Peri Racun Kesayangan Pangeran

Peri Racun Kesayangan Pangeran
Apa Sudah Terlambat?


__ADS_3

Keesokan harinya ....


Ketika Xue Shan Shan dan yang lainnya turun untuk meninggalkan penginapan, kebetulan mereka kembali bertemu dengan Putra Mahkota dan rombongannya.


Secara naluriah, Lei Zhen dan yang lainnya memberikan hormat kepada pangeran dan putri yang ada di hadapan mereka.


Tanpa menghiraukan formalitas dari mereka semua, Putri Kedua dan Pangeran Ketiga langsung memasuki kereta begitu melihat sosok Xue Shan Shan.


Di belakang, Putri Ketiga dan Putra Mahkota juga menyusul memasuki kereta kuda.


Melihat Pangeran Keempat juga hendak memasuki kereta, Fu Qingyue segera mendekat dan berkata dengan patuh. "Yang Mulia Pangeran Li Xanjian, semua kereta kuda temanku sudah penuh sehingga kami bahkan harus berdesakan. Karena kita memiliki tempat tujuan yang sama, bolehkah hamba naik ke kereta kuda Anda?"


Melihat tindakan Fu Qingyue saja, Xue Shan Shan dan Fu Qiqi sangat terkejut. Apalagi, ketika mendengar kata-kata gadis itu.


Di dalam satu kereta, mereka memang ditempatkan lebih dari tiga orang. Akan tetapi, itu sama sekali tidak membuat mereka harus berdesakan.


Terlebih, kereta kuda milik Xue Shan Shan adalah hadiah dari Selir Agung Mei.


Jangankan untuk menampung Xue Shan Shan dan kedua bersaudara Fu juga Qianning, kereta kuda itu bahkan bisa menampung dua orang lagi.


Bagaimana itu bisa dikatakan sempit?


Fu Qiqi menatap adiknya dengan tatapan memperingati yang menyiratkan, 'Qingyue, apa yang kamu lakukan?'


Bersamaan dengan itu, Xue Shan Shan juga hanya bisa bergumam di dalam hati. 'Qingyue, kamu terlalu banyak menonton tanpa memahami dengan benar. Kamu harus menahan diri!'


Sementara itu, Pangeran Keempat melirik Fu Qingyue tanpa ekspresi sambil berkata, "Aku suka ketenangan, jadi kamu ...."


"Jangan khawatir, jangan khawatir! Aku janji untuk tetap diam dan tidak mengatakan sepatah kata pun." Fu Qingyue segera menyela kata-kata Pangeran Keempat yang dia yakini ingin menolak permintaannya, dia juga berusaha meyakinkan pria itu dengan ekspresi serius.


Pangeran Keempat langsung melirik Xue Shan Shan.


Dilirik seperti itu, Xue Shan Shan membalas lirikan Pangeran Keempat sekilas.


Di dalam hati, dia memiliki tanda tanya yang begitu besar di dalam benaknya.


Kenapa Pangeran Keempat juga terlihat agak pucat?


Meski tidak sepucat Putri Ketiga, Xue Shan Shan bisa melihat dengan jelas bahwa sama seperti Pangeran Li Xian, Pangeran Li Xanjian juga memiliki penyakit di dalam tubuhnya.


Hanya saja, penyakit Pangeran Li Xanjian tidak separah kelihatannya.


Saat ini, Xue Shan Shan juga menyadari bahwa antara Pangeran Li Xanjian benar-benar sakit atau ....


Dia hanya berpura-pura saja.

__ADS_1


Bagaimanapun, di dalam istana ada begitu banyak konflik, intrik, bahkan konspirasi.


Jadi, wajar saja jika ada pangeran atau putri yang sakit-sakitan.


Entah itu memang nyata, atau hanya berpura-pura saja ....


Menggelengkan kepalanya, Xue Shan Shan menatap semua orang dan mulai memarahi mereka. "Siapa yang meminta kalian membawa begitu banyak barang? Lihatlah, kereta kuda kita jadi sempit sehingga tidak muat lagi untuk Qingyue."


Semua orang sangat sedih, bahkan Fu Qiqi menatap tak percaya pada Xue Shan Shan.


Kenapa gadis ini berubah dalam sekejap?


Apa dia ingin memberi jalan dan kesempatan pada Qingyue?


Sebagai seorang kakak, Fu Qiqi bukannya tidak tahu perasaan Fu Qingyue terhadap Pangeran Keempat.


Hanya saja, dia tidak menyangka adiknya akan begitu terang-terangan menunjukkan ketertarikannya pada seorang pria. Bahkan, Xue Shan Shan juga diam-diam memberikan sokongan penuh.


Karena itu, Fu Qiqi hanya bisa diam dan mengikuti permainan mereka saja.


Pada akhirnya, Pangeran Keempat merenung sejenak, lalu berkata, "Kalau begitu, masuklah."


"Baik." Fu Qingyue yang berhasil mendapatkan persetujuan dari Pangeran Keempat, mengedipkan matanya dengan bangga pada Xue Shan Shan.


Kemudian, dia pun menaiki kereta kuda Pangeran Keempat.


"Qiqi, apa ini adalah awal dari perjalanan mengejar suami?"


"Entahlah ...." Fu Qiqi menggelengkan kepalanya dengan linglung.


Xue Shan Shan kembali membisu, dia pun berpikir bahwa waktu satu malam bukan hanya tidak menghilangkan rasa suka yang menyelimuti hati Fu Qingyue, bahkan malah membuatnya lebih bersemangat.


Xue Shan Shan menghela nafas.


Kalau anak sudah dewasa, pasti sudah susah diatur.


Setelah Pangeran Keempat menaiki kereta, semua rombongan kerajaan berangkat duluan.


Sementara itu, Lei Zhen melihat kepergian Fu Qingyue dengan alis berkerut dalam. "Apa yang terjadi? Kenapa Nona Fu menaiki kereta kuda orang lain? Bukankah kereta Kakak Sulung sangat besar?"


"Apa yang kamu maksud dengan kereta kuda orang lain? Kereta kuda itu adalah milik calon suaminya!" Xue Shan Shan berbicara dengan tak acuh, sebelum akhirnya menaiki kereta kudanya sendiri.


Di belakang, Fu Qiqi dan Qianning ikut menyusul dalam keheningan.


Lei Zhen menggaruk kepalanya dengan ekspresi bingung. "Seorang muncul hanya dalam satu malam? Menjadi gadis muda memang baik, begitu ingin mencari suami, langsung sikat saja."

__ADS_1


Setelah mengatakan itu, Lei Zhen tiba-tiba terpikirkan sesuatu. Dia pun segera menatap Xiangxiang dan berkata, "Xiangxiang, kamu sudah tidak muda lagi. Apa kamu ingi mencari seseorang ...."


"Menyingkir!" Xiangxiang menatap tajam pada Lei Zhen.


"Baik." Lei Zhen mundur dengan patuh, ekspresi menyedihkan terlihat jelas di wajahnya.


Setelah terjadi keributan kecil, mereka semua pun menaiki kereta kuda masing-masing dan mulai melanjutkan perjalanan.


Di dalam konvoi keluarga kerajaan, Fu Qingyue duduk dengan tertib. Sesekali, pandangannya jatuh pada Pangeran Keempat yang menutup mata untuk beristirahat.


Seluruh kereta dipenuhi dengan aroma obat yang samar sehingga membuat Fu Qingyue berkali-kali ingin angkat suara, tetapi dia berusaha menahan diri.


Bagaimanapun, Pangeran Keempat sudah berpesan untuk tidak mengganggunya.


Oleh karena itu, dia tidak boleh berbicara!


Aku harus membuat kesan yang baik sehingga Pangeran Li Xanjian berpikir bahwa aku adalah gadis yang kalem.


'Qingyue, semangat! Kamu pasti bisa!'


"Yang Mulia, saatnya minum obat." Pada saat ini, tiba-tiba saba terdengar suara dari luar kereta.


Tentu saja, suara itu berhasil membuat Pangeran Keempat yang sedang beristirahat membuka matanya.


Detik berikutnya, pria itu melirik kotak brokat yang terletak di sebelah Fu Qingyue.


Begitu melihat ke mana arah tatakan Pangeran Li Xanjian, Fu Qingyue segera berinisiatif untuk mengambil kotak brokat.


"Yang Mulia, apa Anda ingin mengambil kotak ini?" Fu Qingyue bertanya dengan tatapan berbinar.


"Hmmmm."


"Saya akan membantu Anda membukanya ...."


"Tidak usah ...."


Tepat ketika Fu Qingyue membuka kotak brokat, tangannya bergetar karena gugup sehingga dia tanpa sengaja menjatuhkan pil.


Seketika, pil-pil itu langsung berserakan di lantai, bahkan sampai berguling ke luar kereta.


Dalam sekejap, hawa dingin pun langsung menyelimuti kereta yang ditempati oleh Fu Qingyue dan Pangeran Keempat.


Melihat pil yang berserakan di lantai, Fu Qingyue merasa dia akan bernasib buruk.


"Yang Mulia Pangeran Li Xanjian, maafkan saya ... saya akan membantu Anda memungutnya ...." Fu Qingyue segera berjongkok dan mulai memungut pil.

__ADS_1


Pangeran Keempat mengulurkan tangan untuk menghadang Fu Qingyue, lalu berkata dengan tak acuh. "Tidak perlu, sudah terkena debu, dipungut juga sudah tidak ada gunanya."


Fu Qingyue menggigit bibirnya bawahnya, dia pun berpikir di dalam hati. 'Shan Shan, apa sudah terlambat bagiku untuk keluar dari sini sekarang?'


__ADS_2