Peri Racun Kesayangan Pangeran

Peri Racun Kesayangan Pangeran
Membunuh Masa Depan Putra Mahkota


__ADS_3

Mengabaikan gosip-gosip yang bertebaran di sepanjang jalan, Xue Shan Shan tetap santai menyusuri jalanan menuju Kediaman Walikota seolah-olah apa yang dibicarakan orang-orang bukanlah tentang ayahnya.


Begitu tiba di Kediaman Walikota, Nyonya Fu tentu saja sudah mengenali Xue Shan Shan yang merupakan Putri Changning sekaligus teman putri.


Nyonya Fu senang karena Xue Shan Shan adalah satu-satu teman Fu Qingyue yang benar-benar tulus ingin berteman, tanpa adanya intrik atau lain sebagainya.


Karena itu, Nyonya Fu menyambut kedatangan Xue Shan Shan yang cantik dengan mata berbinar. "Benar-benar gadis yang cantik!"


Mendengar itu, Xue Shan Shan tentu saja tersenyum senang, tetapi dia tidak berkomentar apa pun.


"Putri, duduklah dulu. Aku akan meminta pelayan untuk memanggil Qingyue."


Usai berbicara, Nyonya Fu langsung memerintahkan pelayan untuk menghidangkannya camilan dan memanggil Fu Qingyue.


Nyonya Fu sangat ramah.


Benar juga, Xue Shan Shan berpikir di dalam hatinya bahwa nyonya rumah yang bisa memperlakukannya putri murba layaknya putri sendiri, bisa seburuk apa dia?


Dengan cepat, Fu Qingyue pun datang dan langsung senang saat melihat keberadaan Xue Shan Shan.


"Qingyue, karena Putri Changning adalah temanmu, kamu layanilah dia." Nyonya Fu berbicara pada Fu Qingyue, lalu beralih pada Xue Shan Shan. "Putri, anggap saja seperti di rumah sendiri. Maaf, saya harus pergi dulu untuk mengerjakan beberapa hal."


Xue Shan Shan tersenyum. "Bibi, jangan terlalu sungkan. Kamu bisa memanggilku Shan Shan seperti Qingyue dan lakukan saja apa yang harus kamu lakukan."


"Qingyue, aku menanyakan sesuatu." Begitu Nyonya Fu pergi, Xue Shan Shan langsung bertanya dengan memasang wajah serius.


Fu Qingyue tertegun saat melihat wajah Xue Shan Shan, dia pun berkata, "Kita ke taman saja."


"Kalian pergilah." Xue Shan Shan berbicara pada Lin Mei yang langsung membungkuk dan pergi bersama Dujuan, pelayan Fu Qingyue.


"Shan Shan, apa yang ingin kamu tanyakan?" Fu Qingyue menuangkan segelas teh untuk Xue Shan Shan, terdapat senyum hangat di wajahnya.


Xue Shan Shan berdehem, sebelum akhirnya bertanya dengan suara kecil. "Aku ingin tanya, bagaimana kamu memastikan kalau kamu menyukai Pangeran Keempat?"


"Kamu ... apa yang kamu katakan?" Fu Qingyue tampak panik dengan kedua tangan dikibaskan, dia menundukkan kepalanya dan merasa wajah sudah memanas.


Xue Shan Shan cemberut, tetapi wajahnya tampak berbinar. "Kamu tidak menyukai Pangeran Keempat?"

__ADS_1


Sebelum melihat bagaimana sikap Fu Qingyue yang menjadi salah tingkah begitu berada di dekat atau hanya melihat Pangeran Keempat dari kejauhan, Xue Shan Shan tidak tahu bahwa temannya itu menyukai sang pangeran.


Bagaimanapun, hanya pada Pangeran Keempat sikap Fu Qingyue agak berbeda.


Karena itu, Xue Shan Shan bisa menebak bahwa temannya memiliki perasaan tak biasa pada sang pangeran.


Melihat Fu Qingyue menjadi panik saat ini, Xue Shan Shan semakin yakin pada dugaannya.


Fu Qingyue benar-benar menyukai Pangeran Keempat!


"Shan Shan!" Fu Qingyue menengadahkan kepalanya dan melihat ekspresi serius Xue Shan Shan.


Seketika, dia pun tersadar dan bertanya dengan mata membesar. "Shan Shan, kamu menyukai seseorang?"


Detik berikutnya, Fu Qingyue semakin melebarkan matanya saat mengingat sosok yang paling berkemungkinan telah mengisi relung hati Xue Shan Shan.


"Apa itu Pangeran Li Xian?" Setelah bertanya, Fu Qingyue kembali berpikir, 'Memangnya siapa lagi yang bisa Xue Shan Shan sukai?'


Xue Shan Shan memiringkan kepalanya dan berkata, "Tidak tahu, makanya aku bertanya padamu."


Fu Qingyue menahan rasa malu dan melihat ke sekeliling untuk memastikan tidak ada orang lain selain dirinya dan Xue Shan Shan, sebelum akhirnya berkata, "Aku juga tidak tahu Bagaimanapun menjelaskannya. Hanya saja, aku merasa rindu jika tidak bertemu dengannya."


"Terkadang, aku juga merindukan setiap saat. Entah ada barang apa pun, hal pertama yang aku pikirkan adalah apa dia membutuhkannya."


"Bahkan, aku beberapa kali merasa tidak senang setiap kali ada gadis lain yang berkeliaran di sisinya."


Mata Xue Shan Shan berkedip-kedip, pikiran sudah melayang jauh saat mendengar semua penjelasan Fu Qingyue.


"Shan Shan, apa kamu akan memikirkan Yang Mulia seperti itu?" Suara Grenie terdengar di benak Xue Shan Shan.


Xue Shan Shan memijat keningnya. "Iya, karena dia suka buang- makanan. Setiap kali dapur menyiarkan makanan, dia tidak pernah makan. Jika aku di sana, aku pasti sudah membantunya."


"Membantu menyuapimu?" Grenie bertanya dengan rasa ingin tahu.


"Untuk apa aku menyuapinya? Dia mempunyai tangan yang masih berfungsi," sahut Xue Shan Shan, lalu melanjutkan dengan tak acuh. "Aku akan membantu menghabiskan makanan yang dibuat dapur agar tidak mubasir."


"Sayang sekali, kita tidak boleh buang-buang makanan." Xue Shan Shan berbicara seolah-olah dia adalah duta penghemat makanan, lalu menambahkan dengan bijaksana. "Kita harus menghargai usaha makhluk hidup yang telah bekerja keras untuk menyediakan makanan tersebut."

__ADS_1


Grenie terdiam, dia tiba-tiba teringat pada Kaisar.


Mungkinkah Shan Shan sudah terkontaminasi ilmu Kaisar?


"Kalau begitu, apa kamu akan memikirkan Yang Mulia ketika kamu melihat barang bagus?"


Mata Xue Shan Shan memancarkan keanehan. "Maksudmu Wucutus dan Acutus?"


"Apa itu?"


"Racun yang baru saja aku teliti," sahut Xue Shan Shan dengan penuh semangat. "Aku tahu bahwa Pangeran Li Xian sangat hebat, jadi aku ingin dia memakan kedua racun itu untuk melihat apakah itu bisa membuatnya pingsan."


Jantung Grenie berdetak kencang dan demi nyawa Pangeran Li Xian yang tampan, dia segera berkata, "Tidak bisa, tidak bisa! Shan Shan, jika kamu tidak berhati-hati, kamu bisa membunuh pangeran tampanku! Jika dia mati, maka kamu tidak akan memiliki perlindungan lagi!"


Xue Shan Shan terdiam, dia tampak memikirkan kata-kata Grenie. "Benar juga."


Mendengar itu, Grenie langsung menghela nafas lega. "Kenapa tidak kamu coba saja racun barumu itu pada Pangeran Mahkota?"


Xue Shan Shan tersenyum miring. "Tidak perlu kamu katakan, aku sudah mengirim racun lainnya yang lebih mengerikan daripada kematian."


Grenie agak terkejut, tetapi dia sangat senang. "Racun apa itu?"


Meskipun bukan kematian, Grenie tahu bahwa Xue Shan Shan tidak akan meringankan hukuman yang pantas Putra Mahkota dapatkan.


Xue Shan Shan tersenyum lebar dan menjawab dengan ringan. "Membunuh 'masa depannya'."


Mendengar itu, Grenie semakin terkejut.


Grenie memang sudah menduga bahwa Xue Shan Shan adalah orang yang kejam dan tidak kenal ampun, tetapi dia tidak menduga gadis itu akan membuat 'burung' Putra Mahkota tidak pernah hidup lagi.


Daripada kematian, memang hukuman ini lebih mematikan bagi Putra Mahkota yang hidupnya tidak bisa jauh dari wanita.


Bagi Putra Mahkota, tidak masalah jika tidak bisa memiliki keturunan lagi karena dia sudah memiliki satu.


Namun, tidak bisa berhubungan badan dengan wanita lagi, rasanya dia lebih baik mati.


Tentu saja, itu masih belum cukup bagi Xue Shan Shan untuk menyiksa Putra Mahkota!

__ADS_1


__ADS_2