Peri Racun Kesayangan Pangeran

Peri Racun Kesayangan Pangeran
Kamu Sungguh Keterlaluan!


__ADS_3

Qing Ke mengerutkan bibirnya dan menjawab dengan lirih. "Lilu, pelayan pribadi Selir Faye yang melakukan ini padaku. Tadinya aku pergi ke dapur mengambil makanan penutup untuk Nona, tapi Lilu bersikeras merebutnya dariku. Dia mengatakan Selir Faye sedang menunggu dan aku pun membiarkannya. Namun, ...."


Qing Ke berhenti, dia menundukkan kepalanya.


"Namun, kamu malah dipukuli?" Xue Shan Shan mengangkat alisnya, tetapi Qing Ke masih memilih diam.


Melihat kejadian ini, Xue Shan Shan berjalan di hadapan Qing ke dan memberi isyarat pada gadis itu agar mengangkat kepalanya.


Ketika dia mendapati bekas goresan kuku di wajah Qing ke, Xue Shan Shan pun semakin murka.


Dalam hitungan detik, Xue Shan Shan langsung keluar dari kamarnya. "Lin Mei!"


"Ya, Nona." Lin Mei terkejut dengan reaksi Xue Shan Shan.


Kemudian, sang nona mendengus sinis dan menyebutkan kata demi kata dengan tegas. "Keluarkan senjata, ayo berperang!"


Lin Mei tercengang dan bertanya dengan heran. "Senjata apa yang harus dikeluarkan?"


"Apa saja," sahut Xue Shan Shan cepat, aura kemarahan jelas menyebar dari sekujur tubuhnya.


Otak Lin Mei memang tidak lincah, tetapi dia memiliki satu kelebihan, yaitu setia.


Jadi, ketika tahu bahwa nona pertamanya tidak bercanda, dia langsung pergi ke halaman belakang dan kembali dengan memeluk sebuah tongkat kayu bersama seorang pelayan pekerja kasar.


"Nona, ini."


Melihat itu, Qing Ke segera berjalan ke sisi Xue Shan Shan untuk mengambil tongkat tersebut dan melemparnya ke tanah. "Nona, tenanglah. Aku hanya dipukuli, tapi jika kamu menyerbu ke sana, Selir Faye yang sedang mengandung pasti akan melindungi Lilu dan itu tidak akan menguntungkan untukmu."


Xue Shan Shan diam, tetapi netranya bergulir memperhatikan pekerja kasar yang ada di samping Lin Mei. "Berapa usiamu?"


Pelayan pekerja kasar tertegun sesaat. "Hamba berumur lima belas tahun"


"Siapa namamu?"


Paras yang dimiliki oleh pekerja kasar ini sangat biasa, wajahnya bahkan memiliki bintik-bintik. Namun, wajahnya yang besar dan bulat mengingatnya Xue Shan Shan pada panekuk besar, dan tampan bahagia. Matanya yang bersinar tidak besar, tetapi tidak bisa juga dikatakan kecil.


"Nona, mama hamba Da Bingzhi."


Xue Shan Shan tidak lagi melihat ke arah Da Bingzhi, dia menatap Li Mei dan memerintahkan, "Angkat dia jadi pelayan tingkat dua."


Meski terkejut, Lin Mei tetap menganggukkan kepalanya dengan patuh.


"Da Bingzhi, kamu bawa tingkat itu." Xue Shan Shan menatap Da Bingzhi, lalu berlatih pada Lin Mei saat merafalkan titah selanjutnya. "Bawa makananku, ayo kita pergi."


Dia butuh asupan gizi sebelum dan sesudah berlekahi, bahkan bukan tidak mungkin di saat berkelahi pun dia masih membutuhkannya.


Mulanya, Qing Ke mengira Xue Shan Shan sudah bisa berpikir jernih. Namun, setelah melihat kejadian ini, sepertinya di salah.


Dengan itu, Qing Ke pun langsung menyusul mereka.


"Nona, apa senjata yang kamu maksud adalah semua makanan ini?" Meskipun Lin Mei merasa pertanyaannya tidak masuk akal, dia tetap bertanya dengan rasa bingung.


Sebelumnya, Lin Mei sudah memberikan tongkat untuk dijadikan senjata. Bahkan dia juga membawa satu pelayan yang menurutnya bisa diajak berperang.


Namun, sepertinya sang nona lebih antusias dengan makanan yang dia bawa daripada tongkat atau pun Da Bingzhi.


"Apa lagi jika bukan itu?" Xue Shan Shan menggigit sedikit makanan penutupnya. "Aku tidak pernah memerlukan tongkat untuk berkelahi."


Setelah berbicara, Xue Shan Shan menatap Lin Mei dan Da Bingzhi dengan wajah yang dipenuhi senyuman. "Apa yang kamu lakukan memang sudah cukup bagus, tapi lain kali ingatlah untuk menukar tongkat ini dengan makanan dan baru diberikan kepadaku."


Da Bingzhi menatap Xue Shan Shan dengan bingung. "Nona, bagaimana bisa kita berkelahi dengan makanan?"


Kemudian, Da Bingzhi mengayunkan tongkat di tangannya beberapa kali. "Nona, jika kamu akan berkelahi nanti, silahkan panggil aku saja."


Melihat akso Da Bingzhi, Lin Mei dan Qing Ke panik karena khawatir tongkat itu mengenai Xue Shan Shan.


Da Bingzhi tampak seperti orang yang sedikit bodoh, tetapi hatinya memahami masalah dengan sangat jernih.


"Aku akan memperlihatkan padamu apa artinya bertarung dengan makanan!" Sebuah kilatan sinis muncul di mata Xue Shan Shan.


Da Bingzhi hanya mengangguk sebagai tanggapan dan arus dikatakan, dia sangat patuh.

__ADS_1


Lin Mei dan Qing Ke adalah pelayan tingkat satu. Jadi, selain harus mematuhi perintah Xue Shan Shan, mereka juga harus menasehatinya tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan.


Sementara itu, Da Bingzhi harus menuruti perintah Xue Shan Shan tanpa perlu mempertimbangkan syarat apa pun.


Oleh karena itu, ketika Lin Mei mengajari Da Bingzhi untuk tidak membiarkan Xue Shan Shan berkelahi seenaknya, dia justru membalas dengan sangat serius. "Ibuku sudah memberitahuku bahwa apa pun yang dilakukan oleh majikan adalah hal yang benar."


Hal ini membuat Lin Mei sangat pasrah, dia hanya bisa melihat Xue Shan Shan membawa Da Bingzhi untuk membuat keributan besar di Kediaman Xue.


Dengan segera, sekelompok orang tiba di tempat tinggal Selir Faye.


Begitu melihat kedatangan Xue Shan Shan dan yang lainnya, seorang pelayan kecil bergegas memberitahu Selir Faye.


Ketika Xue Shan Shan tiba di halaman, Lilu tengah memapah Selir Faye keluar.


Selir Faye memandang Xue Shan adalah dan para pelayannya dengan sinis. "Nona Besar, apa yang sedang kamu lakukan? Kenapa kamu datang ke tempatku, bahkan dengan membawa tongkat? Apa kesalahan yang kubuat hingga Nona Besar marah?"


Ketika Lilu melihat Qing Ke, dia langsung tahu tujuan kedatangan mereka. Dia pun dengan segera membisikkan beberapa patah kata ke telinga Selir Faye, membuat wanita itu menepuk tangannya sebagai isyarat bahwa semuanya akan baik-baik saja.


Selir Faye saat ini sedang hamil, jangankan mengambil makanan penutup milik Xue Shan Shan, bahkan jika dia mengambil semua makanan yang ada di dapur Kediaman Xue, Nyonya Tua Xue dan Xue Jingguo pasti akan tetap menuruti keinginannya.


Huh, dasar bocah kecil. Kamu masih saja tidak tahu betapa mulianya aku sekarang.


"Sepertinya, Bibi Faye sudah mengetahui cerita keseluruhannya. Jadi, bagaimana kamu akan memberikan penjelasan padaku?"


Xue Shan Shan memakan makanan penutupnya sesuap demi sesuap sambil tersenyum dan menatap Selir Faye yang baru saja menenangkan Lilu.


Selir Faye juga tersenyum. "Hanya masalah beberapa potong makanan penutup, itu juga karena aku tiba-tiba menginginkannya. Jadi, aku meminta Lilu agar segera mengambilnya untukku. Mungkin, Lilu juga terburu-buru sehingga dia mengambil makanan Nona Besar."


"Begini saja, bagaimana kalau aku meminta Lilu untuk mengambil lebih banyak makanan penutup di dapur sebagai permintaan maafku pada Nona Besar."


Xue Shan Shan mendongak dan melihat ekspresi Selir Faye yang tak acuh, lalu dia membalas dengan dingin. "Jadi, apakah ini alasan untuk Lilu memukuli orang?"


"Qing Ke!" Xue Shan Shan sontak meninggikan suaranya dan Qing Ke pun segera menghampirinya.


Ketika berada di kediaman, Qing Ke khawatir Xue Shan Shan akan dirugikan oleh Selir Faye yang tengah mengandung sehingga dia tidak ingin mengusut masalah ini.


Namun, masalah sudah sampai seperti ini dan dia tidak boleh takut lagi!


Pada saat itu, Qing Ke menunjukkan wajahnya. "Lilu mengatakan bahwa Selir Faye ingin segera mau makan makanan penutup, aku sama sekali tidak berebut dengannya dan benar-benar membiarkan dia mengambil makanan penutup dulu."


"Namun, Lulu malah semakin kelewatan. Padahal, aku tidak bersikap perhitungan padanya ketika dia mengambil makanan penutup itu beberapa kali, tapi dia justru melemparkan makanan penutup yang sudah direbut sebelumnya dariku. Tentu saja, aku tidak terima dan langsung beradu mulut dengan Lilu, tapi tidak kusangka dia tiba-tiba bermain tangan denganku."


"Bekas luka di wajahku disebabkan oleh pukulan Lilu yang sangat keras dan aku di sini hanya ingin bertanya, dendam apa yang dia miliki terhadapku?"


Perkataan Qing Ke membuat senyumman di wajah Xue Shan Shan semakin dalam


Hebat sekali, seorang pelayan kecil berani merampas makanannya berkali-kali!


Setelah mendengar penjelasan Qing Ke, Lily memblas, "Jelas-jelas kamu yang melepaskan tanganmu dan aku tidak bisa menangkap piring itu hingga makanan penutup pun jatuh ke lantai!"


Qing ke mengernyit alisnya dan berujar sinis. "Makanan penutup yang dikeluarkan dari panci sangatlah panas. Namun, aku tetap memegangnya dan baru melonggarkan peganganku setelah kamu memegang piringnya. Jika tidak, tanganku tidak akan terluka karena panas."


Begitu selesai berbicara, Qing Ke langsung memperlihatkan tangannya.


Di sekeliling, beberapa pelayan yang melihat kejadian itu sudah mulai berbisik.


Bagaimanapun kau mah bekas tamparan yang ada di wajah serta luka di tangan Qing Ke memang nyata.


Jadi, para pelayan itu tentu saja berpihak pada Qing Ke.


"Kenapa tidak kamu katakan dari tadi bahwa tanganmu juga terluka?" Lin Mei langsung berjalan ke sisi Qing Ke.


Ketika melihat luka di tangan Qing Ke, Lin Mei langsung merengut dan memandang Lilu dengan bara api di matanya. "Kamu sungguh keterlaluan!"


"Itu hanya sebuah luka bakar. Jika aku tidak mendapatkan makanan penutup itu hingga menyebabkan suasana hatiku buruk, maka anak di dalam kandunganku juga tidak akan sehat. Seandainya masalah seperti itu terjadi, masalahnya tidak akan sesederhana seperti luka bakar."


Selir Faye duduk sambil melirik Qing Ke dengan sinis, lalu kembali memandang Xue Shan Shan. "Nona Besar, apa benar?"


"Apa hubungannya kondisi anakmu denganku?" Xue Shan Shan sangat kesal.


Itu sebabnya, senyuman di wajahnya menjadi semakin cemerlang.

__ADS_1


Memarahi atau pun memukuli dirinya, Xue Shan Shan masih bisa menanggungnya.


Namun, jika merampas makanannya, itu sama saja merampas nyawanya dan Xue Shan Shan tidak mampu menahan hal seperti itu!


"Nona Besar, kamu tidak boleh berkata seperti itu. Bagaimanapun, Qing Ke adalah pelayanmu. Siapa yang tahu kamu akan menginstruksikan Qing Ke untuk berbuat demikian. Jika seperti itu, Selir Faye tidak akan mendapatkan makanan yang membuat suasana hatinya memburuk hingga akhirnya berdampak pada janinnya ...."


Wajah Lilu menunjukkan ekspresi bangga, bahkan dia menatap Xue Shan Shan dengan senyuman hanya karena mendapatkan sokongan dari Selir Faye.


"Jadi, jika Bibi Faye tidak memakan makanan penutup itu, kandungannya akan bermasalah?" Xue Shan Shan mengangkat alisnya.


Lilu segera menjawab, "Tentu saja, karena kondisi tubuh Selir Faye berkaitan dengan kesehatan anaknya."


"Yang dikatakan Lilu benar, Nona Besar. Kamu belum pernah menjadi seorang ibu, jadi kamu pasti tidak tahu masalah ini." Selir Faye mengganti postur duduknya, lalu mengangkat teh di sebelahnya yang disodorkan oleh seorang pelayan dan sebuah senyuman dangkal terlukis di wajahnya.


"Nona besar, telat Jangan membawa tongkat kemari lagi karena itu terlihat sangat menakutkan. Tidak masalah jika kamu mengagetkanku, tapi jika anak di dalam kandunganku ikut terkejut, tuan pasti tidak akan mengampunimu."


Berbicara tentang ini, wajah Selir Faye penuh dengan penghinaan.


Sementara itu, Xue Shan Shan sudah sangat muak karena sejak awal kedua wanita di hadapannya hanya berbicara tentang anak, padahal yang dia pedulikan hanyalah masalah makanan yang direbut berkali-kali!


"Nona?" Da Bingzhi juga sudah sangat marah. "Selir Faye jelas sekali sedang menakut-nakutimu karena bayi di dalam kandungan tidak akan selemah itu!"


"Kamu memang benar, tapi jika dia menggunakan anaknya untuk berdiskusi dengan kita, kita juga tidak bisa melakukan apa-apa." Qing Ke tertawa getir.


Dia sangat menghargai perlindungan yang diberikan Xue Shan Shan, juga sangat terharu.


Karena itu, dia tidak bisa membiarkan Xue Shan Shan mengambil resiko untuk dirinya.


Xue Shan Shan mengambil satu makanan penutup dari Lin Mei dan berjalan mendekati Selir Faye. "Kamu mau makan?"


Selir Faye tertekun sejenak, sebelum akhirnya menjadi semakin bangga. "Terima kasih atas niat baik Nona Besar, aku tidak akan mengusut masalah ini lagi."


Jelas, Selir Faye mengira bahwa Xue Shan Shan memberikan makanan penutup itu padanya sebagai tanda permintaan maaf.


Namun, itu sama sekali tidak benar ....


Bisa-bisanya dia begitu meninggikan dirinya sendiri.


Senyum di wajah Xue Shan Shan semakin dalam hingga memperlihatkan lesung di pipinya, lalu sebuah suara yang lembut pun keluar dari mulutnya. "Bukankah Bibi Faye baru saja mengatakannya? Karena kamu ingin makanan penutup jadi kamu meminta Lilu untuk mengambilnya. Aku sekarang membawa makanan penutup untukmu, tapi kenapa kamu tidak mau makan?"


Selir Faye langsung membalas, "Sekarang aku sedang tidak ingi makan ...."


"Tidak ingin makan? Bagaimana bisa seperti itu?! Ini adalah makanan penutup yang baru saja selesai dipanggang!" Xue Shan Shan segera menyela kata-kata Selir Faye hingga menyatu wanita itu membelalakkan matanya.


Harus diakui, Xue Shan Shan sangat berterima kasih karena saat ini Selir Faye sedang duduk.


Jika tidak, dia mungkin akan kesulitan menggapai Selir Faye dengan tingginya yang tak seberapa.


"Nona Besar, apa yang kamu lakukan?" Lilu terperanjat.


"Da Bingzhi, tahan dia!"


"Baik, Nona." Da Bingzhi memgang tongkat dan melesat ke arah Lilu hingga membuat gadis itu murka. "Kenapa kalian diam saja? Cepat tahan Nona Besar!"


"Lin Mei, Qing Ke!"


Beriringan dengan kata-kata yang dilontarkan Xue Shan Shan, Lin Mei dan Qing Ke langsung berdiri di depan Xue Shan Shan.


Bahkan, Minglang yang entah datang dari mana tiba-tiba saja sudah terbang dan mendarat di sebelah Qing Ke untuk membantu menghadang orang-orang Selir Faye.


Sementara itu, Xue Shan Shan segera mengambil makanan penutup yang ada di keranjang dan memasukkannya dengan kasar ke dalam mulut Selir Faye. "Bibi Faye, silahkan di makan makanan penutup yang sangat kau sukai ini!"


Nada bicara Xue Shan Shan sangat lembut, tetapi gerakannya sangat kasar hingga membuat jantung Selir Faye berdegup kencang.


Selir Faye berusaha membebaskan dirinya dari tubuh mungil Xue Shan Shan, tetapi entah kenapa dia kesulitan dan tidak bisa melakukannya.


"Jangan gelisah, kamu masih belum menghabiskan makanan penutupnya! Bukankah kamu menyuruh Lilu menyerang Qing Ke karena makanan penutup? Bukankah kamu memperbolehkan Lulu memukul Qing Ke karena makanan penutup juga? Sekarang, aku sudah membawakan banyak makanan penutup untukmu. Jadi, ayo makan dan habiskan!"


Perkataan Xue Shan Shan membuat wajah Selir Faye pucat pasi.


"Ah!"

__ADS_1


Pada saat itu, hanya teriakan yang bisa keluar dari mulut Lilu.


__ADS_2