Peri Racun Kesayangan Pangeran

Peri Racun Kesayangan Pangeran
Persiapkanlah Pemakaman


__ADS_3

Tidak lama kemudian, tabib pun datang. Dia langsung memeriksa denyut nadi Nyonya Tua Xue, lalu menggelengkan kepala sambil berkata tanpa daya. "Persiapkanlah pemakaman."


"Tidak, aku tidak ingin mati! Aku tidak ingin mati!" Nyonya Tua Xue berteriak dengan keras dan memelototi sang tabib yang terlihat gugup, sebelum akhirnya bergegas pergi.


Nyonya Tua Xuemang belum mati, tetapi dia benar-benar tidak memiliki harapan hidup lagi!


"Anakku, aku tidak ingin mati! Anakku ...." Wajah Nyonya Tua Xue tampak ketakutan seolah-olah dewa maut sudah ada di hadapannya, dia pun melambaikan tangannya hendak menggapai Xue Jingguo.


"Ibu, kamu akan baik-baik saja." Xue Jingguo bergegas mendekati Nyonya Tua Xue dan menghibur. "Aku akan memanggil tabib lain."


Setelah itu, Xue Jingguo berteriak keluar. "Tunggu apa lagi? Cepat, panggil tabib kemari!"


"Ah!" Suara teriakan Yura Chen yang begitu tiba-tiba membuat semua orang mengalihkan perhatian padanya dan mengikuti arah pandangannya juga.


Saat ini, semua orang melihat tangan Nyonya Tua Xue sudah jatuh terkulai dengan lemah ke bawah. Wanita tua itu menutup matanya, setelah mengerang sedikit.


"Tuan, nyonya tua, dia ... dia ...."


Wajah Yura Chen terlihat ketakutan, dia pun memegang erat lengan baju Yangtao dan tidak lagi berani melihat ke depan.


Tubuh Xue Jingguo juga bergetar, dia dengan ragu-ragu mengulurkan hari telunjuknya mendekati hidung Nyonya Tua Xue.


Sudah tidak ada hembusan nafas!


Prang!!!


Xue Jingguo mundur beberapa langkah hingga menabrak meja dan menjatuhkan beberapa benda di sana yang menimbulkan suara keras.


Di sisi lain, Bibi Feng menangis dengan keras. "Nyonya Tua! Mengapa Anda pergi begitu saja?"


Xue Jingguo memejamkan mata, air matanya mengalir.


Yangtao dan Yura Chen diam-diam saling memandang dengan penuh semangat, tetapi mereka dengan cepat menyembunyikannya dengan memasang ekspresi sedih.


Xue Yuwen yang baru saja mendengar berita ini segera pulang ke rumah, tetapi dia sudah terlambat.


Xue Yuwen baru saja hendak mengatakan sesuatu pada Xue Jingguo, tetapi malah berita kematian yang didengar hingga dia termenung untuk beberapa saat.


Xue Yuwen berdiri di depan tempat tinggal Nyonya Tua Xue, melihat Xue Jingguo dan beberapa orang keluar dari ruangan.


Dia pun menangis. "Ayah, nenek ...."

__ADS_1


Xue Jingguo menggeleng tak berdaya.


Xue Yuwen yang selama ini merasakan kebaikan nyonya tua langsung menangis sejadi-jadinya.


Melihat ini, Xue Jingguo mengulurkan tangan dan mengelus kepala Xue Yuwen. "Masalah ibumu tidak ada hubungannya denganmu, tetapi kamu juga tidak bisa terlalu memohon untuknya karena masalah ini sudah ada bukti yang nyata."


"Ayah, ibu ...."


"Menunggu masalah ibumu selesai ditangani, kamu bisa menuliskan namamu di silsilah keluarga nyonya."


Dengan kata-kata Xue Jingguo, Xue Yuwen langsung menutup mulutnya.


Jika namanya bergantung pada nyonya, meskipun dia hanya putri murba, tapi statusnya jadi lebih tinggi satu tingkat!


"Yuwen." Yangtao datang mendekati Xue Yuwen dan berkata, "Aku tahu kamu sedih, tapi apa yang dilakukan oleh Selir Faye juga membuat ayahmu bersedih. Jadi, kamu jangan mengganggu ayahmu dulu."


"Aku juga akan memenuhi apa yang ayahmu katakan. Kedepannya, kamu akan menjadi putriku. Namun, untuk mengganti silsilah harus menunggu sampai masalah ibumu selesai "


Xue Yuwen menatap Yangtao sambil mengangguk, sebelum akhirnya berlalu pergi.


Saat ini, dia sama sekali tidak berniat melihat Nyonya Tua Xue.


Luyao yang merupakan pelayan pengganti Putao menatap Xue Yuwen dengan perasaan takut, sebelum akhirnya pergi untuk mencari tahu kejadian sebenarnya di kediaman selama mereka tidak da di rumah.


Tidak lama kemudian, Luyao membawa Lilu yang langsung berlutut di hadapan Xue Yuwen. "Nona Kedua, Anda harus menyelamatkan Selir Faye. Masalah ini bukan dilakukan olehnya!"


Kemudian, Lilu menceritakan seluk-beluk masalah. "Namun, Selir Faye tiba-tiba saja menyerang Nyonya Tua Xue, aku tidak punya cara untuk menghalanginya."


Saat ini, Lilu juga sangat cemas.


Bagaimanapun jika Selir Faye dalam masalah, dia juga tidak akan mendapatkan keuntungan.


Xue Yuwen memijat bagian tengah alisnya, lalu menginstruksikan Luyao untuk membawa Lilu keluar.


Setelah itu, Luyao kembali masuk untuk menuangkan teh dan meletakkan gelas ke tangan Xue Yuwen. "Nona, apa yang harus dilakukan dengan masalah ini?"


"Apa yang harus kita lakukan untuk menolong Ibu?" Xue Yuwen mengerutkan bibirnya dengan tatapan penuh kebingungan. "Apa nama aku akan tetap ada di silsilah keluarga nyonya setelah menolong ibu keluar?"


"Ini ... seharusnya tidak bisa ...." Luyao menggigit bibirnya, lalu berbicara dengan ragu. "Jika Nona mencari tuan untuk membicarakan masalah ini, tuan pasti akan marah kepada Nona. Jangankan masalah nama di silsilah keluarga nyonya, takutnya tuan juga tidak akan memperdulikan Nona lagi."


"Namun, seharusnya tidak ada masalah jika kita bisa mencari bukti yang membuktikan Selir Faye tidak bersalah." Luyao berbicara cepat dengan tatapan berbinar.

__ADS_1


Xue Yuwen diam dengan wajah datarnya, lalu berkata, "Kamu pergilah dulu, aku ingin menenangkan diri sebentar."


Mendengar ini, Luyao menatap Xue Yuwen dengan cemas, tetapi dia tetap keluar sesuai perintah.


Xue Yuwen menarik pandangannya, dia tidak bergerak dari tempat duduknya hingga malam baru tersadar.


"Luyao!"


"Nona ...." Luyao yang dipanggil bergegas masuk dengan helaan nafas lega. "Nona, apa Anda lapar? Aku akan meminta orang untuk menyiapkan makanan di dapur."


"Iya, siapkanlah beberapa makanan, aku akan mengantarnya kepada ibu."


Luyao mengangguk dan segera menyiapkan makanan, sebelum akhirnya menemani Xue Yuwen pergi menemui Selir Faye di kediamannya.


Pengawal di sana sangat banyak, jelas sekali mereka semua diperintahkan untuk menjaga Selir Faye agar tidak melarikan diri.


Melihat Xue Yuwen, mereka jug tidak menghalanginya dan mengizinkannya masuk.


"Yuwen ...." Wajah Selir Faye yang tampak sedikit lebam dipenuhi dengan air mata, bajunya pun terlihat acak-acakan.


Begitu melihat Xue Yuwen, ada binar harapan di mata Selir Faye.


Xue Yuwen menginstruksikan kepada Luyao untuk berjaga di luar. "Ibu, aku datang untuk mengantarkan makanan padamu."


Air mata Selir Faye mengalir semakin deras. "Yuwen, kamu pergilah temui ayahmu dan katakan padanya bahwa bukan aku pelakunya. Aku tidak memberikan racun kepada nyonya tua!"


Xue Yuwen tersenyum tak berdaya. "Apa Ibu punya saksi?"


Saat melihat Selir Faye tertegun, Xue Yuwen menghela nafas panjang dan bertanya lagi. "Mungkin Ibu punya bukti untuk menyangkalnya?"


Selir Faye masih diam dan termenung hingga Xue Yuwen kembali berkata, "Tidak ada apa pun, bagaimana mana Ibu menyuruhku meyakinkan ayah?"


"Yuwen, merekalah ... Yura Chen dan Zhang Fei yang merencanakan ini semua!" Selir Faye mencoba meyakinkan putrinya dengan dugaannya sendiri.


Xue Yuwen menghela nafas lagu, dia menatap Selir Faye dan tidak bisa tidak merasa kasihan.


Kemudian, Xue Yuwen berjalan ke lemari dan membukanya, lalu mengambil sebuah kotak dari dalam sana.


Xue Yuwen juga membuka kotak itu dan menemukan banyak racun.


Pupil mata Selir Faye membesar. "Ini ... bukannya ... bukannya ini sisa racun yang digunakan untuk meracuni Diana Lee dan Xue Shan Shan?"

__ADS_1


__ADS_2