
"Ini tempatnya, kalian istirahat saja dulu." Zhao Lin juga agak takut melihat wajah orang-orang dari Sekte Xiangyue.
Di dalam hati, dia menggerutu, 'Entah apa yang dipikirkan oleh ketua. Mengapa harus mengatur orang-orang dari Sekte Xiangyue tinggal di sini?'
Sebelum Zhao Lin pergi, Xue Shan Shan memanggilnya. "Tunggu sebentar."
Zhao Lin menatap Xue Shan Shan. "Apa ada lagi yang ingin diperintahkan, Wakil Ketua?"
"Tolong ganti paviliun lain!" Xue Shan Shan memberi titah sambil tersenyum ke arah Zhao Lin lekat-lekat.
Hati Zhao Lin ketakutan karena tatapan itu, nada suara Xue Shan Shan tampak lembut, tetapi dia jelas bisa merasakan adanya sisi ketajaman tersembunyi dan mengandung ancamannya.
"Maaf, tidak ada paviliun lagi yang tersisa." Zhao Lin memberanikan diri.
"Oh ya?" Xue Shan Shan mengangkat alisnya, lalu mengangkat tangannya dan melempar sesuatu ke gubuk jerami.
Detik berikutnya gubuk jerami itu sudah dipenuhi dengan nyala api yang berkobar-kobar.
"Maaf, tanganku terkilir," kata Xue Shan Shan dengan polos.
Setelah itu, dia berkata pada anak buahnya. "Ayo pergi, kita tinggal di tempat lain saja."
Zhao Lin tercengang, dia merasa Xue Shan Shan sangat menarik.
Begitu tiba, langsung memberikan peringatan.
Pada akhirnya, di bawah pengawasan semua orang, Xue Shan Shan berjalan keluar dari pavilion tamu bersama antek-anteknya.
Di belakang mereka, Zhao Lin buru-buru memanggil orang untuk memadamkan api sekalian pergi melaporkan kejadian ini kepada ketua sekte.
Sebelum Xue Shan Shan pergi meninggalkan paviliun tamu, dia kembali bertemu dengan rombongan Putra Mahkota di sebuah paviliun termewah.
Barusan, orang-orang itu menyaksikan seluruh kejadian dan berpikir Xue Shan Shan telah cari mari karena menyinggung Sekte Xingyun.
Dengan demikian, kerukunan di antara kedua sekte juga akan hancur.
Ketua Sekte Dugu dari Sekte Xingyun sangatlah pendendam, sekarang Sekte Xianyue bahkan tidak bisa melindungi Xue Shan Shan lagi.
"Xue Shan Shan, kamu terlalu memandang tinggi dirimu." Pangeran Ketiga tidak bisa menahan diri, dia segera mencibir Xue Shan Shan.
Gadis itu dalam suasana hati yang buruk, dia juga tidak punya waktu untuk bersikap sopan kepada Pangeran Ketiga. "Tentu saja, jika aku tidak memandang tinggi diriku, apa aku harus memandang tinggi dirimu?"
Kali ini, Pangeran Ketiga tidak marah. Dia justru hanya menyeringai, sebelum akhirnya masuk ke dalam kamarnya.
Pada saat ini, seorang gadis segera berlari keluar.
Setelah melihat Xue Shan Shan, dia segera memeluknya dengan penuh semangat. "Shan Shan, akhirnya kamu sampai juga."
"Aku tidak berbicara dengan orang yang melupakan teman demi lawan jenis." Xue Shan Shan membuang muka dengan arogan.
Fu Qingyue cemberut. "Shan Shan, aku mau ikut denganmu lagi, boleh?"
Mendengar kata-katanya, Xue Shan Shan langsung senang. Dia melihat sekeliling, lalu berkata, "Ayo, kita bicarakan di jalan."
Di dalam perjalanan, Fu Qingyue mulai meremehkan dirinya sendiri.
"Aku benar-benar tidak cepetan, tadinya aku ingin membantu, tapi malah mengotori semua obat Pangeran Keempat. Sepanjang perjalanan, dia tidak mengatakan sepatah kata pun kepadaku, dia benar-benar menganggap aku tidak ada di sana."
"Aku tidak puas, aku tidak bisa membuatnya berpikir bahwa aku ini bodoh, kan? Jadi, ketika sudah tiba di penginapan aku berniat membuatkan teh dan menyuguhkannya. Namun, ...."
Xue Shan Shan mengangkat alisnya, menunggu kalimat berikutnya dari Fu Qingyue.
"Saat aku ingin menyuburkannya, kakiku terpeleset sehingga segelas air memercik ke wajah Pangeran Keempat ...."
"Karena itu, Pangeran Keempat pindah ke kereta kuda Pangeran Mahkota, sedangkan aku dibiarkan sendirian di keretanya sampai di sini."
Semakin banyak Fu Qingyue bicara, semakin rendah suaranya dan dia juga terlihat sedikit frustasi.
Ketika mendengar ini, Xue Shan Shan mencoba yang terbaik untuk menahan senyuman, bahkan tawanya agar tidak meledak. 'Kasihan, Yang Mulia Pangeran Xanjian sudah banyak menderita selama dalam perjalanan.'
Fu Qingyue langsung menangis seperti anak kecil.
"Shan Shan, apa menurutmu aku tidak punya kesempatan lagi? Dia pasti sangat tidak menyukaiku, kan?"
Xue Shan Shan menghela nafas, lalu membantu Fu Qingyue menyeka air matanya. "Qingyue, cinta itu membutuhkan kesempatan, tidak bisa terburu-buru."
"Benarkah?" Fu Qingyue langsung berhenti menangis.
Setelah memandang Xue Shan Shan dan Fu Qiqi yang sejak tadi hanya diam-diam mengamati, Fu Qingyue tiba-tiba merasa pikirannya sudah terbuka. "Shan Shan, aku akan mendengarkan nasihatmu! Mulai saat ini, aku harus lebih banyak belajar darimu."
Fu Qingyue sudah membulatkan tekadnya, dengan kemampuan Xue Shan Shan yang diturunkan ke dirinya, dia yakin pasti akan bisa membuat Pangeran Li Xanjian luluh.
Bukankah sebelumnya juga Xue Shan Shan berjuang begitu keras untuk mendapatkan Pangeran Li Xian?
Maka, aku harus mempelajari trik-trik yang Shan Shan gunakan!
Setelah Xue Shan Shan dan rombongannya tingga di penginapan termewah di Kota Qianjing, mereka pun bebas beraktivitas.
Lagi pula, perjamuan ulang tahun Ketua Sekte Dugu akan diadakan tiga hari lagi. Karena mereka tidak punya kesibukan lain selama 3 hari ini maka mereka bisa menikmati acara bebas terlebih dahulu.
Pada saat ini, Xue Shan Shan dan kedua bersaudara Fu berkeliaran di jalan.
__ADS_1
Setelah berbelanja sebentar, Xue Shan Shan menemukan bahwa barang-barang yang dijual di jalanan Kota Qianjing sangat berbeda dengan yang ada di ibukota.
"Mari, mari, mati ... giok spiritual berkualitas tinggi ini baru saja dipoles. Hanya ada lima potong, siapa cepat dia dapat!"
"Karang darah yang baru dipanen, empedu beruang berusia 1000 tahun, Pil Sepuluh Aroma, obat mujarab untuk menambah darah dan energi, silakan lihat!"
Tentu saja, semua obat-obatan itu langsung menarik perhatian Xue Shan Shan.
Dia berjalan ke sisi kios, melihat obat herbal yang dipajang di sana. Semua obat itu memancarkan kekuatan spiritual, juga adalah obat herbal yang berharga dan bermutu.
Xue Shan Shan melirik kios itu, dia menyadari bahwa kios tersebut sangat kecil, bahkan tidak memiliki ruang tunggu.
Sepertinya, barang-barang seperti itu sering dijumpai di Kota Qianjing.
"Apa ada barang yang menarik perhatian Nona?" Pemilik kios menyapa Xue Shan Shan dengan ramah.
Xue Shan Shan bertanya, "Berapa harganya?"
Pemilik kios tersenyum dan menunjuk ke arah karang darah. "Karang darah adalah obat tingkat rendah, harganya 600 batu spiritual."
"Batu spiritual?" Xue Shan Shan mengerutkan keningnya. "Apa tidak bisa dibayar dengan uang tunai?"
"Sepertinya, Nona baru saja datang ke kota ini. Selain makanan minuman dan bersenang-senang di Kota Qianjing, jual beli barang lainnya dibayar dengan batu spiritual. Uang tunai tidak terlalu berguna di sini," kata pemilik kios.
Xue Shan Shan merasa agak pusing.
"Lalu, bagaimana caranya aku bisa mendapatkan batu spiritual?" Xue Shan Shan memandangi obat-obatan herbal itu dengan penuh nafsu, dia juga penasaran cara mendapatkan batu spiritual.
"Hal itu mudah saja," sahut sang pemilik kios, lalu dia menunjuk ke arah sebuah kedai yang ada di depan kiosnya. "Di depan sana ada kedai uang, Anda bisa menukarkan uang dengan batu spiritual. Secara umum, 10 til perak ditukar dengan satu batu spiritual."
Sepuluh tael untuk satu batu spiritual?!
Dengan perhitungan seperti itu, artinya kerang darah seharga sekitar 6.000 tel perak.
Karang darah hanya obat tingkat rendah.
"Bagaimana dengan ini, berapa batu spiritual harganya?" Xue Shan Shan bertanya sembari menunjuk ke arah empedu beruang berusia 1000 tahun dan Pil Sepuluh Aroma.
"Empedu beruang berusia 1000 tahun seharga sepuluh ribu batu spiritual, sedangkan Pil Sepuluh Aroma seharga dua puluh ribu batu spiritual. Keduanya adalah obat kelas atas."
Xue Shan Shan yang maniak uang pun langsung merasa sakit hati.
Mahal sekali!
Untuk membeli kedua barang berharga itu, aku harus mengeluarkan banyak uang.
Xue Shan Shan cemberut, dia bersedih mengingat dirinya harus mengeluarkan uang yang dikumpulkan dengan susah payah.
Setelah ini, aku harus mencari lagi seseorang yang ingin dirampok dengan senang hati!
Di samping, Fu Qingyue jelas melihat ketertarikan Xue Shan Shan terhadap barang-barang itu. Jadi, dia yang tidak mengerti obat-obatan dan tidak mengerti kenapa temannya begitu tertarik pada barang-barang tersebut, bertanya dengan heran. "Shan Shan, untuk apa kamu membeli barang-barang ini?"
"Simpan untuk berjaga-jaga," kata Xue Shan Shan apa adanya.
Alasan utama dia tertarik dengan barang-barang itu adalah karena dirinya ingin melakukan penelitian.
Fu Qingyue masih tidak mengerti, begitu juga dengan Fu Qiqi.
"Ayo pergi, kita tukar beberapa batu spiritual dulu." Xue Shan Shan mengajak kedua bersaudara Fu pergi ke kedai uang untuk menukarkan uang yang sebelumnya dia dapatkan dari Keluarga Qing berkat menjadi bandit dadakan.
Begitu mereka pergi, sekelompok orang tiba-tiba berjalan keluar dari sudut tidak jauh dari sana.
"Ayah, gadis itulah yang melukai kami di Modipoy." Karena wajahnya belum pulih, Qing Yuyao mengenakan topi bambu putih.
Saat ini, Qing Yuyao menunjuk ke arah Xue Shan Shan agar sang ayah yang merupakan Kepala Keluarga Qing, Qing Shengxiong dapat mengenali musuh.
Qing Shengxiong melihat punggung Xue Shan Shan, dia sedikit tidak percaya. "Dia hanya seorang gadis muda,, apa dia bisa melukaimu seperti ini?"
"Ayah, apa mungkin aku membohongimu? Bahkan, kakakku juga terluka seperti itu karena dia, sedangkan keempat saudara seperguruan dilukai oleh wanita lain dengan menggunakan Pedang Giok Hijau. Intinya, mereka adalah sekelompok monster." Qing Yuyao berbicara dengan penuh kebencian ketika mengingat kejadian hari itu.
Karena tidak bisa menerima penghinaan hari itu, mereka kembali ke Kota Yifeng hanya untuk sang ayah datang.
Setelah memeriksa luka Qing Fengjue, Qing Shengxiong berpikir sang putra telah dilukai oleh seorang master.
Jadi, dia pun memutuskan untuk mengikuti mereka datang ke Kota Qianjing untuk mencoba peruntungan. Mungkin, mereka bisa bertemu dengan Xue Shan Shan dan teman-temannya untuk membalas dendam.
Begitu memikirkan bahwa kedua anaknya ditindas oleh gadis muda sampai sedemikan rupa, amarahnya semakin melonjak.
"Kamu bilang ada wanita lain yang memegang Pedang Giok Hijau, apa mungkin gadis itu yang ada di sebelahnya?" Qing Shengxiong menunjuk Fu Qingyue.
Saat ini, Qianning tidak pergi bersama Xue Shan Shan dan Qing Yuyao hanya dapat melihat punggung Fu Qingyue dari kejauhan. Karena merasa mirip, dia pun mengangguk tanpa pikir panjang. "Seharusnya memang dia."
"Baik, aku mengerti."
"Aku akan menangani gadis itu, kalian semua awasi gadis yang satu lagi dan harus merampas Pedang Giok Hijau."
"Ya, Tuan Besar!"
Setelah Qing Shengxiong dan beberapa masker dari Keluarga Qing menghilang, Qing Yuyao pun menyeringai. "Wanita ******, kamu lihat saja!"
Kali ini, ayahku yang turun tangan sendiri, kamu akan tahu rasa!
__ADS_1
Ketika Xue Shan Shan dan kedua bersaudara Fu tiba di kedai uang, mereka menemukan bahwa ada banyak orang di dalamnya. Mungkin, mereka adalah orang-orang yang datang ke Kota Qianjing untuk berpartisipasi dalam perjamuan ulang tahun dan tidak memiliki batu spiritual.
Siapa yang membuat tempat ini begitu merepotkan, bahkan Uang pun tidak berguna!?
"Banyak sekali orang-orang di dalam, Kakak, Shan Shan, kalian tunggu saja di sini dulu. Aku akan melihat-lihat di kedai pakaian sebelah." Fu Qingyue tiba-tiba tertarik pada pakaian yang bergantung di kedai sebelah.
Fu Qiqi meliriknya, laku memperingati dengan lembut. "Pergilah, tapi jangan terlalu jauh."
"Baik."
Setelah melihat Fu Qingyue masuk ke kedai pakaian, Fu Qiqi dan Xue Shan Shan kembali memusatkan perhatian mereka pada kedai uang yang ada di hadapan mereka.
Terlalu banyak orang di dalam.
Xue Shan Shan dan Fu Qiqi benar-benar malas berbaris untuk mengantri.
Ketika hendak pergi, Xue Shan Shan tiba-tiba merasakan ada benda tajam di punggungnya.
Bahkan, Fu Qiqi juga merasakan hal yang sama dan mulai berkeringat dingin karena ketakutan.
"Kalau bergerak lagi, kalian akan mati!"
Suara dengan niat membunuh terdengar di telinga keduanya.
Bukannya takut seperti Fu Qiqi yang langsung tidak berkutik, Xue Shan Shan justru merasa senang.
Dia melirik ke samping, melihat orang itu adalah seorang pria yang mengenakan topi.
Xue Shan Shan tidak bisa mlihat wajahnya langsung, tetapi dia dengan jelas bisa tahu bahwa pria itu adalah pria paruh baya.
Xue Shan Shan melirik plakat giok yang tergantung di pinggang pria itu yang hanya terukir satu kata. 'Qing.'
Xue Shan Shan menyeringai. 'Saudaraku, identitasmu terungkap terlalu cepat.'
"Ikuti aku!" Qing Shengxiong mengulurkan tangannya dan menggenggam leher belakang Xue Shan Shan, lalu menarik gadis itu keluar.
Pada saat yang sama, dia melirik rekannya di sebelah yang tengah menyandera Fu Qiqi dan memberi kode agar mengikuti jejaknya.
'Baiklah, terlalu banyak orang di sini. Itu akan mempengaruhi gerakanku,' batin Xue Shan Shan menyeringai, lalu dia melirik Fu Qiqi yang menahan tangisnya.
Xue Shan Shan langsung memberikan tatapan meyakinkan pada Fu Qiqi, seolah-olah dari sana tersirat suaranya yang mengatakan, 'Segalanya akan baik-baik saja.'
Melihat tatapan Xue Shan Shan yang penuh dengan keyakinan, Fu Qiqi akhirnya bisa tenang sedikit.
Lagipula, dia juga memiliki beberapa senjata yang sebelumnya diberikan oleh gadis itu.
Begitu berjalan keluar dari kedai uang, pandangan Xue Shan Shan langsung tertuju pada kedai pakaian di sebalah.
Seketika, ekspresinya langsung berubah.
"Gawat!"
Tepat saat hendak menyerbu ke sana, orang itu menekan leher Xue Shan Shan dengan lebih kuat lagi.
Sama seperti Xue Shan Shan, Fu Qiqi juga sangat mengkhawatirkan nasib adiknya. Akan tetapi, tidak ada yang bisa dia lakukan, selain berada di tempat demi menjaga nyawanya agar tetap berada di raga.
Tanpa pikir panjang, Xue Shan Shan langsung berputar dan membanting Qing Shengxiong di belakangnya dengan keras hingga pria itu terjatuh ke tanah.
Sontak saja, aksi itu berhasil mengundang keributan di sekitar.
Bahkan, Fu Qiqi juga menggunakan kesempatan itu untuk melumpuhkan musuh yang ada di belakangnya menggunakan tembakan bius yang diberikan oleh Xue Shan Shan.
Dalam sekejap, orang yang menyanderanya tersungkur ke tanah dan tidak bisa bergerak, padahal matanya terbuka lebar.
Qing Shengxiong bukannya tidak siaga, tetapi ketika meningkatkan kekuatannya, dia tiba-tiba merasa dipantulkan oleh kekuatan brutal yang luar biasa mencengangkan.
Gadis muda di hadapannya sangat kuat!
Melihat rekan di sebelah, akhirnya Qing Shengxiong mengerti kenapa putra dan putrinya bisa ditindas oleh kelompok gadis ini.
Mereka memang tidak bisa diremehkan.
Setelah berpikir demikian, dia langsung melambaikan lengannya hingga pedang panjang yang terbuat dari Teknik Ilusi yang tidak terlihat dan tidak berwujud sedang berada di dalam genggamannya.
Xue Shan Shan melirik Pedang Ilusi itu dengan senyuman mencemooh, lalu mengangkat pergelangan tangannya untuk mengaktifkan Cambuk Abadi.
"Cambuk Abadi!" Qing Shengxiong adalah maniak senjata pemadia suka mengoleksi semua senjata langka di dunia.
Jadi, dia tentu saja bisa mengenali Cambuk Abadi itu hanya dengan sekali pandang.
Bagus!
Aku sudah mencari Cambuk Abadi dan Pedang Giok Hijau dalam waktu yang lama, kali ini aku bisa mendapatkan mereka tanpa kesulitan.
Setelah berpikir demikian, Qing Shengxiong melangkah maju hingga Pedang Ilusinya mendekati jidat Xue Shan Shan.
Di tangan Xue Shan Shan, cahaya Cambuk Abadi bersinar ketika berayun ke arah Qing Shengxiong dengan niat membunuh yang membara ....
***
Jangan minta tambahan ya, ini udah lebih dari 2k kata dan nulisnya juga sambil curi-curi waktu saat bocil anteng.
__ADS_1