pertanggungjawaban dari Kaisar?" Selir Agung Mei mendengus, "Tidak semudah itu!"
Saat ini, Xue Shan Shan menatap Selir Agung Mei dengan tatapan kagum, bahkan dia sangat ingin memberikan acungan jempol kepada wanita itu.
"Tidak, benar-benar tidak." Xue Yuwen menggeleng panik, dia hanya bisa merutuki kebodohannya yang sempat berpikir ingin menjadi selir kaisar.
"Adik, kamu tenang saja. Selama kamu tidak bersalah, Kaisar, Permaisuri, bahkan Selir Agung tidak akan menyalahkan, apalagi sampai menghukummu." Xue Shan Shan dengan baik hati menenangkan Xue Yuwen yang tidak bisa tenang walau sedetik saja.
Bagaimana dia bisa tenang jika dihadapkan dengan tiga malaikat pencabut nyawa sekaligus?
"Kaisar, Permaisuri, Ibu ...." Xue Shan Shan menatap ketiga orang itu secara bergantian, lalu berkata dengan perlahan. "Untuk membuktikan bahwa adikku tidak bersalah, bagaimana kalau kita panggil tabib saja?"
__ADS_1
Dalam sekejap, Xue Yuwen sudah terkejut karena usulan dari Xue Shan Shan.
Seketika, dia merasa bahwa kakaknya itu akan menjadi malaikat pencabut nyawa yang keempat.